Diskusi Sastra Bersama Korrie Layun Rampan

3:23 AM 0 Comments A+ a-



Alhamdulillah, pagi ini bersama mba Sari Azis dan mba Inni Indarpuri berkesempatan bertemu dengan Bapak Korrie Layun Rampan. Pak Korrie adalah salah satu sastrawan asal Kaltim yang telah menghasilkan karya besar yang tidak saja di akui secara nasional, tetapi juga di luar negeri. Berbagai penghargaan pun di anugrahkan kepada beliau atas karya maupun dedikasinya tinggi terhadap dunia sastra.

Kepedulian beliau untuk memajukan dunia penulisan sastra dan budaya membaca pun sungguh luar biasa. Saya dan teman teman termasuk penulis yang bersyukur, karya kami masuk pada beberapa buku yang beliau editori.


Walaupun beberapa hari ini saya kurang enak badan, tetapi bertemu beliau dan teman teman penulis menambah energi positif bagi saya. Kesempatan itu pula saya memberikan buku terbaru saya yang berjudul "Pantangan dalam Bisnis", terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama.


Insha Allah dalam beberapa bulan kedepan, Bapak Korrie bersama para penulis Kaltim akan meluncurkan beberapa buku sastra yang akan menambah perkembangan geliat sastra di Indonesia . Doakan lancar ya teman-teman



Peringatan Hari Buku Nasional : Silaturahmi dan donasi Buku Ke Perpustakaan Daerah Provinsi Kaltim

8:46 AM 2 Comments A+ a-


Hari Senin, 18 Mei 2015,  saya bersama Raisyah datang ke Perpustakaan Daerah Provinsi Kaltim, Jl. Juanda.  Sebenarnya maksud kedatangan saya bukan hanya ingin lebih mengajarkn cinta membaca pada Raisyah.  Tetapi juga karena sudah janjian sama sohib penulis Sari Azis, untuk mendonasikan buku karya kami masing masing.

Mungkin banyak yang belum tahu, kalau tanggal 17 Mei diperingati sebagai hari buku nasional. Jadi kloplah kedatangan kami di perpusda pada hari itu (walau telat sehari hehehhe).  Sesampainya di Perpusda, kami langsung bertemu dengan Bapak Nababan.  Kedatangan kami di sambut ramah beliau di tengah tengah kesibukannya bekerja.

Berfoto bersama Bapak Nababan dan Sari Azis

Kami bertiga pun terlibat pembicaraan mengenai dunia penulisan di Kaltim, khususnya terkait dengan karya karya penulis Kaltim.  Rupanya, selama ini masih banyak informasi yang belum di ketahui penulis asal Kaltim.  Salah satunya, yaitu penulis yang minimal mendonasikan 1 buku karya miliknya ke Perpustakaan Daerah sebagai arsip.  Selain itu, masih sedikit terdatanya  para penulis asal Kaltim yang telah menerbitkan buku buku karya mereka.

Pesona Batik Kutai dalam acara Penganugrahan Kartini Next Generation 2015

1:30 AM 3 Comments A+ a-

Perkenalan saya  dengan ibu Yuni Fatriany, owner Batik Kutai, berawal ketertarikan saya melihat berbagai kain motif Batik Kutai di akun facebook Batik Kutai.  Motif batik Kutai yang begitu indah dan mempesona saya sejak pertama kali melihatnya.

Bersama ibu Yuni, Owner Batik Kutai

Saat terpilih menjadi salah satu finalis Kartini Next Generation (KNG) 2015, saya di beritahu panitia untuk menyiapkan pakaian kebaya pada acara Penganugrahan KNG 2015 . KNG 2015 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Pikiran saya langsung teringat dengan Batik Kutai yang di desai ibu Yuni.

Berdiri bersama para finalis KNG 2015
Saya mengenakan batik kutai
Saya pun coba mengkontak beliau dan membicarakan rencana tersebut.  Alhamdulilah, bu Yuni menyambutnya dengan senang hati dan berkenan saya untuk memakai baju batik Rancangannya saat acara penganugrahan KNG 2015.  Motif kebaya  batik kutai yang dipilihkan bu Yuni untuk saya memang cantik banget.  Membuat saya semakin bahagia sekaligus bersyukur memakainya dan memperkenalkan di acara penganugrahan KNG 2015 yang di hadiri oleh menteri Kominfo, Menteri pemuda dan olah raga, serta wakil dari menteri Pemberdayaan Perempuan.

