Program Peduli Cinta

8:02 PM 1 Comments A+ a-

Program Peduli Cinta - Pemberian Buku #KankerBukanAkhirDunia

Teman-teman, menyambut hari Ibu tanggal 22 Desember 2014 ini, saya memiliki satu program khusus. Yaitu, pemberian 3 buku #KankerBukanAkhirDunia sebagai hadiah kepada 3 orang yang terpilih.

Tentu saja, ada syarat khusus untuk program Peduli Cinta. Yaitu :
1. Teman-teman tinggal inbox saya di fb  http://www.Facebook.com/tri.w.zuhri atau  email ke : triwahyunizuhri@yahoo.com , alasan ingin memiliki buku tersebut.
Akan lebih menambah nilai tambah pertimbangan saya, kalau buku ini memang akan diberikan sebagai hadiah untuk para survivor kanker ataupun keluarga survivor. Hal ini sebagai salah satu bentuk support dan dukungan kepada para survivor. Sekaligus sebagai bentuk dukungan edukasi kanker.

2. Peserta yang ingin ikut, di harapkan bisa menshare pengumuman ini ya di wall FB masing-masing. Agar informasi program ini bisa terbaca oleh teman-teman lain, khususnya yang membutuhkan buku #KankerBukanAkhirDunia

3. Saya akan tunggu jawaban alasan teman-teman di inbox FB saya, paling lambat tanggal 30 Desember 2014 ini ya...

4. Akan saya pilih 3 orang dengan jawaban dan alasan yang menarik .
Terima kasih atas perhatian teman-teman.. . Yuk, sama-sama kita lebih peduli terhadap kesehatan. :))

Salam Hangat,

Tri Wahyuni Zuhri

Terima Kasih Bude

7:12 PM 9 Comments A+ a-


Bude dan Pakde saat Menjenguk saya

"Kondisimu sudah baik-baik saja, kah? Apa sudah tidak sakit lagi?" Tanya wanita separuh baya itu pada saya.

Saya menangguk,"Sudah lebih baik, bude.  Hanya tinggal pemulihan saja,"jawab saya seraya tersenyum.  Wanita itu membalas senyuman saya dengan sebait doa dari mulutnya untuk kesembuhan saya.

Bude...
Begitulah saya memanggilnya. Bude merupakan kakak tertua dari Mama yang tinggal di kota apel, Malang.  Namun, bude sering kali datang ke kota tempat saya tinggal untuk mengunjungi ketiga anaknya, yang nota bene saudara sepupu saya.

Saya dekat sama keluarga bude sejak kecil.  Apalagi saya menghabiskan waktu kuliah di salah satu univeesitas negeri di Kota Malang. Jarak rumah saya di Malang dengan rumah bude pun berada dalam satu kompleks.  Tentu saja saya sering kali datang ke rumah bude.
Tidak hanya itu, saya pun sering menginap dirumah bude dan menikmati berbagai masakan olahan bude.  Ya, bude memang pintas sekali memasak. Walaupun kesibukannya kala itu bekerja di salah satu instansi pemerintahan, bude tetap memprioritaskan tugas utamanya sebagai seorang istri dan ibu dari kelima anaknya.

Bude bagai ibu kedua bagi saya setelah mama. Saat saya tervonis kanker, bude tidak henti-hentinya menguatkan dan memberi support pada saya.  Saya tahu, bude pun bersedih mendapati kenyataan saya tervonis kanker. Tapi bude tetap berusaha tegar, dan bahkan sering menguatkan mama atas kondisi sakit saya.

Saya berharap bude, pakde dan keluarganya selalu diberikan kesehatan dan terus dalam lindungan Allah sWT.  Terima kasih bude, atas kebaikan bude selama ini....


# Tulisan ini diikut sertakan dalam rangka menyambut
Hari Ibu yang di adakan oleh Komunitas Emak-emak Blogger (KEB)

Resensi Buku : Ketika Keinginan Tidak Selalu Terpenuhi

10:47 AM 1 Comments A+ a-

Dimuat di Tribun Kaltim, 20 Desember 2014

Judul :  Keinginan Cero
Penulis : Emi Tyas
Penerbit : Andi Publishing
Halaman : 26 hal
Tahun : 2014
No ISBN : 978-979-29-4140-1

Buce dan Cero merupakan kakak beradik yang hidup saling menyayangi. Mereka berdua merupakan Enggang Gading yang berasal dari Kalimantan.  Mereka merupakan jenis burung raksasa yang mampu terbang, serta  memiliki paruh besar melengkung dengan warna merah  atau kuning.

