Mimpiku Wujudkan Rumah Singgah Kanker

9:36 PM 0 Comments A+ a-



"Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpinya"

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams

- Elanor Roosevelt-




Tidak pernah terbayangkan sebelumnya tentang sebuah rencana Tuhan pada alur kehidupanku. Ya, vonis kanker stadium akhir yang dulu pernah membuatku terpuruk dan down, ternyata membawaku pada sebuah mimpi indah yang ingin kuwujudkan.
Mimpi indah yang selalu menari di benakku, seiring kesempatan hidup kedua yang diberikan Tuhan padaku. Mimpi itu adalah Membuat Sebuah Rumah Singgah bagi Pasien Kanker di Kota Kelahiranku.



***


Aku dan Kanker Tiroid Stadium Akhir

Usiaku baru memasuki usia 32 tahun, saat dokter memberitahuku mengenai penyakit kanker yang telah bersarang dalam tubuhku. Kanker Carsinoma Pappilary Tiroid stadium 4 yang tanpa ku sadari tenyata telah bermetase atau menyebar di tulang belakangku. Parahnya lagi, aku bukan hanya drop secara fisik dan mental, tetapi juga nyaris lumpuh karena penyakit kanker itu.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki tiroid yang berupa kelenjar dan berbentuk kupu-kupu. Letak tiroid ini terletak di dasar tenggorokan yang berperan dalam menghasilkan hormon untuk mengatur segala aspek metabolisme tubuh, mengendalikan tekanan darah, suhu tubuh, berat tubuh, dan detak jantung. Pada pasien kanker seperti saya, tiroid tidak bekerja secara normal dan menghambat kinerjanya dalam tubuh manusia. Tentu bisa di bayangkan bagaimana seandainya tiroid tidak berfungsi secara baik.

gambar tyroid pada manusa


Kanker tiroid ini dapat terjadi tanpa mengenal usia maupun umur. Dan pada kasus-kasus tertentu, kanker tiroid bisa juga terjadi karena faktor genetik. berapa gejala dari kanker tiroid antara lain, munculnya benjolan area leher, tinbulnya rasa nyeri di tenggorokan atau leher, suara berubah tiba-tiba atau kesulitan menelan. Tentu saja tidak semua benjolan adalah kanker. Hal itu perlu di lakukan pemeriksaan lebih lanjut secara medis untuk mengetahuinya. Ada berapa jenis kanker tiroid yang perlu diketahui, yaitu : kanker pappiler, Kanker folikuler, dan Kanker Meduler .


Berjuang Melawan Kanker

Langkahku untuk melawan kanker ternyata tidaklah mudah. Aku harus melewati serangkaian pengobatan dan terapi yang sangat menguras waktu, tenaga dan tentu saja biaya.  Terus terang saja, aku awalnya sangat buta mengenai penyakit kanker. Yang ada dibenakku, kanker ini merupakan penyakit yang menakutkan dan bisa mengincar nyawaku kapan saja. Apalagi aku tinggal di daerah, dimana masyarakat masih awan mengenai penyakit kanker. Bahkan tidak sedikit yang menganggap kanker itu sebagai penyakit kutukan, memalukan bahkan penyakit yang menular.


aku diopname saat hampir lumpuh

Aku pun tidak mau berdiam diri. Aku sadar, aku memang terlambat mendeteksi dini kanker dalam tubuhku. Namun aku masih ada kesempatan untuk memperbaikinya. Setidaknya dalam sisa sisa hidupku, aku ingin bermanfaat bagi orang banyak.

Aku lalu mencari berbagai informasi mengenai kanker di internet, media cetak dan berbagai sumber lainnya. Dengan tanpa ragu, aku berusaha melebarkan jaringan dan pertemanan dengan sesama survivor. Apalagi dokter - dokter yang menanganiku sungguh baik dan terbuka memberikan informasi dan pengetahuan kanker yang kubutuhkan.


