KANKER TIROID

6:04 PM 1 Comments A+ a-

KANKER TIROID. Apabila sebelumnya saya hanya berbicara mengenai pengalaman saya menghadapi kanker, maka sekarang saya akan membahas mengenai kanker tiroid. Tentu saja bahasan yang akan saya angkat ini berdasarkan literatur yang ada. Dengan demikian, bisa menjawab rasa penasaran teman-teman yang mengirimi saya email, inbox Fb, chatt, ataupun telp untuk mengetahui apa kanker tiroid sebenarnya

 Sebelum lebih lanjut membahas mengenai kanker tiroid, ada baiknya kita mengetahui apa sih kelenjar tiroid itu? Ternyata, setiap manusia memiliki tiroid dalam yang memiliki berbagai fungsi. Namun, jarang diantara kita menyadari kalau kita memiliki tiroid. Salah satu contohnya saya sendiri :)  Saya sendiri baru ngeh namanya tiroid, ya saat memeriksakan benjolan di leher ke dokter. Dokter pun mengatakan kalau benjolan itu adalah tiroid. Mulai dari saat itulah saya langsung rajin search internet, buku, dan segala informasi mengenai tiroid. Termasuk menyadari betapa aneh saya, yang tidak menyadari begitu banyak organ dalam tubuh yang memiliki fungsi sangat penting untuk kelangsungan hidup saya. heehehe Wah, mulai panjang lebar deh. Cut dulu! Mari kita kembali ke bahasan semula.

Tiroid ini terletak di dasar tenggorokan yang berupa kelenjar berbentuk kupu-kupu. Biarpun letaknya tersembunyi dan imut, tyroid sangat berperan dalam menghasilkan hormon untuk mengatur segala aspek metabolisme tubuh, mengendalikan tekanan darah, suhu tubuh, berat tubuh, dan detak jantung. Tentu saja, bila tiroid tersebut normal, maka ia akan berkerja dengan baik, begitu pula sebaliknya. Apabila tiroid tersebut akhirnya tidak normal atau bermasalah, otomatis akan menghambat kinerjanya dalam tubuh manusia.


Perlu di ketahui, KANKER TIROID dapat terjadi tanpa mengenal umur, walaupun lebih banyak menjadi sasaran adalah usia setelah 30 tahun keatas. Kanker tiroid bisa terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga. Ada pun beberapa gejala dari kanker tiroid antara lain, munculnya benjolan di leher atau pangkal leher, merasakan nyeri di tenggorokan atau leher, suara serak yang tidak kunjung sembuh, sakit tenggorokan atau kesulitan menelan. Walau begitu, tidak semua benjolan yang muncul merupakan kanker tiroid. Untuk memastikannya, tentu saja di perlukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Berikut ini ada beberapa jenis kanker tiroid yang perlu diketahui :

  1. Kanker pappiler . Jenis kanker ini paling sering di temukan dan paling umum biasanya di derita kaum perempuan. Pertumbuhannya cenderung lambat, namun bila terdeteksi lebih awal akan mudah di obati. 
  2. Kanker folikuler.  Kanker ini paling sering di temukan pada orang usia muda dan menengah. Kanker ini dapat menyebar kebagian lain seperti getah bening dan tulang. Penyebaran ini sering disebut dengan metastase.
  3. Kanker Meduler . Jenis kanker ini di temukan 5 – 10 persen dari kanker tiroid. Apabila di deteksi pada tahap awal, akan mudah untuk di obati. Pengobatan kanker tiroid Sebelum di lakukan tindakan pengobatan kanker tiroid, biasanya dokter akan mendiagnosis dulu jenis kanker tersebut, stadiumnya, dan bagaimana perkembangannya.  
Ada beberapa tes tiroid yang biasa di lakukan untuk mengetahui kanker tiroid tersebut. Antara lain dengan USG diagnosis yaitu test tiroid dengan menggunakan alat khusus. Saya sendiri sempat menggunakan GAMA SPECT di RS MRCCC Siloam. Alat ini untuk mengetahui bagaimana kondisi kanker tiroid serta mengecek apakah ada penyebaran kanker tiroid di leher ataupun di daerah organ tubuh lainnya. cara lain dengan biopsi yaitu dengan mengunakan jarum halus untuk menganalisis tumor yang di temukan dalam kelenjar tiroid tersebut termasuk jinak ataukah ganas. 

Setelah di ketahui secara pasti jenis kanker tiroid tersebut, maka biasanya dokter akan melakukan pengobatan lanjutan. Langkah yang biasanya di ambil yaitu dengan melakukan operasi pengangkatan benjolan tiroid tersebut. Selanjutnya akan di lakukan terapi kanker tyroid. Metode yang sekarang kerap di gunakan yaitu menggunakan radiasi nuklir dengan memanfaatkan RAI 131 atau kerap di sebut iodine 131 (lebih lanjut tentang ini bisa di baca pengalaman saya menghadapi radiasi nuklir). Pengalaman 1,Pengalaman 2Pengalaman 3, dan Pengalaman 4

Sebenarnya pengobatan menggunakan RAI 131 ini tidak hanya bermanfaat untuk kanker tiroid, tetapi juga pada pengobatan hypertiroid. Pada kanker tiroid, RAI 131 berguna untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang masih tersisa di kelenjar tiroid. RAI 131 ini pun bisa menghancurkan penyebaran kanker tiroid di organ lainnya. sedangkan untuk hipertiroid, efek RAI 131 ini berguna untuk mengembalikan fungsi produksi horman tiroid ke normal. Demikian sedikit pembahasan mengenai KANKER TIROID. Mudah-mudahan ini bisa menambah pengetahuan untuk para pembaca. Amin… :)

Aneka olahan Jamur Tiram dari MORNING SUN

6:02 PM 0 Comments A+ a-



MORNING SUN. Sesuai namanya, sun moring berarti matahari pagi. Jadi, tidak salah bila salah seorang teman saya, NOVEM   menamakan produk olahan Jamur Tiramnya dengan nama sun moring. Mungkin teman saya tersebut berharap agar setiap orang yang merasakan kelezatan produk olahan Morning Sun, akan merasakan kebahagiaan secerah matahari pagi. Hehehee… 


