VCD Film Dokumenter Biografi - Titik Terang

9:08 AM 0 Comments A+ a-




Alhamdulillah, sudah tersedia VCD Film Dokurama Titik Terang - Episode Kanker Bukan Akhir Dunia. Insya allah VCD ini akan saya berikan kepada keluarga dan sahabat yang sudah memesannya dari beberapa waktu yang lalu. Terima kasih kepada MMXVI Production Polnes Samarinda.

Belajar dan Berbagi Bersama Blogger Nunu Amir

9:04 AM 20 Comments A+ a-

Nunu Amir
sumber : blog mba Nunu
Saat berkunjung ke Blog Mba Nunu Amir di www.nunuamir.com , saya langsung tertuju pada tagline blog mba Nunu.  “Karena Hidup Adalah Belajar dan  Berbagi”, begitu tagline yang tertulis.  Tagline yang sederhana, tetapi mengandung arti yang sangat mendalam bagi si empunya blog serta pembaca blog, termasuk saya  sendiri.  Mengingatkan saya untuk terus mengisi hidup ini dengan belajar dan terus berbagi.

Saya pertama kali mengenal mba Nunu, karena bersama-sama  bergabung dalam kelompok  6 arisan link komunitas Blogger Perempuan.  Beberapa kali saya berkunjung atau blog walking ke blog mba Nunu, saya tertarik dengan tampilan blog  nunu yang sederhana dan terkesan dinamis. 

Nur Sahadati Amir, merupakan nama lengkap dari  Nunu Amir.  Selain sebagai blogger, ternyata mba Nunu mempunyai pekerjaan tetap sebagai PNS di Kementerian Koodinator Bidang Perekonomiaan.  Rupanya kesibukannya sebagai PNS, tidak mengurangi hobbinya menulis dan menuangkannya dalam blog pribadinya.   Mba Nunu yang juga pencinta kucing,  mempunyai hobi berkomunitas, membaca, travelling, dan kuliner.  Ia  lahir dan di besarkan di kota Makassar, Sulawesi Selatan


Nunu dan Blog

Menurut mba Nunu,  ia sebenarnya mengenal dunia blog sejak tahun 2006.  Namun, ia akhirnya memutuskan untuk serius menekuni dunia blog di tahun 2011.  Apalagi dalam perjalanan ngeblog, ia bisa bertemu dengan berbagai komunitas terkait dunia penulisan dan ngeblog.  Hal ini membuat ia semakin jatuh cinta dan semangat untuk menulis dan ngeblog.

Blog mba Nunu sendiri, berisi berbagai macam kategori tulisan dan murni berdasarkan pemikiran sendiri alias bisa di jamin no copy paste.  Saya suka dengan blogger seperti ini, yang lebih  menggunakan pemikiran dan menghargai hasil karya sendiri Intinya tetap menjaga keorisinalitas tulisan dan tentu saja manfaat tulisan tersebut.

Film Dokumenter Titik Terang Episode Kanker Bukan Akhir Dunia

1:00 AM 12 Comments A+ a-

cover VCD

Alhamdulillah, akhirnya dapat kabar kalau film Dokudrama atau dokumenter yang mengangkat kisah saya menghadapi kanker, sudah selesai. Film Dokumenter  Titik Terang Episode Kanker Bukan Akhir Dunia  ini di laksananakan oleh tim Broadcast Politeknik Samarinda - MMXIV Production.   Pengalaman saya saat syuting film dokumenter bisa di baca di sini: http://www.yunirahmat.blogspot.co.id/2016/03/syuting-film-dokumenter-bersama-rekan.html

Sungguh, saya tidak pernah menduga kalau ada yang berminat mengangkat kisah saya dalam bentuk film.  Rasanya seperti mimpi.  Saya masih ingat saat pertama kali mendapatkan tawaran membuat film ini  itu, sehabis beberapa hari saya operasi kanker tiroid yang ke 5. Tawaran itu datang dari teman-teman broadcast politeknik Samarinda.

film dokudrama - Titik Terang
episode  Kanker Bukan Akhir Dunia
Setelah mendengarkan maksud dan tujuan pembuatan film tersebut yang di kemukakan oleh Masitah (produser film), saya langsung menyetujuinya.  Alasannya sederhana, saya berharap kisah saya bisa menginspirasi banyak orang khususnya para survivor kanker untuk selalu semangat menghadapi kanker tiroid.  Selain itu, dengan film saya berharap agar bisa turut mengedukasi kanker kepada masyarkarat.  Amin...



