Resensi Cerpen Kursi Goyang Ayah Karya Novia Syahidah Rais

9:38 PM 4 Comments A+ a-

sumber : klik di sini

Identitas cerpen
Judul Cerpen        : Kursi Goyang Ayah
Nama Pengarang  : Novia Syahidah Rais
Sumber Cerpen    : http://tintaperak.com/kursi-goyang-ayah/


Pendahuluan
Novia Syahidah Rais merupakan seorang penulis produktif, blogger dan founder dari Komunitas Blogger Muslimah.  Memulai menulis di media pada tahun 2002.  Putri Kejawan merupakan cerita bersambung yang di muat di media majalah remaja islami.  Bakat menulisnya semakin terasah setelah bergabung dalam sebuah komunitas penulisan.

Novia  sering menulis di media cetak seperti majalah dan koran. Selain itu ia beberapa kali memenangi perlombaan dan resensi. Saat ini Novia sudah melahirkan 9 buku solo dan sekitar 20 buku kolaborasi bersama penulis lainnya.Selain menulis buku dan di media, Novia juga rajin menorehkan tulisan di blog pribadinya yaitu www.tintaperak.com


Isi
Dara merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Semenjak ibu Dara meninggal dan ketiga kakaknya menikah,  Dara hanya tinggal bersama ayah serta Nunung pembantu mereka. Suatu hari, ayah Dara ingin sekali memiliki kursi goyang. Awalnya Dara berusaha membujuk ayahnya untuk menunda keinginan membeli kursi goyang. Hal ini mengingat harga kursi goyang tidaklah murah, sedangkan kehidupan dan biaya kuliah Dara sendiri banyak bantu oleh kakak-kakaknya.

Namun sang ayah bersikeras untuk memiliki kursi goyang tersebut. Dara berfikir mungkin keinginan ayah memiliki kursi roda karena kesepian di rumah akibat Dara banyak kesibukan di luar rumah. Atau bisa jadi karena ingin menarik perhatian anak-anaknya. 

15 Ibu Hebat 2015 Versi The Asian Parent

3:29 AM 2 Comments A+ a-

Sumber : id.theasianparent.com

Sungguh kebahagiaan bagi saya  sekaligus terkejut, saat membaca The Asian Parent Indonesia  mengenai Liputan Khusus Hari Ibu.  Artikel yang berjudul 15 Ibu Hebat 2015 di publish di
http://id.theasianparent.com .

Ada 15 nama ibu yang menginspirasi  masuk dalam liputan khusus tersebut. Alhamdulillah, nama saya masuk di dalamnya bersama 14 para ibu hebat dan luar biasa lainnya. Ada beberapa nama yang saya kenal yaitu mba Indari Mastuti, mba Nurhayati Pujiastuti.dan mba Grace Melia.  Mereka semua memang pempuan tangguh dan menginspirasi.

Terima kasih The Asian Parent dan juga kepada mba Liza P. Arjanto yang sudah menuliskan kisah saya berjuang berhadapan kanker beberapa waktu lalu.

Selamat Hari Ibu Semua...

Hari Ibu yang Penuh Makna

10:30 PM 0 Comments A+ a-

"Selamat Hari Ibu"

Siang ini sepulang dari rumah sakit, saya dapat sebuah surat dari Raisyah. Di amplop surat tertulis Buat Mama Tersayang. Raisyah menyerahkannya sambil mengecup pipi saya.

Begitu suratnya saya buka, terbaca ucapan Selamat Hari Ibu yang di tulis Raisyah dengan kreasinya sendiri. Dan yang paling mengharukan, di bawahnya ucapan tersebut di tulis "Tengkuy Mama" . Begitu saya tanya sama Raisyah, arti tulisan itu Terima kasih mama.... Terima kasih Raisyah sayang...

Oh ya.. tadi pagi kakak Arya dan Lupi juga memberikan ucapan selamat hari ibu dan mengecup kening saya... Indahnya menjadi seorang Ibu.

Selamat Hari Ibu, para Ibu Hebat di Indonesia

Makna Cantik Bagi Seorang Survivor

4:13 PM 10 Comments A+ a-


Dulu sewaktu kecil...
Saya mengagumi tokoh princess dalam film anak-anak.  Sebut saja Cinderella, Putri Salju, Putri Aurora hingga Putri Yasmin.  Di pikiran seorang anak kecil seperti saya, kecantikan seorang perempuan di lihat dari wajah cantik, tubuh yang ramping, kulit yang putih, rambut yang hitam tergerai.

Bahkan saya kerap berandai-andai, kelak ketika dewasa, bisa seperti para tokoh princess tersebut.  Selain cantik, mereka pun akhirnya menikah dengan pangeran tampan dan hidup bahagia. Hehehe..

Tapi..
Ternyata semua tidak seperti yang saya khayalkan.  Saya tumbuh sebagai anak perempuan yang tomboy dan jauh dari kata cantik.  Wajah saya biasa-biasa saja, dan tubuh saya tidak seindah dan seramping para princess. Kulit saya berwarna sawo matang,  tidak putih seperti layaknya para princess. Rambut? Jelas bukan hitam panjang tergerai indah, tetapi selalu di potong pendek dengan model biasa saja.

Seperti anak perempuan pada umumnya, saya waktu itu sempat iri dengan teman-teman saya yang memiliki wajah cantik. Tidak hanya membuat saya terkagum-kagum melihat wajah cantik mereka,  yang jelas mereka mempunyai daya tarik tersendiri.  Rasanya kalau berjalan bersama mereka, saya suka kikuk sendiri. Berasa seperti antara langit dan bumi hehehhe..

Tapi untungnya,
Saya selalu di kelilingi oleh lingkungan keluarga dan teman-teman yang baik.   Berada di tengah-tengah mereka, membuat saya tidak lagi memandang kecantikan dari segi fisik semata.  Saya belajar banyak bahwa kecantikan seseorang perempuan bukan hanya fisik.
Saya beruntung berada dalam keluarga dan teman
Yang selalu mendukung dan menyupport saya

Teruntuk Putriku, Raisyah

6:46 PM 15 Comments A+ a-

Assalamualaikum..

Anakku Raisyah..
Pasti sekarang Raisyah sedang bertanya-tanya dalam hati saat membaca surat Mama ini. Mengapa surat ini mama tuliskan untuk Raisyah seorang.

Baiklah...,
Mama akan memberitahukan beberapa alasannya kepada Raisyah. Pertama, mama ingin membalas surat-surat cantik Raisyah untuk mama. Raisyah kan sering banget membuat kejutan kepada mama dengan surat-surat yang Raisyah buat.  Walaupun hanya secarik kertas dengan kata-kata sederhana, tetapi hal itu akan selalu menjadi kejutan indah dan membekas di sanubari mama.

Raisyah ingat kan, suatu ketika Raisyah menulis surat untuk mama, yang isinya "Raisyah sayang mama"...  Surat itu masih mama simpan sampai sekarang lho. Mama simpan rapi bersama  surat-surat Raisyah yang lain.  Atau waktu mendekati hari lebaran Idul Fitri lalu, saat Raisyah mengirimkan surat di dalam sebuah amplop cantik. Begitu mama buka, isinya "Selamat lebaran, mama".

Mama benar -benar senang sekali dengan surat-surat Raisyah. Jadi sekarang, tiba saatnya mama membalas surat Raisyah. Sengaja mama menulisnya di blog mama, agar kelak surat ini bisa di baca Raisyah sampai kapan pun.  Para pembaca blog mama juga bisa membacanya, sehingga mereka tahu betapa sayangnya mama sama Raisyah.

Oh ya, mama sampai lupa memberikan alasan kedua mengapa mama menulis surat ini. Alasannya karena mama ingin bercerita banyak mengenai berbagai kenangan yang telah kita jalani. Selain itu mama ingin bercerita  rencana-rencana indah yang pernah kita saling bicarakan bersama.

Raisyah..
Mama ingin bilang,  betapa mama selalu mencintai dan bangga kepada Raisyah. Raisyah adalah anak perempuan mama yang cantik, mandiri, dan selalu ringan tangan membantu mama dan siapa pun. 

Maafkan mama ya, selama ini mama ngga bisa mengajak Raisyah jalan bersama lagi atau mengantar jemput Raisyah ke sekolah seperti dulu. Semua ini karena kondisi fisik mama yang tidak memungkinkan. 

