Ketika Aku Memutuskan Berdamai Dengan Kanker

7:52 AM 28 Comments A+ a-


"Kanker Bisa Mengusik Fisikku,
Tetapi Tidak Akan Bisa Mengusik Impian dan Harapanku..."

Sampai hari ini, aku terus bersyukur karena Allah masih memberikanku nafas dan kesempatan untuk hidup.  Sungguh sebuah anugrah dan kebahagiaan yang tak terkira. Sudah hampir 4 tahun ini aku menjadi penyandang kanker.

Apabila mengingat kembali menerima vonis kanker,  aku seperti kembali sebuah kejadian yang tidak mungkin terlupakan dalam hidupku.  Saat itu, di pertengahan bulan Januari 2013, dokter memberitahu vonis kanker tiroid stadium 4, dimana kanker tersebut telah menyebar ke tulang belakangku.

Tentu saja hal itu membuatku terpuruk dan syok. Aku merasa sedih dan menyesal karena kerap menyepelekan kondisi kesehatan yang sering menurun. Padahal hal tersebut, sudah mengisyaratkan tubuhku tidaklah beres. Aku bahkan berandai-andai, bila waktu kembali, aku mungkin bisa mengubah keadaan dan vonis kanker tersebut.

Tetapi akhirnya aku sadar, semua yang kualami adalah merupakan ketentuan Allah.  Aku menyakinkan diri, pasti ada hikmah di balik semua ujian  yang di berikan Allah. Dan Allah pasti memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hamba Nya. 

Kehadiran kanker dalam hidup ini,  kuanggap sebagai intropeksi diri untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu, aku bisa mengisi hidup dengan  melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat.  Ya, aku menganggap hadirnya kanker ini sebagai kesempatan hidup kedua bagiku untuk menjadi lebih berarti dan bermanfaat.

Aku ingat sekali bagaimana menghadapi berbagai kurikulum kanker. Aku tahu,  jalan pengobatan yang kulalui tidaklah mudah dan bahkan berliku. Kanker yang telah menyebar ke tulang belakang dan ternyata juga ke paru-paruku, membuatku harus merasakan rasa sakit, nyeri, sesak nafas yang silih berganti. Kanker itu benar-benar datang berusaha mengusik tubuh ringkihku.
Saat awal-awal menjalani pengobatan kanker

Tetapi syukurlah, Allah masih memberikan kekuatan dan semangat bagiku. Aku pun meneguhkan hati untuk menjalani serangkaian treatment pengobatan kanker tiroid.  Dari operasi tiroid di leher yang di lakukan hingga berulang  5 kali, dan dilanjutkan harus menjalani radiasi nuklir, kemoterapi dan radiasi sinar.

Aku masih ingat pengalaman ketika menjalani ablasi radiasi nuklir setelah operasi tiroid.  Aku di haruskan meminum cairan nuklir iodine 131 yang berfungsi untuk memerangi sel-sel kanker dalam tubuh. Setelah itu, aku harus menjalani isolasi beberapa hari dalam ruangan khusus. Dimana hanya bertemankan sesama pasien ablasi.

Aku pun harus merasakan efek pengobatan radiasi yang cukup menguras fisikku. Rasa mual dan mau muntah, serta tubuh yang tidak nyaman. Namun, aku berusaha untuk tetap bisa bertahan dan kuat dalam menjalani pengobatan.  Terbayang di benakku, wajah anak-anak yang selalu menyayangiku. Aku harus kuat demi mereka.

Dan aku pun berhasil menjalani treatment pengobatan radiasi tersebut selama 3 kali. Sungguh sebuah kebahagiaan yang luar biasa saat itu. Apa lagi, kondisi tubuhku menjadi lebih stabil dan jauh lebih sehat dari sebelum menjalani treatment pengobatan.

Aku semakin giat melakukan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat.  Aku merasa, Allah memberikan kesempatan padaku agar aku bisa berbagi manfaat dan inspirasi  bagi orang lain. Aku pun  sering sekali memberikan dukungan semangat dan memotivasi kepada teman sesama penyandang kanker.
Salah satu edukasi kanker yang kulakukan
Lewat siaran radio

Aku juga terus melakukan edukasi kanker melalui tulisan-tulisan di blog maupun media serta buku.  Aku belajar banyak dari pengalamanku yang telat mendeteksi kanker. Karena itu, aku ingin terus berbagi pengetahuan,  informasi dan pengalamanku menghadapi kanker.  Aku sungguh berharap, agar jangan ada lagi orang terlambat deteksi kanker seperti yang kualami dulu.