Sebenarnya, saya termasuk orang yang tidak terlalu tahu dengan aneka makanan dari jamur. Paling banter ya cuman sop kimlo (itu nama sop di daerah saya), yang isinya aneka sayur ditambah dengan jamur apa gitu. Saya sendiri lupa namanya hihih, yang penting rasanya enak kan. Nah, teman saya ini memperlihatkan produk sun morning di WA (Whatsapp) group jurusan kuliah kami (dulu kami satu jurusan, tapi beda angkatan). Saat itulah, saya baru ngeh, ternyata jamur tiram ini bisa di buat berbagai macam olahan produk. Apalagi beberapa teman saya sudah mencoba kelezatan produk ini. Bahkan, mbak Sri Rahayu, sobat saya, merekomendasikan kalau produk ini bagus banget untuk penderita kanker karena memang memiliki antioksidan tinggi

Wah.., tentu saja penjelasan mbak Sri Rahayu ini langsung mengena di hati saya. Berarti, saya punya alternatif baru untuk menemani makan saya hahaha… ya, memang belakangan saya sudah bertekat untuk mengubah pola hidup lebih sehat. Jadi termasuk mengatur pola makan dan jenis makanan yang di konsumsi. Tanpa banyak pikir, langsung deh saya pesan sama teman saya ini beberapa produk MORNING SUN. Saya tertarik mencoba kerupuk, abon dan crispy nya. Yang bikin unik, ternyata untuk crispinya ada rasa original, pedes level 1, level 2 sampai level BOOM ! kebayang kan rasa pedesnya yang bikin heboh hihihi… 



Begitu pesanan saya datang, langsung tanpa basa basi mencobanya. Dan woooowww, memang rasanya nendang hehehe… khusus yang abon, jangan kuatir lho. Rasanya di jamin enak, dan bikin ketagihan juga. Bagi teman-teman yang tertarik mencobanya, bisa hubungin teman saya langsung ya…bisa kontak langsung ke FB NOVEM yaitu https://www.facebook.com/NovemMatahariPagi?fref=ts   MORNING SUN

Me Versus Korset

5:59 AM 0 Comments A+ a-

Sebenarnya saya bukan termasuk tipe perempuan yang sangat peduli dengan ukuran tubuh :p. bagi saya, yang penting saya merasa nyaman dan mengenakan baju yang tersedia di lemari masih muat dan pas. Suami saya pun tidak masalah dan tetap tersenyum apabila saya bertanya mengenai hal ini. 

“Gimana say, badanku tambah gendut ya?”tanya saya suatu ketika. Suami saya yang sedang sibuk menonton tivi, kemudian menoleh sebentar dan memandangi saya dari atas kepala hingga ke kaki. 

“Hmm.. mama tetap cantik kok. Gendut apa kurus sama saja,”sahutnya, sambil meneruskan kembali tontonannya. 

Hahahhaha … saya sebenarnya mengerti saja, suami tercinta selalu menyenangkan hati istrinya ini. Berarti saya tidak perlu memusingkan diri memikirkan bagaimana kondisi body saya. Maksudnya, apakah body saya termasuk ukuran big size, sehingga perlu bantuan sebuah korset untuk membantu merampingkannya.(apa hubungannya ya? Hehehe.. )

Ya, saya mengulas mengenai korset dalam tulisan kali ini. Setiap mengucapkan kata korset, terngiang dalam benak saya mengenai sebuah benda yang biasanya digunakan seorang perempuan untuk acara-acara tertentu, misalnya ke acara pernikahan. Tujuan supaya badan, khususnya bagian perut dan pinggung kelihatan lebih enak di pandang. Terutama bila pakaian yang di kenakan seperti kebaya. Tentu saja, dengan bantuan korset, bagian tubuh tersebut akan sesuai dengan bentuk kebaya yang biasanya memang sangat pas di badan . atau ada pula korset khusus untuk ibu sehabis melahirkan. 

Saya sendiri masih menyimpan korset khusus jenis ini. Masih kebayang deh, abis melahirkan saya di ‘wajibkan’ oleh ibu saya untuk memakai korset ini. Kata ibu, biar perut saya kembali menyusut dan kecil lagi, karena sewaktu hamil kan kondisi perut jadi melebar hihih.. udah gitu, korset ini digunakan supaya kita tidak masuk angin. Begitu deh penjelasan ibu saya. :) 

Belakangan, trend korset pun beralih menjadi lebih luas. Bukan hanya dipakai untuk acara-acara formal saja, tetapi sudah sering di pakai untuk kegiatan sehari-hari lho. Bahkan, belakangan sering muncul korset yang di gunakan untuk membantu pembentukan tubuh, khususnya perempuan. Ssstt.. harganya pun lumayan mahal , bahkan korset khusus itu di lengkapi alat untuk membantu mengurangi timbunan lemak di sekitar tubuh perempuan. 

Nah, saya sebenarnya agak gimana begitu dengan namanya korset. Menggunakan korset selama beberapa waktu saja, rasanya sudah cukup tersiksa. Terasa ada yang menekan di bagian perut sampai pinggul. Saya pun merasa seperti menahan nafas bila memakai korset (terlalu dramatisir ya hihihih). Memakainya selama 40 hari saja setelah melahirkan, membuat saya harus kerepotan. Wah, saya tidak membayangkan bila harus memakai korset dalam keseharian saya . namun, semua berubah setahun belakangan ini. 

Saya yang awalnya sangat tidak nyaman dengan memakai korset (catatan : terpaksa memakai korset), dengan kata lain saya versus korset tidak bersahabat . Belakangan, harus merubah segala presepsi tentang korset. Saya harus membuat diri senyaman mungkin dengan korset. Ya, saya harus membuka diri bersahabat dengan korset, karena saya harus ‘wajib’ memakainya dalam kehidupan sehari-hari saya. 

 Mengapa? Begini ceritanya… sejak di vonis kanker yang bermetasis ke tulang belakang, tentu saja hidup saya menjadi semakin berwarna. Hal ini termasuk harus merasakan rasa sakit di daerah tulang belakang hingga ke kaki. Menurut dokter, metasis tulang belakang pada seorang penderita kanker, tidak hanya membuat tulang belakang akan mengalami kerusakan seperti keropos . tetapi bisa menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat. Wah.. tidak bisa lagi saya ungkapkan betapa sakit rasanya. Ada nyeri, ngilu, pegel dan nyetrum-nyetrum deh.. 

