Kekuatan Doa yang Terkabulkan

6:15 AM 2 Comments A+ a-


Judul : Storycake For Your Life - Kekuatan Doa
Penulis : Ari Kurnia, dkk
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal  :  168 Halaman
Tahun : 2016

Dalam kehidupan, manusia kerap kali di hadapkan dengan  berbagai impian dan harapan yang ingin di wujudkan. Di sisi lain,  ia pun harus  menghadapi  berbagai tantangan ataupun permasalahan yang ada. Dengan segala  usaha dan cara yang ia lakukan, serta di perkuat dengan doa yang sungguh-sungguh di panjatkan kepada Tuhan. Tentu dengan kuasa Tuhan, maka semua impian dan harapannya tersebut bisa terwujudkan.
Buku Storycake For Your Life Kekuatan Doa ini, berisi berbagai kisah-kisah inspiratif bagaimana doa-doa yang terkabulkan. Ada 24 penulis yang turut berbagi kisah kekuatan doa yang di angkat dari pengalaman pribadi maupun orang lain.
Buku ini  juga menjelakan bahwa Tuhan akan mengabulkan doa-doa dari hambaNya pada saat yang tepat. Apalagi bila doa-doa itu di lakukan dengan keiklasan, penuh harap, di sertai usaha serta ikhtiar.  Tuhan memiliki cara tersendiri yang di pilih untuk mewujudkan doa-doa hambanya.
Ada berbagai kisah inspiratif Kekuatan Doa yang menarik di dalam buku ini untuk di ambil hikmahnya.  Salah satu cerita yang berjudul "Bukan Hanya Duniawi" yang di tulis oleh Ari Kurnia. Kisah ini bercerita mengenai seorang perempuan yang awalnya hanya fokus mengejar karier dan pekerjaan. Ia merasakan kesepian karena tinggal jauh dari keluarga. Begitu pula berbagai tekanan pekerjaan yang membuatnya semakin gundah.  Hingga akhirnya ia sadar, dan mulai mendekatkan diri kepada Allah dengan menguatkan ibadah dan doa. Kehidupannya pun semakin membaik dan sesuai yang di harapkan.


Dalam kisah "Doa Menguatkanku Melawan Kanker Stadium Lanjut"  yang di tulis oleh Yuniz atau Tri Wahyuni Zuhri, bercerita mengenai pengalaman hidupnya saat menghadapi penyakit kanker.   Vonis kanker stadium lanjut tersebut sempat membuatnya terpuruk dan merasa tidak mempunyai harapan. Namun berkat doa dan ikhtiar berobat, serta dukungan dari keluarga,  akhirnya ia bisa terus bangkit dan melawan kanker tersebut.
“Berserah Pada-Nya” merupakan  judul cerita yang di tulis oleh Rizky N. Dyah.  Rizky mengisahkan pengalaman pribadinya saat kehamilan. Karena kehamilannya yang beresiko, saat itu dokter sudah memberitahukan kemungkinan besar Ia harus melahirkan secara ceasar.  Rizky pun tidak menyerah dan putus asa, ia ingin sekali melahirkan secara normal. Dengan berbagai ikhtiar dan doa yang kerap ia panjatkan kepada Allah, akhirnya tanpa di duga, Ia bisa melahirkan anak secara normal dan sehat. Sungguh besar kuasa dari Allah mengabulkan doa-doanya.
Cerita lain  yang mengharukan yaitu "Doa Sepanjang Hayat Untuk Emir" yang ditulis oleh Indah Novita Dewi.  Sang penulis bercerita bagaimana pengalamannya memiliki anak yang berkebutuhan khusus.  Tidak mudah memang menerima kenyataan bahwa Emir terlahir dengan anak yang berbeda dengan anak lainnya.  Namun hal itu tidak mematahkan semangat dan usaha Indah serta Suami untuk terus menyayangi dan mendidik Emir.  Dalam setiap doanya, Indah selalu berdoa agar Emir bisa  menjadi anak yang soleh dan mandiri.  Berkat doa dan kasih sayang orang tuanya,  Emir pun mulai menunjukkan berbagai kemajuan dalam setiap akitifitas yang di lakukan.
Dalam doa doa yang di lantunkan, menjadi bukti bahwa manusia akan senantiasa mengingat Tuhan dalam seatiap nafas kehidupannya. Bersama doa-doa tersebut, manusia merasakan rasa syukur dan bertakwa kepada Tuhan, bukan hanya untuk sekedar mewujudkan  keinginan dan impian semata.
Buku Storycake For Your Life   - Kekuatan Doa bisa menjadi salah satu buku yang menginspirasi sekaligus bahan perenungan bagi pembaca. Kisah-kisah mengenai kekuatan doa di dalamnya mengajarkan kita untuk terus berdoa, bersyukur dan terus berusaha dalam menjalani kehidupan ini. Tuhan pasti akan mengabulkan doa-doa  dengan iklas dan tulus pada saat yang  tepat.

