BUKU-BUKU KARYA KU BERSAMA TEMAN-TEMAN

11:41 PM 0 Comments A+ a-




1. "TIDAK CUKUP HANYA CINTA" Kumpulan Cerpen Tunggal, oleh Tri Wahyuni, Penerbit Araska Jogjakarta- 2008

2. "BADADAI" antologi kumpulan cerpen perempuan Kaltim, bersama 17 cerpenis penulis perempuan Kaltim, Penerbit Araska - JPK. 2010

3. "PERCA" antologi Essay perempuan Kaltim, bersama 17 penulis perempuan Kaltim, BWC- JPK, 2010

Happy Mother Day

1:53 AM 0 Comments A+ a-


Alhamdulilah, tanggal 22 Desember tadi, saya dan keluarga tercinta bisa memberikan kejutan indah buat mama di hari spesial, moment Hari Ibu..
Ibu, kasih mu sepanjang masa.....

Happy Mother Day....

Lomba Menulis Surat Inspiratif

9:09 PM 1 Comments A+ a-

Lomba Menulis Surat Inspiratif

Dalam rangka menyambut Milad Esa Panama pada tanggal 18 Desember nanti, serta kedatangan penulis/novelis bestseller Habiburrahman El-Shirazzy di Hong Kong minggu pertama Desember 2010, secara pribadi Esa Panama mengadakan syukuran dan berbagi kasih dalam bentuk ungkapan kata hati berupa Lomba Menulis Surat Inspiratif.

Punya tokoh yang jadi inspirasi dalam hidupmu? Mungkin pacar, teman, orang tua atau orang terkenal lainnya? Buatlah surat yang inspiratif untuknya, ekspresikan kata hatimu lewat Lomba Menulis Surat Inspiratif.

Syarat dan ketentuan :

1. Surat dibuat dalam bentuk file Words huruf Times New Romans ukuran 12. Spasi 1,5. Maksimal 3 halaman.

2. Kirim surat karya mu ke alamat email : esa_subang@yahoo.com dan cc kan ke utomo_susie@yahoo.co.id

dengan subjek : Surat Inspiratif

3. Sertakan pula biodata pada bagian akhir surat terdiri dari : nama asli, nama pena, nama blog/fb, nomor tlp yang bisa dihubungi dan alamat lengkap peserta.

4. Batas pengiriman surat tgl 15 Desember 2010. Pkl 12.00 waktu Hong Kong.

5.Peserta wajib memposting informasi lomba ini di blog atau fb masing-masing dengan mentag Esakura Cinta, serta 25 teman lainnya. Yang memposting di blog dipersilahkan memberikan link/tautan postingan tema lombanya pada wallfacebook Esakura Cinta. Buat setingan postingan untuk umum/everyone.

H a d i a h

Juara 1. mendapat novel Bumi Cinta (insya Allah di-ttd langsung oleh Kang Abik) + Kumpulan Cerpen FLP Hong Kong (juga di ttd oleh penulis) +pulsa Rp. 50 ribu

Juara 2. mendapat novel Bumi Cinta (insya Allah di-ttd langsung oleh Kang Abik) + Kumpulan Cerpen FLP Hong Kong (juga di ttd oleh penulis) + pulsa Rp. 20 ribu

juara 3. mendapat novel Bumi Cinta (insya Allah di-ttd langsung oleh Kang Abik) + Kumpulan Cerpen FLP Hong Kong (juga di-ttd oleh penulis)

Tulisan yang masuk ke panitia dan dianggap menarik akan mendapat kenangan/souvenir dari Hong Kong.

Hadiah akan dikirim langsung ke alamat pemenang termasuk pulsa.

Dewan Juri :

1. Esakura Cinta

2. Susi Utomo

3. Okti Li

Surat yang masuk menjadi milik penyelenggara. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Dialog antara Seorang Lelaki dan Anak Perempuannya

1:55 AM 1 Comments A+ a-


Dalam sebuah percakapan antara seorang laki-laki dan anak perempuannya. Laki-laki itu bercerita pada anaknya tentang kehidupannya. Ia berasal dari keluarga tidak mampu. Tinggal si sebuah pulau kecil dekat pulau jawa, yaitu pulau Madura. Bahkan sejak kecil, ia bersama ketiga saudaranya telah yatim piatu.

