Showing posts with label kanker. Show all posts
Showing posts with label kanker. Show all posts

Berdamai dengan Rasa Kecewa dan Marah


Apakah kita pernah merasakan rasa kecewa yang teramat sangat? Yang terkadang juga menyelipkan rasa marah dan sedih yang datang silih berganti? Hmm .. saya rasa semua manusia pernah mengalami hal itu.

Saya pernah berfikir, bila kita mengalami hal tersebut, maka waktu juga meredakannya. Seiring berjalannya waktu, rasa kecewa, rasa marah, rasa sedih dan entah berbagai rasa yang menguras energi itu, akan bisa sembuh dengan sendirinya. Tentu saja, waktu yang akan menjawabnya.

Tapi itu pikiran saya dulu...
Namun, hingga akhirnya saya kembali mengoreksi pikiran saya. Ternyata bukan waktu yang akan menyembuhkan semua rasa itu. Tetapi kembali kepada kita sendiri. Sejauh mana dan seberapa besar usaha kita untuk kembali memulihkan diri dan perasaan kita.

Saya ambilkan sebuah contoh. Anggap saja ada 2 orang yang mengalami sakit hati, yaitu Angela dan Anita.  Rasa sakit hati memunculkan rasa marah, rasa kecewa, rasa benci dan semua rasa negatif. Angela ternyata membutuhkan waktu selama bertahun tahun untuk melupakan sang mantan sekaligus bisa move on kembali. Sedangkan Anita, hanya membutuhkan waktu tidak begitu lama untuk kembali move on.  

Dari contoh di atas, bila di suruh memilih waktu untuk move on, tentu saya akan lebih memilih Anita. Saya tidak akan membuang waktu lama-lama untuk meratapi nasib dan bisa saja menyalahkan diri sendiri serta orang lain. Masih terbuka waktu dan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat.

Mengapa Angela dan Anita berbeda dalam menghadapi semua rasa energi negatif dalam dirinya? Ya, semua berpulang pada diri kepribadian masing-masing.  Sejauh mana usaha mereka bisa menerima keadaan itu, menata kembali hati, membuang semua rasa negatif serta berdamai dengan semuanya. 

Dan itu memang tidak mudah...
Tetapi bila kita tidak pernah berusaha mencobanya, bagaimana kita tahu bahwa semua itu mudah ataupun tidak mudah? Sekeras apa pun ujian di dunia ini, saya yakin Allah sudah mengatur hidup kita dengan begitu baik. Tinggal bagaimana kita intropeksi diri dan memfokuskan langkah apa yang akan kita ambil selanjutnya.

Seandainya memang masih kesulitan dalam menghadapi semua ini, tidak ada salahnya membutuhkan orang lain membantu kita. Bisa keluarga, sahabat, ataupun tenaga profesional. Semua sah-sah saja, asalkan sesuai dengan kenyamanan kita.

Dan... tentu saja..
Jangan lupa berdoa dan menyerahkan semua hasilnya kepada Allah ^_^

Kadang Lelah Melanda

Ada kalanya, saya merasa  lelah dengan berbagai  pengobatan yang penuh lika-liku perjuangan ini.

Dan hal itu juga yang terjadi kemarin sore. Ketika saya benar-benar merasa lelah dan lemah karena efek pengobatan kemoterapi. Saya sempat curhat dengan kondisi tersebut dan berfikir untuk menghentikan semua pengobatan.

Tanpa kami sangka, Lupi mendekat dan tiba-tiba ikut berbicara.

"Mama jangan ngga berobat. Lupi ngga mau, kalau nanti ngga punya mama lagi ".

Sebuah kalimat polos dan lugu dari mulut Lupi, sontak menyadarkanku dan membuat dadaku bergetar hebat.  Ya Allah,  begitu kuat keinginan serta harapan anakku untuk terus melihatku tetap hidup.

Maafkan mama ya, nak.
Yang terkadang sempat merasa lelah dan down dengan kondisi yang ada.

Mama janji, mama akan coba terus berjuang dan tetap berdoa untuk menjalani ini semua.


Penghargaan Survivor Kanker Terinspiratif Kaltim 2017


Pada hari Sabtu, 4 Februari 2017 kemarin bertepatan dengan pelaksanaan World Cancer Day 2017 Kaltim,  merupakan hari yang sangat berkesan dan mengharukan bagi saya dan mba Sawiningtyas.


Di tengah-tengah pelaksanaan acara WCD di Big Mall Samarinda, kami mendapatkan kejutan berupa penghargaan sebagai "Survivor Kanker Terinspiratif Kaltim 2017.  Dimana penghargaan di berikan oleh Dokter Samuel Kelvin selaku salah satu narasumber pada acara tersebut

Semoga saja dengan penghargaan ini akan memacu saya dan mba wiwin menjadi pribadi lebih baik dan lebih bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Sekaligus terus membuat kami terus bersemangat dalam mengedukasi dan mensosialisasikan mengenai kanker kepada masyarakat.  Aamiin.

#worldcancerday2017
#harikankersedunia2017
#wecanican
#kankerbukanakhirdunia

World Cancer Day 2017 Kalimantan Timur

Yuk teman-teman di Kalimantan Timur khususnya di Samarinda, mari  bergabung dengan kami dalam acara memperingati Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day di Samarinda. Tunjukan kepedulian dan kebersamaan kita untuk turut mendukung dan menyupport teman-teman survivor serta turut mendukung edukasi kanker kepada masyarakat Kalimantan Timur. .
.

CISC (Cancer Information and Support Center) Kalimantan Timur Mempersembahkan :

WORDL CANCER DAY 2017 dengan Tema "We Can, I Can" , yang di rencanakan akan di laksanakan pada :

Hari/ Tanggal : Sabtu, 4 Februari 2017
Tempat : BIG Mall Samarinda
Waktu : 10.30 - 15.00 Wita

Dengan Rangkaian Acara :

1. Talkshow Edukasi Kanker dengan narasumber :
a. Dr. Samuel Kelvin Ruslim, Sp.Onk.Rad (Kepala Radioterapi RS Umum Abdul Wahab Syahranie Samarinda)
b. Ibu Wahyu Nhira Utami, M.Psi
(Psikolog Klinis RS Umum Abdul Wahab Syahranie Samarinda)
c.  Ibu Diana Ticoalu, Amd.Gizi SKM
(Ahli Gizi RS Umum Abdul Wahab Syahranie Samarinda)

2. Senam Yoga bersama Ellie Hasan (Praktisi Yoga)
3. Penampilan Band Accoustic
4. Pembagian Brosure Edukasi Kanker


Pita Tosca Dan Harmoni Amourest


Alhamdullillah,
Sebuah video kejutan manis dari sahabat saya mak Kartika Sari, mba Apsari dan mas Irawan beserta teman-teman dari Harmoni Amourest.  Sungguh tidak menyangka akan mendapatkan video support ini.

Apalagi kehadiran Harmoni Amourest memang spesial hadir di tengah-tengah acara Pita Tosca DIY dan Jateng di Solo.  Saya sendiri memang sempat sedih sekali tidak bisa hadir pada acara Pita Tosca mengingat kondisi fisik saya yang tidak memungkinkan.

Namun, mak Kartika benar-benar jadi sahabat yang tahu kegundahan saya hehehe. Dan dia juga tahu saya sudah suka banget sama lagu Luar Biasa Harmoni Amourest. Mak Tika bahkan berjanji akan menyampaikan salam spesial saya buat teman-teman Harmoni Amourest.

Pertama kali dengar lagu Luar Biasa, saya langsung suka. Selain musiknya yang memikat hati, lirik lagunya pun sungguh inspiratif dan menyentuh. Sangat pas bila di katakan sebagai salah satu lagu penyemangat buat para survivor.  Lagu Luar Biasa Harmoni Amourest bisa di lihat di sini ya https://m.youtube.com/watch?v=TTeSbvvQn20

Dan...video dukungan mereka  ini benar-benar kejutan buat saya. Makasih yaaa mak tikaaaa sayang, mba Apsari, mas Irawan dan teman-teman Harmoni Amourest



Rencana Instalasi Kedokteran Nuklir di Kaltim

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu saya berkesempatan bertemu dengan dr Hapsari Hapkido. Dokter Kido adalah dokter nuklir yang nantinya akan bertugas di kedokteran nuklir RS Umum Abdul Wahab Syahranie Samarinda. Kebetulan saya juga pernah bertemu beliau pada waktu beberapa tahun lalu di RS Hasan Sadikin Bandung.

Tentu saja kehadiran beliau di RS Umum A Wahab Syahranie Samarinda, membawa angin segar bagai kami pejuang tiroid. Karena memang tiroid lebih sering di kaitan dengan pengobatan kedokteran nuklir.

Selama ini, kami para pejuang tiroid harus di rujuk berobat ke Bandung atau Jakarta untuk melanjutkan terapi nuklir, karena memang di Kaltim waktu itu belum ada instalasi kedokteran nuklir.