Impian Itu Semakin Kuat

Seiring berjalannya waktu, kondisiku mengalami banyak perubahan. Tentu saja hal ini sangat kusyukuri. Bagiku, Tuhan telah memberikan kesempatan hidup kedua bagiku untuk berbuat kebaikan.

Berdasar dari pengalamanku sendiri, aku terus berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai kanker untuk orang lain. Tidak hanya itu, aku berusaha mengkampanyekan edukasi dini mengenai kanker melalui cara cara yang kuanggap baik serta efektif. Misalnya saja dengan menulis di media massa, sosial media, blog, atau terjun secara langsung kepada penderita kanker. Aku pun aktif terlibat di komunitas online support kanker untuk saling menguatkan dan mendukung sesama survivor. Beruntung para sahabat mendukung langkah langkahku untuk berbagi dengan orang lain.


sebagian kegiatanku dalam rangka kampanye edukasi
mengenai kanker

Impian terindah yang ingin kuwujudkan adalah mendirikan rumah singgah kanker di daerahku. Ya, masih ada waktu untuk mengejar impian.  Saya percaya, Tuhan memberikan  kesempatan hidup kedua ini agar saya bisa mewujudkan mimpi indah tersebut.  Saat ini, belum ada rumah singgah kanker di daerahku. Padahal keberadaan rumah singgah tersebut sangat membantu sekali bagi para pasien kanker yang membutuhkannya. Aku contohkan saja di berapa kota besar seperti Jakarta dan Bandung, telah ada relawan yang peduli untuk mendirikan rumah singgah bagi pasien kanker.

Rumah singgah ini bukan hanya sekedar membantu para pasien kanker untuk menginap dalam rangka pengobatan saja. Kerap kali aku bertemu dengan pasien kanker dan keluarganya yang kebingungan mencari tempat tinggal selama menjalani pengobatan. Mereka biasanya dirujuk dari berbagai kota atau kabupaten ke rumah sakit umum terbesar dan terlengkap di provinsi, yaitu RS Umum di kotaku. Rasanya tidak mungkin bila mereka harus bolak balik ke daerah asal untuk menjalani pengobatan. Selain biaya yang cukup besar, kemungkinan pasien pun tidak cukup kuat secara fisik.

Aku berharap dalam rumah singgah ini nantinya, bisa menjadi wadah para pasien kanker dan orang orang yang peduli untuk saling menguatkan serta mendukung. Tempo hari aku sempat melihat website Mimpi Properti.  Dari website tersebut, aku mendapat gambaran rumah yang kuimpikan.

Aku sudah merencanakan dalam rumah singgah itu akan ada beberapa  kamar yang bisa di pergunakan sebagai tempat beristirahat para pasien kanker dan keluarganya untuk melakukan pengobatan.  Selain itu, aku pun menginginkan adanya mushola dan perpustakaan yang berisi buku-buku bermanfaat. Disamping itu, di rumah singgah itu pula kami bisa saling berbagi pengalaman dan informasi mengenai kanker.  

Tidak hanya itu, aku pun telah merancang berbagai aktifitas positif yang bisa di lakukan pasien kanker, seperti menulis, membuat kerajinan,melukis dan lain sebagainya. Aku ingin di rumah singgah itu, orang orang di dalamnya akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan. Setidaknya bisa mengurangi beban pikiran dan mental akibat penyakit kanker.

Saat ini aku sedang melakukan berbagai kegiatan untuk mewujudkan mimpi membuat rumah singgah kanker.  Beberapa rekan telah menunjukkan dukungannya untuk mewujudkan mimpiku.  Mudah-mudahan saja, ada pihak relawan yang bersedia membantu mewujudkannya.  Sekaligus mengetuk pintu hati pemerintah daerah agar berkenan membantu sehingga para pasien kanker bisa memanfaatkan fasilitas rumah singgah tersebut.  

Doakan semua mimpiku ini terwujud ya...