Sakit kanker yang ada dalam tubuh mama membuat mama harus lebih bersabar dan mengurangi banyak aktifitas untuk lebih beristirahat. Tapi seperti janji mama kepada Raisyah, Arya dan Lupi.  Kanker ini hanya bisa membuat mama untuk banyak istirahat saja di rumah. 

Namun kita masih bisa melakukan banyak hal dari tempat tidur mama.  Kita bisa belajar bersama, mengaji bersama, sholat bersama, makan bersama, bernyanyi bersama, menonton bersama, serta banyak hal yang indah lainnya.  Mama selalu bilang kan.. anggap aja mama lagi baring aja di tempat tidur karena butuh istirahat saja. Tapi kita masih bisa melakukan banyak hal.


Kita sama-sama mencoba topi kupluk baru hadiah dari sahabat mama. Waktu itu, mama, Raisyah dan Lupi mengenakan topi kupluk dengan gaya yang keren, trus Arya yang mengambil foto kita dengan hp mama. Wah, mama selalu inget itu.

Ketika Harus Kemoterapi

10:56 PM 14 Comments A+ a-

Kemoterapi..
Banyak orang yang sering enggan berkenalan lebih lanjut  dengan salah satu terapi pengobatan kanker ini. Sebenarnya ini tidak bisa di pungkiri, mengingat banyaknya  informasi yang di dapat mengenani kemoterapi. Baik informasi yang benar ataupun informasi yang setengah benar hehehe.. 

Apalagi dengan beredarnya film ataupun tayangan televisi yang menggambarkan kondisi pasien kanker yang di kemoterapi.  Rata-rata pasti bisa di bilang menyedihkan. Selain rambut botak (heheh.. aku banget), seakan akan pasien kanker menjalani kemoterapi itu mengalami masa masa tidak menyenangkan.  Apakah seperti itu? Tidak juga... buktinya sehabis kemoterapi, saya masih baca buku kesukaan saya, nonton film korea, main ama anak anak, dll.  Eh, nanti saya cerita di bagian lainnya.


Ketika Memutuskan Kemoterapi

Mungkin pembaca blog saya sudah tahu banget dengan penyakit yang saya derita, yaitu kanker tiroid stadium lanjut yang sudah metastase atau menyebar.  Untuk mengetahui cerita tentang kanker saya, bisa  baca dengan klik di Pengalamanku dengan Kanker .

Nah, ternyata ada yang protes nanya juga ke saya. Kenapa saya lebih sering menyebut kalau saya stadium lanjut, bukan stadium 4 atau stadium akhir?  Padahal jelas jelas kanker saya sudah menyebar.  Saya biasanya ngeles.. bilang kalo nyebut stadium lanjut itu berasa lebih soft atau keren hihihih.. Dibandingkan saya menyebut stadium 4 atau stadium akhir, pasti banyak yang heboh dan langsung memasang wajah sedih :)

Oh ya, saya tuh malah inget pernah ketemu sesama stadium lanjut seperti saya. Ternyata mengasyikan ketemu bersama mereka. Kami sama sama sepakat,  kalo masalah stadium itu jangan di anggap beban. Toh yang menentukan hidup mati itu Allah lho..  Jadi, salah satu cara untuk menyikapi kalau kita sudah stadium lanjut, yaitu dengan merasa keren aja hahahahaa  (lupakan saja... mari lanjut lagi)

Selamat Jalan, Temanku Yossi

2:14 PM 0 Comments A+ a-

Innalillahi wa innalilahi rojiun

Telah berpulang ke rahmatullah, teman kita Yosi Ana Wibowo (alumni SMP Negeri 1 Samarinda). Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik disisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan di berikan kesabaran dan ketabahan. Aminn..

Saya masih ingat terakhir ketemu langsung dengan Yosi beberapa waktu lalu. Waktu itu kami bertemu di ruangan kemoterapi saat sama sama menjalani kemo di RS Umum A . Wahab Syahranie. Kami sempat saling menguatkan dan mendoakan satu sama lain.

Selamat jalan Yosi... 

Notes :
Foto ini di ambil pada tahun lalu, saat kami para alumni SMP 1 menjenguk Yosi di rumah sakit.


Buku 3 Tabungan Cerdas Anak

3:27 PM 1 Comments A+ a-

Pagi ini menerima paket buku berjudul 3 Tabungan Cerdas Anak yang ditulis mba Nuning Widowati CFP.

Saya kenal mba Nuning saat bersama sama menjadi finalis Kartini Next Generation 2015 yang di selenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Saat ini mba Nuning juga menjadi educator financial planning for kids. Di buku ini pun mba Nuning membahas bagaimana kiat bijak mengelola uang sejak kecil. 3 tabungan cerdas anak yaitu sedekah, tabungan dan jajan.

Saya langsung tertarik membuat tabungan sedekah untuk anak-anak di rumah. Membiasakan mereka belajar sedekah dari kecil tentunya akan menjadi hal yang baik dan mengajarkan mereka berbagi untuk orang lain.

Saya lalu menggunakan 3 botol kemasan bekas dan kemudian memberikan nama anak saya pada masing-masing botol.

Dan..
Ternyata, setelah saya jelaskan ke anak-anak mengenai ketiga tabungan tersebut, mereka langsung semangat mengisinya. Bahkan mereka berjanji menyisikan uang jajannya untuk mengisi tabungan sedekah 

Terima kasih bukunya mba Nuning....

PITA TOSCA kampanye #checkyourneck

5:17 AM 0 Comments A+ a-

Dear teman-teman,

Komunitas peduli kesehatan tiroid PITA TOSCA saat ini sedang menginisasi satu kampanye publik bertajuk‪#‎checkyourneck‬. Kampanye ini adalah satu bentuk komitmen PITA TOSCA untuk mempromosikan pentingnya deteksi dini gangguan tiroid, bagi siapa saja. Gangguan tiroid yang ditemukan pada tahap awal, akan jauh lebih mudah ditangani dibandingkan gangguan tiroid yang ditemukan pada tahap lanjut (contoh : kanker tiroid).

Penyakit tiroid adalah penyakit endokrin dengan jumlah penderita terbesar kedua di Indonesia, setelah penyakit diabetes. Diperkirakan 1.7 juta penduduk Indonesia, didiagnosis dengan gangguan tiroid. Namun hanya 1% yang memperoleh pengobatan dengan tepat. (sumber : Merck Serono)

Melalui pesan ini, PITA TOSCA mengajak teman-teman untuk ambil bagian dalam kampanye #checkyourneck, melalui pembelian t-shirt PITA TOSCA. Dengan 75ribu rupiah (belum termasuk ongkos kirim), kamu sudah ikut menyuarakan kepedulian terhadap kesehatan tiroid. Seluruh keuntungan dari hasil penjualan t-shirt ini akan digunakan untuk mempromosikan pentingnya deteksi dini gangguan tiroid di Indonesia.

Untuk pemesanan, dapat menghubungi Astriani Aryaningtyas di no
mor 085232255222. Atau LINE id @astrianidwi

Desain dan ukuran t-shirt dapat dilihat pada gambar. Kami tunggu pemesanannya hingga tanggal 20 Desember 2015 !

Check Your Neck,
PITA TOSCA
Web : pitatosca.org
FB : PITA TOSCA
Twitter dan Instagram : @pitatosca

PITA TOSCA Share To Care # 1

12:50 AM 0 Comments A+ a-

Halo teman-teman..
Alhamdulillah acara PITA TOSCA dengan thema Share to Care #1 : Kenali Tiroidmu ! Yang di adakan hari Sabtu, 24 Oktober 2015 beberapa waktu lalu berlangsung sukses.

Acara yang bertempat di meeting Room - Menara Cardig Jl. Halim Perdana Kusuma Cawang, Jakarta Timur , menghadirkan Pembicara : dr. Dwi Hari Susilo, SpB (K) Onk - Konsultasi Bedah Onkologi RS Onkologi Surabaya dan pembicara Dr. Sundari.