Tentu bisa di bayangkan, betapa banyak pengorbanan biaya, waktu dan tenaga yang di  butuhkan oleh pejuang tiroid bila ingin melanjutkan terapi pengobatan keluar daerah.  Kami pun harus antri panjang menunggu jadwal berobat untuk radiasi ablasi nuklir, mengingat begitu banyaknya penjuang tiroid yang ingin berobat, namun masih terbatasnya fasilitas kesehatan.

Walaupun kabar baiknya sekarang BPJS sudah menanggung pengobatan nuklir, tetapi tetap hal itu diluar perjalanan akomodasi dan transportasi untuk sampai ke sana. Di sisi lain, tubuh fisik kami pun harus cukup fit selama perjalanan serta saat menjalani pengobatan nuklir di luar daerah. 

Hingga tak jarang, ada saja pejuang tiroid yang akhirnya hanya bisa menerima kondisi karena keterbatasan biaya, waktu maupun kondisi fisik yang tidak memungkinkan ke luar daerah. Hal ini terjadi bagi teman teman pejuang tiroid yang berada di daerah yang jauh dari pengobatan kedokteran nuklir.

Dan syukur alhamdulillah, doa-doa kami para pejuang tiroid terjawab juga. Salah satunya dengan akan hadirnya Instasi Kedokteran Nuklir di Kaltim. Semoga saja segera cepat di realisasikan, sehingga akan banyak para pejuang tiroid di Kaltim khususnya dan Indonesia pada umumnya bisa turut merasakan manfaat dari pengobatan tersebut.

Terima kasih RS Umum Abdul Wahab Syahranie yang sudah berencana mewujudkan pengobatan instalasi nuklir di Kaltim. Semoga dengan kehadiran intalasi nuklir ini nantinya, dapat membantu para pejuang tiroid di Kaltim khususnya dan di Indonesia umumnya untuk bisa berobat.

Terima kasih Dokter Kido yang turut menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk mewujudkan instalasi nuklir di Kaltim.

Mohon doa dan supportnya dari.teman-teman semua, khususnya dari para pejuang tiroid di Kaltim dan Indonesia. Semoga kedokteran nuklir di Kaltim bisa segera terwujud.

Note :

Tulisan saya  buat dengan semangat dan rasa haru luar biasa ^_^


Kemoterapi Lagi? Mari Di Jalani Dengan Semangat !


Sebenarnya saya sudah merasakan ada yang tidak beres dalam tubuh sejak sebulan lalu. Tepatnya saat saya harus masuk IGD, di karenakan ada masalah dengan saluran kencing ketika itu.

Setelah menjalani serangkaian observasi, akhirnya memang saya harus bersabar ria dengan menggunakan kateter sementara waktu. Dokter onkologi menyimpulkan, karena kondisi saya yang bed rest terus serta adanya metastase di tulang belakang. Hal itulah yang membuat masalah di saluran kencing.

Baiklah, untuk sementara waktu, saya harus bersahabat dengan kateter ini hihihi. Salah satu sahabat saya ikut menghibur, dengan mengatakan bahwa saya keren dengan membawa 'souvenir' dari rumah sakit. Wkwkwkw. Aneh aja, katerer begini di bilang souvenir .

Nah, ternyata, kesabaran saya lagi-lagi kembali uji.  Sebenarnya saya tuh juga mikir, apakah stok kesabaran saya ini bisa bertahan apa tidak untuk kedepannya ya. Saya sih berharap, kesabaran itu akan tetap terus ada. Amin amin.

Jadi ceritanya, minggu siang itu, saya merasakan sesak nafas yang cukup mengganggu. Memang sih, saya lagi flu berat saat itu. Tapi rasa sesak nafas itu tidak bisa reda-reda juga, walaupun saya sudah minum obat flu.

Belum lagi saya balurin tubuh dengan minyak kayu putih, minyak aromaterapi, hingga pakai inhaler hidung. Pokoknya semua di lakukan. Sampai-sampai bolak balik pakai selang oksigen. Felling saya udah langsung ngerasa, kalau ini bukan perkara biasa. Tanpa nunggu waktu lagi, saya langsung nelpon ambulan dan segera ke UGD.

Sesampainya di UGD, dokter langsung mengobservasi dan memerintahkan perawat untuk cek EKG Jantung, cek darah lengkap dan pasang selang oksigen. Saya pun menginap di rumah sakit hari itu.

Dan saya merasa bahagia dan terharu, ketika keluarga dan teman-teman turut datang menjenguk saya. Terima kasih teman-teman.

"Dia" Bertamasya Lagi di Paru

Selama beberapa hari di rumah sakit, dokter bersama timnya melakukan observasi kepada saya. Selain saya juga melanjutkan kemo tulang zometa rutin sebulan sekali, saya pun juga menjalani rontagen paru-paru.

Seingat saya, terakhir menjalani rontagen paru-paru pada tahun 2016 lalu setelah kemoterapi obat doxorubicin. Waktu itu metastase paru-paru saya sudah respon dengan obat kemo tersebut. Dan kondisi stabil, walau metastase tulang belakang  yang masih bermasalah hhehehehe

Ternyata...
Dari Hasil rontagen paru paru terbaru saya tidak mengembirakan.  "Dia" atau kanker, kembali bertamasya ke paru-paru.  Tentu saja hal ini sempat membuat saya gemes, lemes, sedih, dan berbagai perasaan nano-nano deh. 

Bagi survivor seperti saya, kehadiran kembali kanker bertamasya tersebut, nyaris sama dengan perasaan terjun bebas dari puncak gunung hehehe.  Tapi bagaimana pun juga, saya kembali berusaha menguatkan diri.  Apapun hasilnya, saya harus berusaha iklas, sabar, dan lanjut ikhtiar berobat. Biarlah Allah nanti yang menentukan hasilnya.

Saya juga bersyukur, sampai sekarang masih bisa di tangani oleh dokter onkologi saya . Terhitung sejak Januari 2013  saat pertama saya tervonis kanker tiroid stadim lanjut hingga Januari 2017 ini. Berarti sudah 4 tahun beliau menangani saya. Semoga beliau terus di berikan kesehatan dan kekuatan Allah untuk terus mengobati kami para pasien kanker ya. Aamiin aamiin...

Oh ya, lanjut  bicara mengenai pengobatan. Setelah melihat hasil rontagen, dokter onkologi akhirnya mendiskusikan kelanjutan pengobatan kepada saya.  Mengingat paru-paru saya yang sudah menjadi tempat bertamasya kanker, akhirnya beliau merekomendasikan untuk melakukan kemoterapi doxorubicin ulang sebanyak 6 x dengan siklus per 3 minggu.

Sebenarnya untuk kondisi pasien kanker tiroid seperti saya, pengobatan radiasi ablasi nuklir merupakan pengobatan yang tepat. Hanya saja di Kaltim belum berjalan  pengobatan nuklir dan saya juga tidak memungkinkan secara fisik untuk berangkat ke luar daerah berobat. Akhirnya, dokter memutuskan tetap melanjutkan pengobatan di Samarinda dengan menggunakan kemoterapi sebanyak 6 x.

Sebelum melakukan kemoterapi, saya di minta untuk cek laboratorium darah lengkap. Saya juga di rujuk ke dokter paru-paru dan dokter jantung. Untuk ke dokter paru-paru, beliau memeriksa saya sekaligus memberikan obat untuk mengurangi masalah di pernafasan saya.

Sedangkan untuk dokter jantung, beliau melakukan pemeriksaan EKG dan ECHO jantung saya. Apabila semua hasil pemeriksaan tersebut bagus, maka saya di perbolehkan untuk lanjut kemoterapi. Alhamdulillah, semua hasil pemeriksaan itu bagus.
Dan sekarang, saya tinggal menjalani kemoterapi obat doxo sebanyak 6 x dengan siklus 3 minggu sekali. Selain itu tetap menjalani kemo tulang zometa sebulan sekali.

Semoga semua usaha dan ikhitar ini membawa hasil kemajuan lebih baik untuk selanjutnya. Aamiin..

#kankerbukanakhirdunia
#survivorkanker
#nevergiveup
#fight

Sakit Itu Mempererat Silaturahmi

Mungkin itulah salah satu hikmah terindah dari sakit yang saya alami.  Selama 4 tahun menjadi survivor kanker,  saya bisa merasakan banyak hikmah yang terjadi

Termasuk terjalinnya rasa silaturahmi dengan keluarga, sahabat dan teman-teman.  Baik yang sering bertemu, yang jarang bertemu bahkan yang sama sekali belum pernah bertemu. Terima kasih semuanya. Semoga Allah membalas kebaikan kalian. Amin

Saya terkadang merenung sendiri. Begitu indahnya Allah mengatur berbagai cara-cara yang sungguh tidak pernah saya duga sebelumnya.

Bila sebelumnya saya sempat berfikir, hidup saya akan berubah dengan hadirnya kanker ini dalam tubuh ini. Dan saya akhirnya kembali menegaskan, kanker memang merubah hidup saya.

Mata dan hati saya lebih terbuka dengan kehadiran kanker.  Kanker mungkin hadir  membawa berbagai cerita dalam hidup saya. Tetapi saya juga tidak memungkiri, ada banyak hikmah dan kebahagiaan yang saya rasakan.

"Hanya Allah Sebaik-baiknya Penolong..
"Hanya Allah tempat bergantung..