Catatan : Resensi ini di muat di Tribun Kaltim, 31 Juli 2016


Konsultasi dan Persiapan Menuju Radioterapi Sinar

4:53 AM 17 Comments A+ a-

Seperti yang sudah saya sampaikan di tulisan sebelumnya,  pengobatan kanker saya akan berlanjut dengan rencana radioterapi sinar. Syukur Alhamdulillah, di RS Umum A Wahab Syahranie sudah ada gedung radioterapi yang telah di operasikan beberapa bulan ini.  Setidak saya tidak perlu jauh-jauh keluar daerah untuk melanjutkan terapi.

Konsultasi dengan Dokter Radioterapi

Sebelum melakukan terapi radioterapi, dokter onkologi saya telah memberikan rujukan konsultasi ke dokter radioterapi. Dokter Samuel Kelvin, merupakan dokter radioterapi sekaligus kepala Radioterapi di Rumah Sakit Umum AWS. 

Sebenarnya saya sudah tahu nama beliau dari rekan-rekan survivor dari komunitas CISC. Apalagi pada saat HUT CISC tahun 2015 lalu di Jakarta, saya bertemu dengan Prof Tatik dari Radioterapi RS Cipto Mangunkusumo yang pada saat itu menjadi pembicara seminar di acara tersebut.  Beliau menyampaikan unit radioterapi akan segera hadir di RS Umum AWS Samarinda, dimana Dokter Samuel akan menjadi dokter radioterapi di sana. Ternyata siapa sangka, akhirnya saya juga bisa bertemu dengan Dokter Samuel dan menjadi pasien beliau.

Pada pertemuan konsultasi selanjutnya,  di lakukan pada hari Senin, 18 Juli 2016 tadi. Saya di temani kedua anak saya, Arya dan Raisyah ke ruang radioterapi RS Umum AWS. Selain itu, ada pula Egi salah satu keluarga yang menemani saya bertemu dengan Dokter Samuel.

Saya juga membawa kembali surat rujukan dokter onkologi ke Radioterapi,  berbagai hasil pemeriksaan yang saya lakukan seperti hasil MRI, rontagen Thorax, Hasil Lab Darah terbaru, hasil pemeriksaan patologi dan lain lain. Semuanya itu memang di minta untuk persiapan radioterapi.

Kebetulan di hari yang sama, Dokter Samuel kedatangan tamu yaitu dokter yang merupakan dokter mentor beliau dari Perancis. Sungguh sebuah kejutan yang tidak terduga. Apalagi kasus saya sendiri mendapatkan perhatian langsung untuk di diskusikan Dokter Samuel dan  dokter mentor beliau.

Nah, yang lebih heboh dari itu semua, yaitu respon Arya dan Raisyah. Mereka berdua begitu terkejut sekaligus heboh dengan kehadiran mentor dari Dokter Samuel yang notabene merupakan orang bule. Saya sendiri sampai tertawa geli ketika Raisyah dan Arya saling beradu pendapat.

"Nanti gimana kalo dokter bule itu ngajak ngomong, ma? Trus kita jawab apa?" Tanya Raisyah dengan antusias.

"Ya Raisyah jangan ikutan ngomong kalo ngga ngerti bahasa Inggris," sahut Arya sambil Nyinyir. 

Mereka berdua masih melanjutkan argumen sampai akhirnya berhenti ketika Dokter Samuel, mentor serta tim dokter radioterapi mendatangi saya.
.
Kami pun terlibat diskusi mengenai rencana pengobatan radioterapi yang akan saya lakukan. Berhubung bahasa inggris saya juga kurang fasih (ngaku deh hahahha), jadi saya hanya mendengarkan pembicaraan Dokter Samuel bersama mentornya.  Beruntung pula, dokter Samuel berbaik hati membantu mentranslate pembicaraan dokter mentor tersebut bersama saya.  Saya pun di tanya mengenai berbagai pertanyaan termasuk riwayat pengobatan yang sudah saya lakukan.