Kankerku Kembali Bermetatasis

Pertengahan tahun 2015,  aku kembali di hadapkan dalam sebuah situasi yang tidak  kuduga. Ya, kankerku kembali bermetastasi ke tulang belakang. Kali ini bahkan membuatku nyaris lumpuh dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Saat itu aku sempat bersedih dan merenung. Kenapa kanker itu kembali hadir dan membuatku tidak bisa beraktifitas banyak dari atas tempat tidur?  Aku seperti di kembalikan dalam kilas balik hidupku. Dan akhirnya aku menemukan jawabannya.

Ya,  aku harus kembali mengatasi mind yaitu pola pikirku. Aku tidak boleh larut dalam kesedihan, karena hal itu akan membuat tubuhku semakin lemah dan drop. Aku mencoba menelaah semua yang terjadi. Aku kembali menyakinkan diri, apapun kondisi fisikku saat ini, tidak akan membuatku terpuruk lebih lama.

Aku memutuskan berdamai dengan kanker dalam tubuhku. Aku berusaha menerima kehadiran kanker menjadi bagian hidupku.  Hal itu membuat hatiku menjadi lebih ringan dan aku lebih siap melanjutkan berbagai kurikulum kanker . Aku melanjutkan pengobatan kemoterapi sebanyak 6 x yang membuat kepalaku botak plontos, serta berbagai efek mual dan muntah yang kurasakan.
Efek kemoterapi yang membuat kepalaku botak
Kemudian di lanjutkan dengan radiasi sinar sebanyak 20 x di daerah tulang belakangku. 
Aku harus membenahi kembali soul atau jiwaku.  Aku akui,  bisa jadi kenapa kankerku kembali bermetastasis, salah satunya karena faktor jiwa khususnya manajemen stressku yang masih tidak baik. 

Aku menjadi sadar, kekuatan terbesar dalam menghadapi kanker, bukan hanya berdasarkan treatment pengobatan yang di jalani atau sekedar menjaga pola makan saja. Tetapi terletak dari bagaimana ketenangan jiwa serta menjaga diri agar bebas dari stress.

Dari sinilah, aku berusaha kembali meluruskan niat dalam hidupku. Aku berusaha memperbaiki ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Aku berusaha berdamai dengan masa lalu dan memaafkan berbagai hal yang pernah membebani pikiranku.  Batinku menegaskan, bagaimana kondisiku, aku harus tetap bisa terus damai dan bahagia.

Aku kembali belajar makna bersyukur dan iklas. Memulai dengan mensyukuri hal-hal kecil dan dan sederhana dalam hidupku yang dulu jarang kupikirkan.  Mensyukuri masih bisa bangun pagi,  memiliki anak-anak yang baik, suami dan orang tua yang perhatian, teman-teman yang peduli padaku.
Serta banyak hal lain yang patut kusyukuri dan  sekarang bisa aku lihat sesungguhnya.
Anak-anak kekuatan dan kebahagiaanku

 Sungguh tidaklah mudah,  dan aku masih terus belajar dan belajar dalam menjalaninya. Dalam kondisiku sekarang, aku pun lebih sadar, bahwa hanya Allah satu--satunya tempat bergantung. Dan aku sebagai hambaNya, harus bisa menjalani hidup ini sesuai koridor yang Allah tentukan.

Hingga saat ini, aku masih terus berusaha memberikan semangat dan motivasi kepada teman-teman penyandang kanker yang masih terus berjuang.  Aku juga berusaha untuk terus menyebarkan edukasi dan pengetahuan mengenai Kanker kepada masyarakat.  Aku sadar, mungkin apa yang kulakukan , tidaklah banyak dan bisa jadi tidak maksimal. Tetapi aku selalu berdoa kepada Allah, agar semua ini bisa bermanfaat bagi diriku dan orang lain. Amin...

Hikmah di Balik Kanker

Aku tahu semua kurikulum kanker itu kadang begitu melelahkan, bahkan menguras fisik, tenaga, biaya dan terkadang menguras air mataku.  Namun aku juga tidak bisa menapik, bahwa banyak hikmah yang kudapatkan setelah menjadi penyandang kanker.