 -------------------------------------------


Film Dokumenter Titik Terang Episode Kanker Bukan Akhir Dunia  merupakan program dokudrama biografi yang mengangkat kisah nyata hidup seseorang yang memiliki nilai juang. Garis hidup yang ditakdirkan selalu menginginkan keajaiban dalam setiap perjalanannya. Pasti memberikan sisi simpati dan menginspirasi banyak orang bahwa sesulit apapun garis hidup yang ditakdirkan kita sebagai manusia masih bisa melakukan hal-hal positif demi berakhirnya sisi negative yang menyerang diri.


Program Titik Terang  di laksanakankan oleh Tim Broadcast Politeknik Negeri Samarinda - MMXIV Production. Episode Titik Terang kali ini berjudul Kanker Bukan Akhir Dunia, yang menangkat kisah nyata perjuangan Tri Wahyuni Zuhri.




Klik Link Untuk Menonton : 


Resensi Memoar Hartini : Perjuangan Hartini Menghadapi HIV

11:50 AM 14 Comments A+ a-



(resensi ini di muat di Tribun Kaltim)


Judul              : Hartini (Memoar Seorang Perempuan dengan HIV)
Penulis            : Anang YB
Penerbit          : Kompas
Tebal               : 186 Halaman
Tahun              : 2016

Berbicara mengenai HIV AIDS, kita seperti di hadapkan dengan pemasalahan yang harus mendapatkan perhatian. Bukan saja mengenai pengetahuan dan wawasan mengenai apa HIV AIDS itu sendiri, tetapi juga mengenai ODHA atau Orang Dengan HIV AIDS   
        
Selama ini masih banyak masyarakat berpandangan kalau virus HIV paling banyak diidap oleh pekerja seks komersial, seks bebas, pecandu narkoba dan beberapa kelompok yang rentan terkena HIV.  Namun faktanya, HIV bisa pula  beresiko diidap oleh ibu rumah tangga.

Memoar Hartini yang ditulis oleh Anang YB ini, membuka mata kita bahwa virus HIV bisa terjadi pada siapa saja. Seperti Hartini yang selama ini merupakan sosok ibu rumah tangga yang baik, ternyata harus menerima tertular virus HIV yang di terima dari suaminya.

Hartini, merupakan ibu rumah tangga yang akhirnya harus menerima kenyataan virus HIV dalam tubuhnya. Tidak hanya itu, Hartini juga harus merelakan kehilangan Nandhito, anaknya yang baru ketahuan terkena HIV di akhir hayatnya.  pun sementara waktu harus berpisah jarak dengan putrinya  Iyya, yang tinggal bersama neneknya.

Kisah hidup Hartini ternyata penuh lika liku sebelum menerima vonis HIV. Selain harus mengalami kegagalan dalam rumah tangga, Hartini pernah mengalami percobaan pemerkosaan saat bekerja di luar negeri.  Trauma akan pelecehan tersebut, Hartini memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan menikah kembali.

Bertemu Sahabat Lama Jaman SMP

4:22 AM 0 Comments A+ a-

Salah satu kebahagiaan bagi saya, yaitu saat keluarga atau sahabat menjenguk saya. Kehadiran mereka menjadi semangat dan kekuatan kembali bagi saya.  Begitu pula kehadiran Icha, sahabat saya sejak SMP.  Kebetulan Icha sedang berlibur  ke kota kami dari kuliah S3 nya di Thailand.  Di tengah kesibukannya, Icha menyempatkan diri menjenguk saya.
persahatan dari jaman SMP
Saya mengenal dekat Icha sejak SMP di karenakan rumah kami memang satu arah.  Sehingga kami sering sekali berangkat maupun pulang sekolah bersama.  Termasuk juga bercerita ngolor ngidul ala jaman abege hehehe.  Pertemanan kami berlanjut sampai SMA, dimana kami pun sekolah di SMA yang sama.

Selepas SMA, kami melanjutkan kuliah di kampus dan kota yang berbeda. Namun hal itu tetap tidak menghapus persahabatan serta kenangan indah bersama Icha. Hingga suatu saat, kami di pertemukan lagi melalui media sosial.  Thanks to facebook :)
mie tomyam thailand

Keterbatasan Tak Menghalangi Untuk #BahagiaDiRumah.