Diskusi kami pun berjalan dengan baik, dan rencananya saya akan di lakukan Scan Radioterapi di hari Kamis berikut. Scan yang akan di lakukan tersebut menggunakan kontras yang akan di suntikan kepada saya. Tujuannya untuk di lakukan penggambaran lokasi penyinaran nantinya.  Dengan proses scan ini menjadi lebih jelas dan memudahkan untuk mementukan titik-titik tempat penyinaran di dalam tubuh.

Saya juga berkesempatan memberikan buku Kanker Bukan Akhir Dunia kepada Dokter Samuel.  Sayangnya saya hanya membawa 1 buku tersebut saja.  Saya juga berkesempatan bercerita mengenai aktifitas saya yang terus menulis buku dan blog sebagai bagian dari hobi dan mengisi waktu. Selain juga sebagai bentuk edukasi kanker kepada masyarakat dan memotivasi teman teman sesama survivor kanker. Kanker bukan akhir dunia, dan bukan penghalang untuk terus berkarya dan berbagi.

Sebelum pulang, saya juga di minta untuk menandatangai beberapa berkas sebagai persetujuan untuk Scanning. Selain itu juga dari pihak radioterapi menjelaskan prosedur yang nantinya akan di lakukan pada proses scanning radioterapi. Termasuk juga apa yamg harus saya persiapkan untuk menjalani proses scaning nanti,  seperti puasa semalam sebelumnya, dll.

Proses Scan Untuk Penggambaran Lokasi Penyinaran

Hari Kamis pagi,  tepat jam 08.30, saya sudah berada di ruang radioterapi RS Umum A Wahab Syahranie di temanin Arya, Egi dan Mba Is.  Raisyah dan Wahyu, menyusul kami pada siang harinya.

Sebelum di lakukan proses scan, saya di haruskan berpuasa makan sejak jam 12 malam sebelumnya. Saya hanya di perbolehkan untuk minum air putih saja, dan minum teh manis hangat tepat jam 6 pagi. 
Sesampainya di ruang radioterapi, saya di tempatkan di kamar khusus bagi pasien yang akan melakukan scan radioterapi.  Saya pun di minta untuk ganti pakaian yang sudah di sediakan pihak radioterapi.

Setelah itu, atas petunjuk dokter, perawat lalu melakukan test suntikan alergi pada saya. Tujuan untuk mengetahui, apakah saya mempunyai alergi atau tidak terhadap obat yang nantinya akan di berikan. Cara dilakukan test alergi dengan menyuntik di  bagian tangan di bawah kulit. Rasanya? Lumayan sakit dan nyeri hehehe.  Setelah itu, saya juga di berikan jarum infus, yang di persiapkan untuk pemberian obat kontras nanti.

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, proses scan radioterapi ini dilakukan untuk mengetahui secara jelas bagaimana posisi bagian dalam tubuh yang akan di sinar.  Untuk memperjelas gambaran tersebut, maka di berikan suntikan kontras yang di suntikan melalui tangan. Setelah di ketahui posisi yang tepat tersebut, maka tubuh kita akan di berikan titik titik tanda untuk memudahkan menemukan posisi saat penyinaran.

Saya menunggu waktu proses scan cukup lama di ruang pasien. Beruntung, ada Arya yang menemani saya. Kami berdua saling bercerita dan main game bersama.  Ah, sungguh sebuah kebersamaan bersama anak yang benar-benar menyentuh hati saya.

Di saat anak anak lain seusia Arya masih sibuk bermain dan senang senang, tetapi Arya malah menemani di rumah sakit dan menjaga saya selagi papanya bekerja di luar daerah. Semoga engkau terus jadi anak yang sholeh, pintar dan berbakti ya Nak.

Akhirnya saya di bawa menuju ruangan scanning khusus di radioterapi.  Saya cukup familiar dengan ruangan dan alat alat seperti itu, karena kurang lebih bentuknya hampir sama  walaupun fungsinya berbeda beda heheheh. 

Yang paling ribet adalah proses memindahkan saya dari branker ranjang ambulan ke tempat tidur scan. Kondisi tulang belakang saya yang bermasalah, membuat harus super hati-hati mengangkat tubuh saya. Akhirnya saya di angkat bersama sama bersama seprai ranjang. Wow... rasanya luar biasa ngilu hahaha.