#cancersurvivor
#kankerbukanakhirdunia
#nevergiveup
#survivorkanker


Intropeksi Diri di Akhir Tahun 2016


Aku percaya, Allah selalu punya cara untuk menuntun umatNya agar selalu kembali kepada jalan yang di ridhoi. Dan aku percaya,  sakit kanker ini merupakan cara Allah menuntunku untuk ke jalanNya.

Memiliki kanker stadium 4 dalam tubuh, bukan saja bisa mengusik pikiran dan hati. Tetapi juga mengusik ketenangan dan kenyenyakan tidur. Bukan hanya karena mendapat predikat sebagai survivor kanker, tetapi juga harus bergulat dengan berbagai macam rasa. Terutama rasa tidak nyaman di tubuh, kram, sakit, nyeri, lemah, lemas, dan lain sebagainya.

Mungkin kalau bukan pertolongan dan kasih sayang Allah,  bisa jadi aku akan melewati hari-hari ini penuh dengan tangisan, amarah, emosi, dan rasa kecewa. Berada dalam posisi bed rest selama setahun lebih, ternyata memang bukan perkara yang mudah.  Begitu banyak luapan emosi dan perasaan yang kurasakan.

Tetapi lagi-lagi aku bersyukur dan terus bersyukur. Allah masih terus memberikan kekuatanku untuk bertahan dan semangat. Walaupun aku akui, kadang aku merasa perasaanku kadang up dan down. Tapi akan ada waktu, aku merasa harus bangkit dan menjalani hidup ini.

Pernah aku berfikir, bisakah aku merasakan bahagia dengan kondisi seperti ini?  Aku hanya berusaha untuk terus menjalani saja,  dan tidak ingin terlalu banyak berfikir yang aneh-aneh. Aku percaya, Allah yang maha kuasa membolak balikkan perasaan seorang hambaNya. 

Dan aku sebagai hamba Allah, hanya harus lebih menguatkan doa dan mendekatkan diri pada Allah. Meminta Allah agar bisa menjaga perasaan dan hatiku agar selalu terus bersyukur, ikhlas dan bahagia.

Aku juga berterima kasih kepada Allah yang telah memberikan keluarga, sahabat dan teman teman yang begitu baik dan terus mensupportku.  Secara tidak langsung kuakui, dengan predikat sebagai survivor kanker ini malah membuatku mendapatkan banyak kejutan. Khususnya pada jalinan silaturahmi dan pertemanan yang begitu tulus dan iklas.

Aku juga tidak menyangka, akhirnya bisa bertemu kembali dengan keluarga dan teman-teman yang lama tidak berjumpa. Bahkan, aku bertemu dengan banyak teman-teman baru yang saling support dan mendukung.

Dalam keadaan seperti ini, haruskan aku marah dengan kanker yang hadir dalam hidupku?  Disisi lain, kanker memang mengusik fisik dan terkadang mengusik pikiranku. Tetapi disisi lain, dalam kondisi seperti ini, aku juga menemukan banyak hikmah dan kebaikan di dalamnya.

Lagi-lagi, aku kembali memuji kebesaran Allah. Hanya Allahlah yang merupakan penulis skenario terbaik di hidup kita. Kita selalu menuntut segala hal yang terbaik untuk kita sesuai dengan kehendak kita. Padahal belum tentu hal itu yang terbaik di sisi Allah.


Hanya Allahlah sebaik-baiknya penolong dalam hidup kita...

Ketika Aku Memutuskan Berdamai Dengan Kanker


"Kanker Bisa Mengusik Fisikku,
Tetapi Tidak Akan Bisa Mengusik Impian dan Harapanku..."

Sampai hari ini, aku terus bersyukur karena Allah masih memberikanku nafas dan kesempatan untuk hidup.  Sungguh sebuah anugrah dan kebahagiaan yang tak terkira. Sudah hampir 4 tahun ini aku menjadi penyandang kanker.

Apabila mengingat kembali menerima vonis kanker,  aku seperti kembali sebuah kejadian yang tidak mungkin terlupakan dalam hidupku.  Saat itu, di pertengahan bulan Januari 2013, dokter memberitahu vonis kanker tiroid stadium 4, dimana kanker tersebut telah menyebar ke tulang belakangku.

Tentu saja hal itu membuatku terpuruk dan syok. Aku merasa sedih dan menyesal karena kerap menyepelekan kondisi kesehatan yang sering menurun. Padahal hal tersebut, sudah mengisyaratkan tubuhku tidaklah beres. Aku bahkan berandai-andai, bila waktu kembali, aku mungkin bisa mengubah keadaan dan vonis kanker tersebut.

Tetapi akhirnya aku sadar, semua yang kualami adalah merupakan ketentuan Allah.  Aku menyakinkan diri, pasti ada hikmah di balik semua ujian  yang di berikan Allah. Dan Allah pasti memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hamba Nya. 

Kehadiran kanker dalam hidup ini,  kuanggap sebagai intropeksi diri untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu, aku bisa mengisi hidup dengan  melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat.  Ya, aku menganggap hadirnya kanker ini sebagai kesempatan hidup kedua bagiku untuk menjadi lebih berarti dan bermanfaat.

Aku ingat sekali bagaimana menghadapi berbagai kurikulum kanker. Aku tahu,  jalan pengobatan yang kulalui tidaklah mudah dan bahkan berliku. Kanker yang telah menyebar ke tulang belakang dan ternyata juga ke paru-paruku, membuatku harus merasakan rasa sakit, nyeri, sesak nafas yang silih berganti. Kanker itu benar-benar datang berusaha mengusik tubuh ringkihku.
Saat awal-awal menjalani pengobatan kanker

Tetapi syukurlah, Allah masih memberikan kekuatan dan semangat bagiku. Aku pun meneguhkan hati untuk menjalani serangkaian treatment pengobatan kanker tiroid.  Dari operasi tiroid di leher yang di lakukan hingga berulang  5 kali, dan dilanjutkan harus menjalani radiasi nuklir, kemoterapi dan radiasi sinar.

Aku masih ingat pengalaman ketika menjalani ablasi radiasi nuklir setelah operasi tiroid.  Aku di haruskan meminum cairan nuklir iodine 131 yang berfungsi untuk memerangi sel-sel kanker dalam tubuh. Setelah itu, aku harus menjalani isolasi beberapa hari dalam ruangan khusus. Dimana hanya bertemankan sesama pasien ablasi.

Aku pun harus merasakan efek pengobatan radiasi yang cukup menguras fisikku. Rasa mual dan mau muntah, serta tubuh yang tidak nyaman. Namun, aku berusaha untuk tetap bisa bertahan dan kuat dalam menjalani pengobatan.  Terbayang di benakku, wajah anak-anak yang selalu menyayangiku. Aku harus kuat demi mereka.

Dan aku pun berhasil menjalani treatment pengobatan radiasi tersebut selama 3 kali. Sungguh sebuah kebahagiaan yang luar biasa saat itu. Apa lagi, kondisi tubuhku menjadi lebih stabil dan jauh lebih sehat dari sebelum menjalani treatment pengobatan.

Aku semakin giat melakukan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat.  Aku merasa, Allah memberikan kesempatan padaku agar aku bisa berbagi manfaat dan inspirasi  bagi orang lain. Aku pun  sering sekali memberikan dukungan semangat dan memotivasi kepada teman sesama penyandang kanker.
Salah satu edukasi kanker yang kulakukan
Lewat siaran radio

Aku juga terus melakukan edukasi kanker melalui tulisan-tulisan di blog maupun media serta buku.  Aku belajar banyak dari pengalamanku yang telat mendeteksi kanker. Karena itu, aku ingin terus berbagi pengetahuan,  informasi dan pengalamanku menghadapi kanker.  Aku sungguh berharap, agar jangan ada lagi orang terlambat deteksi kanker seperti yang kualami dulu.

Kankerku Kembali Bermetatasis

Pertengahan tahun 2015,  aku kembali di hadapkan dalam sebuah situasi yang tidak  kuduga. Ya, kankerku kembali bermetastasi ke tulang belakang. Kali ini bahkan membuatku nyaris lumpuh dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Saat itu aku sempat bersedih dan merenung. Kenapa kanker itu kembali hadir dan membuatku tidak bisa beraktifitas banyak dari atas tempat tidur?  Aku seperti di kembalikan dalam kilas balik hidupku. Dan akhirnya aku menemukan jawabannya.

Ya,  aku harus kembali mengatasi mind yaitu pola pikirku. Aku tidak boleh larut dalam kesedihan, karena hal itu akan membuat tubuhku semakin lemah dan drop. Aku mencoba menelaah semua yang terjadi. Aku kembali menyakinkan diri, apapun kondisi fisikku saat ini, tidak akan membuatku terpuruk lebih lama.