Untuk mengurangi rasa sakit sekaligus mengurangi tingkat kerusakan pada tulang, tentu saja dokter langsung meminta saya menjalankan serangkaian pengobatan. Nah, selain pengobatan itu pula, dokter meminta saya menggenakan korset khusus lumba. Jenis korset lumbal ini memang berbeda dengan korset-korset pada umumnya.dari bahan dan bentuknya pun juga beda. Kita pun dapat mengatur sendiri bagaimana kekencangan korset ini saat digunakan. 

contoh korset yang biasa saya pakai dengan merek terkenal

Korset ini selain untuk menahan beban tubuh sekaligus membantu mengurangi rasa sakit yang saya alami. Ya.. bahasa kerennya, korset ini membantu menopang tubuh saya :) sebenarnya saya mau protes juga untuk tidak memakai korset ini. Tapi mau gimana lagi. Tanpa korset ini, saya tidak bisa lebih nyaman untuk beraktifitas. Istilahnya, tanpa korset, saya seperti tidak memakai baju hehhee.. itu saking pentingnya fungsi korset bagi saya. 


Pengalaman bersama korset 

Selama memakai korset, bukan tanpa masalah lho … berikut beberapa cerita yang saya dapatkan sejak memakai korset : 

  1. Ketika tahu saya memakai korset, banyak temen mengira saya berubah jadi feminim. Maksud mereka, saya menjadi perempuan yang memperhatikan kondisi badan agar selalu langsing dengan memakai korset. Hehehe.. ini karena mereka tidak mengetahui alasan saya menggunakan korset. Nah, setelah saya beritahu alasaannya, mereka jadi mengerti deh. Bahkan beberapa dari mereka jadi simpatik sama saya. mereka nggak bisa membayangkan hari-hari saya yang harus bersahabat dengan korset  
  2. Gara-gara korset, saya sering di kira orang hamil ! Lucu ya, masa sih kalo pakai korset di bilang orang hamil. Ya, mungkin karena sering menahan rasa sakit di pinggang, hingga saat mengenakan korset, tubuh saya pun butuh penyesuaian. Lebih sering berjalan seperti membawa beban berat di perut dan di pinggang. Hahaha.. jadi inilah dianggap seperti orang hamil. 
  3. Nah.. ini dia salah satu pengalaman paling unik Yaitu saya kerap kali di periksa ulang saat harus memasuki ruangan chek in bandara. Ya, kerap kali petugas ruangan chek ini akan menunggu calon penumpang pesawat yang akan memasuki pintu masuk ruangan chek ini. Biasanya penumpang akan menaruh tas dan barangnya di tempat pemeriksaan yang lengkap dengan tivi sensornya. Kemudian penumpangnya akan melewati pintu sensor. Disinilah, bisanya petugas akan menyetop saya dan sedikit mengintrogasi. Salah satu kalimat yang sering mereka ucapkan,”Ibu sedang hamil ya?” atau “Ibu sedang memakai apa di perutnya?” Disinilah, saya dengan senyum manis menjelaskan kondisi sesungguhnya. Setelah itu, barulah petugas mengerti dan mempersilahkan saya untuk chek in.
Sebenarnya banyak cerita yang saya alami bersama korset kesayangan. Karena korset ini merupakan kewajiban, sekarang saya sudah memiliki 2 korset lho. Jadi, kalo korset pertama kotor dan perlu di cuci, saya sudah siap untuk memakai korset kedua. Oh ya, berhubung harga dan fungsi korset ini juga khusus, maka untuk mencuci korset ini pun perlu keahlian khusus  sangat tidak dianjurkan untuk mencuci pakai mesin cuci ya..

KEB di Mataku : Kutemukan Keberanian dari KEB

11:21 PM 4 Comments A+ a-




Sebenarnya aku sudah cukup lama mengenal KEB atau Kumpulan Emak-emak Blogger di Facebook . Namun, selama itu aku hanya sebagai anggota pasif saja. Aku menikmati waktu berselancar dan membaca tulisan-tulisan para emak di blog mereka masing-masing. Terkadang aku tertawa, menangis, atau turut bersuka cita membaca tulisan meeka. Tulisan yang di tulis dengan sepenuh hati di blog mereka. Tidak hanya itu, aku pun dibuat terkagum-kagum dengan penampilan blog para emak anggota KEB yang keren-keren. Sampai-sampai nggak habis pikir, bagaimana ya mereka begitu kreatif membuatnya.. 

 Oh ternyata, dalam KEB ini banyak para emak yang sering membagi tips untuk mengolah blog menjadi lebih keren dan enak dibaca. Bahkan mereka pun tidak segan-segan untuk membagi ilmu dan pengalaman mereka selama aktif di dunia blog. Jarang lho, ada komunitas yang isinya para emak yang begitu baik hati dan tidak segan membagi ilmu dan pengalaman mereka. mudah-mudahan segala kebaikan mereka mendapatkan pahala dari Allah  soalnya, aku sering menerapkan tips-tips mereka dalam blogku. Tidak cuman itu, selain berbagi tips dan informasi mengenai membuat blog menjadi lebih menarik. 

Para emak pun kerap membagi cerita tentang kehidupan ataupun pengalaman sehari-hari yang mereka alami. Wow, aku sering membaca cerita-cerita mereka yang tidak hanya menarik, tetapi mengandung banyak hikmah. Dari cerita mengenai kehidupan pribadi, berbagi pengetahuan tentang parenting, rumah tangga, travelling, atau bahkan masakan hahaha.. semua dikupas habis dengan gaya mereka masing-masing. Belum lagi kalau diantara mereka sedang mengadakan Give away, wah… benar-benar hebat. Para anggota pun berpartisipasi untuk mengikutinnya. Bukan hanya untuk menambah pengalaman dalam mengikuti Give Away (GA), tetapi aku melihat bagaimana rasa para anggota saling menghargai dan menyupport satu sama lain, termasuk untuk meramaikan acara GA salah satu anggota. Tentu saja, daya tarik hadiah yang biasanya di selenggarakan temen yang mengadakan GA, tetap menjadi daya pikat. 

