Terima Kasih Sahabat

Terima kasih Sahabat..

Untuk semua kebaikan, doa, dukungan dan semangat yang di berikan..

Sungguh bahagia dan terharu memiliki kalian sebagai sahabat..

Maafkan aku yang tidak mampu membalas semua kebaikan kalian

Semoga Allah membalasnya dengan segala bentuk  kebaikan-kebaikan untuk kalian.. amin


Reuni PKP Sosek FP Unibraw 1998

Tahun 1998,

Pertama kali kami bertemu sebagai mahasiswa PKP Sosek Universitas Brawijaya Malang angkatan 98.  Ada banyak cerita suka dan duka yang kami lewati selama beberapa tahun menjadi mahasiswa. Tak terasa setelah belasan tahun kita tidak berjumpa.

Tanggal 11 Desember ini, merupakan hari reuni di mana kita akan kembali berbagi cerita suka duka jaman kuliah. Kita akan bersama kembali membuka lembaran-lembaran kenangan di Brawijaya, kampus tercinta .

Maafkan aku, teman-teman..
Yang tidak memungkinkan hadir dalam acara reuni tersebut. Namun percayalah,  doa dan supportku akan selalu ada dalam kebersamaan kita semua...

Mohon maaf atas segala kesalahan yang mungkin pernah kuperbuat baik sengaja dan tidak sengaja..

Sungguh  aku bersyukur dan bahagia, telah mengenal teman-teman semua....


Lebih Dekat dengan Diah Dwi Arti, Blogger Yang Peduli Keluarga dan Masalah Perempuan


Kali ini, saya mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang cantik dengan mba Diah Dwi Arti.  Mba Diah adalah blogger asli Jogja, namun sekarang tinggal di Madiun bersama keluarga kecilnya.

Perkenalan saya dengan mba Diah berawal dari kebersamaan kami di group komunitas blogger. Kemudian hubungan kami terus berlanjut, setelah kami sama-sama bergabung di group arisan link kelompok 6.

Blog milik mba Diah www.damarojat.com ini, memang lebih banyak mengulas mengenai Perempuan dan Keluarga, selain membahas banyak tema lain juga. Ia memang senang menulis hal-hal yang menarik, bisa jadi karena unik, informatif ataupun mengantung banyak hikmah.

Mba Diah juga senang menulis mengenai idealisme dan cita-citanya.  Ia menganggap, dalam hidup ini memerlukan sebuah idealisme. Tanpa idealisme, hidup akan hampa. Karena itu, ia berusaha menulis dengan tanggung jawab dan beretika, sesuai dengan kata hatinya.

Nama blog Damarojat sendiri adalah nama pena mba Diah, yang merupakan perpaduan kedua buah hatinya yaitu Damar dan Darojat.  Kebayangkan kan, betapa cinta dan sayangnya mba Arti dengan keluarganya. Sampai-sampai, nama blog pun terinspirasi dari nama kedua anaknya.

Selain menulis di www.damarojat.com, mba Diah juga menulis di Mommy's Next Step   yang berisi tulisan berbahasa Inggris. Kemudian di Hari-hari Fiksi yang berisi berbagai tulisan fiksinya. Serta di Renteng Pete yang merupakan blog fiksi khusus berbahasa jawa.

Mengulas lebih lanjut mengenai mba Diah,  tentu tidak lepas dari berbagai prestasi dan karya yang telah ia hasilkan. Ada beberapa buku yang memuat tulisan mba Diah.

Buku Fiksi Hari Pahlawan (2014)  merupakan buku  kumpulan karya anggota Fiksiana Community Kompasiana yang diterbitkan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2013.  Ada dua  buah cerpen mba Dua di buku ini berjudul Ayah, Kakek dan Paman Osa. 

Mba Diah juga pernah menjadi Pemenang ke-7 Giveaway Hari Jadi Wonosobo ke-189 (2014) . Give away ini di selenggarakan oleh GoLokal Online Magazine dalam rangka memperingati  hari jadi Wonosobo yang ke-189.

Selanjutnya juga buku Hati Ibu Seluas Samudra (2014). Buku ini merupakan antologi yang terbit pada Desember 2014 dalam rangka memperingati Hari Ibu. Buku dengan tebal 624 halaman ini, di tulis oleh 124 blogger yang bercerita mengenai sosok ibu versi mereka masing-masing.  Kemudian buku 24 Resep Kue dari Dapur Blogger Kece (2015). Sebuah buku kumpulan resep yang di tulis oleh para blogger.