Perjuangan menghadapi ngilu ternyata belum selesai .  Posisi saya harus di atur dengan lurus sedemikian rupa agar tidak berubah -rubah. Posisi ini juga yang terus di lakukan ketika kelak di lakukan radioterapi sinar.  Beruntunglah pihak dokter dan perawat sabar dan telaten mengatur saya. Mereka sangat mengerti kondisi saya sebagai pasien kanker metastase ke tulang belakang.

Setelah urusan mengatur posisi tubuh saya selesai, maka alat scan pun mulai di jalankan.  Sebelumnya, Saya bisa melihat jelas di ruangan sebelah yang terhalang jendela kaca, Dokter Samuel, Dokter mentor Beliau, beserta tim radioterapi sedang serius memperhatikan proses scaning saya .

Sembari berjalan proses scaning, di tengah-tengah proses scan berlangsung, ada juga 1 perawat yang bertugas memasukkan cairan suntikan kontras melalui tangan saya.  Selain itu, ada  2  perawat yang memang bertugas memberikan tanda  penyinaran di tubuh saya. 

Proses pemberian tanda titik tersebut berdasarkan hasil scaning tubuh saya. Terdapat ada 4  buah titik yang di tandai, yaitu di bagian dada, bagian perut, di samping kiri ketiak kanan dan samping kanan ketiak kiri.  Pada pemberian tanda itu, dilakukan  menggunakan semacam jarum yang di tusukan di bawah kulit, sehingga menimbulkan bekas tanda.

Untuk memperjelas ke 4 titik tersebut,  perawat memberikan tanda panah dengan spidol di area titik.  Di usahakan agar tanda itu tidak hilang, agar mudahkan saat proses penyinaran pada selanjutnya.  Selain itu juga, perawat meminta ijin mengambil foto area ke 4 titik di tubuh saya dan foto wajah sebagai arsip .  Sehingga apabila tanda itu tanpa sengaja terhapus, mereka juga masih punya arsip foto ke 4 tanda tersebut.

Setelah scanning radioterapi selesai, saya juga masih harus menunggu tim dokter berdiskusi mengenai hasil scan saya. Tak lama Dokter samuel dan mentor beliau mendatangi saya di ruang scan. Dari hasil scan yang ada, beliau  menjelaskan pengobatan terapi yang saya jalani ini termasuk dalam pengobatan paliatif. (Penjelasan mengenai pengobatan paliatif, akan saya jelaskan kapan kapan ya ). Beliau merencanakan untuk melakukan 15 x proses radioterapi sinar.

Alhamdulillah segala proses scaning selesai, walaupun diiringi dengan insiden menahan ngilu dan nyeri hehehe. Semoga saya proses rencana radioterapi sebanyak 15 kali nanti berjalan baik. Amin....

Mohon doa ya teman teman...

Proses Kreatif di Balik Kisah Inspiratif di Buku Kekuatan Doa

10:10 AM 2 Comments A+ a-




Bulan Ramadhan tahun 2016 ini, memberikan kebahagiaan yang luar biasa kepada saya. Saya sungguh bersyukur, masih di berikan kesempatan oleh Allah untuk merasakan indahnya bulan Ramadhan bersama keluarga.  Selain itu pula, ada satu kebahagiaan yang tanpa saya duga hadir di Bulan Ramadhan ini.

Salah satu buku antologi saya bersama teman-teman yang berjudul Storycake For Your Life - Kekuatan Doa, akhirnya rilis dan di terbitkan oleh Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.  Sebagai seorang penulis, sungguh merupakan kebanggaan tersendiri, bila karya kita di terbitkan oleh penerbit besar dan berkelas seperti PT. Gramedia Pustaka Utama. Dan saya yakin, perasaan haru dan bangga juga turut di rasakan oleh para penulis yang menjadi kontributor buku Kekuatan Doa ini.  

Hadirnya buku Storycake For Your Life - Kekuatan Doa ini berawal dari sebuah audisi penulisan di komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) pada tahun 2013 lalu.  Saat itu, mba Ari Kurnia sebagai Penanggung jawab atau PJ  audisi dan Indscript Creative selaku agensi naskah,  memberikan kesempatan kepada para anggota IIDN untuk mengikuti audisi dengan tema Kekuatan Doa.  Tentu saja, kesempatan audisi ini tidak di sia-siakan oleh para anggota IIDN yang memang menyukai dunia penulisan.  Apalagi tema yang di angkat memang sangat menarik dan bisa saja berasal dari pengalaman pribadi penulis ataupun orang lain yang di tuliskan kembali.