Saya bersama Bapak Menteri Kominfo
Batik Kutai memang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur yang berasal dari Kutai. Seperti yang kita tahu, dahulu Kutai merupakan salah kabupaten yang terletak di Kaltim yang memiliki budaya dan peninggalan yang bersejarah. Untuk mengetahui lebih dalam tentang batik kutai bisa lihat di FB Batik Kutai :  https://www.facebook.com/notes/batik-kutai/sinopsis-batik-kutai/851245754909236

Writer Corner di Alinea TV. Kereen Habis ^_^

1:13 AM 0 Comments A+ a-

Untuk melihat videonya  bisa klik :
www.alineatv.com

Jakarta sudah mulai terik saat saya menaiki mobil menuju studio Alinea TV di bilangan jalan duren Tiga.  Pagi itu sudah cukup heboh dengan persiapan bapak keluar rumah sakit pasca operasi by pass jantung.  Ditambah pula dengan keribetan persiapan pulang ke Kaltim dengan jadwal keberangkatan pesawat sore itu.  Hari itu benar benar sibuk hehehhe...

Saya berangkat di temani Ferdy, adik saya serta om Bambang, driver yang mobilnya kami carter. Suasana cukup macet (kayanya Jakarta selalu macet ya hihihi), tidak menyurutkan semangat menuju ke studi Alinea TV.

Sebenarnya ini pengalaman syuting saya yang kesekian kalinya. Biasanya topik memang seputaran masalah buku dan penulisan. Begitu pula agenda hari itu di studio Alinea TV.  Rencananya saya akan mengisi bincang Writer Corner.

Kedatangan kami di sambut ramah mas shobron dari Alinea TV. Sambil menunggu persiapan syuting, saya sempat berbincang banyak dengan mas Shobron dan mas Anggi, host acara Writer Corner.  Pembicaraan kami terkait tentang penulisan dan  Alinea TV.

Alinea TV sendiri merupakan TV buku pertama yang ada di asia. Alinea TV memang berfokus pada dunia menulis dan di baca serta bisa dinikmati oleh semua orang. Informasi yang di berikan berupa review buku, interview dengan penulis, liputan acara buku, kegiatan perpustakaan, dll.  wah, keren kan, ada tv khusus punya orang Indonesia yang membahas masalah literasi .  Udah gitu jadi paling pertama lagi di Asia . Untuk mengetahui lebih lanjut bisa ke http://alineatv.com


Bersama Anggi, Host Writer Corner

Selamat Datang di Gedung Kompas Gramedia ^_^

4:49 PM 1 Comments A+ a-

Alhamdulillah...

Akhirnya kesampaian juga mau ke gedung Kompas Gramedia jl. Palmerah Barat.  Di gedung ini, terdapat dua kantor penerbit besar, yaitu PT. Gramedia Pustaka Utama dan PT. Elex Media.  Kedua penerbit ini merupakan penerbit dari kedua buku saya.. ehem ehem...  :D  Buku Kanker Bukan Akhir Dunia di terbitkan PT. Elex Media dan buku Pantangan dalam Bisnis di terbitkan PT. Gramedia Pustaka Utama.

Dulu... dulu banget...
Saya suka kepo membayangkan bagaimana sih jalan palmerah barat itu. Maklumlah, emak rempong plus narsis hihihi.. Saban saat membaca majalah, tabloid atau buku, trus tertulis alamat redaksinya jl.Palmerah Barat, rasanya takjubbb banget .  Keren banget ya pasti kantornya di jl. Palmerah Barat itu. 

Berfoto di depan gedung

Tapi suer.. ngga nyangka akhirnya bisa terwujud bisa datang kesini bahkan menjadi bagian penulis dari kedua penerbit itu.  Walaupun saya hanya sebutir debu dari para penulis keren lainnya tapi saya sudah bersyukur sekali bisa nembus kedua penerbit itu (hik hik.. ambil tisu ngusap air mata bahagia)

Sebelum ke sana, saya sempat konfirmasi dulu  ke mba Indari Mastuti owner Indscript Creative , agensi naskah saya.  Mba Indari dengan senang hati meminta stafnya, mba Chika,  untuk mengkomunikasikan rencana kedatangan saya ke editor elex media.  Alhamdulillah, langsung di respon editor saya dan janjian jam 3 sore.  Nah, berhubung janjian sore, saya sempatin pagi nya ke rumah sakit Harapan Kita buat kontrol . Satu kali kayuh, dua pulau terlampaui hihihi..