Oh ya , teman-teman apa punya mimpi yang ingin di wujudkan seperti yang ku impikan ini? Yuk, bisa tuliskan mimpimu di blog dan ikuti Event Blog Kontes Mimpi Properti.  Belum terlambat kok, untuk menuliskan mimpimu.  Datelinenya tanggal 31 Agustus 2014 ini.  Ayo, berbagi mimpi untuk kebaikan :)

Resensi Tears In Heaven : Ketika Cinta Hadir Untuk Menguatkan

6:16 PM 0 Comments A+ a-

Judul : Tears In Heaven
Penulis : Angelia Caroline
Penerbit : Gagas Media
Hal  : 346
Tahun : 2013

Novel yang ditulis oleh Angelia Caroline ini memang patut saya apresiasi, sehingga tidak salah saya untuk meresensinya.

Di ceritakan Nathan, seorang remaja yang baru duduk di bangku SMA. Nathan sangat menyukai permainan basket.  Selama ini Nathan tinggal bersama Julia,  mamanya di Bali. Perceraian Julia dan  Anthony, papanya yang merupakan dokter onkologi, ternyata menimbulkan rasa marah dan kecewa pada Nathan. Anthony lebih memilih menikahi Lidya, teman sejawatnya yang lebih muda.

Namun semua keadaan berubah, saat Nathan di vonis penyakit kanker leukemia.  Julia segera menghubungi Anthony  yang saat itu sudah tinggal di Jakarta.  Mereka sepakat melakukan pengobatan terbaik bagi Nathan di rumah sakit di Jakarta, tempat papanya bekerja dan menjadi dokter onkologi disana.

Mau tidak mau Nathan menerima keputusan itu.  Dengan perasaan tidak menentu, Nathan pun akhirnya tinggal serumah dengan papahnya, Lidya serta Tara, adik tirinya. Nathan pun harus melupakan hobby basketnya untuk fokus berobat.

Di bawah kontrol medis sang papa, Nathan menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengobatan yang lebih intens.  Nathan harus melakukan kemoterapi yang membuat kondisi tubuhnya tidak nyaman berhari-hari.

Disekolah barunya, Nathan tanpa sengaja bertemu dengan Kayla saat sama-sama terlambat masuk kelas.  Sosok Kayla yang sederhana dan cantik itu, ternyata menyita perhatian Nathan di awal pertemuan mereka. 

Disekolah pun Nathan mempunyai sahabat cewek cantik dan populer bernama Tania yang juga Ketua Tim Cheerleader di sekolah mereka.  Ada pula Brian dan Marvin, sahabat Nathan yang sering heboh dengan sikap mereka.  Brian dan Marvin tergabung di group basket sekolah mereka.

Awalnya Nathan masih merahasiakan penyakitnya dari teman-temannya. Hanya Kayla lah yang tahu. Kayla bahkan sering meluangkan waktu menemani Nathan di rumah, saat kondisi Nathan drop karena sakit. Tanpa bisa di cegah, rasa cinta itu tumbuh bersemi diantara mereka. Kesukaan Kayla dengan komik magna, ternyata menjadi perhatian Nathan yang juga menyukai magna. Bersamaan itu pula, Kayla berusaha membuka jalan Nathan untuk menerima kondisi keluarganya sekarang. Termasuk menerima kehadiran Tara dan Lidya dihidupnya.

Suatu ketika, anggota cheerladers sekolah mereka mengundurkan diri. Tentu saja Tania bingung karena waktu pertandingan cheerleaders semakin mendesak.  Akhirnya muncul Kezia, adik kelas mereka yang jago dance. Kezia bersedia membantu Tim Tania untuk menggantikan posisi anggota yang mundur.

Suatu ketika, kondisi Nathan kembali drop dan mengharuskan ia istirahat dirumah. Sebuah kejutan tidak terduga, saat ia menemukan sebuah buku bergambar lukisan Magna milik Kayla untuk papa dan ibu tirinya. Rahasia pun mulai terkuat, ternyata Kayla adalah pasien mereka yang juga terkena kanker.