Pye Bro, Oleh-oleh Khas Depok

3:17 PM 2 Comments A+ a-

Saat pertama liat promo kue Pye Bro di FB mba Rissa Aulian, saya langsung tertarik dan penasaran. Selain dari bentuk Pye Bro yang menarik, kemasannya juga cantik. Pye Bro merupakan oleh-oleh khas Kota Depok.
Walau begitu, sempat terbersit di benak saya. Bagaimana ya kalau saya pesan kue Pye Bro untuk dikirimkan ke tempat saya di Kaltim? Apakah nanti aman dan tidak hancur? Apakah nanti rasanya berbeda setelah saya terima? Serta berbagai ragam pertanyaan di kepala saya.
Saya pun coba liat berbagai testimoni pelanggan pye bro di fb mba Rissa. Eh, ternyata bisa lho di kirim ke luar daerah. Saya lalu inbox mba Rissa untuk memesan Pye Bro.
Akhirnya...
Pye Bro datang juga...
Begitu saya buka, eh.. ternyata kemasan kuenya tetap utuh cantik lho. Udah gitu.. rasanya enak bangetttt.. Apalagi saya memesan Pye Bro dengan aneka rasa...ada rasa original, keju, almond,.dll.. Benar-benar menggugah selera.
Makasih ya Pye Bro...

Bagi yang ingin pesan  Pye Bro, bisa langsung kontak ke FB mba Rissa Aulian di https://www.facebook.com/Aulia.Izzatiii   atau bisa WA ke 08881801543

Bedah Buku Kanker Bukan Akhir Dunia di Sonora FM Bandung

8:37 PM 0 Comments A+ a-

Alhamdulillah.. hari ini tuntas acara Klinik Nulis dan Bedah Buku Kanker Bukan Akhir Dunia yang di bawakan mba Indari Mastuti CEO Indscript Creative di Radio Sonora 93,3 FM Bandung.

Agak deg degan juga saat saya di wawancara via telpon oleh mba Iin penyiar Sonora FM Bandung. Hehehhe.. tapi syukurlah berlangsung dengan baik dan lancar.

Semoga pendengar bisa mendapatkan banyak manfaat dari acara tadi ya.. amin amin.. Tentu saja spesial terima kasih untuk Radio Sonora FM dan juga mba Indari Mastuti beserta segenap Jajaran Indscript Creative.

Rasanya bahagia banget menjadi bagian penulis dari Indscript Creative. Benar -benar terfasilitasi dan bisa bekerjasama dengan baik. 

Notes : makasih ya mba Indari untuk fotonya pas Siaran sambil megang buku Kanker Bukan Akhir Dunia 

Lebih Dekat Dengan Sosok Inspiratif Indi Sugar Taufik

1:48 PM 0 Comments A+ a-

INDI SUGAR TAUFIK atau yang akrab di panggil dengan Indi, adalah sosok perempuan muda yang inspiratif dengan berbagai kegiatan positif.  Selain sebagai penulis buku best seller, Indi juga aktif dalam kegiatan edukasi kesehatan terkait scoliosis dan HIV AIDS.  Salah satu buku best seller Indi yang berjudul Waktu Aku Sama Mika bahkan diangkat film dengan judul Mika yang di perankan Vino S. Bastian dan Veloxe Vexia.

Atas berbagai kiprah positifnya, Indi pun meraih banyak penghargaan, antara lain Anak muda paling berpengaruh di Indonesia versi adalahkita.com, Masuk ke dalam daftar direktori Insan Muda Kreatif Indonesia versi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Finalis Kartini Next Generation 2015.

Saya berkesempatan berbincang-bincang dengan Indi secara lebih akrab. Yuk, silahkan di baca ya...

Tentang Indi :

1 . Seperti yang saya tahu, Indi mempunyai banyak aktifitas. Bisa cerita lebih banyak mengenai aktifitas Indi saat ini?

Untuk sekarang aku sedang menyelesaikan buku kelima yang rencananya punya tema berbeda dengan karya-karyaku yang sebelumnya. Kebetulan ada sebuah penerbit yang percaya kepadaku dan ingin “meminang” naskahku meskipun belum selesai. Doakan, yaaaa  :) Dan dalam waktu dekat aku bersama dengan teman-teman dari D 100 atau kelompok Orang dengan HIV/AIDS dari RS. Borromeus akan mengadakan konseling tentang HIV/AIDS gratis di Car Free Day Dago Bandung tanggal 6 Desember 2015 nanti. Kalau Mbak Tri dan pembaca blog ini ada waktu, boleh lho datang.


2. Saat ini Indi juga banyak peduli dengan masalah kesehatan khususnya  berbicara mengenai Scoliosis. Bisa di ceritakan bagaimana scoliosis itu sendiri?

Scoliosis itu sebenarnya lebih rumit dari yang terlihat. Orang awam mungkin melihatnya sebagai masalah “kosmetik” yang dianggap hanya mengganggu penampilan. Tapi sebenarnya lebih dari itu. Scoliosis bahkan bukan penyakit tapi kelainan tulang belakang yang melengkung ke arah samping seperti huruf C atau S. Penyebabnya pun macam-macam, seperti efek samping dari beberapa sindrom (misalnya Marfan Syndrome atau Down Syndrome) dan idiofatik. Yang terakhir adalah yang paling banyak terjadi, sekitar 70 persen dari scolioser tidak diketahui apa penyebabnya.
Kurva atau kelengkungan scoliosis berbeda-beda, jika dibawah 20 derajat artinya masih terbilang ringan, sedangkan jika dibawah 40 artinya sudah masuk scoliosis sedang. Dan yang termasuk kategori berat adalah jika kurva sudah diatas 50 derajat karena bisa terjadi gangguan fungsi kardiopulmonal bahkan menurunnya harapan hidup. Meski terdengar seram (aku sudah masuk scoliosis berat, lho, hihihi), tapi scoliosis bisa dicegah menjadi lebih buruk dengan deteksi dini. Dan jika diperlukan koreksi scolioser juga bisa fisioterapi, menggunakan brace atau operasi.

Sessi Hipnoterapi bersama Endro S. Effendi CHt.CT

10:56 AM 2 Comments A+ a-

Pada awalnya,  saya kurang paham mengenai hipnoterapi. Di bayangan saya hipnoterapi seperti yang sering saya tonton di berbagai tayangan di televisi.  Dimana seseorang yang akan di hipno akan dibuat tertidur, kemudian akan di gali pemikiran terdalamnya oleh sang terapis. 

Ternyata..
Tidak semua bayangan saya mengenai hipnoterapi itu benar adanya. Mungkin saya terlalu banyak menerima informasi sepihak mengenai hipnoterapi itu sendiri. 

Hingga suatu hari, bapak saya bercerita mengenai hipnoterapi.  Bapak bahkan menyarankan saya untuk melakukan hipnoterapi.  Mana tahu dengan hipnoterapi dapat membuat saya lebih tenang dan tambah semangat. Hehehhe.. Jujur saja, saya jadi tersenyum mendengar saran bapak. 
Tentu saja saya tidak langsung serta merta menerima saran bapak.  Saya mulai kembali mencari berbagai informasi mengenai pengalaman hipnoterapi dari teman-teman dan bahkan searching di internet.   Ternyata hipnoterapi bisa membantu menangani berbagai keluhan kita lho.

Mba Anna, perawat home care yang sering ke rumah, termasuk salah seorang yang saya kepoin buat menggali informasi seputar hipnoterapi. Mba Anna bahkan bercerita berbagai pengalamannya pribadi dan teman temannya yang sudah pernah di hipno.   Wah, ternyata tidak seseram dan serumit yang saya perkirakan.

Untungnya om google sangat baik sekali menyajikan berbagai informasi mengenai hipnotetapi, sekaligus menjawab penasaran saya mengenai hipnoterapi. Salah satunya membawa saya ke website Bapak Adi W. Gunawan.

Berikut sedikit penjelasan menurut beliu yang saya lihat website Adi W. Gunawan.
8Menurut Adi W. Gunawan, Hipnoterapi itu sendiri terdiri atas dua kata, hipnosis dan terapi. Hipnoterapi adalah terapi, dengan menggunakan teknik atau metode apa saja, yang dilakukan dengan bantuan atau di dalam kondisi hipnosis. Kondisi hipnosis sesungguhnya adalah kondisi kesadaran khusus (altered state of consciousness) di mana pikiran berada dalam kondisi yang sangat reseptif sehingga dapat dilakukan perubahan atau modifikasi berbagai program pikiran dengan cepat, mudah, dan bersifat permanen.

