14 Mitos Kanker yang Perlu di Ketahui !

1:09 AM 4 Comments A+ a-



14 Mitos Kanker yang Perlu di Ketahui . Berbicara mengenai kanker pada perempuan, tentunya banyak hal yang bisa dijadikan topik pembicaraan. Namun begitu, tidak semua topik pembicaraan itu mengarah pada fakta sesungguhnya mengenai kanker. Beberapa dari pembicaraan tersebut merupakan mitos-mitos yang berkembang mengenai kanker. Akibatnya, tidak jarang mitos yang berkembang menjadi ketakutan tersendiri bagi kita dalam menghadapi kanker.

 Berikut ini 14 Mitos Kanker yang Perlu di Ketahui   berkembang seputar kanker, yaitu :


1. Tidak punya harapan hidup bila tervonis kanker

Vonis kanker berarti berhadapan dengan kematian. Begitulah yang sempat saya pikirkan saat pertama kali menerima vonis kanker.  Kurangnya edukasi dan pemahaman masyarakat mengenai kanker, ternyata berpengaruh pada presepsi sebagian besar masyarakat yang menyatakan bahwa kanker merupakan ambang kematian bagi penderitanya. Apakah seperti itu faktanya?

Ternyata tidak semua penderita kanker meninggal karena kanker yang di deritanya. Banyak dari penderita kanker yang berjuang dan akhrinya bisa survive sembuh dari kanker. Mereka pun tidak segan berbagi cerita dan pengalaman dalam menghadapi kanker dan akhirnya bisa menaklukan kanker.

2. Kanker hanya terkait masalah kesehatan

Banyak orang berfikir mengenai kanker sangat erat berhubungan dengan kesehatan. Apabila seseorang terkena kanker, berarti ia mengalami masalah dengan kesehatan. Padahal yang terjadi tidak hanya itu. Bisa saja ini terkait dengan minimnya edukasi kesehatan serta akses terhadap fasilitas kesehatan yang terkendala berbagai hal. Bisa jadi, penyakit kanker yang di alaminya tidak begitu parah dan bisa segera sembuh apabila di tangani secara tepat dan cepat.

Namun karena kurangnya edukasi dan pemahaman mengenai deteksi dini kanker, maka ia akan mengacuhkan penyakit tersebut. Terlebih sebagian dari jenis kanker memang tidak menunjukkan gejala-gejala yang mengkuatirkan saat di stadium awal. Sehingga banyak diantara kita yang cenderung meremehkan dan tidak peduli dengan kondisi tubuh saat itu.


3. Kanker bisa menular

Tidak semua masyarakat memiliki edukasi dan pemahaman mengenai kanker. Bahkan ada pula yang menganggap kanker sebagai penyakit menular dan berusaha menjaga jarak dengan pasien yang menderita kanker. Sehingga tidak jarang ada saja orang yang masih mendeskriminasi keberadaaan pasien kanker.

Padahal tidak seperti demikian kenyataannya. Kanker bukan penyakit menular melalui kontak fisik atau dengan hanya berada dalam satu ruangan yang sama antara penderita kanker dengan orang lain. Terlebih apabila orang tersebut memiliki badan dan kondisi fisik yang sehat, yang tidak memungkinkan untuk tertular penyakit kanker dari penderita kanker.

4. Kanker merupakan kutukan

Saya yakin tidak ada seorang pun di dunia ini yang mau menerima vonis kanker pada dirinya. Butuh waktu dan proses untuk bisa menerima secara iklas vonis kanker tersebut. Dengan segala proses tersebut, apakah perlu di tambah dengan sebuah pernyataan penyakit kanker karena kutukan atau kesalahan yang pernah di perbuat?