Penasaran dengan kisah selanjutnya? Sebaiknya segera baca langsung bukunya. Akan banyak kejutan tidak terduga. Termasuk menguak siapa Kezia dan hubungannya dengan Kayla. Serta ending cerita yang menguras air mata.

Novel Gampiran : Ketika Alam Terusik Keserakahan Manusia

9:23 PM 0 Comments A+ a-

Judul : Gampiran (Takdir Munita)
Penulis : Inni Indarpuri
Penerbit : Kalika
Halaman : 208
Tahun : 2012
Tidak banyak buku novel saat ini yang mengangkat tema mengenai kearifan lingkungan yang di padu dengan lokalitas daerah setempat.  Novel Gampiran (Takdir Munita), karya Inni Indarpuri adalah satu dari sedikit novel yang masuk dalam kriteria tersebut.
Inni Indarpuri merupakan penulis yang beberapa karyanya kerap mengangkat lokalitas daerah yaitu Kaltim. Sebut saja novel Di antara Dua Cinta yang mengambil latar daerah dayak. Serta novel Gampiran yang mengambil insprasi latar sebuah daerah di Kaltim yang dijadikan tempat pertambangan.
Di kisahkan mengenai Munita yang selama delapan belas tahun terpisah hidup dari kembarannya, monika. Walaupun dilahirkan kembar, namun mereka berdua berbeda wujud. Monika dilahirkan sebagaib anak manusia yang cantik dan rupawan. Namun tidak dengan Munita, yang dilahirkan dalam bentuk buaya putih.
Karena berbagai alasanlah, sang ibunda  memisahkan kehidupan keduanya sedari kecil.  walau begitu, sang  ibu tetap mencintai Munita dalam bentuk apapun sebagai darah dagingnya.
Munita selama ini hanya mengenal kehidupan di kedalaman sungai. Ia hidup bersama Buyan, buaya lelaki yang dianggap gagah perkasa. Serta paman Riu, seekor naga yang telah bersemedi ratusan tahun dan dianggap sebagai keluarganya sendiri.
Takdirlah yang akhirnya membawa Munita kembali ke kampung Sangta, kampung asalnya. Awalnya kampung Sangta merupakan kampung yang dipenuhi oleh kekayaan sumber daya alam. Manusia memanfaatkan alam untuk pemenuhan hidupnya secara baik. Kehidupan mansia dan makhluk lainnya saling menghormati dan tidak menganggu satu sama lain. Begitu pula yang terjadi pada manusia dan buaya yang tinggal di daerah tersebut. Adanya sebuah perjanjian hulu dan hilir yang menjadi batas terotial yang saling di hormati.
Semakin berjalannya waktu, kampung Sangta mengalami banyak perubahan. Manusia tidak lagi menghormati alam sepeti dulu. Sebagian dari mereka bahkan menjadi serakah dan mengekaploitasi alam secara besar-besaran.  Dikampung asal Munita yang dulunya asri menjadi berubah dengan pengerukan emas hitam yang dilakukan besar besaran.  Dermaga pengangkut tambang menghancurkan jajaran pohon bakau dan tanaman nipah yang selama ini tumbuh di pinggir sungai.
Munita merasa habitat yang ada akan terancam keberadaanya.  Terlebih ada pula Tuan Mor dan Tuan Hisyam yang dengan berbagai cara licik ingin membunuh ketururan buaya jadi-jadian. Tuan Hasyim dengan serakah ingin menguasai pertambangan di daerah tersebut termasuk ingin menjadi pemimpin kampung Sangta.
Disisi lain,  Mereka kuatir keturunan buaya tersebut akan menuntut balas dendam karena mereka telah melanggar perjanjian hulu dan hilir. Karena itu dengan segala cara mereka mencoba membunuh buaya yang ada.Munita pun seolah tersadar oleh takdirnya sendiri.  Ia pun kembali ke kampung asalnya untuk menyelamatkan kampungnya dari kehancuran dan keserakahan.
Kisah Novel ini memang sarat dengan pesan moral yang cukup kuat dan tentu saja di bumbui kisah romantis percintaan . Begitu pula tergambar jelas bagaimana kasih sayang sang ibu kepada anaknya yang tidak mungkin terlupakan begitu saja.
Ketika manusia dengan serakah megeksploitasi alam tanpa memikirkan habibat mahluk lainnya, manusia itu bisa jadi akan mendapatkan balasannya. Bagaimana pun juga kita tetap harus menjaga kearifan lingkungan untuk kepentigan mahluk hidup bersama.