Aku semakin sadar, begitu banyak support dan dukungan yang berikan keluarga dan teman-teman kepadaku.  Sungguh, aku bersyukur, ternyata melalui vonis kanker ini, Allah membukakan mataku dengan begitu banyak cinta dan support dari orang lain.

Aku tahu, hingga saat ini aku masih terus menjalani treatment kanker. Namun, aku merasakan banyak perubahan positif dalam diriku. Setidaknya aku berhasil untuk terus bersemangat dan memberikan aura positif untuk diriku dan orang lain. 

Keterbatasan fisik yang kualami, tidak menghalangiku untuk terus berbagi dan memotivasi orang lain. Semua itu juga bersumber dari  anugrah Allah Swt, serta dukungan dari orang-orang yang peduli padaku.  Termasuk juga dengan komitmenku sendiri untuk terus memanfaatkan sisa-sisa waktu hidupku untuk kegiatan yang berarti dan bermakna.
Dukungan Keluarga menguatkanku

Ada banyak kejadian mengharukan yang kurasakan, dan semuanya semakin menguatkan hatiku, bahwa Allah memang pembuat skenario utama dalam hidup ini.  Misalnya saja, aku beberapa kali di pertemukan dengan sesama survivor kanker. Mereka yang awalnya masih sedih dan down mengadapi vonis kanker, akhirnya kembali bersemangat setelah saling kenal dan support. Dan aku percaya, pertemuan-pertemuan tersebut, memang  Allah yang mengaturnya.

Dan kejadian lain yang mengharukan bagiku, saat aku harus mengisi acara bedah buku sekaligus edukasi kanker kepada masyarakat. Saat itu kondisiku sudah berbaring di tempat tidur. Sehingga aku harus di bawa dengan ranjang brangker ambulan ke tempat acara.   Sungguh kejadian yang luar biasa dan sekaligus mengharukan. Apalagi saat yang bersamaan, aku mendapatkan penghargaan literasi dari pemerintah daerah dan di saksikan oleh keluarga, kerabat, teman-teman survivor .
Acara bedah buku dan edukasi kanker yang kulakukan
Aku ingin terus  menyampaikan dan memberikan spirit kepada teman-teman penyandang kanker. Kanker bukanlah akhir dunia yang akan membuat kita bisa runtuh terpuruk.  Justru sebaliknya, dengan adanya vonis kanker ini, bisa di jadikan momentum bagi kita. Kita bisa memilih bangkit dan menjalani berbagai kurikulum dalam menghadapi kanker. 

Seandainya memang masih bingung dan ragu dalam menghadapi kanker, maka janganlah menyerah. Terus cari berbagai informasi dan pengetahuan yang terpercaya mengenai kanker.  Termasuk bisa bergabung dengan komunitas support kanker yang bisa menjadi wadah saling support, motivasi dan menguatkan sesama penyandang kanker.

Berkenalan dengan Lavender

Perkenalanku dengan Lavender Ribbon CA Support group, di mulai saat aku mengenal mba Indira Abidin di sosial media facebook.  Saat itu, salah seorang teman facebook  menshare tulisan status  mba Indira Abidin. Aku pun segera berteman dengan mba Indira di FB serta sering membaca tulisannya blog  http://www.indiraabidin.com/
Lavender Ribbon

Jujur saja, hati aku langsung 'klik' dengan tulisan-tulisan  mba Indira yang menurutku sangat meneduhkan dan menginspirasi.  Apalagi setelah aku tahu kalau mba Indira juga seorang survivor kanker yang tetap aktif berkarya dan menginspirasi.
Sungguh,  hal ini sangat berkesan untukku dan aku  yakin bagi para survivor lainnya. Mba Indira membuktikan, bahwa kanker tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus berbagi, berkarya dan menginspirasi.

Aku pun akhirnya tahu, kalau mba Indira merupakan founder Lavender Ribbon CA Support Group. Lavender merupakan sebuah support group kanker,  di mana memiliki misi menjadi forum komunikasi dan edukasi untuk mendukung metode penyembuhan yang holistik dan integratif bagi para penyandang kanker.

Ada  beberapa nilai-nilai yang diusung tinggi oleh Lavender Ribbon Cancer Support Group.  Nilai-nilai itu adalah Nilai Kekeluargaan, Nilai Loving and Caring – Cinta dan Dukungan, Nilai KeTuhanan, dan Nilai Pemberdayaan diri. 