Mengaitkan kanker dengan kutukan ataupun kesalahan yang pernah di perbuat penderitanya sungguh sangat di sayangkan. Apabila diamati, penyakit kanker tidak memilih menyerang siapa saja, bukan berdasarkan kutukan ataupun kesalahan yang dilakukan oleh penderitanya. Pentingnya edukasi dan pemahaman mengenai kanker sangat di butuhkan untuk mematahkan mitos tersebut. Sehingga baik pasien kanker maupun orang-orang sekitar pasien dapat terus saling menghargai dan mendukung untuk proses kearah lebih positif.


5. Kanker hanya menyerang pada status sosial dan umur tertentu

Perlu digaris bawahi, kanker tidak memilih siapa yang akan di serangnya. Kanker tidak peduli apakah orang tersebut memiliki status sosial kaya atau miskin. Ataupun orang tersebut masih berusia muda ataupun tua sekalipun. Lebih tepat di katakan, kanker dapat menyerang siapa saja tanpa peduli siapa orang itu, bagaimana kondisi status, umur serta negara mana ia berasal.

6. Pengobatan kanker selalu menyakitkan

Mitos pengobatan kanker selalu menyakitkan kerap membuat orang yang tervonis kanker enggan melakukan pengobatan kanker. Bayangan-bayangan pengobatan kanker yang begitu menyakitkan dari orang lain, akhirnya merasuki pikirannya dan berdampak ketakutan untuk menjalani pengobatan. 

Dengan kemajuan teknologi pengobatan kanker serta semakin sigap dan professionalnya tim medis yang menangani kanker, tidak menjadikan pengobatan kanker seseram yang di pikirkan. Sehingga sangat di perlukan kesiapan mental dalam menghadapi kanker bagi pasien kanker. Apabila pasien memiliki mental yang yang kuat, maka tentu saja pengobatan kanker yang di lakukan akan di jalankan sepenuh hati untuk mencapai kesembuhan.

7. Semua benjolan merupakan kanker

Tidak semua benjolan dalam tumbuh di tubuh merupakan kanker. Apabila menemukan benjolan pada tubuh, jangan mudah untuk panik atau bingung. Untuk lebih memastikan benjolan tersebut, memang di perlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak medis. Beberapa jenis kanker bahkan tidak di dahului dengan tumbuhnya sebuah benjolan sebagai gejala dari kanker tersebut.

8. Kanker payudara hanya menyerang kaum perempuan

Sebuah fakta mengejutkan, ternyata kanker payudara tidak hanya menyerang kaum perempuan, namun bisa menyerang kaum pria. Walaupun presentase jumlah pasien kanker payudara pada perempuan lebih banyak dari pada pria. Namun biasanya kanker payudara yang menyerang pria cenderung ganas.

Tidak hanya kaum perempuan yang wajib mewaspadai kanker payudara, demikian pula pada kaum laki-laki. Seandainya memang menemukan hal-hal yang berbeda dalam kondisi fisik payudara, maka segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter . Sebagai antisipasi awal, kita dapat melakukan pendeteksian dini secara pribadi yaitu dengan SADARI. Penjelasan dengan cara pendeteksian kanker payudara dengan cara SADARI, akan di jelaskan di bab mengenai kanker payudara.

9. Kanker akan semakin menyebar bila terkena jarum biopsi

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kanker yang di derita seseorang, Dokter akan mengambil sampel pada jaringan yang di curigai. Biasanya dokter akan menggunakan jarum biopsi. Biopsi adalah pengambilan sampel pada sejumlah jaringan kecil pada tubuh manusia. Sejumlah jenis kanker tidak mungkin akan menyebar apabila dilakukan prosedur biopsi ini.

10. Kanker membuat rambut rontok

Perlu diketahui, tidak semua pasien kanker akan mengalami kerontokan rambut. Kerontokan rambut pada pasien kanker bukan disebabkan oleh penyakit kanker yang di deritanya. Kerontokan rambut tersebut bisa terjadi karena efek terapi pengobatan kanker yang mereka lakukan. Terapi kanker yang di maksud seperti kemotrapi dan radiasi. Walaupun begitu, tidak semua pasien kanker yang melakukan terapi kanker tersebut akan mengalami kerontokan rambut seperti yang di bayangkan.