Aku memutuskan berdamai dengan kanker dalam tubuhku. Aku berusaha menerima kehadiran kanker menjadi bagian hidupku.  Hal itu membuat hatiku menjadi lebih ringan dan aku lebih siap melanjutkan berbagai kurikulum kanker . Aku melanjutkan pengobatan kemoterapi sebanyak 6 x yang membuat kepalaku botak plontos, serta berbagai efek mual dan muntah yang kurasakan.
Efek kemoterapi yang membuat kepalaku botak
Kemudian di lanjutkan dengan radiasi sinar sebanyak 20 x di daerah tulang belakangku. 
Aku harus membenahi kembali soul atau jiwaku.  Aku akui,  bisa jadi kenapa kankerku kembali bermetastasis, salah satunya karena faktor jiwa khususnya manajemen stressku yang masih tidak baik. 

Aku menjadi sadar, kekuatan terbesar dalam menghadapi kanker, bukan hanya berdasarkan treatment pengobatan yang di jalani atau sekedar menjaga pola makan saja. Tetapi terletak dari bagaimana ketenangan jiwa serta menjaga diri agar bebas dari stress.

Dari sinilah, aku berusaha kembali meluruskan niat dalam hidupku. Aku berusaha memperbaiki ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Aku berusaha berdamai dengan masa lalu dan memaafkan berbagai hal yang pernah membebani pikiranku.  Batinku menegaskan, bagaimana kondisiku, aku harus tetap bisa terus damai dan bahagia.

Aku kembali belajar makna bersyukur dan iklas. Memulai dengan mensyukuri hal-hal kecil dan dan sederhana dalam hidupku yang dulu jarang kupikirkan.  Mensyukuri masih bisa bangun pagi,  memiliki anak-anak yang baik, suami dan orang tua yang perhatian, teman-teman yang peduli padaku.
Serta banyak hal lain yang patut kusyukuri dan  sekarang bisa aku lihat sesungguhnya.
Anak-anak kekuatan dan kebahagiaanku

 Sungguh tidaklah mudah,  dan aku masih terus belajar dan belajar dalam menjalaninya. Dalam kondisiku sekarang, aku pun lebih sadar, bahwa hanya Allah satu--satunya tempat bergantung. Dan aku sebagai hambaNya, harus bisa menjalani hidup ini sesuai koridor yang Allah tentukan.

Hingga saat ini, aku masih terus berusaha memberikan semangat dan motivasi kepada teman-teman penyandang kanker yang masih terus berjuang.  Aku juga berusaha untuk terus menyebarkan edukasi dan pengetahuan mengenai Kanker kepada masyarakat.  Aku sadar, mungkin apa yang kulakukan , tidaklah banyak dan bisa jadi tidak maksimal. Tetapi aku selalu berdoa kepada Allah, agar semua ini bisa bermanfaat bagi diriku dan orang lain. Amin...

Hikmah di Balik Kanker

Aku tahu semua kurikulum kanker itu kadang begitu melelahkan, bahkan menguras fisik, tenaga, biaya dan terkadang menguras air mataku.  Namun aku juga tidak bisa menapik, bahwa banyak hikmah yang kudapatkan setelah menjadi penyandang kanker.

Aku semakin sadar, begitu banyak support dan dukungan yang berikan keluarga dan teman-teman kepadaku.  Sungguh, aku bersyukur, ternyata melalui vonis kanker ini, Allah membukakan mataku dengan begitu banyak cinta dan support dari orang lain.

Aku tahu, hingga saat ini aku masih terus menjalani treatment kanker. Namun, aku merasakan banyak perubahan positif dalam diriku. Setidaknya aku berhasil untuk terus bersemangat dan memberikan aura positif untuk diriku dan orang lain. 

Keterbatasan fisik yang kualami, tidak menghalangiku untuk terus berbagi dan memotivasi orang lain. Semua itu juga bersumber dari  anugrah Allah Swt, serta dukungan dari orang-orang yang peduli padaku.  Termasuk juga dengan komitmenku sendiri untuk terus memanfaatkan sisa-sisa waktu hidupku untuk kegiatan yang berarti dan bermakna.
Dukungan Keluarga menguatkanku

Ada banyak kejadian mengharukan yang kurasakan, dan semuanya semakin menguatkan hatiku, bahwa Allah memang pembuat skenario utama dalam hidup ini.  Misalnya saja, aku beberapa kali di pertemukan dengan sesama survivor kanker. Mereka yang awalnya masih sedih dan down mengadapi vonis kanker, akhirnya kembali bersemangat setelah saling kenal dan support. Dan aku percaya, pertemuan-pertemuan tersebut, memang  Allah yang mengaturnya.

Dan kejadian lain yang mengharukan bagiku, saat aku harus mengisi acara bedah buku sekaligus edukasi kanker kepada masyarakat. Saat itu kondisiku sudah berbaring di tempat tidur. Sehingga aku harus di bawa dengan ranjang brangker ambulan ke tempat acara.   Sungguh kejadian yang luar biasa dan sekaligus mengharukan. Apalagi saat yang bersamaan, aku mendapatkan penghargaan literasi dari pemerintah daerah dan di saksikan oleh keluarga, kerabat, teman-teman survivor .
Acara bedah buku dan edukasi kanker yang kulakukan
Aku ingin terus  menyampaikan dan memberikan spirit kepada teman-teman penyandang kanker. Kanker bukanlah akhir dunia yang akan membuat kita bisa runtuh terpuruk.  Justru sebaliknya, dengan adanya vonis kanker ini, bisa di jadikan momentum bagi kita. Kita bisa memilih bangkit dan menjalani berbagai kurikulum dalam menghadapi kanker. 

Seandainya memang masih bingung dan ragu dalam menghadapi kanker, maka janganlah menyerah. Terus cari berbagai informasi dan pengetahuan yang terpercaya mengenai kanker.  Termasuk bisa bergabung dengan komunitas support kanker yang bisa menjadi wadah saling support, motivasi dan menguatkan sesama penyandang kanker.

Berkenalan dengan Lavender

Perkenalanku dengan Lavender Ribbon CA Support group, di mulai saat aku mengenal mba Indira Abidin di sosial media facebook.  Saat itu, salah seorang teman facebook  menshare tulisan status  mba Indira Abidin. Aku pun segera berteman dengan mba Indira di FB serta sering membaca tulisannya blog  http://www.indiraabidin.com/
Lavender Ribbon

Jujur saja, hati aku langsung 'klik' dengan tulisan-tulisan  mba Indira yang menurutku sangat meneduhkan dan menginspirasi.  Apalagi setelah aku tahu kalau mba Indira juga seorang survivor kanker yang tetap aktif berkarya dan menginspirasi.
Sungguh,  hal ini sangat berkesan untukku dan aku  yakin bagi para survivor lainnya. Mba Indira membuktikan, bahwa kanker tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus berbagi, berkarya dan menginspirasi.

Aku pun akhirnya tahu, kalau mba Indira merupakan founder Lavender Ribbon CA Support Group. Lavender merupakan sebuah support group kanker,  di mana memiliki misi menjadi forum komunikasi dan edukasi untuk mendukung metode penyembuhan yang holistik dan integratif bagi para penyandang kanker.

Ada  beberapa nilai-nilai yang diusung tinggi oleh Lavender Ribbon Cancer Support Group.  Nilai-nilai itu adalah Nilai Kekeluargaan, Nilai Loving and Caring – Cinta dan Dukungan, Nilai KeTuhanan, dan Nilai Pemberdayaan diri. 


Tentu saja kehadiran Lavender Ribbon Cancer Support Group akan membawa  kehangatan dan angin sejuk bagi para penyandang kanker dan juga masyakarat umum.   Khususnya bagi para penyandang kanker, mereka tidak lagi merasa sendiri dan kebingungan dalam menghadapi vonis kanker ini.  Dengan adanya Lavender, para penyandang kanker dan keluarga mereka akan mendapatkan wadah support untuk saling berbagi kekuatan dan motivasi.  Tentu saja hal ini akan sangat bermanfaat dan berpengaruh positif dalam proses pengobatan dan kesehatan teman teman penyandang kanker.  Mereka akan saling berbagi dan mendapatkan berbagai informasi dan pengetahuan terkait penyakit kanker .

Ada banyak kegiatan Lavender yang telah lakukan terkait saling menyupport dan memotivasi para penyandang kanker. Termasuk membuat group whatsapp, telegram dan BB bagi para penyandang kanker dan memberikan bantuan secara kelompok.

Tentunya  kita pun bisa turut memberikan bantuan dan support dukungan bagi teman-teman survivor kanker yang membutuhkan.   Masih banyak di antara survivor kanker yang masih membutuhkan dukungan dan support dari keluarga, sahabat, teman dan orang-orang yang memiliki cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama.

Aku berharap Lavender akan terus maju dan berkembang seiring waktu.  Masih banyak orang-orang membutuhkan kehadiran Lavender.   Semoga saja Lavender akan menjadi salah satu wadah support group yang terus bermanfaat di Indonesia dan bahkan di dunia.

 Yuk , mari kita sama - sama bergandeng tangan untuk membantu dan mensupport para survivor melalui Lavender Ribbon Support Group.

Bagi teman-teman yang ingin turut mendukung berbagai kegiatan Lavender,  bisa  dengan cara mengirim donasi: Yayasan Lavender Indonesia, Bank Mandiri :  no rekening - 1270007342932.

