Maafkan Aku...

10:39 PM 0 Comments A+ a-

Aku tahu mungkin kau marah padaku
Aku tahu mungkin kau jengkel padaku

Aku bisa lihat bagaimana sikapmu padaku
Aku bisa lihat bagaimana kau menunjukkan protesmu padaku


Maafkan apabila selama ini aku mengacuhkan mu
Maafkan apabila selama ini aku tidak memperhatikanmu

Tidak bisakah kita berdua berdamai seperti dahulu kala?
Tidak bisakah kita berdua saling mengisi waktu hilang itu?

Ijinkan aku memperbaiki ini semua untukmu
Ijinkan aku memulai dari awal bersama denganmu..



Maafkan aku...
Wahai tubuhku..
Maafkan aku
Wahai Pikiranku..
Maafkan aku
Wahai hatiku...

Selama ini aku lalai pada kalian..


(Edisi minta maaf karena selama ini lalai meperlakukan dengan bijaksana terhadap diri sendiri)

Energi Positif

12:03 AM 0 Comments A+ a-

Maaf....
Bukannya saya tidak ingin berkomentar atau bukannya saya tidak ingin memberikan kritik mengenai segala topik ataupun berita yang hangat belakangan ini. Tapi menurut saya hal itu tidak terlalu penting. 

Saya hanya ingin menuliskan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai positif untuk diri saya dan orang lain yang membacanya. 

Sungguh..., saat ini saya perlu energi positif dan bermanfaat untuk membangkitkan passion dan semangat bertumbuh saya. Saya tidak ingin menuliskan hal-hal yang nantinya malah membebani pikiran saya dan membuat orang lain mengernyitkan dahi karena tulisan saya 

Maaf ya...

Yuk teman-teman, mari kita isi hari ini dengan berbagi energi positif untuk semua orang...

@edisicurhatpagi...

Don't Give Up !!

11:35 PM 0 Comments A+ a-


Kematian merupakan misteri illahi. 

Berita yang cukup mengejutkan saya terima hari itu. Beberapa teman menulis status di Jejaring sosial mengenai meninggalnya Ustad Jeffry Al Bukhori atau kerap di panggil nama ustad Uje.

Innaillahi Wa Innaillahi Rojiun.. 
Masih teringat dalam benak saya, kisah hidup dari ustad Uje yang penuh dengan liku-liku sebelum akhirnya menjadi ustad. Perjalanan hidup yang penuh cerita hingga akhirnya tertuju untuk berbuat kebaikan. Segala yang berasal dari Allah akan kembali lagi kepada Allah. Semoga Allah memberikan kelapangan dan tempat yang terbaik untuk Ustad Uje. 

**

Tentang kematian..
 

Sejak beberapa waktu setelah mengalami ujian ini, saya terkadang mengalami fase down atau menyerah. Terkadang saya bertanya kepada Allah, apa maksud dari Allah memberikan semua ujian ini. Apakah kelak saya mampu menghadapi semua ini dengan sabar, iklas dan tetap ikhtiar. Bagaimana nasib anak-anak saya. Apakah saya masih kuat dan di berikan umur panjang oleh Allah untuk mendampingi, mendidik dan menyayangi mereka hingga mereka besar. Dan entah berapa banyak lagi pertanyaan dan kegelisahan yang bertebaran di kepala saya. 

Saya merasa kematian sudah terus mengintai saya. Bagaimana tidak, ada beberapa orang keluarga saya yang meninggal karena ujian yang sama. Seakan-akan ujian tersebut menjadi momok yang menakutkan bagi keluarga saya. Saya masih ingat bagaimana terkejut dan sedihnya mereka saat saya dengan keberanian menyatakan kondisi saya. Bayangan kematian seakan-akan menghantui setiap detik, menit, jam dan hari-hari saya.

Tapi..
Berita meninggalnya Ustad Uje, seakan menyadarkan saya. Ya, kematian itu sebuah misteri. Kita tidak akan bisa menebak kapan datangnya kematian akan menjemput. Seorang manusia tidak akan tahu, kapan waktu, tempat dan dalam keadaan apa saat ia akan di jemput. 

Seharusnya itu pula yang menjadi nasehat dalam diri saya. Saya tidak boleh menyerah karena ujian ini. Saya tidak boleh meratapi nasib atau keadaan yang Allah telah gariskan kepada saya. 