Berdasarkan pengalaman saya pribadi dalam menjalani terapi kanker tyroid yang menggunakan radiasi internal iodine 131 untuk menangkap sel-sel kanker tiroid saya. Pelaksanaan terapi radiasi internal ini pun berbeda-beda setiap pasien kanker tiroid. Kebetulan terapi yang saya lakukan berdasarkan jenis kanker dan stadiumnya, mengharuskan saya meminum iodine 131 dengan dosis 150 mercuri. Saya pun di haruskan berada di ruangan isolasi selama 3 hari untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain. Selama menjalani radiasi tersebut, ternyata tidak ada perubahan dari rambut saya. Rambut saya masih dalam kondisi sama sebelum saya melakukan radiasi interna untuk pengobatan kanker.

12. Membicarakan Kanker Hal yang Tabu

Bagi sebagian perempuan, membicarakan kanker merupakan topik yang sulit. Bahkan tidak jarang di anggap tabu atau memalukan untuk di bahas. Sehingga mereka tidak membicarakannya secara terbuka. Tidak jarang, saat diantara mereka tervonis kanker, mereka memilih untuk berdiam diri karena merasa tabu atau malu membicarakan kepada orang lain. Padahal, dengan secara terbuka untuk membicarakan masalah kanker, maka deteksi kanker dapat dilakukan secara dini. Tentu saja hal ini bisa berpengaruh dengan kesempatan mencapai kesembuhan kanker menjadi lebih tinggi.

13. Kanker tidak memiliki tanda dan gejala

Dalam banyak kasus kanker yang di temukan pada perempuan, sering kali ditemukan pada stadium lanjut. Tentu saja hal ini sangat menyedihkan. Banyak orang berpendapat, kanker tidak memiliki tanda ataupun gejala, sehingga sering kali di abaikan pada awal. Apakah demikian? Ternyata tidak.

Sebagian besar kanker yang terjadi pada perempuan, seperti kanker payudara dan kanker serviks, memiliki tanda dan gejala. Hanya saja, perempuan sering kali tidak memperdulikan gejala-gejala tersebut dengan berbagai alasan. Ketika kanker telah memasuki stadium lanjut dan kondisi fisik sudah menurun, barulah perempuan tersebut mau memeriksakan diri ke dokter. Seandainya gejala-gejala yang di rasakan bisa terdeteksi sejak awal, maka pengobatan kanker akan semakin cepat di lakukan.

14. Pasien Tidak Punya Hak Mendapatkan Pengobatan Kanker

Banyak orang berfikir, pengobatan kanker hanya merupakan hak bagi pasien dari golongan ekonomi tertentu. Padahal tidak seperti itu adanya. Semua orang, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perawatan dan layanan kanker. Saat ini, pemerintah Indonesia memang telah menggalakan program kesehatan untuk masyarakat. Ada beberapa program layanan kesehatan bagi masyarat dari pemerintah yang mencover masalah kesehatan, antara lain penyakit kanker.

Memang kenyataan yang ada, tidak semua pasien kanker dapat tertolong jiwanya. Hal ini karena lambatnya deteksi dini, fasilitas pelayanan penyakit kanker yang tidak memadai, serta tidak adanya biaya pengobatan. Namun, kita harus tetap optimis, pemerintah akan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang semakin membaik untuk masyarakat.



4 komentar

Write komentar
3:17 AM delete

Super bgt mbak semoga semakin byk yg memahami kanker

Reply
avatar
Nova Violita
AUTHOR
6:46 AM delete

ternyata banyak mitos ya.... yang tadi dipikir benar..ternyata bukan..

Reply
avatar
1:34 PM delete

Amin amin. Semoga saja mba, semakin banyak orang yang memahami kanker.

Reply
avatar
1:34 PM delete

Benar mba. Begitu banyak mitos mitos seputar kanker

Reply
avatar