Bila  ingin bergabung dan mengetahui lebih lanjut mengenai Yayasan Lavender, bisa klik ke web : www.TamanLavender.wordpress.com atau bisa juga  :
Twitter            : @TamanLavender
Facebook       : tamanlavender.org
Fanspage FB : TamanLavenderku
g+                    : lavenderribongroup
IG                     : tamanlavender
Email               : lavenderribbongroup@gmail.com




Kanker & Sekolah

Menjalani hidup sebagai survivor kanker itu, sering kali saya ibaratkan seperti sekolah kembali.  Bila dalam sekolah ada berbagai pelajaran dan ujian yang harus di ikuti, maka begitu pula bila berhadapan dengan kanker.

Berhadapan kanker , mau tidak mau kita juga harus banyak belajar. Tidak hanya belajar mengenai penyakit kanker dan pengobatan yang akan di jalani. Tetapi juga belajar arti semangat, optimis dan belajar mengenai makna harapan.  Dan yang terlebih penting, kita juga belajar untuk lebih iklas, sabar dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Kita lebih mengerti dan paham, bahwa semua kehidupan kita sudah di atur Oleh Allah.  Tidak ada tempat lain bergantung di dunia ini selain hanya kepada Allah.  Teruslah berusaha dan berdoa, biarkan Allah yang menentukan hasilnya.

Dan satu lagi persamaan antara sekolah dan kanker, yaitu pada nilai rapor. Bila pada sekolah, kita akan mendapatkan nilai rapot bagus atau pun merah. Begitu pula ketika pengobatan kanker. Ada kalanya hasilnya bagus, dan ada kalanya hasilnya merah :)

Dan kesamaan keduanya lagi adalah, ketika menerima rapor, tidak peduli hasilnya baik ataupun merah, semua tergantung dengan kita menyikapinya. Pilihan pertama : Apakah akan terus maju dan berjuang? Ataukah  Pilihan Kedua :  Hanya bisa diam dan meratapi kesedihan?

Dan, saya memilih melakukan PILIHAN PERTAMA

# edisi abis menerima rapor CT Scan ^_^


Menjalani Hari-hari Bersemangat Bersama Formula Rasayana


Menyandang gelar sebagai survivor kanker tiroid stadium lanjut, tidak lantas membuat saya larut dalam kesedihan dan rasa terpuruk. Saya kembali tersadarkan, bahwa Tuhan pasti sudah mengatur hidup saya sebaik-baiknya.Tinggal bagaimana saya menjalani dengan semangat dan bersyukur.

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya di blog ini, ternyata kanker di dalam tubuh ini kembali bermetastatis di tulang belakang dan membuat saya menjadi harus bed rest di tempat tidur. Dan selanjutnya saya menjalani pengobatan radioterapi atau radiasi sinar tulang belakang sebanyak 20 kali.


Rupanya kondisi fisik saya selama menjalankan radiasi sinar , seperti roller coster (heheheh). Kadang stabil dan kadang tidak jelas seperti apa. Maklum saja, saya harus melakukan radiasi sinar setiap hari (senin – jumat). Dan berarti saya pun harus bolak balik naik ambulan selama perjalanan rumah ke rumah sakit. Belum lagi terkadang efek mual, pusing dan lemes, akibat radiasi. Benar-benar menguras tenaga, biaya, dan lebay hehehehe

Saya pun berupaya konsultasi dengan dokter yang merawat saya dan beliau memberikan berbagai masukan agar kondisi tetap stabil. Saya juga menanyakan apakah beliau punya rekomendasi produk yang bagus untuk menjaga vitalitas dan daya tahan saya. Beliau pun akhirnya mengenalkan saya dengan dokter Joshua S. Lie, ND, BHSc(CompMed), seorang dokter naturopati yang tinggal di Jakarta.

Jujur, saya sempat kepo mendengar naturopati, karena memang baru pertama kali mendengarnya. Menurut dokter saya, Produk naturopati dari dokter Joshua adalah produk herbal yang bisa sinergi dengan pengobatan medis yang saya lakukan. Terutama untuk meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh pasien kanker seperti saya yang sedang menjalani pengobatan medis. Saya bahkan langsung searching internet untuk tahu lebih dalam mengenai naturopati ( heheheheh)

Akhirnya malam itu, saya menguatkan tekat untuk menghubungi dokter Joshua melalui Whatsapp dan berlanjut dengan telpon . Untung saja dokter Joshua cukup bersabar menerima telpon dan juga berbagai pertanyaan dari emak rempong seperti saya (maafkan saya ya dokter).

Setelah diskusi panjang dan cukup alot , saya pun memutuskan untuk mengetahui lebih dalam mengenai naturopati. Dan sampailah saya ke website dokter Joshua yaitu di www.joshualie.com
Serta praktek beliau di klinik Karuna Holistic Wellness Centre, Jakarta Barat dengan www.karunaholisticwellnesscentre.com.
Dari berbagai diskusi dengan dokter Joshua dan di perkuat berbagai literatur dan sumber , akhirnya saya memutuskan mengkonsumsi produk formula Rasayana yang beliau berikan.

Berkenalan dengan Rasayana

Bagaimana bentuk dan rasa formula Rasaya? Hmmmm.. formula Rasayana yang di berikan dokter Joshua, berbentuk cairan. Rasanya pun cukup pahit, namun saya berusaha tegar menghadapi kepahitan itu. Hihihii... Pokoknya demi tubuh biar fit dan semangat.

Formula Rasayana ini di minum 3 kali sehari dengan dosis 5 ml . untuk cara meminumnya, di campur dengan air panas atau hangat terlebih dahulu. Bisa juga di campur dengan madu dalam gelas tersebut. Untuk beberapa hari awal, saya bertahap mencobanya. Dari 1 kali sehari, lanjut 2 kali sehari, hingga 3 kali sehari.

Setelah menggunakan produk ini, ada perubahan yang saya rasakan. Selain tubuh saya lebih fit, saya juga mengalami kemudahan dalam masalah pencernaan. Dan lebih mengejutkan lagi, Biasanya HB dan leukosit saya jarang sekali dalam nilai bagus (sabar.. sabar...). Saat saya mencoba cek darah rutin, jumlah Hemaglobin (HB) dan leukosit saya sudah semakin membaik dan batas ambang normal. 

Formula Herbal Rasayana Untuk Pasien Kanker

Ternyata, kekepoan saya untuk tahu lebih banyak mengenai naturopati khususnya formula Rasayana pun kembali berlanjut. Dan dokter Joshua bersedia berbaik hati membantu saya untuk menjelaskan Rasayana ini.

Menurut dokter Joshua, Rasayana ini merupakan sebuah formula penting dalam pengobatan Ayurveda. Ayurveda sendiri adalah ilmu pengobatan alami tradisional dari India yang sudah berusia 5000 tahun. Kata Ayurveda berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiridari kata ayur (hidup) danveda (pengetahuan). Jadi arti Ayurveda adalah ”ilmu pengetahuan tentang kehidupan”.

Rasayana terdiri dari kata rasa (esensi vital) danayana (masuk) yang berarti zat-zat yang masuk ke dalam esensi vital manusia.Rasayana bersifat menguatkan daya kehidupan dalam diri manusia, meremajakan kesehatan dan dipercaya dapat memperpanjang usia. Hal ini mirip dengan formula herbal kaum Taoist dari Cina yang memiliki racikan herbal untuk panjang umur (longevity).

Herbal Rasayana bersifat rejuvenative atau memulihkan kesehatan, jadi bisa di manfaatkan oleh pasien-pasien kanker yang sedang mengalami penurunan fungsi daya tahan tubuh dan stamina yang disebabkan oleh penyakitnya atau oleh karenaterapimedis yang sedang dijalankan (operasi, radiasi, kemoterapi). Jadi herbal Rasayana berfungsi sebagai pelengka terapi medis (complementary medicine).

Formula Rasayana yang saya konsumsi, ternyata di racik sendiri oleh dokter Joshua. Dimana beliau menjelaskan kandungan dari formula rasayana tersebut, terdiri dari :

1.Astragalus (Astragalusmembranaceous) : immune system.  Herbal yang berguna untuk menguatkan system kekebalan tubuh dan meningkatkan vitalitas manusia. Astragalus sering dipakai menunjang terapi kanker dan AIDS. Astragalus bersifat anti oksidan dan melindungi organ hati dari kerusakan.
2.Rehmannia (Rehmanniaglutinosa): immune system, blood tonic.
Berguna untuk memelihara system imunitas tubuh dengan cara menormalisasi hormon stress kortisol dan kelenjar adrenal. Juga terkenal sebagai tonik darah (meningkatkan produksi darah)
3.Reishi mushroom (Ganodermalucidem): immune system, lungs tonic.
Reishi, untuk meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur. Reishi meningkatkan system imunitas, menurunkan tingkat gula darah dan kolesterol, serta bersifat menenangkan dan membantu pengeluaran dahak (menyehatkan paru-paru). 
4.Ashwagandha (Withaniasomnifera): adaptogen, nervine.
Bermanfaat untuk member energi stamina tapi juga bersifat menenangkan. Herbal ini menyeimbangkan system imunitas dan bersifat anti-inflamasi. 
5.Gotu kola (Centellaasiatica): adaptogen, tissues healing, brain tonic, circulatory support.
Salah satu herbal Rasayana yang sangat penting untuk menyegarkan otak dan system saraf, menahan laju penuaan dan kepikunan.Sifatnya menyejukkan dan menenangkan pikiran, berguna untuk pembaharuan jiwa.
6. Ginger(Zingiberofficinalis): warming herb, carminative, support Agni and digestive function.
herbal yang sifatnya hangat dan membantu sirkulasi darah. Jahe berguna untuk meningkatkan system pencernaan, mengurangi kembung, gas, dan rasa mual-mual misalnya setelah kemoterapi.