 Aku dan KEB 

Jujur, walaupun saat itu aku senang berselancar dan membaca blog teman-teman, namun aku sendiri jarang memperhatikan blog ku. Aku hanya menulis tulisan di blog hanya untuk hal-hal yang kuanggap perlu saja. Misalnya tulisan tentang kegiatanku dalam penulisan ataupun hasil karyaku yang telah terpublikasi di media ataupun dalam bentuk buku. Aku sendiri belum begitu berani menuliskan cerita yang kualami sehari-hari dituangkan dalam blog. Aku pikir, semua kualami biarlah kusimpan sendiri dalam hati. Rasanya kurang begitu nyaman bila kutuliskan dan dibaca banyak orang. Wah.., bisa ketahuan dong isi hatiku hehehe.. itulah pemikiranku dulu. 

 Padahal, aku begitu senang membaca cerita teman-teman anggota KEB. Walaupun mereka menuliskan kisah-kisah yang mereka alami sehari-hari, atau pandangan dan pemikiran mereka terhadap sesuatu topik atau persoalan, mereka melakukannya dengan sepenuh hati. Begitu pula tanggapan teman-teman terhadap tulisan mereka, yang mendukung dan menyupport. Sedangkan aku? Aku masih belum berani menuliskan apa-apa tentang hidupku. 

Hingga suatu kejadian itu hadir dalam hidupku. Kejadian yang tidak mungkin kulupakan dalam hidup, yaitu saat aku tervonis kanker stadium lanjut oleh dokter. Itu terjadi tepat 1 tahun yang lalu, di bulan Januari 2013. Semua hidupku seakan hancur lebur dan tanpa arah. Aku sempat berada dalam satu fase titik nol dalam hidupku. Pada fase-fase terberat itulah, aku mencoba bangkit dan mengalihkan semua pemikiran tentang sakit melalui tulisan. 

 Ya.., aku harus menjalani terapi menulis. Tepatnya menulis tenang hidupku sendiri,. Aku tidak mungkin memendam sendiri perasaanku dalam menghadapi kanker. aku harus bisa membagikan ceritaku dalam menghadapi kanker dalam tulisan. Aku sungguh berharap, terapi tulisan ini bukan hanya untuk membantu kesembuhanku, tetapi bisa menyemangati orang lain, khususnya penderita kanker sepertiku. Ternyata, untuk memulai menuliskan kisahku sendiri tidaklah mudah. Ada pergolakan batin tersendiri untuk menuliskannya. Aku bingung, bagaimana aku menuliskan kisahku dalam blog. 

Aku pun kembali membaca cerita-cerita para emak di KEB di blog mereka. Banyak diantara mereka yang menceritakan kisah pribadi dan memberikan makna pada pembacanya. Bahkan aku pun me nemukan beberapa blog yang begitu kuat menceritakan kisah hidup mereka untuk memberikan inspirasi kepada pembaca. Dari situ, aku menemukan keberanian besar untuk menuliskan kisahku di blog. Dan benar… setelah aku berani menuliskan kisahku di blog, banyak orang yang berkunjung di blogku dan mereka turut menyupportku. 

Wah.., sebuah kejutan yang tidak kuduga. Bahkan ada pula yang akhirnya saling share secara pribadi mengenai kanker dan pengalaman menghadapi kanker. Aku tidak menyangka, ternyata tulisanku membawa manfaat buat pembaca. Aku bersyukur telah mengenal KEB dan tentu saja para emak keren anggota KEB. Dari KEB pula, aku mempunyai keberanian untuk menuliskan kisah hidupku menghadapi kanker di blog. Dari KEB, aku belajar bagaimana berbagi cerita dan saling mendukung dengan para anggotanya., ah… entahlah, begitu banyak manfaat dan cerita yang tidak bisa kuungkap semua tentang KEB. I love you, KEB…. 