Catatan :
Novel Gampiran ini Pernah saya angkat sebagai salah satu literatur materi yang saya bawakan pada seminar kesastraan di Kaltim.

Sandiwara Radio Populer Tempo Doeloe

1:12 AM 5 Comments A+ a-

Beberapa waktu lalu, group online alumni kampus saya sempat melempar diskusi yang lain dari biasanya. Kalau biasanya, kami mengambil tema tentang politik, pemerintahan, ekonomi, pemerintahan, hingga hal hal sederhana terkait kehidupan sehari hari.  Kali ini tema yang diangkat mengenai Sandiwara radio.

Mungkin anak jaman sekarang tidak begitu tahu dengan betapa hebohnya sandiwara radio jaman dulu. Mereka lebih familiar dengan acara televisi, internet dan sosial media.  Berbeda dengan jaman saya dan teman teman waktu dulu.

Sandiwara radio kala itu menjadi sangat populer dan dinantikan setiap penayangannya. Maklumlah, saat itu hanya TVRI lah yang menjadi satu satunya siaran televisi. Wajarlah, bila sandiwara radio menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat.

Jangan heran, bila di sela sela perbincangan masyarakat, pembahasan mengenai sandiwara radio menjadi paling trendsetter hangat. Kepopuleran Sandiwara radio bahkan diangkat menjadi layar lebar yang ditayangkan di bioskop dan nendulang kesuksesan luar biasa. Sebut saja film Babad Tanah Leluhur, Tutur Tinular, Misteri Gunung Berapi, Ibuku Malang Ibu Tersayang.

Kalau boleh jujur, saya masih mngenakan pakaian merah putih alias SD, saat sandiwara radio populer. Bersama saudara-saudara, saya rajin mengikuti tayangan siaran sandiwara radio tiap harinya, dan tentu saja di waktu yang sama.  Kalau saja saya tidak sempat mendengarkannya, pasti saja ada teman sekolah yang berbaik hati mereview jalan ceritanya saat di sekolah.

Ingatan mengenai sandiwara radio tersebut, tidak luput dari ingatan saya terhadap radio kesayangan kami sekeluarga.  Seingat saya, kami sudah mengganti 3 buah radio selama musim hebohnya sandiwara radio. Dan itu bertahan selama beberapa tahun. Sungguh rekor yang luar biasa. :))

Sekedar mengingatkan kembali memori, saya mencoba mereview beberapa sandiwara radio yang terkenal, antara lain :

1. Saur Sepuh

Saur Sepuh memang sandiwara radio yang sangat populer. Selain banyak di dengar oleh masyarakat Indonesia, cerita Saur Sepuh diangkat pula menjadi layar lebar dengan beberapa judul. Saya ingat sekali menonton film Saur Sepuh di salah satu bioskop bersama orang tua saya.

Brama Kumbara merupakan tokoh dari cerita ini. Brama sebenarnya ketutunan Raja Madangkara, dan ia merupakan pendekar yang baik hati dan memiliki kesaktian tinggi.
Darmasalira yang merupakan ayah Brama, adalah putra dari Kakek Astagina. Kakek Astagina ini pula menjadi guru Brama Kumbara, dulunya ia merupakan Raja Madangkara yang di kedeta.

Ia seorang pendekar yang menguasai berbagai ilmu kesaktian. Brama secara darah masih keturunan Raja Madangkara. Ayahnya yang bernama Darmasalira adalah keturunan Raja Madangkara yang terkudeta; Kakek Astagina, guru dan juga kakek  Brama ini dulunya pernah pula menjadi Raja Madangkara.