Beberapa tanda dan gejala pasien membutuhkan herbal Rasayana, yaitu apabila jumlah sel darah merah dan/atau sel darah putih pasien menurun, stamina menurun dan cepat letih, tampak pucat. Selain itu juga tangan dan kaki mudah dingin, mudah jatuh sakit, pikiran susah focus, sering mengantuk. 

Saya sendiri juga merasakan beberapa gejala seperti itu , sebelum mengkonsumsi herbal rasayana. Namun setelah mengkonsumsi Rasayana, saya rasakan perubahan yang cukup berarti dalam tubuh saya. 

 Jadi bagi teman teman yang merasakan gejala tersebut, bisa coba untuk konsumsi produk rasayana ini.  Untuk mendapatkan produk ini, bias langsung hubungi dokter Joshua Lie HP/WA: 081297875088.
E-mail: sujono_lie@yahoo.com ,  website www.joshualie.com atau di klinik beliau di Karuna Holistic Wellness Centre

Karuna Holistic Wellness Centre

Karuna adalah pusat terapi holistic dan alami yang di kelola dokter Joshua Lie.Tempat ini terdiri dari:
retail yang menjual produk-produk kesehatan alami, ruang konsultasi Naturopathy dan Energy Healing, ruang konseling (TAT, Bach Flower Remedies), yoga& meditation studio, Infra red sauna
www.karunaholisticwellnesscentre.com
Telp: 021-5678264
HP/WA: 081287783338

Mempersiapkan Diri Untuk CT Scan


Kali ini, saya akan bercerita mengenai pengalaman saya menjalani CT Scan pada Hari Senin, 31 Oktober 2016 lalu.  Sebenarnya ini bukan CT Scan Pertama yang saya lakukan, tetapi sudah yang ketiga kalinya. Namun ternyata, semua terasa terulang seperti pertama kali.  Rasa deg-degannya dan harap -harap cemas hehehhe.

Pemeriksaan CT Scan bagian leher kali ini memang di minta oleh dokter onkologi yang merawat saya.  Hal ini di karenakan terdapat benjolan yang muncul kembali di leher. Dokter memang menduga benjolan itu merupakan bagian dari kanker tiroid, walaupun ada tumbuh benjolan baru di bagian kelenjar getah bening. Karena itulah, dokter meminta agar di lakukan CT Scan leher untuk mengetahui lebih jelas benjolan tersebut.

Sebelum di lakukan CT Scan di RS Umum , pihak CT Scan meminta surat rujukan dari dokter onkologi dan hasil pemeriksaan laboratorium darah lengkap.  Saya pun di wajibkan puasa dari jam 12 malam sebelumnya. 

Saya hanya di perbolehkan untuk meminum air putih saja selama masa puasa.  Dan pagi harinya, sekitar jam setengah delapan, ambulan rumah sakit sudah datang menjemput ke rumah saya. Selama masa perjalanannya menuju rumah sakit,  saya terus menyakinkan diri dan berdoa bahwa semua akan baik-baik saja.

Sesampainya di rumah sakit, saya langsung di bawa ke ruangan CT Scan untuk menunggu giliran CT Scan. Nah, kebetulan juga, saya memang janjian dengan beberapa teman untuk bertemu di rumah sakit. Mba Rahma dan mas Dedi dari komunitas CISC Borneo yang merupakan support kanker di Kaltim, memang kebetulan sedang berada di rs yang sama untuk kontrol.

Selain itu juga, saya janjian bertemu dengan mba Andriani Septy, teman penulis yang sekarang lagi mengeluarkan novel terbarunya yang berjudul Calista's Conflict. Novel yang berkisah tentang kisah seorang gadis muda altet bulu tangkis yang keren banget. Kapan-kapan akan saya ulas novelnya di blog saya ini ya.

Dan tibalah giliran saya untuk melakukan CT Scan. Saya terus berdoa dan menguatkan diri serta berharap hasilnya baik-baik saja.  Sebelum di lakukan CT Scan, petugas CT scan meminta saya melepas barang-barang yang terbuat dari bahan besi atau emas yang ada di tubuh saya. Berhubung ini sudah yang ketiga kalinya saya melakukan CT Scan, jadi semua saya sudah persiapkan dari awal.

Hingga tiba saatnya di lakukan pemindaian CT scan. Saya ditinggalkan sendirian di ruangan tersebut. Alat CT scan mulai berputar dan menimbulkan bunyi yang lumayan terdengar hehehhe.

Di tengah pemindaian, perawat masuk kembali dan menyuntikkan cairan kontras melalui tangan saya.
Penggunaan cairan kontras ini berfungsi untuk memperjelas proses pemindaian CT Scan. Dan syukurlah, proses pemindaian CT scan tidak memakan waktu terlalu lama. Begitu selesai CT Scan, saya bisa menarik nafas lega dan berdoa semoga hasilnya baik-baik saja.

Setelah selesai melalukan CT Scan, kami saling mengobrol bersama. Tentu saja yang di obrolkan seputaran saling support, baik mengenai pengobatan kanker maupun dunia penulisan. Dan pagi itu semakin berwarna, setelah dokter radioterapi saya juga datang bergabung. Beliau juga turut menyupport dan sharing mengenai pengobatan kanker.  Tentu saja, tidak lupalah kami semua berfoto bersama.


Apakah CT Scan itu?

Nah, sekarang saya akan sedikit mengulas mengenai CT scan. Mungkin orang yang bertanya mengenai CT Scan.

CT Scan atau bisa di sebut Tomografi terkomputasi (bahasa Inggris:computed tomography, CT), awalnya dikenal sebagai computed axial tomography (CAT), adalah sebuah metode penggambaran medis menggunakan tomografi di mana pemrosesan geometri digunakan untuk menghasilkan sebuah gambar tiga dimensi bagian dalam sebuah objek dari satu seri besar gambar sinar-X dua dimensi diambil dalam satu putaran "axis".  (Sumber : wikipedia)

Biasanya kegunaan dari CT Scan untuk menganalisis struktur internal tubuh, termasuk mendiagnosis cedera traumatis, seperti bekuan darah atau patah tulang tengkorak, tumor atau infeksi. Hal ini juga dapat membantu memvisualisasikan berbagai organ tubuh lain.   Hasil gambar atau foto CT Scan jauh lebih rinci daripada yang terlihat pada hasil rontagen biasa.


Pelaksanaan Melakukan CT Scan

Biasanya sebelum di lakukan CT scan dokter akan memberikan surat rujukan pemeriksaan CT scan ke bagian admin ruangan CT Scan. Dokter juga akan meminta pasien untuk berpuasa minimal 4-6 jam sebelum di lakukan CT Scan. Ada kemungkinan dokter memberikan cairan kontras (seperti yang saya alami) untuk lebih memperjelas identifikasi yang akan di pindai.  

Selama di lakukan CT scan, pasien akan di  minta melepas semua perhiasan atau benda yang menempel di tubuh. Dan biasanya juga di minta untuk memakai baju khusus yang di sediakan dari pihak rumah sakit .

Tidak perlu kuatir dengan resiko CT Scan, karena biasanya resiko yang ada hanya resiko rendah. Mungkin saja ada beberapa orang yang mengalami alergi  terhadap cairan kontras yang di berikan. Namun hal ini sangat jarang terjadi. Bila pun terjadi, bisa segera di konsultasikan ke dokter untuk segera di obati.

Setelah di lakukan proses pemindai CT scan, ada baiknya pasien beristirahat sebentar sebelum melakukan aktifitas lain.  Hal ini untuk memastikan kondisi pasien merasa cukup baik setelah di lakukan CT scan.    Sebaiknya juga, pasien harus banyak-banyak minum air putih untuk  membantu membuang sisa-sisa cairan kontras melalui air seni.

Biaya Melakukan CT Scan

Untuk menjawab pertanyaan mengenai harga CT Scan, semua itu tergantung dari jenis pemeriksaan CT scan yang di lakukan.  Dan biasanya juga tiap-tiap rumah sakit mempunyai tarif tersendiri mengenai harga CT Scan.

Tentu saja setiap jenis pemeriksaan CT scan berbeda harganya. Misalnya Harga pemeriksaan CT scan leher dengan harga CT scan Tulang belakang. Demikian juga harga CT scan bila mengunakan cairan kontras ataupun tanpa mengunakan cairan kontras. Jadi ada baiknya, pasien menanyakan lebih dahulu harga pemeriksaan CT scan agar bisa di persiapkan dulu dengan kondisi kantong.