Suatu ketika, Buce mendapati Cero pulang dari rumah neneknya dengan keadaan sedih dan murung.  Tentu saja Buce menjadi kaget melihat perubahan pada Cero.  Buce pun mencoba mencari tahu kenapa Cero berubah menjadi sedih.

Rupanya Cero marah kepada kedua orang tua mereka, karena terlalu cepat mengajak pulang dari rumah nenek.  Padahal Cero masih ingin bermain-main dengan teman-temannya di sana. Padahal orang tua mereka harus segera bekerja kembali ke ladang.
  Buce  mencoba menasehati Cero bahwa marah kepada orang tua itu bukan sikap yang baik.  Apalagi tidak semua keinginan semua anak bisa terpenuhi begitu saja.  Akhirnya Cero mengerti dan segera meminta maaf kepada kedua orang tuanya.

Ketika Harus Operasi Kanker Tiroid (Lagi)

7:14 PM 0 Comments A+ a-



Kaget dan bingung. Itu reaksi saya saat tahu ada benjolan kecil kembali nongol di leher saya. Awalnya benjolan itu hanya sebesar biji kacang ijo saat di raba. Tapi belakangan jadi membesar juga. Duh, ikutan narsis deh nih benjolan , pakai nongol lagi heheheh..


Tapi saya buru-buru mengalihkan pikiran untuk tetap sabar dan iklas menerima kenyataan itu (berat juga buat sabar hehehe). Saya mengerti konsekwensi seorang survivor kanker.  Waluapun telah mengikuti berbagai pengobatan dan terapi, toh tetap saja ada survivor yang harus mengalami kasus seperti saya.  Benjolannya muncul lagi dan lagi.  Huffff , saya berharap, benjolan ini terakhir kali ikutan narsis nongol di leher saya wkww...

Diantar adik tercinta ke rumah sakit.

Rawat Inap di Rumah Sakit

Dokter onkologi saya sudah menjadwalkan untuk operasi tanggal 15 Desember 2014 . Kesannya memang mendadak.  Apalagi sebelum operasi, saya harus menjalani serangkaian pemeriksaan yaitu cek darah dan cek rontagen paru.  Dan lebih kaget lagi, ternyata ada metase baru di paru-paru yang ketangkap dari hasil rontagennn..
Duhhhh... berasa pengen gigit hasil rontagen paru itu deh :(

Tepat hari jumat, tanggal 12 Desember 2014, saya sudah masuk rumah sakit duluan untuk rawat inap. Maklumlah, selama menunggu waktu operasi, saya tetap ada prosedur pemeriksaan serta butuh istirahat banyak.


Curhat Survivor Kanker : Bersyukur Memiliki BPJS Kesehatan

2:57 PM 13 Comments A+ a-

Selama dua minggu belakangan ini, saya cukup dibuat sibuk dalam urusan pengobatan.  Ya, saya harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk operasi Kanker tiroid yang ke sekian kalinya (banyak bangettt yaa....) hehehhe.

Setelah konsultasi dengan dokter onkologi saya yang baik dan sabar, akhirnya ditentukan operasi tersebut akan dilakukan hari Senin, 15 Desember 2014.  Tentu saja dalam waktu persiapan tersebut, saya harus memaksimalkan diri untuk melakukan berbagai pemeriksaan.

Biaya pemeriksaan dan operasi kanker tiroid itu sangat besar untuk ukuran kantong saya yang suka jebol hehehe.. sekali operasi, bisa memerlukan dana sekitar 20-30 juta lho.  Gede bangetttt !!!  Untungnya saya termasuk dalam program BPJS kesehatan.  Jadi biaya pengobatan dan operasi di cover sama BPJS.

Sebelum melakukan kontrol ke rumah sakit AW. SYAHRANIE samarinda, saya meminta rujukan dulu ke puskesmas yang menjadi pilihan berobat.  Pemilihan Puskesmas ini berdasarkan saat awal kita mendaftar BPJS pertama kali. Jadi, setelah itu, kita tinggal berobat awal ke puskesmas tersebut.