Kehidupan yang susah telah ia jalanin sewaktu kecil. Karena kesuliatan ekonomi kala itu, beliau sempat merasakan memakan nasi kerak untuk pemenuhan kebutuhan perut sehari-hari bersama keluarganya.

Keinginan hidup lebih baik membuatnya pergi merantau ke pulau kalimantan. Dari sinilah perjuangan hidup kembali ia mulai.

Merantau di daerah baru membuatnya lebih survive.apalagi perbedaan kultur dari tempat lahirnya,membuatnya harus beradapsi dan bersosialisasi lebih baik.

Setelah bertahun-tahun ia bekerja, ia pun bertemu seorang perempuan menawan yang kemudian menikah dan mendapatkan buah hati tercinta dari pernikahannya. Salah satunya adalah anak perempuan.

Semua tetap berjalan seperti biasa. Ia tetap bekerja membangun usaha bersama istrinya. Tiada yang mudah dalam hidup ini. Namun bila dilakukan dengan iklas, sungguh-sungguh demi keluarga dan mengharapkan Ridho Allah SWT, semuanya akan selalu ada jalan.

Ia memilih membangun usaha sendiri. Jatuh bangun berbisnis pernah ia rasakan, sampai keberhasilan akhirnya telah di raih.

"Keberhasilan itu berasal dari sebuah proses, bukan langsung instan."Begitu ucapnya pada anak perempuannya.

Ia bercerita pula bahwa dalam sebuah bisnis kadang ada kalanya kita untung,kadang impas, bahkan kadang rugi. Dalam berbisnis pun kadang teman bisa menjadi lawan, kadang lawan bisa menjadi teman. Semua tergantung bagaimana kita mengatasinya.

Pernah ia bercerita berbisnis dengan seorang teman. Awalnya bisnis itu selalu menghasilkan untung, namun pada akhirnya bisnis itu tidak untung bahkan merugi dikarenakan ada kecurangan dari temannya tersebut.

"Lalu, apa yang bapak lakukan?" Tanya anak perempuannya.

awalnya ia merasa sangat terkejut dan kecewa. Kepercayaan selama ini yang ia berikan, ternyata dikhianati oleh rekan bisnisnya. Tapi semua ia kembalikan kepada Allah. Dan ia mulai intropeksi diri.

Ternyata dalam berbisnis,kita tetap harus bersikap hati-hati terhadap berbagai resiko. Sebagai seorang pengusaha, tidak bisa langsung kepercayaan penuh kepada rekan bisnis ataupun karyawan. Kita perlu melakukan controling terhadap usaha kita. Bisa jadi,hal itu terjadi karenanya kurangnya kontrol terhadap usaha.

"Bagaimana sikap bapak terhadap rekan bisnis bapak itu?" Kembali anak perempuannya mencercanya dengan sebuah pertanyaan.

Sebuah "Rahasia" keberhasilannya berbisnis selama ini akhirnya terungkap dari cerita ini.

Bila rekan bisnis itu tidak mau bertanggung jawab,maka iklaskan saja. Karena ada Allah yang akan mengaturnya. Tapi point terpenting tetap jalin silaturahmi dengan nya. Walaupun mungkin tidak untuk melakukan bisnis bersama kembali sementara waktu. Silaturahmi tetap harus berjalan. Karena dari tetap bersikap positif menghadapi semuanya, maka akan dipeoleh hikmah dari itu semua.

Anak perempuan itu tertegun mendengar bapaknya.

Dan satu lagi "Rahasia" Keberhasilan laki-laki itu. Ia selalu berusaha bersikap baik dan membantu kepada semua orang. Didikan orang tuanya untuk selalu berbuat kebaikan, melekat kuat di dirinya.

Ia berkata kembali kepada anaknya,

" bersikap baik lah dan membantu kepada orang lain. Tebar silaturahmi dan komunikasi kepada mereka. Mungkin sekarang bapak tidak mengharap banyak balasan dari itu semua. Tapi bapak percaya, benih yang bapak tanam sekarang bisa saja nantinya akan bapak atau mungkin anak-anak bapak tuai." Katanya bijak.

Anak perempuan itu kembali tertegun. Dia mencoba meresapi apa yang dikatakan oleh bapaknya. Anak perempuan itu memilih jalan sebagai pembisnis, sama seperti jalan yang dilakukan bapaknya dulu. Dan di kala kesulitan menerjang, ada saja kemudahan-kemudahan yang tiba-tiba datang. Ya, mungkin itu maksud bapak dengan menuai sekarang.