Tentu saja kehadiran Lavender Ribbon Cancer Support Group akan membawa  kehangatan dan angin sejuk bagi para penyandang kanker dan juga masyakarat umum.   Khususnya bagi para penyandang kanker, mereka tidak lagi merasa sendiri dan kebingungan dalam menghadapi vonis kanker ini.  Dengan adanya Lavender, para penyandang kanker dan keluarga mereka akan mendapatkan wadah support untuk saling berbagi kekuatan dan motivasi.  Tentu saja hal ini akan sangat bermanfaat dan berpengaruh positif dalam proses pengobatan dan kesehatan teman teman penyandang kanker.  Mereka akan saling berbagi dan mendapatkan berbagai informasi dan pengetahuan terkait penyakit kanker .

Ada banyak kegiatan Lavender yang telah lakukan terkait saling menyupport dan memotivasi para penyandang kanker. Termasuk membuat group whatsapp, telegram dan BB bagi para penyandang kanker dan memberikan bantuan secara kelompok.

Tentunya  kita pun bisa turut memberikan bantuan dan support dukungan bagi teman-teman survivor kanker yang membutuhkan.   Masih banyak di antara survivor kanker yang masih membutuhkan dukungan dan support dari keluarga, sahabat, teman dan orang-orang yang memiliki cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama.

Aku berharap Lavender akan terus maju dan berkembang seiring waktu.  Masih banyak orang-orang membutuhkan kehadiran Lavender.   Semoga saja Lavender akan menjadi salah satu wadah support group yang terus bermanfaat di Indonesia dan bahkan di dunia.

 Yuk , mari kita sama - sama bergandeng tangan untuk membantu dan mensupport para survivor melalui Lavender Ribbon Support Group.

Bagi teman-teman yang ingin turut mendukung berbagai kegiatan Lavender,  bisa  dengan cara mengirim donasi: Yayasan Lavender Indonesia, Bank Mandiri :  no rekening - 1270007342932.

Bila  ingin bergabung dan mengetahui lebih lanjut mengenai Yayasan Lavender, bisa klik ke web : www.TamanLavender.wordpress.com atau bisa juga  :
Twitter            : @TamanLavender
Facebook       : tamanlavender.org
Fanspage FB : TamanLavenderku
g+                    : lavenderribongroup
IG                     : tamanlavender
Email               : lavenderribbongroup@gmail.com



28 komentar

Write komentar
Nurliana Syaf
AUTHOR
3:49 PM delete

Sungguh kekuatan yang luar biasaa....
Semangat terus, Mbak, berusaha sakit itu gak akan datang lagi.
Semoga Allah selalu melindungi kesehatanmu, ya...

Dan semoga yayasan Lavender ini bisa berarti besar untuk mereka yang mengidap Kanker

Reply
avatar
sri rahayu
AUTHOR
5:38 PM delete

Kamu semangatku.. tetaplah sehat sobat dan tebarkan terus semangat juangmu..

Reply
avatar
7:07 PM delete

Terima kasih mba untuk doa dan suportnya. Peluk

Reply
avatar
7:07 PM delete

Aamiin aaaminn... kuat kuat semangat semangat

Reply
avatar
7:38 PM delete

Keikhlasan & kesabaran Mbak menghadapi kenyataan menjadikan Mbak kuat dan dimuliakan. Perjuangan & pengalaman yg tertuang dlm setiap tulisan Mbak, menjadi pelajaran berharga buat kami.
Semoga Alloh angkat semua penyakit Mbak. Amiiin

Reply
avatar
2:27 AM delete

Amin amin ya allah..terima kasih mba untuk support dan dukunganmu selalu

Reply
avatar
Mira Utami
AUTHOR
5:13 AM delete

Semangat mba dan pelukk dari jauh.. semoga selalu dikasih kesehatan dan kekuatan.sangat menginspirasi

Reply
avatar
Mira Utami
AUTHOR
5:13 AM delete

Semangat mba dan pelukk dari jauh.. semoga selalu dikasih kesehatan dan kekuatan.sangat menginspirasi

Reply
avatar
bpk muliadi
AUTHOR
10:46 AM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar
3:22 PM delete

Aamiin aamiin. Terima kasih untuk doa dan supportnya ya mba

Reply
avatar
Inna Riana
AUTHOR
2:11 AM delete

terus semangat mba *peluk jauh*

Reply
avatar
2:28 AM delete

Terima kasih mba Inna. Peluk.peluk

Reply
avatar
Ratna Dewi
AUTHOR
3:17 AM delete

Baca ini jadi terharu *peluuuukk*. Kamu kuat sekali, Mbak. Dari kemarin aku liat infotainment dan instagram banyak juga yang sedang berjuang melawan kanker. Dengan pengobatan dan terapi yang tentunya membutuhkan waktu, biaya, dan energi besar. Semoga tetap semangat melawan kanker dan jadi inspirasi dengan menulis ya, Mbak.