Setiap orang akan mati. Sudah seharusnya kita bersiap-siap untuk kematian. Mungkin hari ini, esok, atau mungkin puluhan tahun lagi. Saya menjadi lebih bersyukur sekarang. Mungkin Allah meletakkan saya dalam kondisi ini, agar saya lebih bisa mendekatkan diri pada Nya. Bukan untuk pesimis menjalankan hidup. Masih banyak hal yang berguna dan bermanfaat untuk saya serta orang lain yang bisa di lakukan. 

Ah, terkadang hikmah kehidupan bisa di dapatkan tanpa sengaja saat kondisi atau cerita apa pun. Hal itu pula yang terjadi pada saya di hari ini... Don't Give Up.

Selamat beraktifitas kawans... 

Samarinda, 26 April 2013

Mulutmu Harimaumu !

8:16 AM 0 Comments A+ a-


Sering sekali saya mendengar kalimat tersebut. Mulut memang sebuah senjata yang mematikan. Apabila kita tidak bisa mengendalikan mulut, maka akan banyak orang yang bisa terluka karenanya. Bisa saja hubungan silaturahmi kita terputus. Begitu pula sebaliknya, bila kita bisa menjaga mulut, maka jalinan silaturahmi itu bisa terus terjaga. 

Begitu pula dengan kalimat ini : tulisanmu adalah harimaumu. Hehehe.. Kalau ini sekedar saling mengingatkan saja. Apa yang kita tulis, baik tulisan di buku, media, atau bahkan sekedar sms, status FB, ternyata bisa menjadi harimau juga heheh..


Sederhana kok..., saat kita membuat status yang bernada negatif, bukan hanya itu akan menjadi senjata mematikan buat kita sendiri. Bahkan teman-teman yang membacanya jadi ikut-ikutan sebel hehehe.. Dan begitu pula sebaliknya.. Saat kita menuliskan status yang bernilai positif, tentu saja akan memberikan aura positif bagi kita sendiri, tetapi bagi orang lain yang membacanya 

#edisi mengingatkan diri sendiri

Rencana Allah Indah pada Waktunya

9:06 PM 0 Comments A+ a-

Terkadang apa yang kita terima, tidak sesuai dengan harapan. Walaupun kita telah berusaha dan melewati berbagai rintangan untuk meraihnya.

Menyesal? Sedih? Menyerah?..




Berhentilah menyalahkan dan meratapi diri atau orang lain. Semua hanya sebuah keberhasilan yang tertunda..


Rencana Allah pasti akan indah pada waktunya ..

Bismillah..

CERITA SERU NAIK BUSWAY

9:33 PM 0 Comments A+ a-



OLEH : TRI WAHYUNI ZUHRI
Busway? Wah, siapa yang belum pernah naik busway, pasti ingin mencobanya. Apalagi cerita tentang busway tersebut begitu sering diulas di berbagai media. Namun,tetap saja naik busway perlu informasi lebih lanjut. Mengapa? Ya, karena saya punya cerita tentang busway kemarin.

Sebenarnya saya sudah menyusun agenda rapi untuk acara hari itu. Salah satunya bertemu dengan mba Indari Mastuti, di Sarinah Mall, Jakarta. Beliau founder IIDN dan IIDB, serta owner Indscript Creative. Berhubung saya di Jakarta pula, jadi sengaja menyempatkan waktu bertemu.

Bapak pun bersemangat menemani saya ke Sarinah, maklum dari tempat kami menginap di Cijantung sangat jauh. Terlebih kondisi saya yang baru pulih. Rupanya kedua teman bapak pun ingin ikut menemani. Mereka. Ingin jalan-jalan keliling Jakarta. Tentu saja bapak dan saya senang-senang saja. Bukannya ramai-ramai berangkat akan lebih menyenangkan dari pada berdua. Hehehe

Rencana naik taxi blu* B*rd pun berubah. Mereka ingin mencoba naik busway. Rupanya berita tentang busway menarik perhatian, terlebih buat kami orang luar pulau


Berbekal informasi ala kadarnya karena merasa sudah yakin,(saya menyesal nggak tanya lebih banyak hik hik hik), berangkatlah kami berempat naik busway. Pertualangan naik busway pun dimulai.

Pertama dari Cijantung, kami naik angkot dulu sampai ke Pasar Rebo. Di pasar Rebo inilah ada terminal busway. Dengan rasa percaya diri, masuklah kami ke busway dengan membayar Rp. 3500 perorang. 

"Mall Sarinah Tamrin turun dimana,pak?" Tanya saya pada penjaga busway.