Dalam Indonesianfolktales dot com (2015) , mba Diah turut berkarya dengan ikut menerjemahkan tiga naskah, yakni Indu Palui Swallowed by Manganga Stone(cerita rakyat suku Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah), The Crying Dragonfly-Kinjeng Tangis(cerita rakyat Pekalongan, Jawa Tengah) danSitu Bagendit (cerita rakyat Garut, Jawa Barat).   Selain itu juga, ia menjadi kontributor dalam website RockingMama.id (2016).

Untuk mengenal lebih dekat mba Diah, saya berkesempatan mewawancarai mba Diah melalui email. Yuk, di simak bincang- bincang santai kami .


1. Bisa  kapan mba menekuni aktifitas blogging, dan apa yang melatarbelakangi untuk terjun ke dunia blogging?

Mulai serius blogging itu pas bikin blog Damarojat ini pada bulan Juli 2013. Setelah sebelumnya punya blog selalu nggak jelas hehe.
Alasan ngeblog dulu sebetulnya karena sumpek dengan urusan batin. Pemicunya karena kehilangan ART sedangkan anak masih balita semua. Curhat di facebook sudah nggak bisa saya nikmati. Ingin curhat tapi yang nggak terlalu terbuka.
Akhirnya teringat blog yang mangkrak sejak 2009. Blog itu dibuat 2007 sebetulnya dan mangkrak juga. Jadi mangkraknya dua kali hehe.

2. Selain sebagai blogger, ternyata mba adalah juga seorang istri dan ibu. Bisa di ceritakan bagaimana mba membagi waktu untuk berbagai
aktifitas mba?

Sebetulnya nggak bisa dibilang membagi waktu sih, tapi mencuri waktu. Sekarang anak-anak sudah SD semua. Mereka sekolah sampai jam 14
(Senin-Kamis). Jumat-Sabtu pulang sekitar jam 10. Nah, saya curi saja waktunya ketika anak-anak di sekolah.

3. Bagaimana dukungan keluarga dalam kegiatan ngeblog yang mba lakukan?

Dukungannya bagus. Kadang saya pinjam laptop suami untuk urusan yang nggak bisa dihandle sama ponsel saya (saya ngeblog pakai ponsel).
Anak-anak kadang saya jadikan model foto. Lebih seringnya mereka jadi inspirasi tulisan.

4. Blog mba mengangkat tagline Perempuan dan Keluarga. Ada alasan khususkah, sehingga mba memilih tagline tersebut?

Perempuan dan Keluarga karena saya ya cuma ngurusin itu hehe.

5. Apa manfaat yang mba rasakan dalam kegiatan ngeblog?

Bisa menata emosi ketika mencurahkan pikiran. Saya pernah melewati masa-masa jadi manusia sumbu pendek. Cuma dipicu sedikit saja bisa meledak emosi. Padahal itu cuma di medsos. Lewat ngeblog, saya belajar meredam emosi karena sebelum klik tombol publish saya harus membaca tulisan saya berulang-ulang.
Plus, saya harus bertanggung jawab atas tulisan saya sendiri dan harus siap dengan aneka komentar yang muncul. Entah kenapa waktu di medsos kok tidak merasakan tanggung jawab sebesar ini, padahal ya sama saja. Sama-sama bisa terjerat UU ITE.
Mungkin juga karena kenal dengan blogger-blogger yang cerdas tapi tetap mengedepankan kesantunan. Dan lewat ngeblog saya lebih menghargai karya orang lain (no copas), lebih cinta Bahasa Indonesia dan lebih waspada terhadap berita-berita
yang beredar di medsos.

6. Selama terjun ke dunia ngeblog, apa mba juga belajar hal lain, misalnya belajar desain grafis, memotret, mempercantik foto, dll?

Belum sampai ke situ, mbak. Paling cuma belajar menggunakan aplikasi edit foto, Picsart. Sama sedikit belajar kode-kode karena saya nulis pakai aplikasi di ponsel, mau nggak mau harus kenal kode html yang dasar. Misal membuat teks rata kanan-kiri (justify), membuat teks tebal dan teks berwarna.

7. Apa harapan terhadap aktivitas blogging yang dilakukan saat ini?

Makin rajin menulis saja dan makin mendalam biar ada gunanya. Malu juga kalau nulis yang kurang berbobot.

8.Jika kesulitan ide untuk blog, biasanya mbak melakukan apa?

Hiatus. *eh* :-D Kadang lihat TV, lihat foto-foto di galeri ponsel. Sekarang sedang ada proyek collaborative blogging dengan teman-teman blogger dan ini sudah masuk putaran kedua, jadi diusahakan tiap minggu atau dua minggu ada topik besar yang dibahas. Untuk frekuensi nulis sekarang saya nggak muluk-muluk: satu minggu satu tulisan saja sudah bagus.