Reply
avatar
3:05 AM delete

Terima kasih ya mba ratna sudah berkenan membacanya. Terima kasih juga untuk semangat dan doanya.

Reply
avatar
5:51 PM delete

Semangatmu yang luar biasa menjadi inspirasi kita semua mba.. dan mba betul, Allah SWT selalu memberi yang terbaik untuk kita. Lewat mba banyak yang terus bersemangat untuk sembuh, termasuk saya

Reply
avatar
mutia
AUTHOR
9:34 PM delete

Saluut dengan semangat, ketegaran, dan kesabaran Anda dalam menghadapi ujian tsb. Semoga Allah mengampuni dosa Anda dan selalu memberikan kekuatan untuk menjalani semuanya. Aamiin

Reply
avatar
10:36 PM delete

Semoga Allah menggugurkan dosa2 mba dgn penyakit ini dan menjadikan mba hamba yang istimewa di hadapan-Nya lantaran keikhlasan mba menjalani ujian ini. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan. Salam kenal mba :)

Reply
avatar
misfah
AUTHOR
11:22 PM delete

Aku kagum denganmu Tri terus berbuat dan berkarya dan menginspirasi, peluk jauh dari Banjarmasin, terima kasih dgn infonya ttg lavender ribbon

Reply
avatar
Gitawatty
AUTHOR
11:57 PM delete

Semangat Mbaaaa....
Saya bacanya sampai ikut semangat.
Pastinya dengan banyak keterbatasan Mba, tapi Mba bisa menginspirasi kami :')

Semoga Allah melindungi Mba dan keluarga. Semoga anak-anak Mba menjadi anak-anak yang soleh-solehah yang bisa menjaga kedua orangtuanya.

Semangat terus, Mba! Ada Allah bersama kita :*

Reply
avatar
11:59 PM delete

Kagum ama mbak.. Tetep kuat dan semangat ya mbak.. Saya berdoa semoga mba msh dikash kesempatan yg lebih panjang utk bisa tra mndampingi anak dan suami..

Reply
avatar
prana ningrum
AUTHOR
12:36 AM delete

Semangat terus ya mbak...hebat ya mbak meski memiliki cancer tapi kuat dan tabah dan bisa menginspirasi orang ya.

Reply
avatar
Retno Andini
AUTHOR
1:43 AM delete

Tetap semangat dan menginspirasi banyak orang ya mbak! :)

Reply
avatar
Miftha Kaje
AUTHOR
3:38 AM delete

Luar biasa sekali mbak perjuangannya.. Semoga panjang umur dan Allah mengangkat penyakit mbak.. Semangat teruz untuk berbagi semangat kepada kami..

Reply
avatar
4:57 AM delete

Aku salut banget sama perjuanganmu mba. Semangat terus ya mba, tetap berkarya dan bahagia.. :) Ibuku jg survivor ca mba, hampir 7 tahun lalu divonis dan ngejalanin serangkaian pengobatan. Berat pasti ngejalanin itu semua tapi beliau tetap semangat dan alhamdulillah skrg sudah bisa beraktivitas normal.. :)

Reply
avatar
7:37 AM delete

Semangat terus mbak, yakin Allah selalu menyertai.
Salut dengan perjuangannya

Reply
avatar
7:53 AM delete

I have read this and I would love to read it again! Semangatmu menular mba...dan memberi inspirasi untuk kita semua agar bisa hidup sehat dan terus berjuang. Allah SWT selalu bersamamu mbaa

Reply
avatar
Inda Chakim
AUTHOR
3:15 PM delete

Mbaaakkkk,
Sehat selalu ya mbk yuni, amin amin ya robbal'alamin

Reply
avatar
Okino Mosaa
AUTHOR
4:59 AM delete

Assalamualaykum mak...
Terus semangat dan sehat selalu yaa...
Bapak sy juga kena kanker... CA Recti... bbrp bulan trakhir ini adl yg terberat... doakan yaa... :')

Reply
avatar