Gayatri merupakan ibu Brama Kumbara, akhirnya menikah lagi setelah ayahnya meninggal. Pernikahanny dengan Tumenggung Ardapala melahirkan Mantili, adik tiri Brama. Dalam perjalannya, Brama di nobatkan sebagai Raja Madangkara yang memerintah dengan arif bijaksana. Brama kumbara pun memiliki musuh musuh yang selalu ingin menyerangnya. Namun dengan kesaktiannya, Brama mampu menaklukannya.

2. Misteri Gunung Berapi

Sembara merupakan tokoh utama dari sandiwara radio ini.  Semabara memiliki kekasih yang cantik bernama Farida. Namun dalam perjalanan cintanya, kedua orang tua farida tidak menyetujuinya.

Pada saat Sembara berusaha meningkatkan kesaktiannya dengan cara menjelajah hutan larangan.atas perintah gurunya, kakek Jabat.  Saat itulah Farida dipaksa menikahi Mardian oleh kedua orang tuanya.

Mardian ternyata seorang siluman harimau yang jahat dan licik. Betapa kecewanya Sembara begitu mengetahui Farida telah menikah dengan Mardian.

Adapula tokoh nenek Lampir yang mengingkan Farida menjadi tumbal dan istri dari majikannya yang sudah meninggal, tuan Adolf Pieter.  Kejahatan dan kesaktian Nenek Lampir hampir membuat Farida Celaka. Beruntung Farida bisa di selamatkan. Kelak Farida dan Sembara akan bersatu kembali.

Sinetron Misteri Gunung Merapi ini pun diangkat dalam versi layar lebar dan meraih banyak perhatian penonton.  tidak hanya itu, kepopuler mak lampir pun akhirnya membuat salah satu stasiun televisi mengangat cerita misteri gunung berapi dalam versi sinetron.

3. Ibuku Malang, Ibu Tersayang

Sandiwara Radio ini sangat saya suka karena ceritanya yang unik dan lebih mengambil setting modern.  Bila beberapa sandiwara radio lainnya lebih pada genre persilatan, kerajaan, serta misteri. maka berbeda dengan Ibuku Malang, Ibu Tersayang.

Sandiwara ini bercerita tentang keluarga, kasih sayang dan percintaan. Namun tetap di balut konflik, persaingan bisnis yang penuh intrik. Kisah utama dalam cerita ini yaitu dua keluarga yang berbeda watak.  Yaitu keluarga Pras dan Keluarga Sasangko.

Diceritakan Sasangko memiliki sifat yang kurang baik. Selain licik dalam berbisnis, ia kerap main perempuan, padahal ia sudah menikah. Salah satunya yaitu dengan Corrie yang  melahirkan anak bernama Sonny.

Belasan tahun telah lewat dan Sonny pun telah dewasa serta mencoba mencari tahu keberadaan ayah kandungnya.  Di sisi lain, ada keluarga Pras yang hidup bahagia dan di karunia 3 anak, yaitu Baskoro, Damayanti dam Vina.  Keluarga Pras inilah yang dianggap rival oleh keluarga Sasangko. Dengan segala cara Sasangko berusaha menjatuhkan Pras.

Kisah Ibuku Malang Ibu Tersayang ini, menjadi menarik pula karena cerita berkisar mengenai anak anak keluarga Pras. Baskoro misalnya, sang playboy namun baik hati dan menawan banyak gadis, salah satunya Yashinta. Demikian pula kisah kedua adik adiknya yang lain, serta para tokoh cerita di dalamnya

Apa sudah teringat dengan beberapa sandiwara radio di atas? sebenarnya masih ada lagi yang belum saya ceritakan.  Seperti Tutur Tinular dan Babad Tanah Leluhur.  Jangan kuatir, kita masih bisa search internet alias tanya mbah guggel mengenai siaran sandiwara radio tersebut. Biar melepas kangen bagi penikmat sandiwara radio jaman dulu. Sekaligus memberikan jawaban rasa penasaran bagi mereka yang belum pernah mendengarkannya :)

