Kisahku di Muat di Majalah Paras edisi Mei 2016

7:16 AM 6 Comments A+ a-


Beberapa hari lalu, saya mendapatkan informasi dari seorang teman penulis yaitu mba Nan Djabar, kalau kisah saya di muat di Majalah Paras edisi Mei 2016. Sebelumnya, saya memang meminta tolong kepada mba Nan untuk melihat apakah ada tulisan profil saya di edisi tersebut.  Secara bersamaan juga, tulisan traveling mba Nan Djabar di muat pada edisi yang sama. Dan ternyata memang tulisan tersebut masuk pada rubrik Kisah Sejati di majalah tersebut. Alhamdulillah. 


Bermula dari sebuah Inbox

Beberapa teman bertanya kepada saya, bagaimana hingga kisah saya sampai di muat di majalah Paras.  Semua bermula saat beberapa waktu yang lalu. Saat itu saya mendapatkan inbox dari mba Ima,  wartawan Paras.  Mba Ima menanyakan apakah saya bersedia di wawancarai terkait kisah saya dalam menghadapi kanker.

Tentu saja inbox dari mba Ima tersebut membuat saya sangat kaget sekaligus berbunga-bunga.  Rasanya tidak menyangka kalau ada sebuah majalah nasional yang menanyakan kesediaan saya untuk  di wawancarai untuk dimuat di majalah mereka.  Singkat cerita, saya pun menyetujui untuk di wawancarai yang mana pertanyaan yang di berikan terkait kehidupan saya terutama berkenaan menghadapi penyakit kanker.


sumber foto  dari mba Nan Djabar
Saya  sungguh berharap agar kisah hidup saya nantinya dalam menghadapi kanker tersebut bisa  menjadi inspirasi dan kekuatan bagi pembacanya, khususnya bagi para survivor kanker.  Saya juga berharap hal tersebut bisa turut mendukung kegiatan edukasi dan informasi kanker yang selama ini saya lakukan.

Menuai Manfaat dari Blogging

2:05 AM 12 Comments A+ a-

Judul : Blogging : Have Fun and Get The Money
Penulis : Carolina Ratri
Penerbit : Stiletto Book
Tebal : 245
Tahun : 2016

Belakangan ini, semakin banyak orang yang tertarik dalam dunia blogging. Hal itu tidak lepas dari pengaruh semakin berkembangkan teknologi informasi yang memanfaatkan internet.  Dengan adanya internet, membuat orang semakin mudah mencari berbagai informasi dan pengetahuan yang mereka butuhkan.  Selain itu juga, mereka dapat menghasilkan berbagai keuntungan, salah satunya dari kegiatan blogging. Sehingga tidak heran, bila banyak orang menjadi blogger sebagai sebuah profesi.

tulisan ini di muat di Tribun Kaltim, 15 Mei 2016
Buku Blogging : Have Fun and Get The Money yang ditulis Carolina Ratri, menjawab segala rasa penasaran dan keingintahuan kita mengenai blogging.  Penulis yang berprofesi sebagai blogger dan freelance content writer ini, membagi pengetahuan dan pegalamannya di dunia blogging.
Buku yang di terbitan Stiletto Book ini terbagi dalam 7 chapter. Di mana tiap chapter terbagi lagi dalam beberapa  topic bahasan. Di awal chapter, penulis menjelaskan mengenai berbagai alasan serta keuntungan yang di dapatkan dari ngeblog.  

Lebih Dekat dengan Bunda Yati : Terus Menebarkan Inspirasi dan Produktif Berkarya

7:05 AM 11 Comments A+ a-


Tidak ada kata terlambat atau  terus belajar dan berkarya. Setidaknya kalimat itu yang bisa saya ungkapkan  ketika mengenal sosok Bunda Yati Rachmat atau yang akrab di panggil Bunda Yati. Kekaguman saya semakin besar pada Bunda Yati, saat saya melihat bagaimana sepak terjang beliau di bidang penulisan dan blogging.

Awalnya, saya mengenal bunda Yati melalui sosial media Facebook.  Waktu saya sering melihat tulisan-tulisan Bunda Yati yang begitu mengugah saya. Kenapa saya katakan menggugah? Karena bagi saya, tulisan Bunda Yati tidak hanya menginspirasi dan menunjukkan bagaimana pikirannya di tuangkan dalam tuliskan. Tetapi juga bagaimana semangat untuk terus menulis dan berkarya di usia yang tidak lagi muda. Apa yang Bunda Yati lakukan, membuat  saya dan juga penulis atau blogger lainnya  harus mencontoh semangat beliau.

Di usia yang tidak lagi muda yaitu 77 tahun, Bunda Yati tetap melakukan berbagai kegiatan positif diantaranya menulis dan ngeblog.  Beliau pun kerap menghadiri seminar dan workshop untuk menambah ilmu ataupun kemampuan dalam kegiatan menulis. Namun begitu, Bunda Yati tetap menjalani kehidupan pribadinya yang bahagia, sebagai  ibu dari 5 orang anak, sekaligus nenek dari 4 orang cucu.

Dalam blognya www.bundayati.com , bunda Yati mengambil MISCELLANEOUS sebagai tagline. Hal  ini sangat unik menurut saya pribadi. Bunda Yati juga aktif dalam kegiatan online antara lain sebagai Member Kumpulan Emak2 Blogger (KEB), Warung Blogger, BlogCamp, Blog of Friendship, BlogDetik, Fun Blogging, Blogger Perempuan and BP Network
 
bunda Yati bersama teman-teman blogger
sumber : blog bundayati.com
Selain itu juga, Bunda Yati kerap mengikuti berbagai kontes ataupun perlombaan, dan beberapa kali mendapatkan kemenangan. Semangat dan aktifitas Bunda Yati dalam dunia blog, mengantarkannya mendapatkan penghargaan dari Kumpulan Emak2 Blogger sebagai Blog Terpilih bulan April 2013 serta Srikandi Blogger "Lifetime Achievement 2013". 