Nah, ada kabar baiknya juga. Pada beberapa rumah sakit tertentu,  pemeriksaan CT Scan bisa di lakukan dengan BPJS . Jadi pasien tidak lagi perlu mengeluarkan uang banyak untuk pemeriksaan BPJS. Cukup dengan menggunakan BPJS.  Semoga saja, kedepannya fasilitas kesehatan di Indonesia semakin membaik dan bisa mengcover kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia. Amin

Kelas Online Menulis & Blog Untuk Survivor dan Relawan Kanker

DI buka Kembali Kelas Blog Pemula dan Kelas Menulis
(Untuk Para Survivor  Kanker dan Relawan kanker)

Assalamualaikum wr wb,

Teman-teman,
Menindaklanjuti banyaknya antusias permintaan dari teman-teman agar di buka kembali kelas online blog dan  menulis, maka saya dan sahabat saya Sri Rahayu membuka kelas online baru.

Rencananya, kami  juga akan membagi kelas menjadi dua kelas, yaitu kelas online "Blog bagi Pemula" dan  kelas online "Menulis", dimana kedua jadwal kelas tersebut akan berbeda. Namun, kami berdua tetap akan mengajar di group tersebut.

Pendaftaran kelas online "Blog Untuk Pemula" dan kelas online "Menulis" terbuka untuk para survivor kanker dan bagi para relawan kanker. 

Mengingat banyaknya peminat, untuk kelas online Blog pemula, peserta di prioritaskan bagi yang belum memiliki blog dan benar-benar ingin belajar blog dari awal. Sedangkan untuk kelas online menulis, peserta diharapkan yang benar-benar belajar serius untuk menulis.

Bagi teman-teman yang berminat, bisa hubungi :

Tri Wahyuni Zuhri : Pendaftaran Kelas online Blog Untuk Pemula
Sri Rahayu : Pendaftaran Kelas Online Menulis

Bagi yang mendaftar, silahkan inbox :
Nama :
Nama Facebook :
Asal :
HP/ Telpon :
Kelas yang ingin diikuti : 

Demi keefektifan belajar kelas online, kami akan membatasi qouta pendaftaran peserta . Jadi segera mendaftar, bagi yag ingin ikut kelas online.

Salam Hangat

Tri Wahyuni Zuhri & Sri Rahayu


Bertemu Kembali Setelah 20 Tahun, Kebersamaan Itu Tetap Indah


Sekitar dua minggu lalu, tiba-tiba saya di invite untuk masuk group whatsapp Eks 2.3 Smansa Angk 98.  Sempat kaget sekaligus senang juga, karena group ini merupakan group alumni waktu saya kelas 2 SMA dulu . 

Nah, sedikit di perjelas lagi, kami juga merupakan bagian dari alumni SMA Negeri 1 Samarinda atau yang jaman kami dulu di sebut Smansa heheheh.   Dan bahagianya lagi, Smansa dari jaman dulu sampai kami jadi siswa, dan bahkan sampai sekarang, selalu menjadi sekolah SMA Favorit di Samarinda dan bahkan di Kaltim lho. Cie cie cie... 

Jadi tidak salahlah, bila akhirnya euforia kabar reuni kelas 2-3 ini menjadi booming selama 2 minggu lebih di group whatsapp. Apalagi sebelumnya, seminggu sebelumnya, sudah ada reuni akbar seluruh angkatan Smansa. Bertambah ramailah kami membicarakan di group hahahaha..

Walaupun saya ada tidak memungkinkan untuk hadir, tetapi bukan berarti tidak turut meramaikan berbagai chat di group hahahah. Begitu juga teman teman yang ada di luar daerah kaya Pungki (mantan ketua kelas yang dulunya kalem hahahah), Tasya, Evi , dll yang heboh jua di group walaupun kemungkinan besar kada kawa datang . Hihihi...

Selama hampir 2 minggu itu, hape saya tidak pernah berhenti berbunyi. Apalagi pang gegera kehebohan bubuhan 2-3 hahahah. Dari kesah cinta lokal yang masih malu malu, cinta lokal kada bebalas (hahahahaha),  ngomongin guru guru yang keren keren, sampai ada pula ngomongin contekan wkwkwkw.

Semua seakan di buka habis tuntas ala infotaiment silet.  Saya tuh sampai ketawa ngakak sendiri mengingat semuanya. Berasa rasa sakit dan kram kram turut lenyap lebur bersama isi pembicaraan di group (makasih yaaa teman teman).

Kisah ini pun berlanjut dengan janjian reunian kopdar yang Rumah makan Pak Ndut. Bagi warga Samarinda, pasti sudah tahulah rumah makan Pak Ndut ini hihihi. Hingga beredarlah undangan sebagai berikut :

Acara temu kangen kelas 2.3 SMU 1
Pukul :  12.00 wita
Tanggal: 22 oktober 2016
Lokasi: Bebek Pak Ndut AWS
Tema: pajak n tax amnesty
Narasumber: eko dimas kanjeng taat pajak
Donatur: cecep raja minyak dr talang sari
MC: ratna ifa fazriah

(BTW, harap tidak menghiraukam tema reuni diatas : pajak n  tax amnesty. Hahahaha. Karena itu murni sebagai penghiburan semata )

Dan, beruntung sekali, kami warga kelas 2-3 memiliki seorang warga yang baik hati dan berhati mulia. Warga itu bernama kang Jefry atau kami memanggil kesayangannya dengan Cecep. 

Ceceplah dengan berjiwa penuh kasih dan dermawan menjamu kami semua sekaligus mentraktir makan siang di Pak Ndut.   Bahkan saya ngga bisa datang pun, mendapat paket khusus pak Ndut yang di antar ke rumah. (Makasih spesial untuk Cecep dan keluarga ya). Juga dapat Makanan Spesial berupa Sambal Goreng Hati dan Ikan Pari Santan dari Heni yang juga pemilik Warung Magelang (makasih spesial buat Heni dan keluarga).

Pertemuan Itu Mengharukan

Setelah teman-teman alumni kelas 2.3 menghabiskan waktu bercengkarama di Pak Ndut, mereka melanjutkan untuk menjenguk saya. Nah, berhubung saya tahu mereka akan datang, maka segera saya menyiapkan diri meminum obat anti nyeri heheheh. Kan ngga lucu rasanya, kalau menerima teman teman sambil muka melas menahan sakit dan kram nggak jelas wkwkwk.

Kehadiran mereka dengan jumlah belasan orang itu ternyata mampu  membuat saya terharu dan bahkan menangis. Padahal sebelumnya, saya berjanji untuk tidak menangis kalau mereka datang. Tapi ternyata.... tangis itu tidak bisa terbendung.
Ada Ari, Zainal, Eko, Tia, Ratna, Srie, Fida, Christine, Kartika, Heni, Junita, Tien, Yanti dan Herlina. Cecep tidak bisa turut menemani karena ada urusan keluarga. Namun tetap ada titipan bebek pak Ndut buat saya heheheh.

Pertemuan yang di awali dengan rasa haru dan tangis itu berubah dari kehebohan luar biasa. Kami saling bercerita mengenai kenangan suka dan duka jaman sekolah dulu.  Walaupun 20 tahun telah berlalu, kebersamaan itu tetap indah.

Saking banyak cerita nostalgia yang saling berbagi, saya sampai bisa tertawa ngakak tanpa henti hahahaha. Ya Allah, lama sudah rasanya saya sudah tidak tertawa lepas seperti itu. Rupanya Allah tahu dengan berbagai hal dalam hidup saya. Hingga akhirnya mempertemukan dengan teman-teman lagi dalam hari yang penuh kegembiraan dan tawa. Saya sampai lupa kalau saya pasien kanker stadium akhir hahahaha.

Dan puncak acara... ketika kami saling berfoto beramai - ramai dengan berbagai pose heboh. Lagi-lagi saya sampai menahan haru campur bahagai saat itu. Apalagi pada saat bersamaan, teman teman turut berdoa bersama untuk saya.

Ya Allah... sungguh tidak dapat saya bendung kembali air mata ini. Benar-benar penuh rasa haru, bahagia, sedih dan semua rasa bercampur menjadi satu.

Satu hal yang saya akan selalu ingat sampai kelak saya berpulang. Saya bersyukur di berikan kesempatan oleh Allah mengenal teman teman alumni 2-3 semua. Dan saya bersyukur masih bisa di beri waktu untuk kembali bertemu untuk saling silaturahmi dan berbagi kebahagiaan serta tawa.

Terima kasih teman-teman...
Semoga Allah membalas semua kebaikan teman-teman semua...

Mengatasi Ketergantungan Obat




Kali ini saya akan bercerita mengenai pengalaman saya mengatasi ketergantungan obat. Eits, jangan berfikir aneh-aneh dulu ya mengenai ketergantungan obat ini.  Obat yang saya maksud,  bukan obat-obatan yang di gunakan bebas dan di konsumsi secara ilegal ya. Obat ini merupakan obat khusus yang di gunakan dalam medis dan memerlukan resep dari dokter untuk mendapatkannya. Obat tersebut bernama Durogesic Patch.