Untuk berobat di puskesmas juga mudah, kita tinggal membawa kartu jamkesda beserta fotokopinya, fotokopi kartu keluarga. Setelah itu tinggal mendaftar di bagian pendaftaran, biasanya kita akan mendapat kartu berobat puskesmas. Pada pendaftaran pengobatan selanjutnya, kita tinggal membawa kartu BPJS dan kartu berobat puskesmas. 

Untuk meminta rujukan ke rumah sakit, biasanya tidak bisa langsung. Kalau seandainya sakit penyakit kita masih bisa ditangani oleh puskesmas, tidak perlu dirujuk ke rumah sakit. Oh ya, sekarang sudah banyak puskesmas yang memiliki pelayanan dan fasilitas baik kok.  Nah, kecuali kalo dokter puskesmas tidak bisa menanganin, biasanya langsung  dirujuk ke rumah sakit.

Berhubung saya ingin melakukan operasi tiroid sesuai jadwal dokter onkologi,  maka dokter puskesmas segera membuatkan saya rujukan ke dokter spesiasilis di rumah sakit.  Surat rujukan ini berlaku selama 1 bulan untuk tujuan dokter spesialis yang dituju.Jadi kita tidak perlu bolak-balik ke puskesmas lagi selama sebulan itu. Ternyata semuanya di permudah kan. Asal tahu prosedur, dan tidak malu bila bertanya heheheeh...


Antri, Antri, dan Antri

Namanya juga berobat ke rumah sakit, pasti antri dong. Apalagi kalau memakai BPJS, antrian sangat panjang di bandingkan pendaftaran umum.  Tapi jangan kuatir, semua peserta juga merasakan antrian itu kok. Jadi..., You are not alone hihihi.. Nah, untuk menyikapi antrian panjang itu, saya akan berbagi tips :

1. Sebelum mengantri, siapkan berbagai berkas yang akan di pergunakan untuk mendaftar. Mengingat surat rujukan bisa berlaku untuk 1 bulan, sebaiknya surat rujukan di fotokopi beberapa lembar, jadi bisa digunakan untuk pengobatan selanjutnya.  Begitu pula kartu BPJS di fotokopi sebanyak mungkin untuk persiapan.

2. Mengambil nomor antrian sedini mungkin. Salah satu kunci kesuksesan supaya tidak antri (hihihihi), adalah dengan mendapatkan nomor antrian kecil.  Jadi, bila ingin tidak panjang antrian, sebaiknya ambil terlebih nomor antrian pagi-pagi sekali.  Saya biasanya meminta tolong saudara mengambil nomor antrian pagi-pagi sekali.
Antri di temanin Raisyah ☺
3. Untuk mengusir rasa bosan atau bete saat mengantri pendaftaran pasien, bisa lakukan berbagai aktifitas lho. Misalnya membaca buku, makan cemilan, main handphone, atau mengobrol dengan teman (ini saya banget hihihi).

Buku #KankerBukanAkhirDunia di antara Para Sahabat

5:26 PM 0 Comments A+ a-



Perempuan Penulis Kaltim (PPK) Silaturahmi ke Perpustakaan Provinsi Kaltim

9:59 AM 0 Comments A+ a-



Hari Senin, 8 Desember 2014 kemarin, Perempuan Penulis Kaltim (PPK) bersilaturahmi ke Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim.  Agenda silaturahmi selain untuk memperkenalkan Komunitas Perempuan Penulis Kaltim, juga untuk menyerahkan berbagai karya anggota komunitas PPK.

Kedatangan kami di sambut oleh Ibu Aji, salah satu pustakawaan Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim.  Kebetulan memang pada hari itu,  ada acara di kantor Perpustakaan, sehingga kami belum berkesempatan bertemu dengan Kepala Kantor.  Namun begitu,  acara simbolis penyerahan buku tetap dilakukan untuk dokumentasi kegiatan PPK.





Dwi Rahmawati, salah satu anggota PPK menyerahkan dua buku Fabel karyanya, yaitu buku tentang Bekantan dengan judul Nessa Sayang Adik, dan buku tentang Binatang Beruang Madu.  Emi Tyas menyerahkan buku Keinginan Cero, yaitu buku yang bercerita tentang binatang burung Enggang.  Burung Enggang berupakan burung khas Kaltim yang kian langka dan termasuk dilindungi.