Jejak Kisah dari Bedah Buku KPADok Bontang : Mengupas Buku Keringat Lelaki Tua

5:57 AM 0 Comments A+ a-


Oleh : Tri Wahyuni Zuhri, SP
Tidak banyak penulis Kalimantan Timur yang memiliki talenta menulis cerpen, essai bahkan puisi, salah satunya Sunaryo Broto. Saya mengenal beliau sebagai sosok yang ramah, cerdas serta produktif dalam menulis. Ditengah kesibukan beliau memegang jabatan penting di salah satu perusahaan BUMN di Kaltim, yaitu PT. Pupuk Kaltim, tidak lantas menyurutkan semangat beliau untuk menuangkan pemikiran lewat menulis dan merangkai askara.
Buku Keringat Lelaki Tua merupakan buku karya Sunaryo Broto yang baru saja di bedah buku beberapa waktu lalu. Bedah buku yang dilaksanakan pada Hari Senin, 23 Desember 2013, bertempat di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumen (KPADok) Kota Bontang. Acara Bedah buku ini merupakan salah satu acara rangkaian HUT KPADok yang ke - 8 dan bekerjasama dengan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kota Bontang. Acara bedah buku yang di awali dengan para peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan oleh sambutan-sambutan, yaitu Basri Rase selaku Ketua GPMB, Drs. H Bahruddin MAP, Staf ahli ekonomi dan keuangan Pemkot Bontang, serta Syahrial MPd yang mewakili Kepala KPADok.
Acara Bedah buku pun berlangsung dengan sangat interaktif, dipandu oleh Moderator, Choirul Azisi, seorang pustakawan alumni IAIN Yogya dan penulis Buku Sehangat Pelukan Bidadari. Serta menghadirkan Sunaryo Broto selaku penulis buku Keringat Lelaki Tua dan Abdul Hakim sebagai Pembedah Buku. Abdul Hakim selain dikenal sebagai pendidik, beliau pun aktif dalam kegiatan penulisan dan kerap membedah karya-karya para penulis. Buku Keringat Lelaki Tua merupakan buku kedua Sunaryo Broto yang dibedahnya.  Acara bedah pun semakin menarik dengan adanya tanya jawab dari peserta kepada pembicara. Rupanya kegiatan terkait penulisan khususnya bedah buku ini sangat bagus untuk meningkatkan minat baca dan menulis di masyarakat, khususnya di Kaltim.  
Buku Keringat Lelaki Tua yang berjumlah 143 halaman dan diterbitkan oleh penerbit Leutika Prio ini memang cukup menarik untuk dikupas. Terdapat 17 cerita pendek di dalam buku tersebut dimana bertutur ciri khas ala Sunaryo Broto. Saya sendiri sangat mengapresiasi buku ini, apalagi penulis memiliki ciri khas tersendiri dalam menulis karya-karyanya. Ciri khas dalam tiap karya tulisan seorang penulis memang mutlak diperlukan, walaupun terkadang penulis tersebut perlu waktu dan proses untuk menemukan serta mengasah tulisannya.
Saya pun sepakat dengan pengantar Amien Wangsitalaja dalam buku ini. Sunaryo Broto memiliki kekhasan dalam bercerita. Ia memiliki kekhasan alur yang mengalir , pemaparan yang panjang, ketenangan emosi dan cerita yang tidak meledak-ledak. Bahkan bila saya amati, dalam cerita-cerita yang di tampilkan, saya nyaris tidak bisa membedakan apakah cerita itu hanya sebuah fiksi belaka ataukan diangkat dari berdasarkan kisah nyata penulis yang ditulis dalam bentuk cerpen. Penulis membuat tulisan cerpennya seperti kisah nyata yang begitu menarik pembaca untuk menuntaskan membacanya hingga halaman akhir.
Ada beberapa kisah dalam buku ini yang benar-benar membuat saya jatuh hati. Terlebih penulis begitu kuat membuat settingan latar belakang cerita dengan berbagai macam daerah, bahkan hingga keluar negeri. Tentu saja Kota Bontang terlihat lebih dominan dalam buku ini, sah-sah saja, mengingat di Kota inilah penulis berdomisili sekarang. Kemudian tergambar latar kota Jogja, Karanganyer, bahkan hingga ke Nepal dan Cina.
Pada cerita Keringat Lelaki Tua yang diangkat menjadi judul buku ini mengisahkan cerita tentang perjalanan hidup seseorang lelaki dari muda hingga beranjak tua. Penulis menggambarkan sosok lelaki yang sederhana, bijak, rendah hati. Walaupun telah memiliki anak yang telah sukses, namun hal itu tidak merubah hidupnya. Lelaki itu tetap sederhana dan memiliki pandangan hidup yang bersahaja, bahkan ia tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Terlihat jelas bagaimana Sunaryo menggambarkan detiil sosok lelaki tua ini sebagai seseorang yang ia hormati dan mengambil hikmah dari kisah hidupnya.
Sunaryo Broto pun memasukan nilai dan pandangannya tentang pendidikan di buku ini, yaitu cerita Puisi Guru dan Sekolah Laut serta Cerita Sendu dari Marangkayu. Penulis mengambil setting lokal pada kedua cerita ini, dimana ia mengambil perenungan mengenai pendidilan saat ini. Cerita Puisi Guru dan Sekolah Laut berkisah tetang tokoh aku sebagai guru yang harus rela menempuh perjalanan dengan kapal kecil menuju sekolah untuk menunaikan kewajiban mengajar. Sedangkan kisah Cerita Sendu dari Marangkayu bertutur tentang anak-anak sekolah di daerah Marangkayu yang harus menumpang bis sekolah atau mobil yang lewat untuk sekolah. Ia pun bahkan membandingkan kisah sekolah yang dialami ibunya dulu ternyata masih saja di alami sebagian masyarakat kita. Saya bisa menangkap kritik sosial secara halus yang di gambarkan penulis.
Namun ternyata penulis tidak melulu bercerita serius dalam buku ini. Ada dua kisah yang sungguh membuat saya tersenyum membacanya. Kisah Bagaimana Rasanya Dicium Artis Setenar Desi Ratnasari dan Sepasang Sandal Tertinggal di Masjid Nang Dou Ya. Dua cerita ini dikisahkan lebih santai dari cerita yang lain, namun tetap pada ciri khas penulis yang menyelipkan hikmah dari setiap cerita yang dituliskannya.
Cerita Sepasang Sandal Tertinggal di Masjid Nang Dou Ya, bercerita tentang bagaimana essensi sebuah sandal hingga anak- anak  menggunakan sandal merk tertentu yang lumayan harganya. Perjalanan sandal ini pun mengikuti perjalanan mereka hingga ke negeri China. Penulis pun menggambarkan sisi humorisnya lewat cerita ini. Ia tidak canggung bercerita bagaimana ia cukup kerepotan memikirkan sandal-sandal tersebut saat mereka sekeluarga sholat di mesjid. Rupanya pengalaman kehilangan sandal menjadi beban tersendiri bila harus kehilangan sandal mahal. Sehingga suatu ketika, sandal sang anak pun akhirnya benar-benar hilang di salah satu mesjid.  
Banyak hikmah yang penulis isyaratkan dari Buku ini, membuat saya memang berfikir memang penulis sangat cerdas menuliskannya.  Bahkan saya menangkap wawasan penulis yang cukup luas, antara lain dengan memunculkan intisari  buku the secret  dalam beberapa cerita. Serta menceritakan tokoh-tokoh seperti Hatta, Pramudya Ananta, hingga Hamka. Rasanya tidak salah apabila saya berharap akan hadir karya-karya penulis Kaltim yang mengikuti jejak beliau. Kesibukan berbagai aktifitas ternyata tidak mengurangi keinginan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat serta bermutu bagi pembaca. Amin..