Saya sebenarnya cukup familiar dengan Durogesic Patch dalam perjalanan pengobatan kanker saya.  Di tahun 2013, saya sempat menggunakan Durogesic Patch pada saat mengalami rasa nyeri hebat yang luar biasa karena kanker yang bermetastasis atau menyebar ke tulang. Namun, seiring berjalannya pengobatan yang saya lakukan, akhirnya saya cukup mengkonsumsi obat minum anti nyeri saja, dan tidak lagi mengkonsumsi obat Durogesic Patch. 

Namun, di pertengahan tahun 2015 kemarin, kanker saya kembali bermetastasis ke tulang belakang, yang mengakibatkan saya tidak bisa beraktifitas serta rasa nyeri yang luar biasa.  Saat itu, obat minum penahan nyeri yang biasa saya minum, ternyata tidak mempan mengatasi nyeri.  Saya juga mengalami kesulitan beristirahat dan tidur, di karenakan nyeri hebat.   Dokter Onkologi pun akhirnya memutuskan untuk memberikan saya obat Durogesic Patch ini.  Dan memang, setelah menggunakan obat ini, rasa nyeri pun jauh berkurang, dan saya bisa sedikit banyak merasakan waktu beristirahat untuk tidur.

Berbicara mengenai obat Durogesic Pathc, obat berbentuk seperti plester kecil bening yang cara penggunaannya di tempelkan di bagian yang tidak banyak gerak.  Saya sendiri menggunakannya, dengan menempelkan di dada.  Obat ini mengandung fentanyl yang merupakan jenis obat opiat yang berfungsi sebagai pereda rasa sakit kuat. Biasanya, obat-obat yang mengandung fentanyl memang di resepkan khusus oleh dokter untuk meredakan rasa sakit yang kronis, salah satunya untuk pengobatan kanker.  Jadi jangan coba-coba membeli obat ini tanpa resep ya heheheh.  

Untuk dosis durogesic patch sendiri, ada 12,5 mg, 25 mg, hingga 50 mg.  Dokterlah yang biasanya menentukan dosis yang tepat untuk pasien.  Biasa di lihat dari jenis penyakit dan responnya pada tubuh pasien.  Saya sendiri menggunakan dengan dosis 12,5 mg. Dimana setiap pemakaian 1 buah durogesic, bisa di gunakan selama 3 hari.

Setelah saya menjalani pengobatan kanker yang berupa radioterapi eksternal atau sering di sebut radiasi sinar selama 20 x, alhamdulillah rasa nyeri atau sakit yang berasal dari metastase tulang belakang telah jauh berkurang.

Pengalaman radiasi sinar, bisa di Baca :

Setelah rasa nyeri dan rasa sakit jauh berkurang karena radiasi sinar, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya.  Namun, yang menjadi masalah bagaimana mengatasi ketergantungan saya pada obat Durogesic Patch ini.  Pengunaan durogesic patch dalam kondisi saat itu, ternyata tidak terlalu saya butuhkan lagi.  Apalagi untuk mengatasi rasa nyeri atau sakit yang ada, cukup dengan mengkonsumsi obat minum obat nyeri yang biasa saya konsumsi.

Tentu saja kejadian ini menjadi kejutan bagi saya. Rupanya saya sedemikian ketergantungan dengan obat durogesic, hingga tidak bisa berpaling atau tidak niat untuk melepaskannya dalam hidup saya :(    Saya benar-benar tidak terima bahkan takut untuk melepas penggunaan durogesic dalam hidup saya.  Padahal seandainya bila tidak mengunakannya juga tidak masalah.

Setelah berkonsultasi (lebih tepatnya curhat hahah) dengan dokter radioterapi, akhirnya bisa di tebak kalau saya memang mengalami ketergantungan obat durogesic ini. Saya juga mencoba berkonsultasi dengan beberapa teman yang menangani kasus-kasus seperti saya, dan mereka pun mengatakan hal yang sama.

Ternyata, melepas ketergantungan obat itu memang tidak mudah, namun tidak mustahil bila ingin terus mencobanya.  Untuk mengatasi hal ini, tidak bisa langsung serta merta di lepaskan begitu saja. Tetapi biasanya dalam pengawasan dokter serta di lakukan dengan cara bertahap.

Pada kasus saya sendiri, dokter mencoba mengatur bagaimana penggunaan durogesic di lakukan secara bertahap.  Pertama-tama, dokter meminta saya mengurangi dosis dengan cara membagi dua plester durogesic patch. Awal saya menolak dan ragu, bahkan galau habis (hihihi).  Saya benar-benar kuatir nanti durogesic patch ini tidak mempan lagi bila hanya di gunakan separuh.  Namun dokter terus menyakinkan dan menyemangati saya, kalau itu tidak akan berpegaruh banyak.  Karena toh rasa nyeri sudah jauh berkurang dari pengobatan radiasi sinar sebelumnya.

Dan saya pun akhirnya mencoba menguatkan diri sekaligus mensugesti diri, bahwa hal itu tidak masalah. Tetapi, tetap saja rasa ragu dan kuatir itu bermunculan di kepala.  Yang saya kuatirkan, saya tidak mungkin bisa tidur tanpa adanya durogesic patch yang menempel dengan  utuh, bukan separuh.  Tapi lagi-lagi dokter mencoba menyakinkan saya, kalau saya bisa terus menjalaninya. 

Walaupun saya sempat berperang dengan diri sendiri, dan juga merasakan naik turun perasaan moody dalam diri.  Upaya mengatasi ketergantungan itu berlangsung selama sebulan lebih lamanya. Dari mulai mengurangi dosis obat, mensugesti diri sendiri, hingga berusaha mengatasi bad mood atau rasa mood yang ada dalam diri.  Pokoknya semua penuh dengan perjuangan dan air mata ahhaha.  

Beruntung saya di dukung oleh dokter, keluarga, dan para sahabat yang membantu saya mengatasi ketergantungan tersebut.  Bila rasa tidak tahan untuk segera menggunakan rasa durogesic patch itu kembali muncul, biasa mereka sudah dengan sabar mengingatkan dan mengalihkan pikiran saya.  Dan godaan terbesar adalah malam hari, di mana rasa keinginan hebat itu muncul kembali. Hehehehe.. Tapi syukurlah, saya bisa melewati masa-masa sulit untuk move on dari durogesic patch hehehe.

Berdasarkan pengalaman saya tersebut, maka saya akan sedikit berbagi tips bagi teman-teman yang ingin mengatasi ketergantungan pada obat, yaitu :

1. Berkonsultasi dengan Dokter
Ada baiknya, sebelum memutuskan mengatasi ketergantungan obat, kita berkonsultasi dengan dokter yang merawat kita.  Beliau nantinya akan menjelaskan apakah memang masih perlu atau tidak obat tersebut di konsumsi kembali. Sebaiknya jangan menambahkan atau mengurangi dosis obat tanpa ijin dari dokter.  Apalagi pada obat golongan fentanyl seperti durogesic patch.

2. Sebaiknya hindari untuk langsung tidak menggunakan obat tersebut sama sekali.  
Hal ini di kuatirkan akan terjadi efek kaget pada diri sendiri.  Jadi bisa di lakukan secara bertahap, misalnya dengan mengurangi dosis bertahap selama beberapa waktu.  Tentunya ini sesuai dengan rekomendasi dokter.  

3. Yakinkan dan motivasi diri serta mensugesti diri sendiri
Saya akui, memang tidak mudah mengatasi ketergantungan obat.  Tetapi semua tergantung pada keinginan kuat dalam diri kita sendiri. Kita harus meyakinkan diri, motivasi diri dan mensugesti diri sendiri, kalau kita bisa menjalani proses ini semua

4. Jangan Ragu untuk berkonsutasi dengan Dokter
Seandainya memang masih kesulitan untuk mengatasi ketergantungan obat ini, maka jangan segan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter.  Biasanya dokter akan dapat terus membantu memantau perkembangan kita.  

5. Jangan Ragu untuk curhat
Mengatasi ketergantungan obat memang bukan perkara yang mudah.  Terkadang kita tidak bisa menghadapinya sendirinya.  Tidak ada salahnya bila kita memerlukan tempat untuk curhat atau meminta bantuan dukungan orang lain. Bisa dengan pasangan kita, keluarga, sahabat, atau bahkan dengan ahlinya.

6. Alihkan pikiran atau sibukkan diri
Saat-saat seperti ini, memang terlalu banyak godaan besar untuk mengkonsumsi kembali obat tersebut, seperti yang pernah saya alami.  Bahkan kita merasa tidak percaya diri dan tidak yakin kalau kita memiliki kemampuan mengatasinya.  Cara yang bisa di lakukan yaitu dengan mengalihkan pikiran kita dengan melakukan hal-hal lain.  Misalnya saja dengan melakukan hobbi, menyibukkan diri sendiri dengan kegiatan lain, berkumpul dengan orang-orang atau komunitas positif dan bermanfaat, dan lain sebagainya.

7. Mendekatkan diri Kepada Allah
Cara paling manjur dan paling utama untuk mengatasi ketergantungan adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah.  Dengan berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah agar bisa mengatasi ketergantungan ini.  Karena Allah pulalah sebaik-baiknya penolong dan penguasa dalam hidup kita.


Demikian cerita pengalaman saya serta tips mengatasi ketergantungan obat . semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman ya.