Pita Tosca Dan Harmoni Amourest


Alhamdullillah,
Sebuah video kejutan manis dari sahabat saya mak Kartika Sari, mba Apsari dan mas Irawan beserta teman-teman dari Harmoni Amourest.  Sungguh tidak menyangka akan mendapatkan video support ini.

Apalagi kehadiran Harmoni Amourest memang spesial hadir di tengah-tengah acara Pita Tosca DIY dan Jateng di Solo.  Saya sendiri memang sempat sedih sekali tidak bisa hadir pada acara Pita Tosca mengingat kondisi fisik saya yang tidak memungkinkan.

Namun, mak Kartika benar-benar jadi sahabat yang tahu kegundahan saya hehehe. Dan dia juga tahu saya sudah suka banget sama lagu Luar Biasa Harmoni Amourest. Mak Tika bahkan berjanji akan menyampaikan salam spesial saya buat teman-teman Harmoni Amourest.

Pertama kali dengar lagu Luar Biasa, saya langsung suka. Selain musiknya yang memikat hati, lirik lagunya pun sungguh inspiratif dan menyentuh. Sangat pas bila di katakan sebagai salah satu lagu penyemangat buat para survivor.  Lagu Luar Biasa Harmoni Amourest bisa di lihat di sini ya https://m.youtube.com/watch?v=TTeSbvvQn20

Dan...video dukungan mereka  ini benar-benar kejutan buat saya. Makasih yaaa mak tikaaaa sayang, mba Apsari, mas Irawan dan teman-teman Harmoni Amourest

video


Rencana Instalasi Kedokteran Nuklir di Kaltim

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu saya berkesempatan bertemu dengan dr Hapsari Hapkido. Dokter Kido adalah dokter nuklir yang nantinya akan bertugas di kedokteran nuklir RS Umum Abdul Wahab Syahranie Samarinda. Kebetulan saya juga pernah bertemu beliau pada waktu beberapa tahun lalu di RS Hasan Sadikin Bandung.

Tentu saja kehadiran beliau di RS Umum A Wahab Syahranie Samarinda, membawa angin segar bagai kami pejuang tiroid. Karena memang tiroid lebih sering di kaitan dengan pengobatan kedokteran nuklir.

Selama ini, kami para pejuang tiroid harus di rujuk berobat ke Bandung atau Jakarta untuk melanjutkan terapi nuklir, karena memang di Kaltim waktu itu belum ada instalasi kedokteran nuklir.

Tentu bisa di bayangkan, betapa banyak pengorbanan biaya, waktu dan tenaga yang di  butuhkan oleh pejuang tiroid bila ingin melanjutkan terapi pengobatan keluar daerah.  Kami pun harus antri panjang menunggu jadwal berobat untuk radiasi ablasi nuklir, mengingat begitu banyaknya penjuang tiroid yang ingin berobat, namun masih terbatasnya fasilitas kesehatan.

Walaupun kabar baiknya sekarang BPJS sudah menanggung pengobatan nuklir, tetapi tetap hal itu diluar perjalanan akomodasi dan transportasi untuk sampai ke sana. Di sisi lain, tubuh fisik kami pun harus cukup fit selama perjalanan serta saat menjalani pengobatan nuklir di luar daerah. 

Hingga tak jarang, ada saja pejuang tiroid yang akhirnya hanya bisa menerima kondisi karena keterbatasan biaya, waktu maupun kondisi fisik yang tidak memungkinkan ke luar daerah. Hal ini terjadi bagi teman teman pejuang tiroid yang berada di daerah yang jauh dari pengobatan kedokteran nuklir.

Dan syukur alhamdulillah, doa-doa kami para pejuang tiroid terjawab juga. Salah satunya dengan akan hadirnya Instasi Kedokteran Nuklir di Kaltim. Semoga saja segera cepat di realisasikan, sehingga akan banyak para pejuang tiroid di Kaltim khususnya dan Indonesia pada umumnya bisa turut merasakan manfaat dari pengobatan tersebut.

Terima kasih RS Umum Abdul Wahab Syahranie yang sudah berencana mewujudkan pengobatan instalasi nuklir di Kaltim. Semoga dengan kehadiran intalasi nuklir ini nantinya, dapat membantu para pejuang tiroid di Kaltim khususnya dan di Indonesia umumnya untuk bisa berobat.

Terima kasih Dokter Kido yang turut menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk mewujudkan instalasi nuklir di Kaltim.