5:36 AM 41 Comments A+ a-






Tidak terasa sudah hampir 4 tahun saya menjadi seorang survivor kanker.  Ada banyak  hal dan kegiatan yang baru yang saya temui dalam kehidupan  sebagai seorang  survivor kanker. Berkenalan dengan sesama survivor kanker, menjalani rutinitas dan kontrol ke rumah sakit, serta menjalani terapi pengobatan kanker, merupakan sebagian dari hal baru yang  saya jalani.

Ketika awal menerima vonis kanker,  saya sempat merasakan down, sedih, kecewa dan berbagai perasaan bercampur aduk menjadi satu.  Saya tidak yakin bisa mampu menjalani hari-hari sebagai survivor kanker.  Apalagi saya juga merasakan berbagai  dampak dari penyakit  kanker  itu. Mulai dari rasa sakit dan nyeri hebat, hingga harus merasakan efek pengobatan kanker yang membuat rambut rontok, mual, lemas dan merasa tidak berdaya.

Foto saat pengobatan di rumah sakit
Alhamdulillah, saya bisa mengumpulkan kekuatan dan semangat untuk  berjuang menaklukkan kanker.  Kondisi saya semakin membaik setelah menjalani berbagai pengobatan dan terapi.  Walaupun kadang saya merasa lelah menjalani pengobatan, tetapi saya berusaha menguatkan tekat dan semangat untuk terus berjuang. Apalagi keluarga dan sahabat yang selalu hadir mendukung untuk menguatkan saya.

Setelah beberapa waktu melakukan pengobatan kanker, kondisi saya semakin membaik.  Saya  kembali menjalani aktifitas seperti biasa, aktifitas sebagai seorang istri dan ibu.  Saya merasakan selalu Bahagia di Rumah bersama keluarga dan melalukan banyak kegiatan positif. 

Pengalaman telat mendeteksi dini kanker dan menjalani pengobat kanker, membuat saya ingin terus melakukan edukasi kanker kepada masyarakat.  Saya ingin masyarakat menjadi lebih paham dan memiliki wawasan luas mengenai kanker. Selain itu saya masih tetap menekuni kegiatan penulisan dan kegiatan blogger. 

Menyelami Asyiknya Kehidupan Anak-anak

10:00 AM 5 Comments A+ a-


Judul              : Nyebur ke Dunia Anak
Penulis            : Liza Permasih & Endah Kurniadarmi
Penerbit          : PT. Kaba Media Internusa
Tebal               : 198 Halaman
Tahun              : 2015