Begitu pula dengan Hesti Daisy yang menyerahkan buku Mila si Timpakul yang bercerita tentang ikan Timpakul yang merupakan salah satu ikan di Kaltim.  Sedangkan saya sendiri menyerahkan buku Kiki si Kijang Kuning yang bercerita tentang Kijang kuning asli Kaltim.  Selain itu, saya pun menyerahkan buku Kesimbangan Hidup Perempuan, karya Irni Fatma.  Saat ini, Irni yang jug salah satu penulis produktif di bidang pengembangan diri sedang berada di Jepang.


Sebenarnya, sebagian besar anggota Perempuan Penulis Kaltim,  telah menghasilkan banyak karya yang telah terbit di nasional.  Bahkan diantara mereka telah memenangi penghargaan tingkat daerah dan nasional.  Namun pada kesempatan kemarin, mereka berhalangan hadir mengikuti acara. 

Buku fabel binatang khas Kaltim sendiri sebenarnya ada 12 seri buku, dan ini pernah saya bahas sebelumnya di salah satu tulisan saya yang berjudul Buku Anak Fabel Binatang Khas Kaltim. http://www.yunisukses.com/2014/10/buku-anak-fabel-binatang-khas-kaltim.html Buku fabel ini menggandeng penerbit Andi Publishing yang menerbitkan buku-buku tersebut.   Selain itu, penerbit Andi pun menerbitkan buku-buku anggota PPK lainnya.

Agenda silaturahmi dan penyerahan buku ini, rencananya akan dilaksanakan 
berkelanjutkan di masa mendatang.  Hal ini mengingat banyaknya anggota Perempuan Penulis Kaltim yang semakin produktif dan eksis di dunia penulisan nasional.  Sebut saja, Haziah Ans, Inni Indarpuri, Irni Fatma, RF Dhonna, Raudiyatul Jannah, Narsilam, Dwi Rahmawati, Emi Tyas, Irmayana, Hesti Daisy, Linda Emiyanti, Susan R, dll.

Bagi yang ingin tahu lebih lanjut mengenai PPK, bisa lihat lebih lanjut di tulisan Perempuan Kaltim Produktif Menghasilkan Karya, http://www.yunisukses.com/2014/06/perempuan-kaltim-produktif-menghasilkan.html  dan Menuai Manfaat Melalui Menulis   http://www.yunisukses.com/2013/11/perempuan-penulis-kaltim-ppk-menuai_1.html , serta website Perempuan Penulis Kaltim di http://www.perempuanpenuliskaltim.wordpress.com


 

Resensi Buku Kiki si Kijang Kuning : Bersahabat dengan Teman Baru

8:22 AM 0 Comments A+ a-


Judul Buku : Kiki si Kijang Kuning
Penulis : Tri Wahyuni Zuhri
Penerbit : Andi Publishing
Halaman : 26
Tahun : 2014

Kiki, si kijang kuning merupakan anak tertua dari dua bersaudara. Keputusan kedua orang tuanya untuk pindah rumah, membuat hati Kiki sedih. Kiki harus kehilangan teman-teman di tempat tinggal lamanya.

Mimi, sang adik berusaha membujuk Kiki untuk bermain bersama teman-teman yang baru. Namun, Kiki menolaknya, karena ia merasa teman lamanya lebih baik dari pada teman baru. Padahal, Mimi sudah berteman baik dengan teman-teman baru.

Sang ibu yang melihat kesedihan Kiki berusaha menghiburnya. Ibu menjelaskan alasan kepindahan mereka ke tempat yang baru. Ayah ingin di tempat yang baru bisa terpenuhi kebutuhan hidup dan makan untuk keluarga. Mendengarkan alasan ibu, Kiki akhirnya mengerti. Ia pun bersama Mimi mulai bersahabat dengan teman-teman baru.
Kisah Kiki, si Kijang Kuning mengisahkan kehidupan sehari-hari dalam sebuah keluarga. Tri Wahyuni Zuhri selaku penulis, berusaha menunjukkan hikmah dan nilai moral yang bisa diambil dalam buku ini. Setiap anak yang baik dan patuh pada orang tua,tentunya akan di senangi oleh teman-temannya.

Kijang Kuning Kalimantan sering pula disebut Muncak Keemasan dengan nama latin Munctiacus atherodes. Kijang ini suka sekali memakan daun muda, akar tanaman, buah - buahan dan rumput. Kijang berkembang biak dengan cara melahirkan dan termasuk hewan yang dilindungi karena keberadaannya yang langka.