"Anakku, renungkan hal ini. Bila kau ingin berbisnis sukses secara cepat, maka benahi sistem bisnismu. Bila kau ingin berbisnis 5-10 tahun mendatang, maka benahi managemenmu. Namun bila kau ingin berbisnis sepanjang waktu, maka perkuat silaturahmi dan jaringan." Nasihatnya kembali kepada anak perempuannya.

Perbincangan itu masih selalu terngiang-ngiang di telinga si anak perempuan. Langkah yang dipilih sebagai pengusaha untuk mengurusi bisnis adalah karena mengalir darah bapaknya. Padahal sebelumnya ia tidak pernah bercita-cita jadi pengusaha. Namun, langkah itu mulai menguat ketika ia menikah.

"Menjadi pengusaha itu perlu kesiapan mental dan fisik." Kata bapaknya,"Bapak tidak pernah memaksa anak bapak mengikuti jejak bapak sebagai pengusaha. Semua bapak kembalikan kepada anak-anak bapak. Bila salah satu diantara anak-anak bapak memang akhirnya memilih menjadi seoang pengusaha, berarti ia telah siap mental sebagai seorang pengusaha".

Dan salah satu diantara anak bapak itu adalah anak perempuannya, yaitu aku.

Dari bapak aku mulai belajar tentang bagaimana berbisnis seharusnya. Setelah menekuni bisnis sendiri, aku baru mengerti betapa mulianya usaha sebagai pengusaha untuk memenuhi kehidupan tidak hanya keluarganya tetapi juga untuk karyawan.

Kesulitan dan kemudahan dalam berbisnis yang kualami, juga pernah dialami bapakku. Intinya tetap fokus berusaha, bersikap positif dan kembalikan semuanya kepada Allah swt apapun hasilnya nanti.

Dari bapaklah, aku belajar banyak tentang kehidupan. Bukan hanya filosofi yang di bagikan seorang bapak kepada anaknya. Tetapi lebih dari itu, bagaimana menjadi seorang pengusaha yang bermoral, berhasil, dan memiliki keimanan kuat. Mudah-mudahan aku bisa menjalaninya... Amin..

Notes :

Tulisan ini kupersembahkan tulus

Untuk bapakku. Dengan rasa hormat dan bangga menjadi anak sekaligus murid kepada bapak...

Semoga allah selalu melimpahkan kesehatan dan kemudahan untuk bapak dan mama dirumah. Amin...

Bontang, 3 Desember 2010

Pukul 23.45 wita..

Ketika Mama Sakit...

1:55 AM 1 Comments A+ a-

Malam itu aku duduk terpaku didepan Ruangan operasi RS Umum Wahab Syahranie Samarinda. Waktu sudah menunjukkan jam sebelas lewat.
Disampingku duduk kakakku yang tampak jelas menyiratkan raut penuh kekuatiran wajahnya. Dan bila ada cermin besar di hadapan kami berdua, aku pastikan bahwa kami dapat melihat raut wajahku sama kuatir dengannya..

Kilas balik kejadian pagi harinya, ketika aku masih di Bontang. Seharian itu suasana hatiku terasa kacau tidak menentu. Entah apa sebabnya. Yang jelas aku rasakan gejolak tidak teratur dalam hatiku. Dan jawabannya ternyata ku dapat siang harinya. Aku melihat ada 8 missed call alias panggilan tidak terjawab di handphone ku. Panggilan dari suamiku. Dan benar saja, ketika kuangkat, suamiku tercinta mengabarkan bahwa mama mengalami kecelakaan di samarinda.

Saat itu juga aku langsung memutuskan berangkat ke samarinda. Suamiku sudah berada di sana setelah perjalanan dinas dari Balikpapan. Kucium kedua buah hatiku sebelum berangkat ke samarinda. Arya, putraku bertanya dengan wajah polosnya,
"Nenek kenapa ma?"
"Tidak ada apa-apa sayang. Mama berangkat dulu ya,"sahutku sambil menahan tangis
"Besok arya ulangan ma, nanti belajar sama siapa?" Tanyanya dengan wajah memelas.
"Belajar ama Kakak dulu ya." Aku pun mencium kepalanya,"Mama akan cepat pulang sayang."

Tak lupa aku cium Raisyah, putri kecilku yang sedang terlelap tertidur. Syukurlah, ada kakak iparku yang mau menemani mereka bersama mba Isro, pengasuh raisyah.