Memiliki anak-anak merupakan anugerah yang luar biasa dari Tuhan kepada para orang tua. Keberadaan anak-anak bukan hanya sebagai penerus keturunan, tetapi juga memberikan warna yang lebih berarti dalam kehidupan orang tua.
Sungguh kebahagiaan bagi kita bisa mendampingi dan merawat anak-anak, melihat mereka tumbuh dengan cinta dan kasih sayang kita. Namun, tidak bisa di pungkiri kalau dunia anak merupakan dunia yang penuh kejutan dan menarik untuk di selami.
Buku Nyebur Ke Dunia Anak merupakan buku yang di tulis oleh Liza Permasih dan Endah Kurniadari, mengupas tuntas bagaimana masa-masa seru mengasyikan mendidik anak usia sekolah dasar 6-12 tahun. Pengantar buku ini di tulis khusus oleh Tika Bisono, M. PsiT, Psi, seorang psikolog terkenal yang memang memiliki kepedulian tinggi dalam tumbuh kembang anak.
Buku setebal 198 halaman yang di terbitkan PT. Kaba Media Internusa ini, berisi mengenai kisah pengalaman sehari-hari dengan mengangkat hal-hal yang biasa terjadi bersama anak. berbeda-beda. Dimana setiap tema kisah pengalaman akan pula di ulas dari sudut pandang psikologi.
Harapannya orang tua dapat termotivasi untuk lebih mengetahui dan memahami perilaku anak sebenarnya. Dengan begitu, kita sebagai orang tua akan bisa bersikap dan bertindak lebih bijaksana dalam menghadapi perilaku anak.
Ada banyak tema menarik mengenai tumbuh kembang anak, yang di balut dalam kisah sehari-hari dalam buku ini. Dalam 'Ketika Bani Bertanya" bercerita keinginan tahuan Bani mengenai banyak hal. Bani selalu mengajukan berbagai pertanyaan kepada ibunya. Apa yang di alami Bani juga bisa terjadi pada anak-anak usia sekolah seusia Bani. 
Dimana terjadi perkembangan intelektual yang membuat mereka sangat semangat untuk sering bertanya. Sebagai orang tua, ada kalanya kita merasa bingung atau kewalahan menghadapi berbagai pertanyaan tersebut. Namun sebaiknya, tetap di sikapi dengan bijak dan berusaha membantu mencarikan jawaban pertanyaan anak.
Cerita lain mengenai selamat datang di dunia game, dimana bercerita bagaimana anak-anak menikmati bermain sebagai proses tumbuh kembangnya. Seperti yang di jelaskan penulis, dunia anak merupakan dunia penuh imajinasi, kompetisi namun tetap dalam persahabatan yang indah. Anak akan mengalami berfikir konkrit operasional. Sehingga sebagai orang tua, kita harus lebih berhati-hati bercerita kepada anak. Kita perlu memperhatikan tata nilai, teladan, nilai spritual yang disampaikan kepada anak.
Selain itu, penulis juga menjabarkan bagaimana perkembangan diri anak usia sekolah. Pada usia 0-7 tahun adalah masa imprint atau proses belajar anak dengan mengekor atau membebek. Anak akan cenderung meniru kelakuan ayah ibunya tanpa mengerti benar atau salahnya.
Sedangkan di usia 7-14 tahun sering di sebut memodel. Dimana anak sudah lebih memperhatikan apa yang ingin dimodel dan mengapa ia memodel hal itu. Dalam kedua rentang usia tersebut, sebagai orang tua, kita harus bisa lebih peka dan bijak dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak agar bisa menjalani tumbuh kembang dengan baik.
Buku ini memang sangat di rekomendasikan untuk di baca semua orang, khususnya para orang tua maupun para guru yang sehari-hari berhadapan dengan anak-anak. Kisah-kisah di buku ini di kemas secara menarik dan mudah di pahami. Membaca buku ini tidak hanya menyentuh hati pembaca, tetapi juga memberikan wawasan pengetahuan lebih dalam untuk bisa menyelami dunia anak



Keterangan :
Resensi ini di muat di Tribun Kaltim, 10 April 2016

Hadiah Terindah adalah Keluarga dan Sahabat

7:30 AM 17 Comments A+ a-

Hidup saya berubah di awal tahun 2013 lalu.  Sebuah vonis kanker tiroid  menjadi awal dari perubahan tersebut.  Saya pun harus iklas menerima kenyataan, bahwa kanker tiroid itu telah menyebar di organ lain dalam tubuh saya.  Bukan hanya itu, saya juga merasakan bagaimana rasa sakit dan nyeri akibat kanker tiroid tersebut.

Kanker yang tiba-tiba hadir dalam hidup saya, hampir menghempaskan semua harapan dan mimpi-mimpi yang sudah saya impikan sejak dulu. Kehadirannya begitu cepat, dan mampu menjadi bom waktu dalam kehidupan yang sudah saya jalani bertahun- tahun. Saya begitu takut dan bingung menentukan langkah hidup selanjutnya. 

saat menjalani pengobatan
Akhirnya saya memutuskan berani berjuang menghadapi kanker serta tetap mengejar harapan dan impian saya. Saya percaya,  dengan keberanian saya bisa terus melangkah dan memiliki harapan juga  menggapai semua mimpi. 

Lebih Dekat dengan Blogger Ratu Sya

8:32 AM 21 Comments A+ a-

Selalu ada hal yang menarik bagi saya, saat bisa mengenal para blogger secara lebih dekat. Apalagi setelah saya bergabung dengan berbagai komunitas blogger, kesempatan mengenal para blogger sangat terbuka lebar.  Kali ini, saya akan kembali mengupas blogger Ratu Sya, yang saya kenal di komunitas Blogger Perempuan.  

Ratu Sya
Ratu SYA atau yang akrab di panggil dengan Ratu, adalah seorang blogger yang tinggal di Bekasi.  Awal saya mengenal mba Ratu saat sama-sama dalam satu kelompok arisan link Blogger Perempuan. Tentu saja saya langsung blog walking (BW) atau berkunjung  ke blog miliknya www.akuratu.com .

sumber : dari blog akuratu,com

Saya tertarik melihat tampilan blogger miliknya. Header blog dengan gambar sosok seorang ratu cantik berjilbab dengan latar belakang yang cerah, perpaduan warna pink dan kuning. Mata saya pun tertuju pada judul blog mba Ratu yaitu "Ratu de Blog" serta keterangan queen-ing, washing than blogging.  