"Nanti minta turun ke UKI ya, bu,"terangnya sambil tersenyum. Saya pun mengangguk-angguk. Yang lebih menarik, ternyata kami baru tahu kalau untuk penumpang perempuan terdapat lokasi duduk di belakang driver. Jadi ketika teman bapak saya mau berdiri di daerah tersebut, langsung di tegur oleh petugas busway. (Kesalahan pertama karena kurang info heheh). 

Karena penuh, bapak berserta kedua temannya tidak dapat tempat duduk. Mereka hanya berdiri dalam bus way sembari memegang pegangan tangan di atas bus way. Sedang saya? Termasuk beruntung. Mungkin karena saya sakit pinggang dan tidak kuat berdiri, seorang penumpang perempuan langsung berdiri dan mempersilahkan saya duduk di tempatnya.

Wow..., betapa takjubnya saya. Padahal ada pula beberapa perempuan yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk, namun perempuan itu malah mempersilahkan saya duduk.

Setelah beberapa lama saya duduk, saya pun mulai mengamati keadaan di dalam busway. Akhirnya aku bisa naik busway oy!! 

Tiba-tiba mata saya tertuju pada sebuah stiker tempelan di kaca busway. Yang inti tulisan di stiker itu, para penumpang agar lebih mendahulukan ORANG TUA, ORANG CACAT dan IBU HAMIL !! (Kesalahan kedua karena kurang info! )

Ampun..! Mungkin karena kondisi tubuh saya yang terlihat mendengkik ketika berjalan (maklum sakit pinggang akut
  ), dan baju saya yang agak besar, saya dikira sedang hamil !! 

Tapi tidak apalah, memang kondisi tubuh saya sedang dalam proses pemulihan, dan tidak memungkinkan berdiri lama. Jadi rasanya tidak masalah, kalau saya pura-pura tidak melihat tulisan di kaca busway tersebut. 



"UKI masih jauh ya?"Tanya saya kepada penumpang perempuan di samping saya. 

"Masih jauh, mbak. Macet juga,"jawabnya. 

Mulailah gelisah hati saya. Padahal saya sudah janjian sama mbak Indari untuk tepat waktu. Rasa curiga pun mulai menyelimuti hati saya, jangan-jangan naik busway ini nggak semudah yang saya bayangkan. Saya lirik Bapak dan kedua temannya masih berdiri sembari mengobrol di bagian tengah busway.

Beberapa waktu kemudian busway akhirnya berhenti di pemberhentian yang dimaksud. Kami berempat pun segera turun

Horeee..
Hati saya bersorak. Berarti saya bisa segera langsung ke sarinah !

Tapi tidak seperti yang saya pikirkan. Ternyata dari tempat itu kami harus melanjutkan lagi perjalanan dengan busway berbeda serta tujuan baru. 

Whattttt???? 
(Kesalahan Ketiga karena kurang Info)

Saat itu saya merasa orang paling aneh sedunia. Terlebih bapak dan kedua teman bapak sama-sama terkaget-kagetnya dengan saya. Ampun!! Rupanya kami berempat merasa yakin saja mempergunakan busway bakal mudah.

Saya langsung menepok jidat. Kenapa saya tidak mencari info lebih detiil mengenai pemakaian busway. Mengikuti ketiga orang bapak yang seyakin saya, padahal kurang informasi, sama saja bunuh diri hihihi..

Mulailah pertualangan kami dengan bus selanjutnya. Ternyata bus itu lebih penuh dan sesak dari sebelumnya. Dan seperti kejadian di busway pertama, tanpa diminta seorang penumpang berdiri dan mempersilahkan saya untuk duduk di tempatnya
 . Mungkin penumpang itu yakin saya sedang hamil karena memang kondisi tubuh saya yang terlihat tidak prima. Sedangkan bapak dan kedua temannya hanya bisa berdiri.

Perjalanan bus kedua ini ternyata cukup panjang. Selain berhenti beberapa kali di tempat pemberhentian, penumpang bus terus penuh dan sesak.
Ternyata hal itu berpengaruh terhadap saya. Sakit pinggang dan rasa linu di paha mulai saya rasakan. Tambah merana rasanya 


Saya melihat wajah bapak yang pucat.Selama ini bapak tidak pernah menaiki bus dengan berdiri dan kondisi penuh. Maklum, ditempat asal kami tidak ada bus kota, apalagi busway hehehe. (Benar-benar katro !!! OMG !!)