Mba Ari Kurnia selaku PJ memang mempunyai banyak pengalaman dalam dunia penulisan. Terlebih beliau memang sudah melahirkan beberapa karya buku secara solo maupun antologi.   Apalagi saya sendiri juga banyak belajar dunia penulisan dengan mba Ari. Sehingga kapasitas beliau sebagai penulis sekaligus sebagai PJ audisi buku ini, tidak perlu di ragukan lagi. 

Ketika membaca pengumuman audisi Kekuata Doa ini, saya langsung tertarik untuk mengikutinya.  Memang kebetulan saat itu, bersamaan dengan masa-masa saya menerima vonis kanker pertama kali dalam hidup saya.  Vonis kanker tersebut sempat membuat saya merasa terpuruk dan sedih.  Terlebih vonis kanker tersebut telah memasuki stadium lanjut yang telah menyebar ke organ lain. Berkat doa dan dukungan dari keluarga serta teman-teman, akhirnya saya bisa bangkit dan berjuang melawan kanker.

Kisah perjuangan saya melawan kanker yang di sertai dengan doa, usaha dan segala bentuk ikhtiar berobat, akhirnya saya tuliskan dalam audisi Kekuatan Doa.  Hingga jadilah sebuah tulisan dengan judul "Doa Menguatkanku Melawan Kanker Stadium Lanjut".  Saat menuliskan kisah itu pun ternyata tidaklah mudah bagi saya.  Saya seakan kembali mengingat masa-masa tersulit saat harus menerima vonis kanker.   Demikian pula dengan rasa sakit dan nyeri serta berbagai pengobatan yang saya lakukan untuk berjuang melawan kanker.  Semua memori tersebut, seakan kembali bermunculan satu demi satu.

Awalnya saya sempat ragu untuk  menyelesaikan tulisan tersebut.  Namun, saya kembali semangat dan  menguatkan diri untuk menyelesaikannya. Saya berdoa, semoga tulisan itu memang bisa menjadi satu kisah dari buku Storycake for Your Life - Kekuatan Doa dan bisa turut menginspirasi pembaca.

Rupanya doa saya agar tulisan saya bisa lolos audisi,  di dengar oleh Allah.  Tidak lama setelah penutupan naskah, mba Ari Kurnia akhirnya mengumumkan tulisan siapa saja yang akhirnya lolos dalam audisi tersebut.  Tercatat ada 23 penulis yang berhasil lolos audisi tersebut. Dan di tambah dengan mba Ari Kurnia, sehingga ada 24 penulis yang resmi menjadi kontributor buku Kekuatan Doa.

Saya sendiri merasa bersyukur bisa berada dalam satu buku dengan ke 23 penulis lainnya. Kebetulan saya sendiri sudah  mengenal sebagian besar dari penulis kontributor tersebut. Mereka  merupakan teman sesama penulis  yang saya kenal lewat media sosial.  Bahkan saya juga sudah pernah membaca karya-karya mereka sebelumnya.   Tentu merupakan kebahagiaan luar biasa bagi saya bisa sebuku dengan mereka.

Buku Kekuatan Doa ini termasuk memakan proses waktu yang cukup lama hingga bisa terbit di tahun 2016 ini.   Apabila di ingat dari proses audisi di tahun 2013 dan hingga terbit di tahun 2016, berarti kurang lebih 3 tahun barulah buku ini bisa terbit.  Namun hal itu tidak mengurangi kebahagiaan kami selaku kontributor.  

Sebelumnya memang mba Ari pernah menjelaskan bahwa proses naskah hingga bisa terbit menjadi sebuah buku memang tidak semua sama.  Ada yang hanya sebentar proses naskah hingga terbit, dan ada pula yang memakan waktu untuk menunggu terbit.  Saya sendiri dan beberapa teman penulis,  ternyata sama-sama pernah mengalami proses waktu yang cukup lama untuk terbit sebuah buku.  Biasanya memang sesuai dengan kebijakan masing-masing penerbit saja.

Kehadiran buku Kekuatan Doa ini membawa kembali semangat baru untuk saya. Membaca kembali kisah saya dan  kisah inspirasi teman-teman kontributor, tidak hanya membuat diri saya mengharu biru.  Tetapi juga saya lebih meyakinkan diri bahwa Allah itu maha Kuasa dan bisa mengabulkan doa-doa hamba Nya yang tulus dan iklas berdoa.  Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bila Allah sudah berkendak dan mengabulkan doa-doa hambaNya.