Resensi Nanang Tangguh & Galuh Intan : Ketangguhan Meraih Mimpi dan Cinta

9:29 PM 3 Comments A+ a-


Judul  : Nanang Tangguh & Galuh Intan
Penulis : Es Pernyata
Penerbit : Kalika Utama Publishing
Tebal : 239 Halaman
Tahun : 2016


Tidak banyak novel yang mengangkat tema inspirasi dan cinta dengan latar belakang daerah Kalimantan Timur.  Buku Novel Nanang Tangguh & Galuh Intan merupakan salah satu novel dengan latar belakang daerah ini.

Novel Nanang Tangguh & Galuh Intan yang ditulis Es Pernyata dan di terbitkan oleh Penerbit Kalika Utama Publishing ini, memang  berbeda dari novel lainnya.  Awalnya saya berfikir novel ini seperti novel lainnya, tentang bagaimana si Nanang, tokoh utama berusaha merebut hati Galuh Intan, gadis pujaan hati.   Tetapi setelah membacanya, kita akan mendapatkan banyak hikmah dan pelajaran berharga di dalam novel ini.

Di kisahkan di awal cerita, bagaimana seorang pemuda bernama Nanang Tangguh, yang harus berjuang untuk hidup di usia sangat muda. Kedua orang tuanya pergi merantau dan tidak memberikan kabar, meninggalkan Nanang dan Miranti, adiknya yang masih kecil.  Demi menyambung hidup, Nanang bekerja sebagai kuli bangunan pada mandor Mursan di Samarinda. Sedangkan  Ranti terpaksa di titipkan sementara di panti asuhan.

Mengenangmu, Sahabatku yang tangguh dan Luar Biasa.

5:04 PM 4 Comments A+ a-


Aku masih terkenang percakapan kita hari itu, sahabat.

"Nggak kerasa sebentar lagi puasa ya, mba. Alhamdulillah, kita masih dapat kesempatan ketemu bulan puasa lagi, " Chattku padamu lewat whats app 


"Insya allah kita akan ketemu bulan puasa lagi, mba," jawabmu kala itu.

Aku tersenyum membaca jawaban Whatsappmu itu. Aku merasakan dadaku berdesir hangat.  Insya  Allah, Allah masih memberikan kesempatan kita untuk bisa bertemu bulan puasa lagi.

"Semoga mba Yuni nanti sudah biasa beraktifitas dan jalan lagi ya mba," lanjutmu.

"Amin amin ya robballalamin.." jawabku seraya mengaminkan doamu.



###



Ah.. air mataku kembali menetes semua kenangan bersamamu.


Aku teringat awal perkenalan kita. Kita saling mengenal melalui instagram. Kala itu kau bertanya mengenai buku Kanker Bukan Akhir Dunia yang aku posting di Instagram. Perkenalan kita berlanjut dengan saling chatt di whatsapp. Kita pun saling bertukar cerita mengenai perjuangan masing-masing melawan kanker. Kita saling menguatkan dan menyemangati.


Sobat, walaupun kita tidak pernah bertemu langsung.  Tetapi aku tahu kalau dirimu adalah perempuan sekaligus ibu yang luar biasa. Kita sering bercerita mengenai keluarga masing-masing, khususnya mengenai anak-anak kita yang seumuran.

Kita juga saling menyapa lewat video call dan tertawa bersama. Bahkan anak-anak kita juga ikut-ikutan saling menyapa di video call.  Kita saling berjanji untuk bertemu suatu saat. Rasanya waktu-waktu itu begitu lekat dalam ingatan saya. 


Aku ingat suatu waktu, ketika  dokter memutuskan agar aku menjalani kemoterapi obat doxorubicin sebanyak 6 kali. Efek obat kemo tersebut tidak hanya membuatku mual, lemas, dan tidak nyaman. Bahkan rambut semakin rontok akibat efek obat tersebut.

Dan lagi-lagi dirimu menguatkanku, dengan mengatakan tidak apa apa rambut rontok dan gundul asalkan bisa sehat. Hal itu yang membuat aku yakin menjalani kemoterapi dan menerima kepala ini menjadi gundul.

Ada kejadian yang tidak pernah aku lupa. Waktu itu hampir beberapa waktu dirimu tidak ada kabar. Aku berkali -kali.mengirim WA, inbox bahkan SMS, tetapi tidak ada balasan.  Hp mu juga tidak aktif sama sekali.


Ada apa sebenarnya? Aku sampai berfikir kalau mungkin ada apa-apa denganmu. Atau mungkin aku ada salah bicara hingga membuatmu tersinggung atau bagaimana. Entahlah.. begitu banyak pikiran yang berkecamuk di kepalaku. 

Akhirnya aku meminta salah seorang survivor kanker untuk mencari informasi mengenai mba. Dan kabar mengejutkan yang kudapatan. Ternyata dirimu sedang berjuang melawan kanker di ruangan ICU dalam kondisi tidak begitu baik.  Aku hanya bisa mengirimkan doa untukmu saat itu.

Hingga akhirnya, hati ini menjadi lega ketika dirimu bisa membalas chattku dan mengabarkan kondisimu semakin membaik. Dirimu juga bercerita bagaimana perjuangan mba saat dalam kondisi tidak menentu. Termasuk bercerita bagaimana suamimu selalu mendampingi saat itu dan tidak putus-putus mendoakan.