Aku dan Kanker Tiroid - Bagian 1 : Bermula dari Benjolan Kecil di Leher - tabloid My Mommy

12:42 AM 10 Comments A+ a-




Tidak ada harapan untuk hidup, 

itulah yang ada dalam pikiran saya saat menerima vonis kanker Pappiler Tyroid Carsinoma. Saat itu saya merasa dunia seakan berguncang dan hidup saya berpacu dengan waktu. Terbayang orang-orang yang saya kenal yang akhirnya menyerah karena penyakit kanker yang mereka derita. Belum lagi bayangan proses pengobatan kanker yang tidak hanya memakan waktu, biaya bahkan menguras air mata.

Mengapa harus kanker? Mengapa saya yang mengalaminya? Apa salah saya? Semua pertanyaan seakan silih berganti bergelut di pikiran saya. Saya sempat berada dalam fase bergolakan batin menerima kenyataan tersebut.

Namun dalam pergolakan itu pula, saya menemukan titik balik dalam hidup saya. Kanker bukan hal yang harus saya takuti atau hindari. Saya harus bangkit dan berjuang untuk sembuh. Masih banyak kesempatan dan cara untuk sembuh. Saya percaya akan ada campur tangan Allah untuk kesembuhan itu.

Beruntung saya dikelilingi oleh orang-orang yang selalu mendukung dan menyupport saya. Terutama kedua orang tua, suami dan anak-anak, keluarga, serta teman-teman. Mereka senantiasa memberikan semangat saya agar berjuang untuk sembuh. Kedua orang tua mendoakan serta menguatkan agar saya bisa bangkit dan melawan kanker. Saya bersyukur kepada Allah karena memberikan kedua orang tua yang tidak pernah berhenti dengan tulus menyayangi dan mencintai saya.


 Bermula dari Benjolan Kecil 

Jangan pernah remehkan benjolan kecil di tubuh anda!
Setidaknya itu yang sering saya sampaikan kepada orang lain. Semula bermula beberapa waktu lalu. saya merasakan perbedaan pada kondisi tubuh saya. Saya kerap merasa cepat lelah, sulit tidur, dan mudah terserang flu dan batuk.

Awalnya saya pikir hal itu terjadi karena aktifitas yang terlalu menyita waktu. Saya pun mencoba mengurangi aktifitas, namun ternyata keluhan saya pun tetap ada. Bahkan saya mulai merasakan nyeri di bagian pinggang dan tulang belakang. Bersamaan pula muncul sebuah benjolan kecil di leher saya.

Walaupun begitu, saya tetap melanjutkan berbagai aktifitas saya. Perjalanan luar kerap saya lakukan, mengingat beberapa pekerjaan dilakukan di beberapa kota tersebut. Hingga suatu ketika, setelah mengisi acara penulisan di Perpusda Prov. Kaltim, rasa sakit pinggang tersebut semakin menjadi. 

Saya pun segera memeriksakan diri ke dokter bedah tulang di Samarinda. Saat itu yang menangani saya Dr. Yasser Ridwan, Sp. Ort. Beliau pun segera meminta saya melakukan serangkaian test, antara lain uji lab, CT Scan, dan Rontagen. Bahkan beliau pun merujuk saya ke Dr. Eko Nugraha, Sp. Pa, untuk melakukan biopsi pada benjolan kecil di leher saya. Hasilnya pemeriksaan tersebut sangat mengejutkan saya. Saya di vonis Kanker Papiller Tyroid Carsinoma.

 Dr. Yasser memperkirkan bahwa sakit pada tulang belakang merupakan pengaruh dari kanker Papiller tyroid pada leher saya. Untuk penanganan lebih lanjut, oleh Dokter Yasser, saya dirujuk ke dokter spesialis bedah tumor yaitu Dokter Rudy Tharby, Sp. Onk.


 Tahap Pengobatan Yang Berliku 

Saya tidak pernah menduga akan menghadapi ujian seperti saat itu. Namun hal itu tidak membuat saya patah semangat. Bagaimana pun juga saya harus kuat dan sabar menjalani pengobatan kanker yang membutuhkan waktu dan proses cukup menguras energi, biaya dan tentu saja air mata. Saya bersyukur bertemu dengan para dokter yang demikian terbuka memberikan informasi mengenai penyakit kanker yang saya alami.

Demikian pula ketika saya dan suami bertemu dengan Dokter Rudy Tharby. Beliau dengan ramah menjelaskan secara detiil mengenai penyakit kanker tyroid, termasuk bagaimana proses pengobatan yang harus saya jalani. Penjelasan itu setidaknya membuat saya lega dan memiliki harapan besar untuk sembuh. Dokter Rudy pun menjelaskan bahwa dunia kedokteran sekarang sudah lebih maju. Kanker pun bisa ditangani lebih baik dan kemungkinan untuk sembuh sangat besar. Jenis kanker pappiler tyroid yang saya derita merupakan jenis kanker yang termasuk tinggi tinggi kesembuhannya apabila di tangani secara tepat. Tinggal bagaimana kita berusaha berobat dan tetap meminta pertolongan kepada Allah.

Pengobatan yang akan saya jalani memang cukup mengejutkan bagi saya. Walaupun saya sering kali membaca buku, search internet dan mendengar penanganan tentang kanker, tetap saja semua berbeda apabila merasakannya sendiri. Dokter Rudy menjelaskan langkah pertama yang harus dilakukan adalah operasi pengangkatan tyroid. Setelah operasi tersebut, saya di haruskan menjalani terapi ablasi yaitu radiasi interna yang menggunakan iodine 131 atau yang lebih dikenal dengan radiasi nuklir. Terapi ini bertujuan untuk menghilangkan sel-sel kanker yang masih tersisa pasca operasi.