Beruntung lokasi tempat pemberhentian busway Semanggi telah dekat. Bapak terlihat sangat pucat dan keringat dingin. Begitu turun, segera kami menyusuri tangga bus way. 

"Bapak kuat nggak?"Tanyakku kuatir. Kuliat bapak sudah mulai berjalan pelan. Aku pun sampai lupa dengan sakit pinggangku karena melihat kondisi bapak.

"Kepala bapak pusing, sesak nafas. Tadi sesak betul di busway,"kata bapak dengan lemas. Kedua teman bapak sama kuatirnya denganku. Maklum, bapak punya penyakit mag dan jantung.

"Ayo, pak. Kita jalan pelan-pelan. Tuh ada mall semanggi. Kita istirahat dulu disitu,"kataku sembari menunjuk mall di depanku. 

"Lho, tapi janjianmu jam berapa? Nanti telat?"

Aku menggeleng,"insya allah, nggak apa-apa. temanku pasti ngerti kok, pak. Kan emergency nih".

Mulailah kami berempat menyusuri jalan penyerbangan busway. Kami baru tahu, ternyata setelah turun busway, kita tidak bisa langsung turun di tepi jalan seperti bus biasa, tetapi harus menyelusuri jalan khusus penumpang busway. Bentuknya pun naik turun dan berkelok-kelok. Walaupun tidak berupa anak tangga, tetap saja membuatku harus mengeluarkan energi penuh. Jaraknya? Ampppuuunnn.. Jauh bangettt !! (Kesalahan Keempat karena kurang Info)


Ternyata yang lebih parah, kami salah mengambil jalan. Seharusnya tembus ke Mall belok kanan, tetapi kami belok kiri. Padahal dari atas jembatan penyerbangan tersebut telah tertulis arah tujuan. Dan kami tidak memperhatikannya karena sok yakin... Haduuuhhh..
(Kesalahan Kelima karena kurang Info)

Ya.. Bisa ditebak deh, kami bukannya menemukan ujung jembatan untuk turun, tetapi malah bertemu terminal busway selanjutnya! 

Lemes, capek, pegel dan mau nangissss!! Ini deh akibatnya kalo sok yakin dan sok tahu tentang busway. Hik hik hik..

Bapak pun langsung terduduk lemas di kursi. Badannya panas dingin dan sakit kepala. Kedua temannya ikut-ikutan bingung.

Karena bingung, aku pun berinisiatif menanyai petugas loket karcis busway.

"Mbak, kalau mau ke mall itu lewat mana? Kok saya nggak nemuin jalan?"Tanya saya.

"Ibu salah jalan, seharusnya ketika turun tadi, ibu belok kanan. Kan ada petunjuk arahnya",jelas petugas tersebut.

"Trus saya harus bagaimana? Bapak saya sakit. Itu dia lagi duduk,"kata saya sambil menunjuk bapak yang masih lemas di kursi.

"Mbak kalau balik arah lagi lebih jauh. Lebih baik mbak naik lewat jembatan yang itu. Tidak terlalu jauh,"ujarnya sambil menunjuk ke depan. Haaaaa??? Terlihat jalanan naik keatas memanjang dan kemudian berbelok belok berbentuk seperti buntut ular naga!

Mulailah saya panik. "Kalau taxi, apa bisa berhenti? Biar bapak saya bisa naik taxi aja?"

Sebenarnya pertanyaanku cukup aneh, karena aku pun bisa melihat tidak mungkin taxi berhenti di tempat pemberhentian bus way yang cukup tinggi. Memang kita mau turun pakai apa? Loncat???
(Kesalahan ketujuh karena kurang info)


"Nggak bisa bu. Ini khusus jalur khusus jalur cepat. Kami nggak mau ambil resiko,"jelasnya,"satu-satu jalan ibu lewat jalan itu".

Huaaaa....

 bagaimana ini? Bapak sudah sesak nafas. kalau menunggu sampai bapak pulih pun tidak mungkin, karena sudah sangat menguatirkan. Setelah berunding dengan kedua teman bapak dan tentu saja menunggu sejenak bapak mengumpulkan tenaga. Akhirnya bapak berjalan dengan bantuan papahan temannya. 

Ah.. Perjalanan menyusuri jembatan penyerbangan busway yang kesekian kalinya terasa lama bagiku. Walaupun bapak dalam kondisi berusaha kuat, tetap saja membuatku kuatir. Kuatir kalo bapak tiba-tiba ambruk atau pingsan



"Masih sempat temanmu nunggu di mall?"tanya bapak tiba-tiba. Ya ampun, saat saya mengkuatirkannya, bapak masih sempat-sempatnya bertanya janji temuku.