Mohon doa dan supportnya dari.teman-teman semua, khususnya dari para pejuang tiroid di Kaltim dan Indonesia. Semoga kedokteran nuklir di Kaltim bisa segera terwujud.

Note :

Tulisan saya  buat dengan semangat dan rasa haru luar biasa ^_^


Terima Kasih Para Pendonor Darah


Hari ini, saya harus berterima kasih kepada para pendonor, yang iklas mendonorkan darahnya kepada yang membutuhkan.

Bisa jadi, para pendonor darah tersebut tidak pernah mengenal orang yang membutuhkan darahnya. Tetapi ia begitu iklas dan tulus memberikan darahnya tanpa mengharap balasan apapun.

Dan hari ini..
Ketika sekantong darah itu mengalir secara perlahan-lahan melalui jarum infus ke tangan saya, saat itulah saya juga berdoa untuk kebaikan hati sang pendonor.

Betapa besar manfaat sekantong darah yang di berikan oleh pendonor untuk saya ataupun bagi orang-orang yang sangat membutuhkan. Bisa jadi, dengan bantuan darah itu pula menjadi jalan bagi kami yang membutuhkan untuk bisa bertahan hidup.

Terima kasih untuk para pendonor darah di dunia ini..
Semoga Allah senantiasa melindungi dan membalas kebaikan kalian.

#kankerbukanakhirdunia
#survivorkanker
#nevergiverup


Kemoterapi Lagi? Mari Di Jalani Dengan Semangat !


Sebenarnya saya sudah merasakan ada yang tidak beres dalam tubuh sejak sebulan lalu. Tepatnya saat saya harus masuk IGD, di karenakan ada masalah dengan saluran kencing ketika itu.

Setelah menjalani serangkaian observasi, akhirnya memang saya harus bersabar ria dengan menggunakan kateter sementara waktu. Dokter onkologi menyimpulkan, karena kondisi saya yang bed rest terus serta adanya metastase di tulang belakang. Hal itulah yang membuat masalah di saluran kencing.

Baiklah, untuk sementara waktu, saya harus bersahabat dengan kateter ini hihihi. Salah satu sahabat saya ikut menghibur, dengan mengatakan bahwa saya keren dengan membawa 'souvenir' dari rumah sakit. Wkwkwkw. Aneh aja, katerer begini di bilang souvenir .

Nah, ternyata, kesabaran saya lagi-lagi kembali uji.  Sebenarnya saya tuh juga mikir, apakah stok kesabaran saya ini bisa bertahan apa tidak untuk kedepannya ya. Saya sih berharap, kesabaran itu akan tetap terus ada. Amin amin.

Jadi ceritanya, minggu siang itu, saya merasakan sesak nafas yang cukup mengganggu. Memang sih, saya lagi flu berat saat itu. Tapi rasa sesak nafas itu tidak bisa reda-reda juga, walaupun saya sudah minum obat flu.

Belum lagi saya balurin tubuh dengan minyak kayu putih, minyak aromaterapi, hingga pakai inhaler hidung. Pokoknya semua di lakukan. Sampai-sampai bolak balik pakai selang oksigen. Felling saya udah langsung ngerasa, kalau ini bukan perkara biasa. Tanpa nunggu waktu lagi, saya langsung nelpon ambulan dan segera ke UGD.

Sesampainya di UGD, dokter langsung mengobservasi dan memerintahkan perawat untuk cek EKG Jantung, cek darah lengkap dan pasang selang oksigen. Saya pun menginap di rumah sakit hari itu.

Dan saya merasa bahagia dan terharu, ketika keluarga dan teman-teman turut datang menjenguk saya. Terima kasih teman-teman.

"Dia" Bertamasya Lagi di Paru

Selama beberapa hari di rumah sakit, dokter bersama timnya melakukan observasi kepada saya. Selain saya juga melanjutkan kemo tulang zometa rutin sebulan sekali, saya pun juga menjalani rontagen paru-paru.

Seingat saya, terakhir menjalani rontagen paru-paru pada tahun 2016 lalu setelah kemoterapi obat doxorubicin. Waktu itu metastase paru-paru saya sudah respon dengan obat kemo tersebut. Dan kondisi stabil, walau metastase tulang belakang  yang masih bermasalah hhehehehe

Ternyata...
Dari Hasil rontagen paru paru terbaru saya tidak mengembirakan.  "Dia" atau kanker, kembali bertamasya ke paru-paru.  Tentu saja hal ini sempat membuat saya gemes, lemes, sedih, dan berbagai perasaan nano-nano deh. 