Di depan resepsionis

Aku dan Produk Kosmetik EnvyMe

2:40 PM 0 Comments A+ a-

Kalo boleh jujur, sebenarnya saya bukan seorang perempuan yang suka berdandan untuk sehari hari. Bagi saya, bedak dan lipstik dengan warna kalem, menjadi pilihan saya. Kecuali kalo ada acara khusus seperti nikahan saudara, acara resmi, atau yang mengharuskan dandan rapi.  Barulah saya kudu berdandan make up, itu pun kadang harus menyewa make up profesional. Ngga mungkin kan saya dandan sendiri kalo pas saudara nikahan, pasti amburadul deh hehehe...

Nah, begitu pula dengan perawatan kulit, saya lebih memilih bahan produk yang lebih natural. Kalau nemu produk seperti ini, tentu saya akan senang hati memakainya.  Apalagi saya kan survivor kanker, pasti sebisa mungkin pakai produk yang aman aman dan tentu saja berkualitas hehehe.

Hadiah cantik dari envyMe cosmetic

Rupanya keinginan saya terkabul juga.  Pas acara penganugrahan Kartini Next Generation 2015 yang diselenggarakan Kominfo, saya beserta para finalis lainnya dapat hadiah paket cantik dari kosmetik envyMe. Wow, paket yang dikemas cantik itu berisi Body Wash dan Facial Peeling.  Kok bisa pas ya ama isi hati saya hehehhe.

Ablasi Radiasi Nuklir Lageeee, Semangat Terus ^_^

2:40 PM 14 Comments A+ a-

Sebenarnya saya sudah lama ingin menulis pengalaman saya saat ablasi radiasi ke 3 , tetapi belum sempat sempat juga. Hehehe.. memang kalau nulis tentang perjalanan pengobatan dan terapi itu, kadang bikin air mata mengalir sendiri hihihi.. #lebay dot com .  Tetapi berhubung , banyak teman teman yang nanya saya menuliskannya, jadi saya harus bangun dari kelebayan saya itu wkwkwkw


Jadi beginilah ceritanya...

Jadwal saya ablasi nuklir isotop iodine 131, tanggal 9 Februari 2015 tempo hari (aihhh lama bangeet ya baru cerita).  Nah, berhubung saya kudu menyiapkan kondisi fisik lebih prima untuk melawan gempuran isotop 131 ini, jadi tanggal 7 Februari 2015 saya sudah mendarat manis di salah satu kost di Jakarta buat istirahat.  Kost saya ini hasil rekomendasi dari Bunga, teman survivor yang juga koordinator Pita Tosca. Thanks Bunga...


Senin pagi, saya sudah puasa sejak jam 7 pagi. Berhubung di dekat kost banyak warung nasi, jadi pagi itu saya pesen makan nasi uduk yang banyak.  Nah, sekitar jam 11 an, saya sudah datang ke RS MRCCC siloam Jakarta.  Di rs ini, udah ngga asing bagi saya. Pasalnya, saya menjalani ablasi pertama juga disini. Jadi, hampir hapal setiap sudut ruangan, apalagi ruangan ablasinya. Hihihi...

Oh ya, sekalian saya jawab pertanyaan teman teman ya.. Apaan sih ablasi itu? kenapa sih saya betah sampai 3 x ablasi nuklirnya? Trus ada juga yang nanya, apa setiap kanker tiroid harus lebih dari satu ablasinya? Begini begini, ablasi radiasi nuklir dengan isotop iodine 131, merupakan terapi yang dilakukan oleh survivor kanker tiroid seperti saya. Tujuannya jelas untuk membersihkan dan menghambat pertumbuhan sel sel kanker yang ada di diri saya .

Nah, berhubung saya termasuk telat terdeteksi kanker dan telat melakukan pengobatan kanker, jadi mesti dilakukan cara yang lebih efektif dan berliku liku ceillleeeee...  Hal itu juga dilakukan karena stadium saya udah tinggi dan menyebar kebeberapa tempat, antara lain tulang belakang dan paru paru.  Jadi untuk mengobatinya perlu extra kerja keras..  eitsss, jangan kuatir, ada juga kok survivor kanker tiroid yang cukup sekali ablasi, sudah langsung sembuh alias tidak perlu ablasi lagi.  Tinggal menjalani proses pengontrolan rutin saja.