LIFE SURVIVAL, Group Support Para Survivor

11:14 AM 0 Comments A+ a-

Sebenarnya sudah lama saya berharap membentuk sebuah group atau komunitas yang concern mendukung para survivor, khususnya para survivor kanker di daerah. Semua itu, tentu ada alasannya. Mengingat saya sendiri merupakan seorang survivor kanker.
Keberadaan sebuah group atau komunitas support, ternyata memang di butuhkan bagi seorang survivor seperti saya. Group ini bukan hanya sebagai wadah saling mendukung dan saling support antara sesama anggotanya. Tetapi, lebih dari itu, para survivor bisa saling berbagi informasi dan pengalaman, serta tentu saja tidak merasa sendiri menjalani hidup semenjak menjadi survivor. Akan Ada tangan yang siap saling bergandengan, atau bahu untuk bersandar sejenak dalam berbagi cerita. :)
Beruntung, ide saya tersebut di dukung oleh dua orang sahabat dokter yaitu Dokter Heryanto dan Dokter Eka Yuni. Kedua dokter tersebut sangat mendukung membuat group para survivor. Hingga hadirlah group yang sepakat di beri nama LIFE SURVIVAL.  Saat ini, group LIFE SURVIVAL berbasis group online di FB. Tentu saja harapannya akan ada pertemuan secara offline atau langsung dengan sesama anggotanya.
Keanggotaan LIFE SURVIVAL sendiri bersikap terbuka bagi masyarakat umum, tidak hanya bagi para survival kanker. Bahkan survival dari mana saja bisa bergabung.  Tidak hanya saling berbagi dan menguatkan, bagi anggota group bisa minta pendapat atau mengajukan pertanyaan kepada dokter ataupun anggota lainnya.
Tertarik untuk bergabung di group LIFE SURVIVAL.. silahkan add ke sini ya.
https://m.facebook.com/groups/698588680236491?soft=more#!/groups/698588680236491

Mengenal RSUD A. Wahab Syahranie Samarinda

1:02 AM 0 Comments A+ a-

Saya termasuk orang yang paling sering berkunjung ke rumah sakit.  Minimal dua Kali dalam sebulan. Itu belum termasuk kontrol berobat, kemotrapi, atau menemani keluarga berobat. Jangan ditanya bagaimana rasanya bolak balik ke rumah sakit. Yang jelas, selalu banyak cerita yang bisa saya rekam dalam benak, diambil hikmah atau untuk di tuliskan.

Salah satu rumah sakit yang paling sering saya kunjungi yaitu RS Umum Daerah A. Wahab Syahranie Samarinda. RS yang terletak di jalan Palang Merah Samarinda, merupakan RS kelas A satu satunya di Kalimantan Timur, terhitung bulan Januari 2014.

Saya bisa menyaksikan bagaimana rumah sakit ini selalu berbenah ke arah lebih baik dari waktu ke waktu. Maklum saja, dari jaman saya SD, saya sering dibawa orang tua untuk menengok keluarga ataupun teman ortu yang sedang opname disini. Bahkan hingga dewasa sekarang, saya pun sudah beberapa kali menjadi pasien raw at inap :))

Selain fasilitas dan dokter nya yang cukup lengkap, RS ini menjadi rujukan dari berbagai rumah sakit lain di berbagai daerah di Kaltim. Contoh sederhana ya saya sendiri.  Saya merupakan pasien kanker yang dirujuk dari rs tempat domisi saya tinggal. Dan itu belum lagi dengan banyak pasien di berbagai daerah yang di rujuk ke RS AWS ini.