Bagi survivor seperti saya, kehadiran kembali kanker bertamasya tersebut, nyaris sama dengan perasaan terjun bebas dari puncak gunung hehehe.  Tapi bagaimana pun juga, saya kembali berusaha menguatkan diri.  Apapun hasilnya, saya harus berusaha iklas, sabar, dan lanjut ikhtiar berobat. Biarlah Allah nanti yang menentukan hasilnya.

Saya juga bersyukur, sampai sekarang masih bisa di tangani oleh dokter onkologi saya . Terhitung sejak Januari 2013  saat pertama saya tervonis kanker tiroid stadim lanjut hingga Januari 2017 ini. Berarti sudah 4 tahun beliau menangani saya. Semoga beliau terus di berikan kesehatan dan kekuatan Allah untuk terus mengobati kami para pasien kanker ya. Aamiin aamiin...

Oh ya, lanjut  bicara mengenai pengobatan. Setelah melihat hasil rontagen, dokter onkologi akhirnya mendiskusikan kelanjutan pengobatan kepada saya.  Mengingat paru-paru saya yang sudah menjadi tempat bertamasya kanker, akhirnya beliau merekomendasikan untuk melakukan kemoterapi doxorubicin ulang sebanyak 6 x dengan siklus per 3 minggu.

Sebenarnya untuk kondisi pasien kanker tiroid seperti saya, pengobatan radiasi ablasi nuklir merupakan pengobatan yang tepat. Hanya saja di Kaltim belum berjalan  pengobatan nuklir dan saya juga tidak memungkinkan secara fisik untuk berangkat ke luar daerah berobat. Akhirnya, dokter memutuskan tetap melanjutkan pengobatan di Samarinda dengan menggunakan kemoterapi sebanyak 6 x.

Sebelum melakukan kemoterapi, saya di minta untuk cek laboratorium darah lengkap. Saya juga di rujuk ke dokter paru-paru dan dokter jantung. Untuk ke dokter paru-paru, beliau memeriksa saya sekaligus memberikan obat untuk mengurangi masalah di pernafasan saya.

Sedangkan untuk dokter jantung, beliau melakukan pemeriksaan EKG dan ECHO jantung saya. Apabila semua hasil pemeriksaan tersebut bagus, maka saya di perbolehkan untuk lanjut kemoterapi. Alhamdulillah, semua hasil pemeriksaan itu bagus.
Dan sekarang, saya tinggal menjalani kemoterapi obat doxo sebanyak 6 x dengan siklus 3 minggu sekali. Selain itu tetap menjalani kemo tulang zometa sebulan sekali.

Semoga semua usaha dan ikhitar ini membawa hasil kemajuan lebih baik untuk selanjutnya. Aamiin..

#kankerbukanakhirdunia
#survivorkanker
#nevergiveup
#fight

Sakit Itu Mempererat Silaturahmi

Mungkin itulah salah satu hikmah terindah dari sakit yang saya alami.  Selama 4 tahun menjadi survivor kanker,  saya bisa merasakan banyak hikmah yang terjadi

Termasuk terjalinnya rasa silaturahmi dengan keluarga, sahabat dan teman-teman.  Baik yang sering bertemu, yang jarang bertemu bahkan yang sama sekali belum pernah bertemu. Terima kasih semuanya. Semoga Allah membalas kebaikan kalian. Amin

Saya terkadang merenung sendiri. Begitu indahnya Allah mengatur berbagai cara-cara yang sungguh tidak pernah saya duga sebelumnya.

Bila sebelumnya saya sempat berfikir, hidup saya akan berubah dengan hadirnya kanker ini dalam tubuh ini. Dan saya akhirnya kembali menegaskan, kanker memang merubah hidup saya.

Mata dan hati saya lebih terbuka dengan kehadiran kanker.  Kanker mungkin hadir  membawa berbagai cerita dalam hidup saya. Tetapi saya juga tidak memungkiri, ada banyak hikmah dan kebahagiaan yang saya rasakan.

"Hanya Allah Sebaik-baiknya Penolong..
"Hanya Allah tempat bergantung..

#cancersurvivor
#kankerbukanakhirdunia
#nevergiveup
#survivorkanker