Menurut penuturan mba Ratu , Ratu de blog artinya blog nya ratu, bukan ratunya blog. "De" itu kata penunjuk kepunyaan dari Bahasa Mandarin.   Mba Ratu memang sangat jatuh cinta sama Cina dan ingin sekali berkunjung ke tembok Cina  (Semoga segera terwujud ya, mba).  Dari header dan pemberian nama blog ini, Saya langsung bisa menarik kesimpulan kala sang pemilik blog adalah orang yang ceria dan penuh semangat. 

tampilan blog akuratu.com
Di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga dan sedang hamil anak ke -3, mba Ratu masih tetap menjalankan hobinya yaitu  jalan-jalan dan juga berselancar di dunia internet khususnya ngeblog. 

14 Mitos Kanker yang Perlu di Ketahui !

1:09 AM 4 Comments A+ a-



14 Mitos Kanker yang Perlu di Ketahui . Berbicara mengenai kanker pada perempuan, tentunya banyak hal yang bisa dijadikan topik pembicaraan. Namun begitu, tidak semua topik pembicaraan itu mengarah pada fakta sesungguhnya mengenai kanker. Beberapa dari pembicaraan tersebut merupakan mitos-mitos yang berkembang mengenai kanker. Akibatnya, tidak jarang mitos yang berkembang menjadi ketakutan tersendiri bagi kita dalam menghadapi kanker.

 Berikut ini 14 Mitos Kanker yang Perlu di Ketahui   berkembang seputar kanker, yaitu :


1. Tidak punya harapan hidup bila tervonis kanker

Vonis kanker berarti berhadapan dengan kematian. Begitulah yang sempat saya pikirkan saat pertama kali menerima vonis kanker.  Kurangnya edukasi dan pemahaman masyarakat mengenai kanker, ternyata berpengaruh pada presepsi sebagian besar masyarakat yang menyatakan bahwa kanker merupakan ambang kematian bagi penderitanya. Apakah seperti itu faktanya?

Ternyata tidak semua penderita kanker meninggal karena kanker yang di deritanya. Banyak dari penderita kanker yang berjuang dan akhrinya bisa survive sembuh dari kanker. Mereka pun tidak segan berbagi cerita dan pengalaman dalam menghadapi kanker dan akhirnya bisa menaklukan kanker.

2. Kanker hanya terkait masalah kesehatan

Banyak orang berfikir mengenai kanker sangat erat berhubungan dengan kesehatan. Apabila seseorang terkena kanker, berarti ia mengalami masalah dengan kesehatan. Padahal yang terjadi tidak hanya itu. Bisa saja ini terkait dengan minimnya edukasi kesehatan serta akses terhadap fasilitas kesehatan yang terkendala berbagai hal. Bisa jadi, penyakit kanker yang di alaminya tidak begitu parah dan bisa segera sembuh apabila di tangani secara tepat dan cepat.

Namun karena kurangnya edukasi dan pemahaman mengenai deteksi dini kanker, maka ia akan mengacuhkan penyakit tersebut. Terlebih sebagian dari jenis kanker memang tidak menunjukkan gejala-gejala yang mengkuatirkan saat di stadium awal. Sehingga banyak diantara kita yang cenderung meremehkan dan tidak peduli dengan kondisi tubuh saat itu.


3. Kanker bisa menular

Tidak semua masyarakat memiliki edukasi dan pemahaman mengenai kanker. Bahkan ada pula yang menganggap kanker sebagai penyakit menular dan berusaha menjaga jarak dengan pasien yang menderita kanker. Sehingga tidak jarang ada saja orang yang masih mendeskriminasi keberadaaan pasien kanker.

Padahal tidak seperti demikian kenyataannya. Kanker bukan penyakit menular melalui kontak fisik atau dengan hanya berada dalam satu ruangan yang sama antara penderita kanker dengan orang lain. Terlebih apabila orang tersebut memiliki badan dan kondisi fisik yang sehat, yang tidak memungkinkan untuk tertular penyakit kanker dari penderita kanker.