(dimuat di Harian  Tribun Kaltim, 7 Desember 2014)

Resensi Buku Kekuatan Itu Bernama Ibu : Belajar Menjadi Ibu yang Kuat dan Smart

12:22 AM 1 Comments A+ a-

Judul : La Taias For Ummahat, Kekuatan Itu Bernama Ibu  


Penulis : Naqiyyah Syam 
Tebal : 145 
halaman Terbit : Agustus 2014 
ISBN : 978-602-03-0739-8 
Penerbit : Kalil (Imprint PT Gramedia Pustaka Utama) 


Ibu adalah sosok perempuan yang lembut dan penuh kasih sayang kepada keluarganya. Begitu banyak tugas yang di jalankan seorang ibu dalam keseharian. Tetapi hal itu tidak mampu menurunkan semangat dan keinginannya untuk melakukan hal yang terbaik untuk keluarga dan orang lain sekitarnya. 

Dalam buku La Taias For Ummahat, Kekuatan Itu Bernama Ibu, karya Naqiyyah Syam ini menjelaskan, seorang ummahat atau seorang perempuan yang sudah menikah, berarti melangkah kejenjang kehidupan selanjutnya. Bisa jadi kehidupan pernikahan akan jauh berbeda saat perempuan masih belum menikah. Saat belum menikah, tentu banyak aktifitas positif yang dilakukan. Ia tidak perlu kuatir ada yang melarang karena kesibukannya. Selagi kegiatan tersebut bernilai positif, tentu dengan penuh semangat di jalani. 

Namun setelah perempuan tersebut menikah, tentu akan namyak hal berbeda. Ia harus berperan sebagi istri untuk duaminya dan ibu bagi anak-anaknya. Ibu pun harus bisa pintar-pintar mengatur waktu untuk menjalani berbagai aktifitas rumah tangga dan mendidik anak. Semua butuh kesabaran dan rasa toleransi yang besar. Tidak jarang ibu harus mendahulukan kepentingan keluarganya sendiri, dan menunda keinginannya sendiri. Semua itu ibu lakukan demi kebahagiaan dan ketentraman keluarga. Belum lagi dengan ibu yang tetap harus bekerja atau memiliki aktifitas di luar rumah selain mengurus rumah tangga. Sehingga tidak mudah membagi waktu agar semua perhatian bisa termonitor dengan naik. 

Namun begitu, hal ini tidak membuat para ibu menyerah dalam keadaan. Dengan berbagai hambatan dan masalah yang kerap menghadang di tengah jalan proses kehidupan, mereka tetap kuat dan teguh melangkah maju Mereka sadar, semua proses. yang dijalani dalam sebuah pernikahan adalah fase belajar terus menerus. Sehingga tidak salah bila kehidupan dalam berumah tangga kerap di sebut dengan universitas kehidupan. 

Andai Saja Banyak Orang Seperti Ria Irawan

4:40 AM 1 Comments A+ a-



Beberapa waktu belakangan ini, saya kerap menyaksikan berita tentang salah satu artis yang saat ini survive melawan Kanker.  Ya, Ria Irawan, salah satu artis yang dulu sering saya saksikan aktingnya di layar kaca,sekarang sedang menjalani berbagai pengobatan melawan kanker.

Saya tidak pernah menyangka kalau Ria Irawan terkena kanker. Pasalnya,  berita tentang kehidupannya adem-adem saja. Hingga muncullah berita tentang Ria menghadapi kanker.  Sebelumnya, Ria sempat berjuang menghadapi penyakit lain yang terkait masalah rahim. Baru saja tuntas menghadapi penyakit tersebut, ia harus kembali menghadapi vonis penyakit lain yaitu kanker.

Dalam berbagai berita dan  wawancara di televisi mengenai Ria Irawan, saya banyak mengambil beberapa point berharga.  Antara lain bagaimana Ria bicara terbuka mengenai pemanfaatan kartu BPJS untuk pengobatan kankernya.

Sebagai sesama survivor kanker, saya mengerti sekali biaya pengobatan kanker yang sangat mahal. Wajar saja bila kanker di identikan sebagai penyakit kanker kering.  Dengan keberadaan BPJS, tentu saja sangat membantu sekali pengobatan bagi survivor kanker seperti Ria Irawan, saya, dan banyak survivor lainnya.