9. Bisa diceritakan bagaimana pencapaian yang pernah mba raih dari aktivitas blogging atau menulis ?

Yang jelas tambah ilmu. Meski badan nggak ke mana-mana tapi pikiran ke sana-sini. Saya senang saja bisa kenal blogger dari seluruh Indonesia.
Berbagi ilmu, saling mendukung itu sungguh menyenangkan. Saya kira itu pencapaian terbesar saya dalam ngeblog. Soal rezeki dari ngeblog, alhamdulillaah dapat beberapa kenang-kenangan dari teman-teman yang mengadakan giveaway.
Bahkan blog ini bisa jadi dot com pada Oktober 2016 setelah dapat hadiah kuis dari teman blogger (Pakde Abdul Cholik). Niat saya waktu itu ikut kuis biar menang dan kalau menang mau saya pakai untuk beli domain sendiri. Alhamdulillaah, Alloh mengabulkan doa saya.
Ada juga yang dapat dari hasil kerja sama dengan brand, meski masih  jarang. Maunya sih dapat sebanyak-banyaknya ya, tapi nanti ini jadi
blog atau etalase? Hehe... Sedikit atau banyak, disyukuri deh.

10. Ada pesan kah untuk teman-teman blogger lainnya?

Harapan saya blogger makin kompak agar makin sejahtera bersama. *eh* . Yang jelas blogger adalah penyedia konten. Hendaklah dijunjung tinggi
kejujuran dalam menulis meski kita dibayar, hehe. Blogger jempolan pasti paham lah dan mampu menyeimbangkan idealisme dengan tuntutan


Nah, demikianlah wawancara saya denhan mba  Diah Dwi Arti.  Bila ingin lebih lanjut mengenal mba Diah, bisa langsung hubungi saja ke :

Alamat blog : www.damarojat.com
Akun facebook : Diah Dwi Arti
FB Fan Page: Damarojat
Akun twitter : @diahdwiarti
Akun Instagram : @diahdwiarti

Belajar Makna Kehidupan Dari Mentor


Judul : Ujar Mentor (Canda, Petuah, Cerita)
Penulis : Es Pernyata
Penerbit : Kalika Utama
Tebal : 148 Halaman
Tahun : 2016


Buku Ujar Mentor merupakan buku motivasi  yang sarat pesan moral dan di tulis dengan gaya berbeda tanpa menggurui.  Buku  yang di tulis oleh Es Pernyata dan di terbitkan oleh Kalika Utama ini,  berisi 28 kumpulan kisah motivasi yang menarik untuk di baca.

Es Pernyata sendiri merupakan nama pena dari Syafruddin Pernyata.  Selain aktif menulis di berbagai media dan telah menghasilkan beberapa karya buku, Es Pernyata juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Perpustakaan Kaltim dan Kepala Badan Diklat Kaltim.

Buku Ujar Mentor yang di tulis Es Pernyata, memang berbeda dengan karya -karya sebelumnya. Buku motivasi ini di balut cerita ringan dan terkadang jenaka. Tidak tampak kesan menggurui dalam penyampaiannya, sehingga membuat pembaca mudah menangkap serta meresapi pesan-pesan moral yang di sampaikan.

Penulis membawa kita mendalami kehidupan mentor dan para sahabatnya yang  menjadi  tokoh pelaku dalam buku ini, yaitu aku,  Nanang, Wagiyo, Wekabe, Darsmap, dan Miun.  Dimana setiap masing-masing tokoh memiliki ciri dan watak yang khas.

Misalnya tokoh mentor yang di kisahkan sebagai sosok yang bersahaja dan selalu hadir dengan berbagai petuah-petuah bijaksana. Kehadiran mentor di tengah para sahabatnya memang selalu di nantikan.  Walaupun terkadang mentor memberikan pemikiran dan pembicaraan yang tak berbatas atau sekedar  sindiran halus kepada mereka.

Sebut saja pada kisah " Belajar Melukis", dimana mentor menyuruh salah satu sahabatnya untuk belajar melukis. Mentor memintanya untuk melukis sebuah sketsa lukisan rumah dari tampak luar, baru kemudian bagian-bagian lainnya. Rupanya sang Mentor mencoba menautkan sketsa lukisan itu dengan sebuah  usaha.
Ketika memulai sebuah usaha, ada baiknya mencoba melukis gambaran usaha tersebut dan mendiskusikannya dengan keluarga.  Agar mereka bisa memberikan masukan dan saran untuk bisa sama-sama mewujudkan gambaran usaha tersebut kelak.

Kisah "Lilin" bercerita mengenai perbincangan santai mentor dengan para sahabatnya mengenai sebuah lilin. Dimana mentor meminta agar mereka tidak menjadi lilin yang menerangi orang lain, sementara dirinya sendiri terbakar. Lilin di analogikan mentor sebagai orang yang terkadang menjadi lilin demi mempertahankan jabatan dan kekuasaan. Ia rela melaksanakan apa saja perintah atasannya, walaupun tahu perintah itu melanggar peraturan.