"Udah gampang aja, pak. Yang penting kita turun dulu dari sini, lalu cari makan ya,"jawabku. 

Alhamdulillah, akhirnya ujung jembatan itu berhasil kami lewati. Segeralah kami mencari tempat makan untuk mengisi perut yang keroncongan. Beruntung ada rumah makan disekitar tempat yang kami lewati.

Aku pun menarik nafas lega. Perjuangan naik busway benar-benar mendebarkan! Setelah dihitung-hitung, perjalanan kami hampir 2 jam. Dan kami mungkin berjalan hampir 1 kilometer kali ya menyusuri jembatan penyerbangan busway



Kami pun makan dengan lahap karena kelaparan. Hanya bapak yang makan dengan pelan sekali. Rupanya kepala, badan, dan perutnya masih saling beradu satu sama lain. Tetapi kulihat wajahmu tidak sepucat tadi.


"Nanti abis ini kita ke Sarinah langsung aja naik taxi. Kasian temanmu nunggu,"kata bapak tiba-tiba.

Aku melongo. Aku sudah dibuat panik karena bapak drop. Eh, bapak malah kepikiran janjiku dengan teman.

"Kita pulang aja, pak. Bapak masih capek,"sahutku santai. Padahal dalam hatiku masih tidak karu-karuan.

"Nggak apa-apa dengan temanmu?"Tanya bapak.

"Nggak apa-apa, pak. Toh kami bisa bertemu lain waktu,"sahut saya.

Walaupun perjalanan ke sarinah hanya sekitar 15-30 menit. Kepala saya masih fokus untuk tetap memikirkan kondisi bapak. Bagaimana nanti kalau tiba-tiba bapak drop atau bahkan pingsan? Wah, bisa berabe! Yang jelas saya bakal di gantung mama!

Dan akhirnya bapak mengikuti ajakan saya. Kami berserta teman bapak akhirnya pulang kembali ke Cijantung dengan menggunakan taxi. Perjalanan itu memakan waktu 30 menit dan hanya mengeluarkan uang Rp. 80.700 ! Sedangkan menggunakan busway, memang Rp. 14000 (4 orang), namun membuat bapak drop dan sakit pinggang dan kaki saya kambuh !!

It's wonderfull Journey 


Note :
-selalu mencari informasi sebanyak-banyaknya dalam melakukan perjalannya. Khususnya pada kota yang akan kunjungi serta transportasi yang digunakan !!! Biar nggak kesesat seperti saya
  — di jakarta .

BAHAGIAKAH KITA?

9:28 PM 0 Comments A+ a-

Pernahkah teman-teman mengamati, ada seseorang yang sakit fisiknya namun selalu bersikap bahagia dan tetap berfikir positif? 

Atau ada pula seseorang sehat secara fisik, namun selalu murung atau berfikiran negatif? 

Apapun kondisi kita saat ini, tidak akan menutup keinginan untuk selalu bahagia bukan? 

Kebahagiaan bukan hanya karena memiliki tubuh yang sehat serta harta berlimpah. Kebahagiaan terletak dari cara pikir, bertindak dan selalu bersyukur. 

Mudah-mudahan kita termasuk dari orang-orang yang selalu bersyukur dan memilih untuk bahagia 

Refleksi Hari Buku Sedunia : Buku sebagai Sumber Inspirasi dan Informasi

9:22 PM 1 Comments A+ a-

oleh :  Tri Wahyuni Zuhri, SP

Mungkin tidak banyak orang yang tahu, bahwa setiap tanggal 23 April di peringati sebagai hari Buku sedunia.  Penetapan tanggal 23 April sebagai hari Buku dilakukan oleh UNESCO. UNESCO memberikan menetapkan hari buku sebagai penghargaan kepada para penulis dunia, yang lahir atau meninggal pada tanggal tersebut. Para penulis dunia tersebut antara lain William Shakespreare dan Miquel de Cervantes. Keduanya telah melahirkan karya-karya maestro yang hingga sekarang masih dikenang.
Namun sayangnya, gaung peringatan hari Buku sedunia di Indonesia kurang mendapat perhatian.  Selain masih banyak orang yang tidak mengetahuinya, disamping itu masih rendahnya apresiasi dan minat baca buku di masyarakat. Padahal buku diibaratkan sebagai jendela dunia.  Buku tidak hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai teman sekaligus sahabat. Buku akan setia menemani kita tanpa takut termakan oleh zaman dan waktu. Semakin dalam menyelami buku, maka semakin banyak informasi dan pengetahuan yang kita butuhkan.