Tapi jangan kuatir, letak RS ini berada di tengah kota, sangat strategis serta mudah di jangkau. Kita tidak perlu kesulitan untuk bisa mencapai rumah sakit ini. Selain fasilitas rumah sakit yang memadai, di sekitar rumah sakit, terdapat mesjid,  banyak tersedia warung warung aneka kuliner, berbagai apotik, supermarket, bahkan rumah makan standard menengah ke atas. So, jangan kuatir kesulitan untuk mencari makanan di sekitar rumah sakit.

Bagi pasien yang mempergunakan jasa asuransi, jamkesda, BPJS ataupun umum sekalian, bisa dilayani di rumah sakit ini. Saya sendiri merupakan pasien jamkesda, Dan turut merasakan pelayanan rumah sakit ini. Untuk pendaftaran pun dibedakan antara pasien umum, bpjs maupun jamkesda.

Walaupun begitu, Ada pula fasilitas peralatan di rs ini yang belum tersedia. misalnya bone scan dan radioterapi sinar yang banyak digunakan oleh pasien kanker seperti saya. Semoga kedepannya rs ini Akan semakin lengkap fasilitas peralatan Dan daya dukung dokter ahlinya. Aminnn.... (berdoa cantik dalam hati). :))

Tapi, bagaimana pun juga, sebagai warga Kaltim, saya bangga Kaltim telah memiliki rumah sakit sekelas RSU A Wahab Syahranie.  Maju terus Demi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kaltim . merdekaaaaaaaa :))

Robin Williams dalam Memori

4:31 PM 0 Comments A+ a-

Hook

Sebuah film paling keren di tahun 1991, dimasa saya masih mengenakan baju merah putih. Film yang berkisah mengenai Peter Pan serta musuh bebuyutannya, Kapten Hook. Tentu saja tidak melupakan sosok peri cantik dan imut, twinky bell.

Film Hook termasuk film yang terlaris dan dikenang sepanjang masa. Bukan hanya alur ceritanya yang menarik dan diangkat dari kisah non fiksi yang melegenda. Tetapi salah satu daya tarik film tersebut adalah aktor Robin Williams, pemeran Peter Pan.

Robin Williams memang aktor yang Serba bisa dan memiliki kemampuan akting di atas rata rata aktor dunia lainnya. Sebut saja film Mrs. Doubtfire di tahun 1993, dimana Robin Williams harus di permak habis memerankan tokoh Mrs. Doubtfire, seorang pengasuh anak. Film yang bergenre komedi namun sangat menyentuh itu mampu membuat siapa saja menangkat topi untuk kematangan akting Robin Williams.

Selain itu, Ada banyak film yang di bintangi Robin Williams, antara lain : The Fisher King (1991), and Good Will Hunting (1997), Hook (1991), Aladdin (1992), Mrs. Doubtfire (1993), Jumanji (1995), The Birdcage (1996), Night at the Museum (2006), Happy Feet (2006), dan lain sebagainya.

Perjalanannya menapaki dunia perfilman mampu membuatnya berada di puncak atas dan meraih penghargaan.  Robin berhasil meraih Emmy Awards, Golden Globe Awards, Grammy Awards, dll.

Namun, tepat tanggal 11 Agustus 2014, berita mengejutkan datang dari Robin Williams. Aktor komedi yang hangat itu ditemukan meninggal dunia dan di duga akibat bunuh diri.  Berita itu sontak mengejukan dunia dan saya tentunya. Salah satu aktor yang saya kagumi, ternyata meninggal dengan cara tidak di sangka sangka. Banyak yang menduga karena Robin depresi, salah satunya akibat penyakit Parkinson yang di deritanya. Well, saya tidak akan mengungkit lebih jauh mengenai penyebab kematiannya.

Bagi saya, Robin Williams merupakan salah satu aktor yang mampu mengguncang dunia berkat karya karya.  Setiap aktingnya menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Sosoknya yang jenaka dan hangat, selalu bisa saya tangkap dari kepribadiannya. Walaupun ia pernah berlakon lebih serius dalam beberapa film. Tetap bagi saya, Robin Williams is the best actor :))

HUT RI ke 69

2:48 AM 0 Comments A+ a-

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE -69

17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2014