Hipnoterapi ini bisa terjadi atas persetujuan klien. Jadi kalau kita selaku pasien setuju,  maka sang hipnoterapis akan membimbing kita dalam melakukan hipnoterapi. Nah, kalau dari awal kita tidak setuju untuk di hipnoterapi, maka tentunya akan sulit untuk mencapai tujuan hipnoterapi sesuai yang inginkan.

Selamat Jalan Sobat

11:12 PM 1 Comments A+ a-

"Yayuk harus kuat dan semangat ya," begitu katamu 2 tahun yang lalu.

Ya, aku masih ingat bertemu denganmu 2 tahun lalu bersama teman-teman alumni PKP Sosek Unibraw 1998 di Malang.  Anang Setiawan, tetapi Anang biasa dirimu di panggil.

Kita bahkan menyempatkan waktu berkumpul untuk reuni bersama.  Ada Retno, Reni, Ayoen, dan tentu saja dirimu.  Di reuni sederhana dan mendadak itu, kita mengobrol mengenang masa-masa kuliah dulu.

Tidak hanya itu, sehabis reunian, dirimu dan Retno mengajakku jalan jalan keliling kota Malang dan ke tempat yang paling kurindukan, yaitu kampus Unibraw hehhehe..

Ya, kita bertiga sempat berfoto di depan kampus fakultas pertanian Unibraw. Untungnya mahasiswa Retno bersedia memfoto kita yang narsis ini.  Oh ya, kamu dan Retno juga mengajakku kerumah bu Yayuk, dosen bimbinganku dulu. Benar benar hari yang menyenangkan.

Sekarang...
Anang sudah kembali ke pangkuan Illahi.
Berita itu memang sangat mengejutkanku.
Semoga Allah memberikan tempat terindah untuk Anang dan mempertemukan Anang dengan almarhum Istri Anang yang telah dulu berada disana.

Selamat jalan sobat..
Terima kasih atas kebaikanmu selama ini..

Selamat Jalan, Korrie Layun Rampan

10:29 PM 0 Comments A+ a-

Pagi ini saya mendapat kabar duka. Berita meninggalnya bapak Korrie Layun Rampan. Beliau merupakan salah satu sastrawan besar yang di miliki Indonesia maupun Kaltim.

Saya mengenal pak Korrie sebagai sosok yang bersahaja, bijaksana, ramah, baik dan selalu berbagi ilmu. Saya sungguh beruntung bisa mengenal dan berjumpa lamgsung dengan beliau.

Salah satunya pada acara Dialog Sastra Borneo beberapa tahun silam. Saat itu saya berkesempatan berfoto bersama pak Korrie bersama para penulis Bontang, yaitu pak Abdul Hakim mba Lilyn Hakim mba Muthi Masfuahpak.Sunaryo Broto.

Pertemuan saya dengan beliau terjadi beberapa bulan lalu. Saat itu saya bersama mba Sari Azismba Inni Indarpuri berkesempatan ngobrol panjang dengan beliau dan mendengarkan berbagai pandangan beliau untuk kemajuan sastra Kaltim.

Bagi saya pribadi, beliau adalah orang sangat berjasa di dalam sastra dan penulisan di Kaltim. Beliau adalah salah seorang sastrawan Kaltim.yang mampu menggerakkan kembali gelora sastra dan penulisan di Kaltim.

Selamat jalan pak Korrie..
Terima kasih atas kebaikan dan jasa-jasa bapak selama ini...

Buku Kanker Bukan Akhir Dunia

5:40 PM 0 Comments A+ a-

Buku Kanker Bukan Akhir Dunia terbitan Elex Media sudah terbit setahun yang lalu. Namun alhamdulillah sampai sekarang masih banyak yang mencari buku ini.

Bukan hanya untuk di baca sendiri, tetapi ada juga yang menghadiahkan buku ini kepada orang-orang yang di sayangi atau di perhatikan. Bahkan ada yang niat membeli buku ini untuk koleksi perpustakaan ataupun taman bacaan.

Terima kasih teman teman...telah turut membantu mengedukasi dan mengkampanyekan penyakit kanker kepada masyarakat. Semakin banyak orang yang mengetahui mengenai kanker, semakin banyak pula yang peduli akan kesehatan.

# siap-siap pengiriman buku ke Semarang dan Magelang

Berawal dari Blog

8:36 PM 1 Comments A+ a-


Sebenarnya saya sudah menulis blog sejak beberapa tahun lalu. Hanya saja kembali aktif menulis blog pada tahun 2013.
Blog http://www.yunirahmat.blogspot.com memang bisa di katakan blog gado-gado, alias isi blognya bermacam-macam. Dari kesehatan, sastra budaya, posting foto-foto, catatan perjalanan, catatan seminar atau workshop, review produk, dll. Walaupun saya akui, tema kesehatan khsususnya mengenai kanker dan pengalaman saya menghadapi kanker sangat dominan di blog tersebut. Bisa di buka di sini : http://www.yunirahmat.blogspot.com/p/kanker_19.html?m=1 .

Saya pernah mengikuti kursus optimalisasi blog yang di adakan mba Nunu El Fasa. Mba Nunu selalu mentor kursus membagikan tips dan ilmu bagaimana memanfaatkan blog lebih baik. Salah satunya dengan cara memberikan data diri ataupun kontak kita dan di cantumkan di blog.

Data ini tidak hanya berupa nama ataupun kontak person yang bisa di hubungi saja. Tetapi bisa pula dengan pengalaman, aktifitas sosial ataupun penghargaan dan karya-karya yang pernah di hasilkan, serta lain sebagainya yang akan di tambahkan. 
kegiatan bersama teman-teman blogger
kisahku di majalah Kartini
Saya juga masih terus belajar menjadi blogger yang baik hehehe.. Karena itu saya merasa bahagia sekali bisa bergabung dengan berbagai komunitas blogger yang ada di medsos, atau bertemu langsung dengan sesama blogger. Begitu banyak ilmu dan pelajaran yang bisa saya petik dari mereka.

Ternyata dari blog juga, saya mendapatkan banyak berkah lainnya. Salah satunya mendapatkan kesempatan di liput oleh media cetak daerah dan nasional. Rupanya dari pihak redaksi atau wartawan media cetak tersebut tahu profil saya dari blog pribadi, search google, ataupun dari buku yang saya tulis.

Selain itu, ada beberapa teman blogger yang memuat kisah saya atau mereview buku di blog mereka. Sungguh disini saya merasakan bagaimana networking itu bermanfaat positif sekali. Terima kasih teman teman blogger 
Jadi...
Yuk, mari menulis 
kisahku di Scarf Magazine

Selamat Hari Ayah Nasional, Bapak...

10:06 PM 0 Comments A+ a-

Kekuatan Hadir di Saat Kondisi Tidak Memungkinkan

10:52 PM 0 Comments A+ a-

Tiba-tiba pagi ini saya ingat pada sebuah acara sastra yang di selenggarakan di Perpustakaan Daerah Provinsi Kaltim beberapa tahun lalu.  Acara ini menghadirkan beberapa pembicara, salah satunya sahabat saya Tiffany Tsao yang merupakan dosen Universitas Sydney.  Tiffany memang saat itu sedang mempelajari sastra di Indonesia khususnya Sastra Kaltim.

Dalam kesempatan itu, Tiffany menceritakan beberapa tokoh sastra Indonesia yang melahirkan karya-karya luar biasa mereka dalam kondisi tidak terduga. Sebut saja Pramudya Ananta yang melahirkan karya-karya sastranya dari balik jeruji.  Serta banyak pula tokoh tokoh lain yang melahirkan karya mereka dalam kondisi yang tidak memungkinkan.

Saya lalu mencoba menyelami berbagai kisah para penulis terkenal dari luar.  Sebut saja Helen Keller yang seorang disablitas namun bisa menghasilkan karya-karya luar biasa. Tidak hanya itu, Helen mampu meraih berbagai penghargaan dan namanya terkenal hingga saat ini.   Menilik jaman sekarang, bisa di sebut nama JK Rowling.  Penulis  dengan karya fenomenalnya Harry Potter yang  membuka mata dunia.