Judul : Keringat Lelaki Tua
Penulis  : Sunaryo Broto
Penerbit : Leutika Prio
Halaman : 143 hal
Tahun : 2013 


Jejak Kehidupan dan Refleksi 2013

6:46 AM 0 Comments A+ a-


Ada banyak cerita yang silih berganti hadir di tahun 2013. Tidak hanya cerita bahagia dan gembira, tetapi berbalut kisah duka, sedih serta tentu saja ada tawa dan menangis. Namun semuanya saya anggap sebagai sebuah fase kehidupan yang harus dijalani. Walaupun ditengah jalan, terkadang saya merasa pesimis dan ragu untuk melangkah. Saya bersyukur, Allah masih menuntun saya hingga bisa melalui hari-hari ditahun 2013 kemarin. Berikut saya tulis rangkaian cerita di tahun 2013 kemarin :

Januari 2013
Awal tahun yang bahagia. Saya dan suami membuka awal tahun dengan berkumpul keluarga serta orang kantor di rumah. Acara makan malam bersama yang dipenuhi ramah tamah. Berharap mengisi tahun 2013 dengan berbagai resolusi dan kebaikan yang telah siap direncanakan.
Namun ternyata apa yang direncanakan terkadang tidak sesuai dengan kenyataan. Di awal tahun itu, mendapatkan kabar tante tercinta meninggal dunia karena kanker. Rasa sedih menyelimuti keluarga besar kami. Tante meninggalkan dua sepupu perempuan saya yang masih belum menikah. Mereka terlihat tegar dan berusaha iklas menerima kepergian tante. Tante meninggal di tanggal yang sama dengan suaminya, hanya berbeda tahun saja. Bahkan letak kuburan pun bersebelahan dengan suaminya yang merupakan paman saya.
Kepergian tante karena kanker, membuat saya semakin antipati terhadap kanker. Kanker tidak hanya menggerogoti fisik seseorang, tetapi juga menyita waktu, tenaga, uang dan bahkan menyisakan air mata. Tetapi rasa antipati terhadap kanker ternyata tidak bisa membuat saya menjauhi kanker. Rupanya kanker pun hadir dalam tubuh saya tanpa saya sadari.
Mama yang pertama kali memaksa saya memeriksa diri ke dokter setelah sering menyaksikan saya sakit pinggang dan sakit tanpa sebab. Saya pun menjalani berbagai pemeriksaan, dari hasil lab, CT Scan, Rontagen, hingga biopsi pada sebuah benjolan kecil di leher. Hasilnya sungguh mengejutkan. Saya di vonis menderita kanker tyroid dengan jenis carsinoma pappiler tyroid stadium lanjut. Kanker saya disebut stadium lanjut karena bermetase atau telah menyebar ketulang belakang sehingga kerap mengakibatkan saya sakit pinggang.
Tentu saja dunia serasa runtuh. Belum hilang rasanya kesedihan akibat meninggalnya tante karena kanker, saya pun harus menerima vonis kanker. Mau tidak mau saya harus berhadapan dengan beberapa dokter. Dari dokter tulang, dokter internist, hingga dokter onkologi. Diantara itu semua, yang paling berat adalah memberi tahu bapak dan mama mengenai penyakit saya. Rasanya tidak sanggup membayangkan terpukulnya mereka mengetahui penyakit saya. Bahkan saya butuh waktu cukup lama untuk memberitahu mereka. Beruntung saya memiliki sepupu bernama Lindi yang hingga saat ini terus mendukung saja. Lindi terus menguatkan saya untuk berupaya bisa sembuh.

Februari 2013
Setelah melewati bulan Januari dengan penuh perasaan bergejolak, bulan februari saya ditemanin suami berangkat ke Bandung. Tujuan keberangkatan kami untuk mencari informasi lebih banyak mengenai pengobatan kanker tyroid dan radiasi nuklir di RS Hasan Sadikin Bandung .
Pengalaman pertama kali ke Bandung sangat berkesan buat kami. Selain kami bisa menikmati masa berdua lagi, perjalanan kali ini merupakan pertama bagi saya setelah di vonis kanker. Saya pun diharuskan menggunakan korset khusus penyangga tulang belakang dalam setiap aktifitas. Tujuan penggunaan korset ini untuk mengurangi rasa sakit pada tulang belakang dan tentu saja untuk mencegah kerusakan lebih parah pada tulang belakang.
Perjalanan Bandung - Jakarta bersama suami
Selama di Bandung, banyak hal yang saya lalui bersama suami. Kami berkesempatan mengelilingi kota Bandung di sela-sela waktu berkonsultasi dengan konsulan Kedokteran Nuklir. Bahkan kami sempat bertemu dengan prof. Mansjur. yang merupakan pencetus kedokteran nuklir pertama di Indonesia. Saya pun bertemu dengan Indari Mastuti, founder IIDN dan IIDB, komunitas yang saya ikuti di dunia maya.
Sepulang dari Bandung, akhirnya saya berani terbuka dengan orang tua tentang penyakit kanker saya. Memang ini berat, namun saya butuh doa mereka untuk menjalani proses pengobatan yang cukup berat tersebut.

sesaat sebelum operasi, bersama mbak Inni Indarpuri
Tepat pada pertengahan bulan, akhirnya saya menjalani operasi pengangkatan total tyroid yang dilakukan oleh dokter onkologi saya. Jangan ditanya bagaimana perasaan saya saat dioperasi, karena semuanya seperti mimpi saja. Sebenarnya di tahun 2006 saya pernah operasi tyroid oleh salah satu dokter bedah. Saat itu hasil patologi hanya menunjukkan benjolan tersebut jinak. Jadi setelah operasi tersebut, saya tidak pernah periksa kembali karena merasa aman. Padahal dalam perjalanan waktu, rasa aman menurut saya ternyata tidak berlaku. Seharusnya ada beberapa proses lagi yang dilakukan. Namun karena ketidaktahuan saya, sehingga proses pengobatan itu tidak saya lakukan. Hal ini menjadi pelajaran buat saya untuk lebih cerdas sebagai seorang pasien.

Bulan Maret 2013
Bulan ini merupakan fase penyembuhan dari operasi tyroid sekaligus menunggu masa antrian radiasi nuklir di RS Hasan Sadikin Bandung pada Bulan Juni nanti. Jujur, pada bulan ini saya baru merasakan bagaimana sakit yang diakibatkan kanker, atau yang sering disebut cancer pain. Selain tubuh yang lemas dan mudah capek, saya pun sangat kesulitan untuk duduk dan bahkan berdiri lama. Bahkan untuk makan pun saya lakukan di tempat tidur. Beberapa titik pada paha dan pinggang saya terasa sangat sakit.
Saat itu saya tetap ditanganin dua dokter, dokter tulang maupun dokter onkologi. Oleh dokter tulang, saya diberikan obat minum untuk penguat tulang sekaligus vitamin tulang. Obat itu diminum satu jam sebelum makan pagi dan harus dalam berdiri atau duduk agar obat bekerja. Tentu saja saat itu sangat menyiksa bagi saya. Mencoba duduk dalam waktu 10 menit saja rasanya sungguh sakit sekali. Namun karena keinginan sembuh begitu besar, saya paksakan untuk duduk walaupun tidak benar-benar selama 1 jam