Atau kisah "Kotoran yang Sesungguhnya" yang pada awalnya merupakan perbincangan ringan antar para sahabat mengenai tayangan sebuah televisi. Kemudian mereka saling menyinggung mengenai kotoran yang paling berat untuk di bersihkan.
Ternyata mentor memberikan pendapat mengenai kotoran jiwa yang paling sulit untuk di bersihan. Kotoran jiwa itu antara lain iri, dengki, hasut, fitnah, tidak bisa mengendalikan emosi dan lain sebagainya. Sehingga sebaiknya sebagai manusia, kita dapat menghindari kotoran jiwa ini.

Berbagai kisah di buku Ujar Mentor ini memang saran pesan dan hikmah bila di renungkan lebih dalam.   Buku ini semakin menarik dimana setiap kisah di berikan ilustrasi gambar terkait tema kisah tersebut. Sehingga membuat pembaca bisa mendapatkan gambaran mengenai kisah tersebut.  Ilustrasi gambar pada buku ini di buat oleh Ramadhan S. Pernyata yang merupakan putra dari Es Pernyata.


Resensi Calista's Conflict : Perjuangan Calista Mewujudkan Impian


Judul : Calista's Conflict
Penulis : Septariani Domo
Penerbit : Stiletto Indie Book
Tebal : 178 Hal
ISBN : 978-602-7572-72-0
Tahun : 2016

Novel Calista's Conflict merupakan salah satu novel yang di tulis oleh Septariani Domo,  seorang novelis Kalimantan Timur. Novel ini  berkisah mengenai perjuangan  Calista, seorang gadis muda asal Desa Long Apari Kalimantan Timur, untuk mewujudkan impiannya sebagai atlet bulu tangkis Nasional.

Persahabatannya dengan Kayla Yeon sejak kecil di Desa Long Apari,  ternyata  membawa keduanya dengan takdir yang berbeda. Kayla Yeon terkenal sebagai solois asal negeri Gingseng Korea. 

Sedangkan Calista memilih hijrah ke Pelatnas Cipayung sebagai altet bulu tangkis.  Persahabatan keduanya pun di warnai dengan berbagai masalah karena ego serta kesibukan masing-masing.

Perjuangan Calista menjadi altet bulu tangkis ternyata tidaklah mudah.  Kegagalan demi kegagalan sempat di alami Calista dalam kejuaraan bulu tangkis dunia. Hal ini sempat membuat posisi peringkat dunia Calista bersama Nadia, rekan gandanya terancam.

Kisah Calista di novel ini semakin menarik ketika di hadapkan dengan kehidupan asmaranya yang  penuh warna.  Dari kisah cinta lokasi dengan Ihsan Al Ghazali, yang merupakan teman sesama atlet.  Hingga kehadiran sosok Kang Yongki dengan terang-terangan menunjukkan rasa suka  pada Calista.  Bahkan Calista sempat mengalami oedipus complex karena jatuh cinta dengan Fathur pelatih ganda Putra yang usianya lebih tua. 

Kehidupan Calista pun semakin tersorot setelah banyaknya rumor dan pemberitaan negatif mengenai dirinya.  Kariernya akan semakin di ujung tanduk , apabila gagal meraih target kejuaraan dunia All England. Padahal keinginannya untuk berlaga di All England merupakan impian sejak kecil.

Dengan tekad dan kerja keras,  Calista akhirnya bisa bangkit dari berbagai masalah yang sempat membelenggunya.  Ia dan Nadia pun berhasil berlaga di pertandingan All England demi mengharumkan nama Indonesia.

Persahabatannya dengan Kayla Yeon pun kembali menghangat setelah sempat vakum beberapa waktu. Begitu pula  kisah cintanya yang berakhir manis dengan melabuhkan hati sang pujaan hati.

Novel Calista's Conflict yang berisi 178 halaman ini, memang menarik untuk di baca. Bukan hanya karena penulis berhasil mengangkat tokoh seorang atlet muda bulu tangkis. Serta bagaimana kelihaian penulis untuk menuliskan alur cerita novel yang mengalir, termasuk salah satunya menggambarkan suasana berbagai pertandingan bulu tangkis tingkat dunia.

Tetapi juga terdapat pesan moral di dalam novel ini yang di gambarkan mengenai perjuangan Calista.  Calista, seorang gadis dari Long Apari,  pedalaman Kalimantan  dalam meraih impian.  Penulis seakan menegaskan, dengan kerja keras dan semangat, maka siapapun bisa  mewujudkan impian.

(Resensi ini di terbitkan di Samarinda Pos)