Menulis bisa dilakukan oleh siapa saja.
Menulis bisa dilakukan dimana saja.
Menulis bisa dilakukan kapan saja.

Saya sendiri memang menyukai dunia tulis menulis sejak dulu.  Namun, jujur saya akui, saat itu produktifitas dan semangat menulis saya sering kemang kempis.  Saya menulis hanya ingin mengisi waktu dan menyalurkan hobi.

Hingga suatu saat itu tiba..
Saat dimana kanker hadir datang tiba-tiba dalam  hidup saya.
Kanker bukan hanya mencuri perhatian saya.
Kanker bukan hanya mengoyak fisik dan  batin saya.
Tapi kanker juga yang membangkitkan jiwa dan semangat menulis saya semakin kuat.

Ya..
Saya percaya apa yang di katakan sobat saya, Tiffany Tsao.
Sebuah karya kadang tidak terduga dapat hadir dalam kondisi yang tidak memungkinkan sama sekali..

Yuk.. mari kita menulis lagi.

KANKER BUKAN AKHIR DUNIA

3:17 AM 0 Comments A+ a-

Terus Berdoa...
Terus Berusaha...
Terus Berjuang...
Terus Berharap ...

Lupi dan Biskuit Khong Guan

3:15 AM 1 Comments A+ a-

# Lupi dan Khong Guan

Lupi, anak bungsuku ini memang agak beda dengan kakak-kakaknya.  Lupi suka sekali makan biskuit Regal dari Khong Guan yang di celupin ke teh manis hangat.

Kalo melihat Lupi asyik menikmati kudapan seperti ini,  mau tak mau mengingatkanku di masa lalu.  Ya, almarhum kakek nenekku suka pula melakukan hal yang sama seperti Lupi.  Begitu pula dengan bapakku yang juga kakek Lupi. Hehehhe..

Khong guan memang selalu mengingatkan pada berbagai memori memori indah.  Belum lagi kala lebaran jaman dulu tiba.  Khong guan menjadi semacam trend yang harus ada di keluarga kami ^_^

Kisahku di Majalah Scarf Magazine Edisi November 2015

4:56 AM 6 Comments A+ a-

scarf magazine edisi November 2015 
Alhamdulillah, barusan dapat kabar kalau kisah saya di muat di Majalah Scarf Magazine Indonesia terbitan terbaru vol. 15 yang terbit bulan November 2015 ini. Apalagi dimuatnya kisah saya tersebut bersamaan dengan Anniversary atau ulang tahun Scarf Magazine yang ke 2.  Cover  depan majalah tersebut menampilkan sosok artis Dewi Sandra.  Sedangkan di cover bagian belakang yaitu  Ibu Artalia yang merupakan istri Ridwan Kamil walikota Bandung.

Majalah Scarf Magazine sendiri merupakan Muslimah Urban Fashion magazine, di mana majalah nasional dengan segmen perempuan muslimah. Dimana majalah ini terbit secara nasional pertiga bulan sekali.   Sungguh sebuah kebahagiaan bagi saya yang tak terhingga, kisah saya bisa dimuat di majalah Scarf Magazine.  Saya berharap kisah saya ini bisa memberikan kekuatan dan inspirasi bagi para pembaca.


Proses Wawancara. 

Sedikit mengulas balik cerita, bagaimana akhirnya saya bisa di wawancarai oleh Majalah Scarf Magazine. Beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan email dari mba Irma, salah satu editor Scarf Magazine.  Adapun isi email tersebut menanyakan kesediaan saya untuk diangkat dalam rubrik Story pada volume 15, dengan tema "The New Way to Feel Alive".  Mba Irma juga menjelaskan mendapakan kontak saya dari website saya ini.


Tentu saja saya bersedia menerima tawaran tersebut. Rasanya bahagia sekaligus dan tidak menyangka,  saya mendapat tawaran wawancara dari sebuah majalah fashion muslimah nasional.  Mba Irma pun mengirimkan draft pertanyaan melalui email kepada saya, sekaligus meminta agar saya melampirkan beberapa foto pribadi serta foto-foto kegiatan yang saya lakukan. 

Cerpen : Dari Balik Jendela Anya

10:42 PM 0 Comments A+ a-


Anya memandang jam dinding yang terpanjang di dinding kamarnya. Sepuluh menit lagi menuju pukul setengah tujuh pagi.
"Pasti sebentar lagi lelaki  itu akan keluar dari rumah untuk berangkat kerja,"guman Anya sendiri sembari mengalihkan 
pandangan ke luar jendela kamarnya.

Benar saja. Sosok lelaki muda keluar dari pintu rumah depan, tepat di berhadapan dengan rumah Anya.  Anya menahan nafas sejenak, berharap lelaki muda itu tidak mengetahui kalau ia sedang di perhatikan. 

Tapi terlambat! Lelaki itu tersenyum ke arah  Anya, tepat menembus kaca jendela kamar Anya.  Anya gelagapan dan spontan menutup tirai jendela kamarnya.

"Oh, Tuhan!" Desah Anya perlahan sembari memegang dadanya yang berdegup tidak karuan. Rutinitas tiap pagi mengintip lelaki itu akhirnya ketahuan juga.

*****
Anya tidak ingat sejak kapan suka memandangi keadaan dari balik jendela kamarnya.  Mungkin dua atau tiga bulan yang lalu tepatnya.  Ia betah berlama-lama memandangi luar jendela sembari mencari inspirasi menulis.

Semua bermula dari sakit syaraf tulang belakang yang di derita Anya. Rasa sakit dan nyeri itu membuat Anya lebih banyak melakukan aktifitas di atas ranjang. Kemungkinan untuk sembuh pun perlu waktu dan proses lama. 

Sebenarnya dokter syaraf yang menangani Anya,  menyarankan Anya di rawat di rumah sakit agar lebih di rawat intensif.  Namun, Anya menolaknya.
Anya  lebih memilih istirahat di rumah. Walaupun dengan konsekwensi membawa sekantong penuh obat dari resep dokter.
Kedua orang tua Anya pun tidak mau memaksa Anya.  Mereka sudah sangat bersyukur, Anya tetap tenang dan tidak stress dengan kondisi fisiknya sekarang.  Bahkan Anya masih terus melakukan aktifitasnya menulis.
"Ayah, Anya  mau ranjang tidur Anya di pindah ke dekat jendela kamar," kata Anya kepada ayahnya.
"Mengapa dipindah?" Tanya Ayah sambil mengernyitkan dahi tidak mengerti.
"Biar Anya tidak bosan. Jadi Anya bisa memandang keadaan di luar rumah. Siapa tahu semakin banyak ilham untuk menulis ,"sahut Anya tersenyum.
Ayah Anya hanya terdiam.  Sebagai seorang ayah, ia tahu bagaimana perasaan hati anak gadisnya.  Tidak mudah menerima kondisi fisik  yang mengharuskan Anya berbaring terus di tempat tidur. Namun Anya selalu bersikap kuat dan ceria di hadapan siapa saja.
"Nanti ayah minta mang Ujang untuk membantu memindahkan ranjang Anya, ya,"kata ayah di
iringi senyuman Anya.