 Tentu saja penjelasan itu membuat saya bingung. Bagaimana bisa seorang manusia seperti saya harus berhubungan dengan radiasi nuklir. Terlebih radiasi itu ditujukan untuk pengobatan kanker tyroid. Terbayang di benak saya bagaimana efek radiasi nuklir tersebut bagi manusia.

(bersambung)


Pengalaman radiasi interna ini bisa di baca di :
(klik langsung link nya ya....)

Aku dan Kanker Tiroid - Bagian 1 

Aku dan Kanker Tiroid - Bagian 2 

Aku dan Kanker Tiroid - Bagian 3 

Aku dan Kanker Tiroid - Bagian 4 



10 komentar

Write komentar
Joni Kaizen
AUTHOR
7:08 PM delete

Ass...Terima kasih ibu sudah berbagi cerita...
Ya Allah baru seminggu sy mengalami hal yg sama...sy ada kista juga di tiroid kanan..., sudah suruh operasi....tapi masih sedih..masih belum brani....
Sy sehat..hasil test darah juga ok..normal...
Tiba tiba suruh operasi..duh...kata dr.kalau ganas..maka bukan hanya kanan tapi kiri tiroid juga kudu diambil. Dan seumur hidup harus minum obat hormon.....
Saya nau tanya bu...
Ibu diambil 2 tiroidnya? Atau 1?
Tidak ada cara lain ya selain operasi...?
Jadi terapi nuklir itu..bisa dilakukan setelah operasi ya?
Demikian salam....hormat...adakah no hp bisa dihubungi? Sy di tangerang jakarta bu

Reply
avatar
9:55 AM delete

Wass..
terima kasih pak Joni sudah berkenan membaca blog saya.
saya sudah diangkat dua duanya pak. Sekarang memang minum obat hormom setiap hari, sambil terus tetap kontrol.

Terapi nuklir itu tidak hanya untuk pasien CA tyroid saja kok pak. Biasnya memang utk pasien Ca tyroid seperti saya, terapi nuklir diberikan pasca operasi. Biar sel sel kankernya yg tersisa bisa dituntaskan.

Reply
avatar
9:55 AM delete This comment has been removed by the author.
avatar
9:55 AM delete This comment has been removed by the author.
avatar
Joni Kaizen
AUTHOR
7:37 PM delete

Terima kasih ibu atas infonya, skrg sy sedang menunggu hasil biopsi....kmarin di sedot isinya cairan seperti darah....semoga hasilnya aman....sy berdoa kepada Allah....Bu bisa informasikan minum obat hormonnya mahal? Kalau kelewat sehari ndak minum gimana bu?
Biaya terapi nuklirnya mahal tidak bu?. Sekarang kadar sel Canya dah hilang? terima kasih Bu, Ibu luar biasa Tegar..., semoga Allah melindungi Ibu selalu,

Reply
avatar
Joni Kaizen
AUTHOR
5:21 AM delete

Malam bu..bisa minta kontak tlp ibu..bu..? Maaf bu..sy butuh info dari ibu...sy di 0816951117

Reply
avatar
8:19 AM delete

Kalau obat hormon, dilihat dulu nanti hasilnya pak. Kalau bapak pakai bpjs, obat hormon seperti eutyrax masuk jaminan BPJs. Untuk radiasi nuklir, kalo bayar sendiri sangat mahal pak. Tergantung dari jumlah dosis merkuri yang di berikan. Tapi kalau mau, segera urus bpjs saja pak. Di hasan sadikin di tanggung bpjs untuk nuklirnya. Tapi terap hrus segera daftar, karena antrinya panjang juga

Reply
avatar
aku sehat
AUTHOR
9:29 PM delete

bu, saya mau tanya,.
apakah ada pengaruh dari minum obat seumur hidup itu? lalu kalsium ibu amankah?

terima kasih

Reply
avatar
6:19 AM delete

Assalamualaikum bu saya infin bertanya, saya di rujuk dr Rudy Tharby untuk operasi. Saya mau tanya bagaimana proses dari sebelum operasi sampai setelah operasi? Karna saya masih lumayan takut untuk menjalanlan operasi, dimana saya baru berumur 20tahun. Mohon di jawab ya bu, saya sangat membutuhkan jawaban ibu

Reply
avatar
Mocha Riri
AUTHOR
3:27 AM delete

Assalamualaikum bu, saya mau sedikit cerita. Ibu saya awalnya terkena hipertiroid dan harua selalu kontrol, saat itu dia udah ada benjolan dileher. Setelah beberapa bulan, dokter memperbolehkan ibu saya operasi karena tiroidnya sudah normal. 2 minggu yang lalu dia operasi dan hanya 1 yg diangkat. Lepas dari itu, kmrn dia baru kontrol dan melihat hasil lab. Dokter memvonisnya terkena tumor ganas tiroid. Yg saya baca dari berbagai macam artikel, katanya untuk penyebara kanker ini tidak cepat. Tali ibu saya sudah mengalama sakit dipunggung. Saat jni dia dirujuk di rs fatmawati jakarta. Tapi ibu saya takut penanganan disana lama, maka itu dia sddang mencari ahli tiroid langsung. Nah apa ibu tau tempatnya? Terimakasih.

Reply
avatar