Berita tentang kecelakaan yang dialami mama membuat hatiku porak poranda. Angkot yang ditumpangi mama mengalami kecelakan serius. Mama yang duduk di depan supir mengalami luka yang serius. Entah mengapa mama nekat mau naik angkot, padahal sudah dilarang karena kondisinya lagi kurang enak badan. Dan jawabannya kudapat. Bahwa mama naik angkot untuk tujuan ke pasar karena ingin berbelanja untuk memasak masakan kesukaan keluarga. Ya Allah.., betapa mulianya niat mamaku.

Padahal pagi harinya mama sempat menelponku dan menanyakan kabar. Bahkan mengingatkan untuk menyiapkan masakan ikan bumbu kuning untuk suamiku yang nanti akan pulang dari dinas.

"Jangan lupalah.Olahkan Rahmat masak ikan bumbu kuning itu. Inya suka banar. Olahkan nyaman-nyaman masakan buat Rahmat lah."Pesan mama dengan logat banjar nya yang khas di telpon.

Dan akhirnya aku sampai berada di depan ruang operasi ini. Duduk bersama ayah, kakak dan adikku. Suamiku sudah balik kembali Ke Bontang. Kami harus berbagi tugas antara menjaga orang tua di samarinda dan menemani anak-anak di Bontang.

Salah satu dokter yang merawat memanggil ayah, dan kami anak-anak mama sebelum mama menjalani operasi. Dokter perempuan itu membicarakan hal serius tentang kondisi mama. Mama yang mempunyai sakit jantung dan diabetes, memiliki resiko cukup besar menjalani operasi di wajahnya untuk menghentikan pendarahan. Namun, dokter tetap mengatakan semua tetap kembalikan kepada Allah SWT. Yang jelas kami semua tetap berdoa dan meminta kepada Nya untuk keselamatan mama. satu persatu kami masuk menemui mama sambil memberikan semangat kepadanya.

Ku liat raut tegang dan kuatir yang dalam terlukis di wajah ayah. Walaupun ayah berusaha menepisnya.

Setelah mama masuk ruang operasi, ayah segera pamit dan mengambil air wudhu untuk sholat. Aku tahu, mungkin sholat dan zikir lah yang akan bisa menenangkan kekuatirannya sambil terus bermunajat kepada Allah untuk keselamatan mama.

Aku menangis. Seandainya saat itu ada suamiku,pasti akan kutumpahkan tangisku di bahunya. Namun, aku harus kuat, begitu juga dengan kakak dan adikku yang menunggui. Beberapa keluarga kami pun menemani di depan ruang operasi.

Kakak dan adikku bergantian menyusul ayah ke kamar untuk sholat hajat. Karena aku sedang berhalangan, maka aku hanya bisa terus berdoa dan menyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja.

Terbayang jelas kenangan-kenangan bersama mama. Semakin ku kenang, semakin rasa bersalah ku rasakan. Pengorbanan mama selama ini sangat besar buat kami anak-anaknya. Tapi rasanya apa yang kami balas untuk itu semua belum ada apa-apanya.

Ya Allah,kuatkan hati hamba ini. Berikan kesempatan kami untuk terus berbakti dan membuat mama bangga sampai akhir hayatnya.


Aku,kakak dan adikku duduk termangu menunggu di depan ruang operasi. Ayah masih khusuk sholat dan berzikir untuk kesembuhan mama.

Hingga akhirnya, pintu kamar operasi terbuka.. Sontak kami berdiri bersamaan. Wajah dokter masih tertutup masker ketika menyampaikan berita indah itu.

"Alhamdulilah, semua berjalan lancar."Ucapan dokter tersebut sontak dilanjutkan puji syukur kami masing-masing kepada Allah.

"Ibu anda kuat. Insya allah semua berjalan dengan baik,"

Tidak banyak kata yang kami ucapkan. Hanya tangisan bahagia dan senyum indah mengambang. Kami bergegas menemui mama yang masih berbaring lemah. Tidak lama ayah menyusul masuk ke ruangan. Ayah mengecup kening mama dengan mesra. Subhanallah, betapa mengharukan saat-saat itu.

saat ini mama dalam dalam proses penyembuhan. Walaupun masih dalam pengawasan dokter, tapi insya allah semua akan baik-baik saja.