****

Ketika Jujur tentang Kanker kepada Anak

6:05 PM 2 Comments A+ a-

Saya acap kali mendapat pertanyaan dari orang lain mengenai anak-anak saya. Khususnya pertanyaan yang terkait bagaimana keterbukaan dan kejujuran saya mengenai penyakit kanker yang saya derita kepada anak-anak.
Kalau mau saya list, mungkin berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang sering di tanyakan :
- Apakah anak-anak tahu kalau saya terkena kanker?
- Apakah anak-anak tahu penyakit kanker itu apa?
- Bagaimana perasaan mereka saat tahu saya terkena kanker?
- Bagaimana keadaan sehari-hari di lalui bersama anak-anak setelah tervonis kanker?
- Apakah mereka tahu tentang pengobatan kanker yang saya lakukan?
- Bagaimana perasaan mereka bila melihat saya sedang drop atau lagi down?
- Seberapa pentingnya mereka tahu mengenai kanker yang saya derita?
- ...... dan banyak lagi pertanyaan
Jujur, memberitahu dan menjelaskan kondisi saya kepada anak-anak merupakan hal yang terberat di banding saya menerima vonis kanker pertama kalinya.  Bila dulu saat menerima vonis kanker, saya harus berperang dengan diri sendiri dalam.proses penerimaan.  Namun, akan jauh berbeda saat berhadapan dengan anak-anak tercinta.
Saya menghargai pilihan dari sebagian teman-teman survivor kanker yang lebih memilih menyimpan rapat-rapat kondisi mereka dari anak anak atau keluarga.  Begitu pula saya menghargai pilihan mereka untuk lebih terbuka kepada anak-anak dan keluarga.
Saya sendiri adalah seorang survivor sekaligus seorang ibu yang memilih bersikap terbuka kepada  anak-anak.  Semuanya itu tentu saja dengan berbagai macam pertimbangan dan alasan yang cukup dalam. 
Berbagai alasan itu antara lain saya ingin anak-anak lebih memahami kondisi saya saat ini. Dengan begitu saya bisa mengajarkan arti perjuangan, dukungan dan semangat kepada mereka.  Dengan mengetahui lebih mengenai kanker langsung dari saya, mereka akan lebih paham mengenai kanker itu sendiri. Bahwa kanker bukan akhir dunia. Saya sebagai ibu mereka tetap bisa memberikan kasih sayang dan kekuatan kepada mereka.  Dan tentu saja berbagai alasan lainnya.
Kalau ada pula yang bertanya, apakah saya sedih ketika anak anak harus melihat kondisi saya sakit seperti ini? Jujur, saya jawab kadang hal itu terlintas dalam pikiran saya.  Kalo boleh terbuka saya bertanya, seandainya ada orang yang berada di posisi saya, tentu akan merasakan hal yang sama seperti saya.
Tetapi..
Sekali lagi saya katakan.. hidup ini adalah pilihan. Okelah kalau saya memang tidak bisa memilih untuk menghindari tervonis kanker.  Tetapi setidaknya saya bisa memilih bagaimana mengisi dan menjalani hari-hari saya bersama anak-anak. 
Selagi allah memberikan nafas untuk saya, berarti allah pun memberikan kesempatan kepada saya untuk terus berbagi dan berbuat baik.  Allah pun memberikan kesempatan kepada saya untuk mengisi hari-hari saya yang penuh keceriaan dan kebahagiaan bersama anak-anak.
Hingga terus dalam hati mereka terparti rasa betapa besar cinta dan kasih sayang saya kepada mereka.......
Samarinda, 23 Oktober 2015

Share to Care #1 - PITA TOSCA

10:30 PM 0 Comments A+ a-

Yuk, Ikutan acara PITA TOSCA

Share to Care #1 : Kenali Tiroidmu !

Hari : Sabtu, 24 Oktober 2015
Pukul : 10.00 - 13.00
Tempat : Meeting Room - Menara Cardig
Jl. Halim Perdana Kusuma Cawang, Jakarta Timur

Pembicara : dr. Dwi Hari Susilo, SpB (K) Onk - Konsultasi Bedah Onkologi RS Onkologi Surabaya

Menulis Untuk Amal Ibadah, Dunia pun Mengikuti

12:19 AM 0 Comments A+ a-

Beberapa waktu lalu saat saya berselancar cantik di facebook, saya  membaca info mba Winda yang ngadain Give Away (GA) di blognya Emak Gaoel . GA yang bertajuk Go For It berhadiah keren banget yaitu Smartfren Andromax 4G LTE buat pembaca Blog Emak Gaoel!

Wah, tentu saja hadiahnya langsung membuat saya termehek-mehek pengen ikutan :) Apalagi kita sebagai peserta hanya diminta untuk menuliskan  apa yang sedang di kejar dalam kegiatan blogging.
Saya langsung saja ingat dengan blog saya dan alasan terpenting mengapa saya terus ngeblog hingga hari ini.  Apa sesungguhnya saya kejar dalam ngeblog. Usia blog saya termasuk lama, tetapi saya baru aktif ngeblog lagi di tahun 2013. Semua itu bermula karena sebuah kejadian yang mengubah hidup saya.

Saya tidak akan pernah lupa hari itu.  Hari bersejarah dimana dokter terbuka menjelaskan vonis sakit yang saya derita. Hari bersejarah di awal tahun 2013.  Tidak tanggung-tanggung, vonis kanker tiroid stadium 4 , dimana kanker tersebut sudah menyebar ke tulang belakang dan paru-paru saya.

Stress?  pasti...
Sedih?  apalagi..
Nangis? Jangan di tanya lagi...
Marah? Galau? Kecewa? Menyesal? 

Sepertinya semua aneka rasa membaur jadi satu.
Hingga saya merasa berada dalam sebuah titik terendah hidup saya. Apalagi saya merasakan rasa nyeri dan sakit luar biasa akibat kanker dalam tubuh saya. Saya sadar, kanker stadium 4 yang sudah menyebar bukan penyakit sembarangan. Bahkan banyak yang mengatakan apabila seseorang di vonis  stadium 4, berarti kemungkinan bertahan  hidup hanya sekian persen saja.

Dunia saya sempat terasa berhenti saat itu.  Di tengah kegalauan luar biasa, saya sempat mengurangi akses bertemu dengan orang lain. Ini karena perasaan tidak siap saya menerima kanker. Saya memilih tenggelam dalam dunia saya sendiri.

Saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk menulis.  Saat itu saya berfikir, hidup saya tidak akan lama lagi.  Paling tidak saya harus mengejar sisa umur hidup saya untuk melakukan hal-hal terbaik.  Saya sadar kondisi fisik saya tidak memungkinkan untuk melakukan berbagai kegiatan. Karena itu saya memilih menulis di blog sebagai salah satu bentuk kegiatan positif saya. 

Saya saat menjalani pengobatan radiasi nuklir

Selama aktif menulis dan berselancar di dunia maya, saya sadar sekali informasi penyakit kanker tiroid dan pengobatannya tidak terlalu banyak bisa di dapatkan.  Apalagi pengobatan kanker tiroid yang salah satunya menggunakan ablasi radiasi nuklir 131 memang masih awan di ketahui. Padahal ablasi ini cukup efektif untuk terapi penyakit kanker tiroid.

Resensi Buku It's Me di Tribun Kaltim

5:13 PM 0 Comments A+ a-


Alhamdulillah, salah satu tulisan resensiku di muat di Harian Tribun Kaltim edisi Minggu, 4 Oktober 2015.  Resensi buku It's Me, merupakan buku karya Mba Dya Lorreta.  Buku ini mengupas habis tentang Personal Branding.  Ingin tahu resensi buku ini, silahkan baca ya :

------------
Judul : It's Me!
(SUPERBRAND DIRI UNTUK JADI BEDA)
Penulis : Dya Loretta, SE., M.IKom
Penerbit : Lintas Kata
Tebal : 96 Halaman
Tahun : 2015

Tidak banyak buku yang mengupas lengkap mengenai personal branding yang beredar belakangan ini. Apalagi buku personal branding yang tidak hanya berkutat dengan materi persoal branding saja, tetapi juga berbagai macam pengetahuan dan praktek seiring perkembangan jaman saat ini.

Buku It's Me! Superbrand Diri Untuk Jadi Beda merupakan buku yang tanpa sengaja saya baca.  Waktu itu salah seorang sahabat saya, merekomendasikan buku ini untuk saya baca.  Rupanya dia mengerti, belakangan ini saya sedang belajar dalam personal branding.  Aktifitas saya sebagai penulis sekaligus survivor kanker yang aktif mengedukasi kanker, memang sangat terkait dengan personal branding.

Dya Loretta, SE., M.IKom selaku penulis buku It's Me!  Saya akui memang cukup jeli menangkap keinginan pembaca yang ingin tahu lebih jelas mengenai personal branding.  Buku yang di terbitkan Lintas Kata dan setebal 96 halaman ini, memang sudah membuat penasaran saya untuk membacanya sejak halaman pertama.


Dalam buku ini di bagi menjadi 6 Part, dimana masing-masing part memiliki kekuatan sehingga membuat buku ini menjadi lebih asyik untuk di baca.  Apalagi buku ini tidak monoton seperti buku-buku lain.  Penulis banyak menampilkan gambar menarik ataupun skema untuk lebih memperjelas pembahasan di Buku.