Bulan April 2013
Benjolan tyroid muncul lagi ! Tentu saja saya syok setengah mati. Belum genap dua bulan, ternyata benjolan itu muncul lagi walaupun kecil. Saya pun langsung memeriksakan diri ke dokter onkologi.
Dokter pun memeriksa saya dan blg kalo benjolannya masih kecil tersebut, kemungkinan besar masih bisa hilang diradiasi nuklir. Tentu saja bersyukur untuk penjelasan itu. Saya pun tinggal menanti bulan juni untuk persiapan radiasi nuklir.
Sembari menunggu radiasi nuklir, saya pun tetap berusaha untuk belajar duduk ataupun berdiri. Belum lagi harus mematahkan mood yang kadang berubah-rubah tidak jelas. Karena saya tidak memiliki tyroid, tentu saja sangat berpengaruh besar pada pola kehidupan saya. Beruntung orang tua dan saudara-saudara saya selalu mendukung saya. kami pun sempat berkumpul bersama ketika ulang tahun bapak pada tanggal 28 April saat itu.
merayakan ulang tahun bapak bersama keluarga
Tentu saja saya tetap berusaha menulis sebagai terapi kesembuhan saya. Dalam kondisi berbaring dan berusaha belajar duduk, saya mencoba menulis melalui media BB, dan kemudian nanti saya konversi ke word dan lanjut ke email. Ada beberapa tulisan saya yang dimuat di media cetak. Setidaknya saya bisa bersyukur masih bisa eksis menulis.

Bulan Mei 2013 
Di akhir bulan april hingga Mei 2013, saya berusaha sekuat tenaga mengikuti orang tua ke jakarta lalu ke Medan. Ya, ada satu nazar saya yang belum saya tunaikan, yaitu ziarah ke guru saya di Jakarta dan Medan. Tentu saja saya sekalian melakukan beberapa pengobatan lain di sana. Rupanya perjalanan saya di Jakarta dan Medan berjalan lancar. Rasa semangat dan optimis untuk sembuh begitu kuat dalam diri saya.
·    
   Bulan Mei 2013 Di akhir bulan april hingga Mei 2013, saya berusaha sekuat tenaga mengikuti orang tua ke jakarta lalu ke Medan. Ya, ada satu nazar saya yang belum saya tunaikan, yaitu ziarah ke guru saya di Jakarta dan Medan. Tentu saja saya sekalian melakukan beberapa pengobatan lain di sana. Rupanya perjalanan saya di Jakarta dan Medan berjalan lancar. Rasa semangat dan optimis untuk sembuh begitu kuat dalam diri saya. Bahkan saya sempat berjalan-jalan keliling kota Medan bersama keluarga.
bersama bapak ke Jakarta dan Medan 
Di bulan Mei ini pun saya kembali ke Kota Bontang setelah beberapa lama tinggal di Samarinda. Jangan ditanya betapa bahagianya. Walaupun masih terasa sakit dan lemas pada tubuh saya, namun keberadaan di Bontang membuat saya semakin semangat. Apalagi saat itu saya dan Arya merayakan ulang tahun bersama-sama.  acara itu sekaligus syukuran untuk Arya dan Wahyu serta keluarga besar. Di bulan ini pula salah satu buku antologi saya terbit. Begitu pula dengan beberapa tulisan yang sempat di publikasikan di media.
ulang tahun Arya dan Saya, serta syukuran Wahyu

Bulan Juni 2013
Waktunya liburannnn... ya, bulan Juni ini kondisi saya lebih membaik dari sebelumnya. Saya pun menyempatkan diri mengisi liburan ke Jakarta bersama adik saya Ferdy dan Arya, anak saya. Tentu saja sekalian berziarah ke guru saya dan meminta doa untuk kesembuhan saya. 
Berlibur bersama Arya

But, benjolan tyroid saya tidak ada perubahan, bahkan semakin membesar. Tentu saja ini membingungkan. Di sisi lain kondisi fisik semakin membaik, tetapi benjolan tyroid itu pun kembali muncul. Saya pun mencoba menelpon ke RS Hasan Sadikin untuk memastikan jadwal radiasi nuklir sembari mengabarkan kondisi benjolan yang muncul di leher.
Ternyata dokter di kedokteran nuklir meminta saya untuk kembali ke dokter onkologi, karena tidak memungkinkan di radiasi nuklir apabila muncul benjolan lagi yang cukup besar. Hingga akhirnya saya kembali ke dokter onkologi saya.
Dokter menyimpulkan memang harus di lakukan operasi ulang. Rupanya kanker tyroid dalam tubuh saya memang agresif saat itu. Sehingga belum saja di radiasi nuklir, benjolannya muncul kembali. Tentu saja hal itu membuat saya down.
Membayangkan operasi kembali membuat saya teringat masa-masa sakit tempo hari. Namun dokter onkologi meminta saya untuk mencari informasi tempat lain untuk radiasi nuklir. Beliau tidak ingin mengoperasi saya dulu sebelum dipastikan lagi tempat radiasi nuklir, sehingga meminimalisir kemungkinan tumbuh kembali. Biasanya rentang operasi dan radiasi nuklir dilakukan 1 bulan.

Juli 2013
Berbekal informasi dari Ibu Mega dan Ibu Dewi dari CSIS Jakarta, akhirnya saya pun memutuskan untuk melakukan radiasi nuklir di MRCCC Siloam setelah operasi nanti.
Kebetulan saat itu bulan puasa, sehingga saya putuskan untuk melakukan operasi setelah puasa. Namun ternyata keinginan saya tidak sejalan dengan kondisi fisik saya. Fisik saya benar-benar drop, bahkan kondisi tulang belakang saya semakin tidak cukup baik. Saya kesulitan untuk duduk dan berdiri. Bahkan untuk tidur saya tidak bisa dilakukan dengan nyenyak. Rasa sakit, nyeri, pegal berbalut dengan rasa seperti ada setrum di sekitar paha dan kaki. Bulan Ramadhan yang saya harapakan bisa dilakukan dengan khusus ternyata saya lewati dengan rasa sakit yang luar biasa.