Terima kasih kepada mba Ari Kurnia dan Indscript Creative yang telah mewujudkan kehadiran buku Storycake For your Life Kekuatan Doa.  Terima kasih juga kepada teman teman penulis yang menjadi kontributor buku ini.  Sungguh kisah-kisah kalian begitu menginspirasi dan menggugah hatiku untuk terus berharap dan berdoa hanya kepada Allah.





Ketika Asisten Mudik Lebaran

9:18 AM 4 Comments A+ a-


Dua bulan yang lalu...

"Mba, jadi mudik lebaran tahun ini?"tanya saya memastikan kepada asisten rumah tangga saya.

Mba Is, asisten rumah tangga saya tersebut menganggu.

"Jadi, bu. Saya jadi mudik ke kampung", ujarnya sumaringah.  Ada senyum tersungging di bibirnya.   

Sebenarnya saya sendiri sudah memprediksi kalau mba Is akan ijin untuk mudik lebaran tahun ini.  Mengingat dua tahun sudah,  mba Is tidak pulang kampung.   Pasti membuat rindu keluarga dan kampung halaman  yang semakin membara dalam dirinya.

Saya pun telah menyiapkan tiket pulang pergi untuk mbak Is mudik ke kampung.  Saya harus memastikan kalau mba Is bisa nyaman dalam perjalanan dan sampai dengan selamat sampai ke kampungnya.   hmm.. sebenarnya lebih tepatnya, untuk lebih memastikan kalau mba Is bakal balik lagi ke rumah saya setelah mudik :D   Tidak mudah lho, jaman sekarang mencari asisten yang cocok dan bertahan lama.

Sedikit mengulik masa lalu, keberadaan mba Is sang asisten ini memang sangat memberi warna dalam kehidupan kami. Kurang lebih hampir 6 tahun, mba Is menjadi asisten saya. Kehadiran mb Is memang sudah saya anggap bagian dari keluarga saya sendiri.

Apalagi sejak saya harus menjalani terapi dan pengobatan kanker, yang membuat saya sering berobat atau menginap di rumah sakit. Praktis, mba Is menjadi kepercayaan saya untuk mengurus rumah dan keperluan anak anak di rumah. 

Rencana mudik mba Is selama minggu ke kampung, jelas membuat saya harus mengatur strategi untuk mengurus rumah  dan anak-anak.  Yang jelas untuk sementara waktu, saya dan anak-anak terpaksa mengungsi ke rumah orang tua saya.  Hehehehe.   Di samping itu juga, saya meminta anak-anak untuk lebih mandiri dan membantu urusan di rumah dan keperluan mereka masing-masing. 

Untung saja, anak-anak bisa paham dan mengerti dengan kondisi yang ada.  Saya membagi tugas mereka dengan sewajar-wajarnya.  Apalagi untuk sementara waktu, kami mengungsi kerumah orang tua saya.  Tentu saja, saya tidak ingin terlalu merepotkan orang tua di rumah. 

Tugas pertama yang saya bagi kepada anak-anak yaitu membersihkan tempat tidur masing-masing ketika bangun tidur.  Selain itu, Arya dan Raisyah bergantian untuk menyapu rumah dan membersihkan kamar mandi.  Mereka pun sepakat untuk saling membantu kakek dan nenek bila membutuhkan bantuan mereka.

Lupi si bungsu juga ternyata berusaha bersikap mandiri dan tidak merepotkkan kakak-kakaknya.  Lupi sudah membiasakan diri untuk mandi dan memakai pakaian sendiri. Hanya saja, bila Lupi mau BAB, terpaksa kedua kakaknya yang bergantian untuk membersihkan BAB nya.  Ternyata dengan keadaan asisten mudik lebaran ini, anak-anak bisa menunjukkan tanggung jawab dan kemandirian.

Jujur saja, saya terharu sekaligus merasa bangga dengan kemandirian anak-anak.  Dalam kondisi fisik saya yang terbatas aktifitas ini,  tidak membuat mereka sedih dan bingung melakukan aktifitas di rumah tanpa kehadiran mba Is. Mereka bahkan berusaha bahu membahu untuk saling membantu satu sama lain.  Saya terus berdoa dan berharap, mereka akan tetap rukun dan saling membantu sampai kelak mereka dewasa.


Selamat Hari Raya Idul Fitri

3:31 PM 2 Comments A+ a-

Assalamualaikum wr wb

Kami sekeluarga mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Minal Aizin Wal Faizin
Mohon maaf Lahir dan Batin


Tri Wahyuni Zuhri & Keluarga
Samarinda - Kaltim