Dalam part 1, penulis membahas mengenai Now & Know! Kini dan Perkembangannya .  Saya langsung tertarik membaca buku ini saat penulis membahas fenomena selfie di masyarakat. Menurut penulis, selfie juga  bisa mendeteksi karakter personal seseorang, meski kedalamannya tentu perlu ditelaah lebih lanjut.

Lebih lanjut berbicara mengenai image atau citra diri seseorang. Jadi rasanya wajar saja, ada saja orang  yang selalu menjaga image agar selalu terlihat baik dan positif di mata masyarakat. Tentu saja hal itu dengan tujuan tertentu, antara lain agar bisa di hargai, dapat menginspirasi atau menjadi panutan orang lain.

Penulis juga menjelaskan bagaimana faktor situasional seseorang berpengaruh besar pada perilaku manusia. Ia mencoba mengutip buku Psikologi Komunikasi yang di jelaskan oleh Drs. Riswandi, M.Si. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain faktor ekologis,  faktor rancangan dan arsitektural,  faktor temporal, suasana perilaku, tekhnologi, dan lain lain.

Pada part 2 mengenai Kenali dan Pahami Diri Sendiri, penulis mengajak pembaca untuk lebih mengenali dan memahami keadaan dan kemampuan diri sendiri.  Di part ini, saya coba menyelaraskan dengan pengalaman saya pribadi. 
Saya sendiri memang perlu waktu untuk bisa mengenali dan memahami diri sendiri. Khususnya mengenai kemampuan dan kekuatan yang saya miliki yang tidak hanya bisa bisa bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Saat awal saya tervonis kanker, saya benar benar merasa down dan terpukul.  Namun seiring berjalannya waktu, saya berusaha bangkit dan menemukan apa yang harus saya lakukan selanjutnya. Selain berobat, saya mencoba menggabungkan kemampuan saya menulis dan berbicara untuk mengedukasi masalah kanker kepada masyarakat.  Dari sana pula, akhirnya perlahan demi perlahan menciptakan personal branding saya sendiri.

Selaras dengan yang di tulis penulis dalam buku It's Me, bahwa setiap manusia memiliki hasrat, keinginan, dan kebutuhan yang merupakan landasan dari tujuan setiap langkah kita. Tujuan tersebut tentulah diharapkan memberikan hasil positif bagi diri dan orang lain.

Salah satu part lain yang menarik dalam buku ini yaitu Build Personal Brand, Membangun Personal Brand dengan Kekuatan dan Keunikan Diri.  Saya rasa part ini merupakan part ini dalam buku ini.  Penulis tidak hanya mengupas habis personal brand, tetapi juga memberikan bagaimana tips dan cara membangun personal brand dengan apa yang kita miliki.

Selain itu, penulis juga menampilkan part Story of Personal Brand.  Pada part ini terdapat beberapa kisah inspirasi dari orang yang sukses membangun personal brandnya. 

Aisyah Laila atau yang akrab di panggil dengan Icha adalah seorang gadis yang masih berusia 13 tahun.  Walaupun masih sangat muda, namun Icha sudah memiliki personal brand yang dikenal masyarakat. 

Aisyah Lalila yang terkenal dengan make up artist juga telah melauncing produk brand Aisyah Laila Professional False Eyelashes.  Icha pun kerap di liput berbagai media cetak, elektronik maupun televisi terkait kegiatan dan aktifitas yang ia jalani.

Kisah sukses lain dari Dya Lorreta dengan brandingnya ‘The Project Of Dlo’s'.  The Project Of Dlo's mengandung arti proyekan Dya Loretta.
Aktifitas Dya sebagai pengajar tidak mengurangi kegiatannya di luar jam pekerjaaan.  Ia sering berbagi dalam kumpul-kumpul, dari membuat miniseminar sampai berbagi mengenai keilmuan yang di miliki.  Dya berbagi untuk berbagai medi cetak dan media online.

Selain itu ia berbagi keunikan lainnya di  media TV,  dari sebagai penghobby sepatu boots hingga sebagai penghobby salah satu merek mobil. Hingga saat ini ia terus  berbagi dengan teman-teman dalam komunitas marketing komunikasi dan advertising— marcommads community—terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung.

Dari kisah-kisah sukses di atas, memang tidak mudah membangun sebuah personal brand sehingga orang bisa mengenal kita.  Namun semua tidak ada yang tidak mungkin bila kita mau berusaha dan mencoba.  Di buku It's Me! Superbrand Untuk Jadi Beda, kita akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan mengenai personal branding secara lebih lengkap dan tuntas.  Jadi tidak salah, bila saya rekomendasikan buku ini untuk di miliki dan di baca ^_^.

Kisah Inspirasiku di Majalah Kartini edisi Oktober 2015

5:28 AM 2 Comments A+ a-


Alhamdulillah, Awal Bulan Oktober 2015 ini membawa berita sangat berkesan bagi saya.  Salah satu majalah nasional yaitu majalah Kartini edisi bulan Oktober 2015, memuat kisah saya dalam menghadapi kanker.

Saya berharap agar kisah saya ini bisa menginspirasi para pembaca, khususnya para survivor kanker agar terus semangat dan berjuang.

Pentingnya Support Group Untuk Survivor Kanker

1:18 AM 0 Comments A+ a-


Beberapa teman di FB , instagram, maupun pembaca blog saya, tertarik untuk bergabung di komunitas kanker yang saya ikuti. Alhamdulillah sudah teman-teman akhirnya bergabungnya.

Memiliki teman-teman yang positif ataupun bergabung dalam sebuah komunitas support group akan sangat bermanfaat bagi seorang pasien kanker. Tidak hanya itu, komunitas support juga terbuka bagi keluarga pasien kanker atau masyarakat umum yang ingin sama sama bergabung di dalamnya.

Saya pernah membahas hal ini di bab khusus di buku Kanker Bukan Akhir Dunia terbitan PT. Elex Media yang saya tulis. Bergabung dengan lingkaran positif tidak hanya membuat pasien tidak lagi sendiri menghadapi kanker. Kita bisa saling berbagi informasi, dukungan dan kekuatan serta semangat.

Bagi teman-teman yang tertarik mengetahui informasi mengenai group support kanker, bisa pula bergabung langsung pada CISC (cancer information and support center) atau Pita Tosca (support group khusus tiroid). Bagi yang ingin tanya-tanya, bisa japri saya ya.. 

●Email :
triwahyunizuhri@yahoo.com
triwahyunizuhri@gmail.com

●Facebook :
Tri Wahyuni Zuhri

●Twitter :
@triwahyunizuhri

●Instagram :
Tri Wahyuni Zuhri

●Website :
www.yunisukses.com
www.triwahyunizuhri.blogspot.com

●Whatsapp / SMS :
081348193451


(GIVE AWAY Buku It's Me ! Superbrand Diri Untuk Jadi Beda )- Saatnya Membangun Personal Branding Lebih Terkenal dan Beda

8:57 AM 0 Comments A+ a-


Judul : It's Me!
(SUPERBRAND DIRI UNTUK JADI BEDA)
Penulis : Dya Loretta, SE., M.IKom
Penerbit : Lintas Kata
Tebal : 96 Halaman
Tahun : 2015

Tidak banyak buku yang mengupas lengkap mengenai personal branding yang beredar belakangan ini. Apalagi buku personal branding yang tidak hanya berkutat dengan materi persoal branding saja, tetapi juga berbagai macam pengetahuan dan praktek seiring perkembangan jaman saat ini.

Buku It's Me! Superbrand Diri Untuk Jadi Beda merupakan buku yang tanpa sengaja saya baca.  Waktu itu salah seorang sahabat saya, merekomendasikan buku ini untuk saya baca.  Rupanya dia mengerti, belakangan ini saya sedang belajar dalam personal branding.  Aktifitas saya sebagai penulis sekaligus survivor kanker yang aktif mengedukasi kanker, memang sangat terkait dengan personal branding.

Dya Loretta, SE., M.IKom selaku penulis buku It's Me!  Saya akui memang cukup jeli menangkap keinginan pembaca yang ingin tahu lebih jelas mengenai personal branding.  Buku yang di terbitkan Lintas Kata dan setebal 96 halaman ini, memang sudah membuat penasaran saya untuk membacanya sejak halaman pertama.