Agustus 2013 
Opname di RS dan di jenguk teman-teman Perempuan Penulis Kaltim (PPK)
Puncaknya diujung Ramadhan, suami dan orang tua saya terpaksa membawa saya ke rumah sakit karena sesak nafas Setelah dilakukan pengecekan laboratorim, CT Scan dan rontagen paru-paru, disimpulkan benjolan tyroid harus segera diangkat. Beruntung kondisi paru-paru saya dalam kondisi stabil. Rupanya sesak nafas tersebut karena saya ternyata memiliki sakit asma yang tidak disadari. Pada kesempatan ini pula saya untuk pertama kalinya diberi infus penguat tulang Bondronate.
sesaat setelah operasi dan memeluk boneka pemberian Raisyah
Saya pun akhirnya menjalani operasi kembali di tanggal 28 Agustus 2013. Tentu saja dengan mengkonfirmasi pihak MRCCC Siloam agar bisa menjadwalkan radiasi nuklir di akhir September atau Oktober

September dan Oktober 2013.
Tidak banyak cerita yang bisa saya ungkapkan pada bulan September. Di bulan ini adalah pemulihan pasca operasi serta pengobatan untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri. Yang jelas di bulan ini saya harus menikmati rasa sakit dan nyeri. Saya pun harus bolak balik ke dokter onkologi, dokter tulang dan dokter syaraf .
Dokter Eli, dokter syaraf, selalu menguatkan saya untuk sabar dan kuat menjalani proses pengobatan kanker ini. Oleh dokter onkologi, Saya pun diberi suntikan infus penguat tulang bondronate kedua pada bulan ini. Sahabat-sahabat saya terus memompakan semangat buat saya agar sembuh. Ada wiwi, sahabat saya dari SD sampai sekarang yang senantiasa datang mengunjungi saya. Air mata nya kadang menetes melihat kondisi saya yang tidak sehat. Begitu pula teman-teman dari SD Muhammadiyah I, SMP 1, SMA 1 , teman kuliah, hingga teman-teman sepenulisan.
Dibulan ini pula saya mengenal dan mengikuti program ODOJ one day one juzz. Program tiap hari membaca 1 juzz. Alhamdulillah bisa terus membaca setiap hari, walaupun kadang masih ada saja kendalanya.
berfoto bersama mbak Kartika, dokter Ivana dan staff kedokteran nuklir MRCCC
Di awal Oktober selama 4 hari 3 malam, saya diisolasi di kamar isolasi radiasi nuklir di MRCCC siloam. Beruntung saya ketemu dengan mbak Kartika Sari, yang sama-sama melakukan radiasi nuklir. Kami berdua melewati fase isolasi yang tentu saja tidak mengenakan.
Selama di Jakarta saya sempat bertemu dengan teman-teman SMP. Kami bersama berbagi cerita dan kisah masa lalu yang membuat saya tambah semangat untuk sembuh.
bersama teman SD, SMP, SMA di Jakarta
November 2013
Kondisi saya sudah jauh membaik. Saya pun bisa beraktifitas seperti biasa, walaupun terkadang kerap lelah. Tapi saya berusaha untuk sembuh dan tidak menyerah dengan kanker. Saya pun masih terus menulis dan menulis .
Di bulan ini, saya pun menemani bapak dan adik saya Ferdy berobat ke Surabaya. Perjalanan penuh suka cita walaupuun masih menahan sakit kaki, saya jalani dengan senang hati. Bertemu dengan keluarga di Malang, Surabaya dan Madura menambah semangat saya. Doa mereka tidak pernah putus mendoakan kesembuhan saya.
bersama teman-teman kuliah

Saat di Malang, saya bertemu dengan teman-teman masa kuliah. Pertemuan yang haru biru. Mereka begitu terharu melihat kondisi fisik saya. Tapi saya bersyukur, saya masih bisa diberikan umur dan kesempatan bertemu mereka kembali. Saya pun berkesempatan bertemu dengan bu Yayuk, dosen saya dulu yang kebetulan baru pulang haji. Secara khusus beliau mendoakan kesembuhan saya. 
bersama ibu Yayuk, Retno dan Anang
Tentu saja kesempatan itu tidak saya sia-siakan berkumpul bersama pakde dan bude di Malang.  Selama 4 tahun tinggal di Malang ketika kuliah, ternyata meninggalkan kesan yang terpatri hingga saat ini.  
Di bulan Nopember ini, saya pun bersyukur. Kisah hidup saya melawan kanker tyroid di muat di sebuah tabloid My Mommy. Bahkan di buat secara bersambung. Bapak Mukhransyah, selaku redaktur tabloid tersebut berkenan memasukan kisah saya. Saya pun banyak belajar dari beliau tentang kanker, karena beliau salah satu aktifis di YKI Kaltim.
kisahku di tabloid My Mommy
Bersama teman-teman penulis, Inni Indarpuri, Sari Azis, Amien Wangsitalaja, Fitria, Dwi Rahmawati, Sri Rahayu, Dhia Nisa, Irni Fatma dan lain-lain, saya pun terus semangat untuk menulis lagi.
menyempatkan diri berkumpul ketika ada acara penulisan
Desember 2013
Awal bulan ini di mulai dengan menginap di RS AW Syahrani Samarinda, tepatnya di ruangan kemotrapi untuk melakukan suntik infus Bondrote yang ketiga. Banyak cerita yang saya dapatkan di ruang kemotrapi. Bertemu dengan sesama penderita kanker baik tua, muda, remaja bahkan anak-anak, membuat saya merasa tidak sendiri.
berfoto bersama mbak Fauziah sesaat ketika di ruangan RS
Namun di bulan ini saya menerima beberapa kabar sedih. salah satu teman sesama survivor kanker telah meninggal dunia. Tentu saja kabar ini sempat membuat saya down dan sedih.  Bahkan tak lama berselang, dapat kabar lagi ada tiga anak yang sama-sama di rawat di RS AWS meninggal dunia.  Ah, betapa cepatnya waktu berlalu..
Di penghujung tahun ini banyak cerita dan hikmah yang saya dapatkan. Yang jelas saya banyak merenung dan intropeksi diri dengan kondisi saya. Allah lah sutradara terbaik dalam hidup ini. Kita hanya aktor yang memerankan peran sesuai skenario Nya.