Oke, lanjut ya ceritanya.  Pas di rs MRCCC siloam, saya bertemu dengan konsulan dokter nuklir saya, yaitu dokter Joko. Sebenarnya saya ditangani dokter Ivana,  namun beliau masih cuti, jadi sementara saya ditangani dokter Joko.  Sessi konsultasi pun berjalan lancar, dan saya tidak lupa menyerahkan berbagai hasil pemeriksaan medis saya sebelumnya.  Dokter Joko melihat dan mengamati hasil medis saya tersebut, dan tertuju pada hasil MRI tulang belakang terakhir.

"Pasti rasanya nyeri sekali ya bu, kalau liat MRI tulang belakang ibu seperti ini?"tanya beliau sembari tertegun.

"Iya, dok. Sakit banget.  Tapi alhamdulillah sudah mulai berkurang nyerinya," jawab saya sembari mengingat kembali memori metase tulang belakang yang sungguh sakit bangetttt :'(



Dokter Joko pun kembali menjelaskan prosedur pelaksanaan ablasi. Sebenarnya saya sudah tahu prosedurnya, namun tetap saja berasa melakukan ablasi pertama kali lagi hihihihi..  Setelah melakukan konsultasi, saya memberikan buku Kanker Bukan Akhir Dunia kepada beliau dan berfoto bersama. Narsis sejenaaakkk


Resensi Buku Kanker Bukan akhir Dunia di majalah Paras

12:56 PM 0 Comments A+ a-

Alhamdulillah, buku Kanker Buman Akhir Dunia terbitan PT. Elex Media, diulas dalam resensi buku di majalah PARAS.  Terima kasih majalah PARAS ^_^


Catatan Khusus : Penganugrahan Kartini Nex Generation Award 2015

12:38 PM 1 Comments A+ a-

Tulisan ini di harian Kaltim Post, 4 April 2015



Saya merasa sangat beruntung dan bahagia bisa menjadi salah satu dari 22 finalis Kartini Next Generation 2015.  Para finalis KNG terpilih dengan proses yang sangat selektif, tidak hanya dinilai bagaimana kegiatan dan aktifitas yang dilakukan.  Tetapi juga bagaimana para finalis memanfaatkan TIK dalam kegiatan dan aktifitasnya.

Para finalis yang terpilih terdiri dari berbagai ragam latar belakang.  Ada yang konsen pada dunia pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan, sosial budaya, kemaritiman serta pemberdayaan perempuan.  Masing masing finalis berasal dari berbagai daerah dan memiliki kemampuan dan potensi luar biasa.  Para finalis terpilih berasal dari berbagai daerah, dari Sumatera hingga Papua,   dan ada pula yang berdomisi di Amerika Serikat.  Saya sendiri merupakan satu satunya finalis yang berasal dari Kaltim.

Pada penyelenggaraan  Kartini Next Generation 2015 ini mengambil tajuk  “Kartini Next Generation Awards 2014 : Woman as a Driver of Progress” .  KNG award 2015 di berikan kepada para perempuan Indonesia yang telah memberikan kontribusi nyata berupa kepemimpinan, keteladanan serta upaya tertentu yang mendorong terjadinya perbaikan kualitas dan kemajuan di lingkungannya secara konsisten.  Selain itu  dapat memberikan dampak positif bagi banyak orang dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).


Seleksi Akhir KNG 2015.

Setelah dinyatakan lolos sebagai  finalis Kartini Next Generation 2015, maka di lanjutkan dengan proses seleksi akhir 2015 di Jakarta. Saya dan para finalis KNG yang dari luar daerah mendapatkan fasilitas transportasi, penginapan dan akomodasi dari pihak Panitia KNG 2015.

Sebelum seleksi akhir dilaksanakan, saya memang sudah menyiapkan diri serta mempersiapkan bahan bahan yang akan di presentasikan di depan dewan juri.  Saya termasuk kategori kesehatan dan lingkungan, dimana saya mengambil tema edukasi dan sosialisasi Kanker kepada Masyarakat dengan memanfaatkan TIK.

Berfoto bersama finalis KNG 2015

Bersama sebagian finalis KNG 2015