Dalam buku ini di bagi menjadi 6 Part, dimana masing-masing part memiliki kekuatan sehingga membuat buku ini menjadi lebih asyik untuk di baca.  Apalagi buku ini tidak monoton seperti buku-buku lain.  Penulis banyak menampilkan gambar menarik ataupun skema untuk lebih memperjelas pembahasan di Buku.

Resensi Buku Food Combining, Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah

9:24 AM 0 Comments A+ a-

(Tulisan Resensi saya ini, dimuat Harian Tribun Kaltim, 27 September 2015)



Judul : Food Combining, Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah
Penulis : Widyanti Yuliandri
Penerbit : Kawan Pustaka
Tebal : 176 Halaman
Tahun : 2015



Akhir-akhir ini, telah banyak orang yang mulai mengubah pola makan sehari-harinya menjadi lebih sehat. Bagi orang menjalani pola makan sehat  bukan hanya sekedar trend, tetapi karena sadar betapa bermanfaatnya pola makan yang lebih sehat.

Food Combining merupakan salah satu bentuk pola makan sehat yang sangat alami. Dimana bukan hanya mengkonsumsi bahan-bahan yang belum terlalu jauh bentuk asli dari alam. Food combining juga memperhatikan apa yang di butuhkan tubuh dan mengatur asupan makanan yang sesuai untuk tubuh.

Widyanti Yuliandri sebagai penulis buku Food Combining, Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah, mencoba memaparkan seluk beluk food combining secara lengkap.  Widyanti mencoba memberika  pemahaman kepada pembaca, bahwa food combining sebagai sesuatu yang mudah di terapkan, menyenangkan dan fleksibel. Buku yang diterbitkan oleh penerbit  Kawan Pustaka ini, dengan tebal 176 halaman dan di bagi menjadi 10 bab.

Ada hal yang terpenting dalam  food combining, yaitu bagaimana aturan penerapan food combining yang di bahas pada bab dua. Selama ini banyak orang yang menganggap food combining terlalu rumit untuk di terapkan, padahal kenyataan tidak demikian. Asalkan kita tahu bagaimana aturan penerapannya, maka pelaksanaan food combining akan lebih mudah.

Sari Azis : Mengangkat Kaltim dalam Tulisan

9:22 AM 0 Comments A+ a-

(Tulisan saya ini di muat di Harian Tribun Kaltim, 27 September 2015)

Tidak banyak penulis asal Kalimantan Timur yang mendedikasikan diri untuk mengembangkan minat menulis dan membaca ke masyarakat, Sari Azis adalah salah satunya.   Alumnus Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Mulawarman ini memang termasuk penulis produktif dan menghasilkan tulisan di berbagai media nasional maupun dalam bentuk buku.

Sari  menyukai dunia penulisan sejak duduk di bangku SD (Sekolah Dasar) yang dituangkan dalam buku diari. Sari sadar bahwa kecintaannya pada dunia menulis terkait dengan hobinya membaca.  Ia bahkan memulai menulis sejak duduk di bangku SD yang dituangkan dalam buku diari.   Sari sangat bersyukur,  berbagai kegiatan positif yang ia lakukan, di dukung penuh oleh keluarga.

"Keluarga memberi saya kebebasan untuk berkreasi. Kedua orang tua dan semua saudara selalu mendukung saya dalam berkegiatan dengan memberikan saya hal-hal positif," tuturnya sambil tersenyum.

Selamat Idul Adha

9:05 AM 0 Comments A+ a-

Assalamualaikum Wr. Wb
Kami Sekeluarga Mengucapkan :

Selamat Idul Adha
Mohon Maaf Lahir Batin

-TRI WAHYUNI ZUHRI & KELUARGA -

Ayo, Kita Bantu Pengobatan Anisa, Survivor Kanker Cilik

1:55 PM 0 Comments A+ a-


Anisa Nasfiti Agustin, anak perempuan manis yang berusia 10 tahun yang tinggal di Kota Samarinda bersama keluarganya. Saya mengenal Anisa dan ibundanya, Ibu Wiwiek,  karena beberapa kali bertemu langsung.

Anisa terlihat sangat ceria seperti anak kecil seumurannya.  Namun siapa sangka, di balik tubuhnya tersimpan penyakit yang cukup berat.  Ya, Anisa telah tervonis kanker Tiroid yang sudah menyebar. 

Perjalanan sakit yang di alami Anisa, dituturkan langsung oleh Ibu Wiwek kepada saya.
Awalnya, pada usia 4 tahun, ibu Wiwiek menemukan benjolan di leher Anisa.  Kemudian ibu Wiwiek mencoba memeriksakan Anisa ke dokter umum.  Dokter umum mencurigai benjolan tersebut ganas, lalu  merujuk ke dokter bedah umum. 

Setelah di periksa lebih lanjut oleh dokter bedah,  ternyata memang kanker tiroid dan harus segera di operasi.  Anisa pun menjalani operasi kanker tiroid untuk pertama kalinya di usia 4 tahun.

Pada usia Anisa 5 tahun, ternyata benjolan tersebut muncul kembali.  Kedua orang tua Anisa mencoba pengobatan herbal alternatif terlebih dahulu. Hal ini di karenakan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan untuk operasi selanjutnya.

Ternyata perjalanan kanker tiroid di tubuh Anisa semakin cepat. Apalagi berpengaruh dengan kondisi fisik Anisa yang semakin melemah karena kanker semakin terus mengusik tubuh mungilnya.  Hingga pada usia 6 tahun, Anisa kembali menjalani operasi kedua kalinya dan ditangani dokter onkologi.

Anisa Saat Koma di ICU
Saat operasi kedua ini, Anisa mengalami penurunan kondisi sempat koma dan di rawat di ruang ICU rumah sakit selama beberapa hari.  Bersyukur, kondisi Anisa semakin membaik saat di rawat, sehingga di perbolehkan untuk pulang.

Serba-Serbi Pemotretan

4:35 AM 0 Comments A+ a-

Eheeemmm..
Kalau baca judulnya mengenai pemotretan, pasti kesannya mau nyama-nyamain profesi model atau selebritis yang suka foto-foto Heheheh. Bukan.. bukan.. ini bukan rangka mengikuti apa yang biasa dilakukan model atau seleb. Pemotretan kali ini terkait permintaan salah satu media cetak mengenai foto terbaru saya

Sebenarnya saya ada beberapa stok foto pribadi maupun bersama anak-anak.  Namun, rasanya foto itu memang tidak mungkin saya kirimkan dengan berbagai alasan. Pertama, karena pose gaya di foto yang terlalu heboh heheheh (maklum narsis sekeluarga :p ). Kedua, karena beberapa foto sudah pernah masuk media juga. Dan yang ketiga, karena ukuran file foto yang tidak standar. Maklumlah, biasanya ukuran file foto yang dibutuhkan media cukup besar. Harapannya biar foto itu tidak pecah gambarnya saat dimuat.

Nah, foto foto saya kebanyakan  sudah dalam ukuran standar kecil. Biasanya memang saya gunakan untuk upload di medsos atau karena sudah masuk proses editing hihih.. maksudnya biar fotonya tampak sekinclong mungkin ^_^


Pengalaman Pemotretan Pertama

Baiklah...
Lanjut lagi masalah pemotretan.
Sebenarnya pemotretan kali ini adalah yang kesekian kalinya untuk keperluan media cetak (hahahah.. narsisnya mulai lagi deh).  Saya ingat kejadian pemotretan waktu diminta oleh mba Novi, wartawan Kaltim Post.

Kebetulan saya diminta untuk berfoto bersama anak-anak.  Saya pun meminta janji temu ulang agar bisa mengumpulkan anak-anak di rumah. Maklum saja, anak-anak sekolah sampai siang.

Hingga akhirnya hari pemotretan tiba.  Kami pun bersiap siap untuk di foto sama mba Novi. Mba Novi sudah siap sedia dengan kameranya memotretan kami.  Tapi.. olalala.. mulailah anak-anak bertingkah.  Arya lagi tidak enak badan dan  Lupi baru bangun tidur. Hanya Raisyah yang sangat antusias untuk lakukan sessi foto.