Seiring berjalannya waktu, saat teknologi informasi sudah semakin pesat. Maka kehadiran buku pun seakan terabaikan. Sebagian besar orang lebih memilih memanfaatkan teknologi tersebut dari pada membeli ataupun membaca buku. Mereka  menonton televisi, search internet, memanfaatkan sosial media, atau membeli peralatan lain seperti komputer, VCD, gadget, handphone, ketimbang membeli buku. Orang pun akan lebih memilih berbelanja ke mall, rekreasi, supermarket, dari pada mendatangi toko buku. Sehingga jangan heran, toko buku sering sepi dari pengunjung, padahal begitu banyak buku-buku baru yang bermunculan.

Buku dan Inspirasi

Mengutip perkataan dari seorang sahabat saya, Tiffany Tsao, salah satu dosen dari University of Sydney, dalam sebuah seminar bahasa beberapa waktu lalu di Samarinda.  Tiffany mengungkapkan risetnya tentang sastra. Salah satunya mengenai hal yang baik bisa muncul karena kondisi yang tidak diinginkan. Ia menyebutkan contoh Pramudya Ananta Toer, salah seorang penulis besar Indonesia yang bukunya bahkan telah di terjemahkan dalam beberapa bahasa. Dalam kondisi terpenjara secara fisik, namun ia tetap bisa menghasilkan karya buku yang fenomenal. Bahkan buku-bukunya mampu menginspirasi bagi siapa pun yang membacanya. Kecintaan Pram pada buku, tidak lantas pudar saat ia dipenjara. Bahkan ia mampu menulis buku saat-saat sulit tersebut.
Saya pun menyaksikan sebuah tayangan televisi yang berkisah tentang seorang pemuda yang awalnya lebih banyak menghabiskan waktunya dengan hal-hal tidak berguna.  Namun, saat ia membaca buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu  luar biasa pada dirinya.  Membaca buku laskar pelangi menginspirasinya untuk segera berubah lebih baik dan meraih impiannya. Kisah Ikal dan kawan-kawannya dalam Laskar Pelangi yang bermimpi untuk bersekolah tinggi dalam keterbatasan  mampu mengugahnya untuk merubah hidup. 
Jadi tidak salah bila dikatakan buku mampu menjadi sumber inspirasi, menggerakkan kreativitas dan instuisi. Banyak orang-orang terinspirasi dan berubah menjadi lebih baik karena membaca buku.  Begitu pula dengan saya secara pribadi.  Saat saya mengalami masa-masa sulit atau down, saya akan lebih banyak meluangkan waktu membaca buku keagamaan ataupun buku motivasi diri serta kisah-kisah inspirasi. Membaca buku-buku itu membuat saya tidak hanya merasa lebih tenang, namun saya pun bisa mengambil hikmah dari nilai moral yang disampaikan oleh buku tersebut.  Terkadang saya merasa mendapat kekuatan dan passion baru untuk menjalani hidup. Hal ini pun bisa saja terjadi pada orang lain saat membaca buku.
Melihat betapa besar manfaat membaca buku, maka belakangan ini sudah sering di kampanyekan gemar membaca dan menulis. Pihak pemerintah pun sudah mulai menggalakkan program cinta buku, antara lain menyelenggarakan lomba-lomba yang merangsang minat baca dan menulis.  Selain itu, dikalangan masyarakat sudah sadar akan pentingnya membaca bagi generasi bangsa. Sekarang ini telah banyak bermunculan lembaga, komunitas, ataupun perorangan yang berkonsentasi  pada dunia membaca dan menulis.  Di Kaltim sendiri telah hadir berbagai komunitas penulisan yang lahir karena kesadaran pentingnya minat baca buku dan menulis, antara lain Jaring Penulis Kaltim (JPK) Studio Kata, Perempuan Penulis Kaltim (PPK), dan banyak lagi. Demikian pula dengan semakin banyak bermunculan penulis buku Kaltim yang telah menapakan jejak di dunia perbukuan nasional. 
Kembali mengutip kata seorang penulis, masa depan suatu bangsa tergantung tergantung berapa banyak buku yang dibaca serta berapa banyak karya yang dihasilkan dari setiap buku yang dibaca. Semoga bangsa kita termasuk bangsa yang peduli untuk terus membaca dan berkarya. Selamat hari buku sedunia..