Pelajaran Berharga dari Para Survivor Cilik

10:59 AM 0 Comments A+ a-

ashira cantik

Pagi ini saya dikejutkan dengan berita duka.  Ashira Shalva, anak cantik yang baru berusia 2 tahun 4 bulan, meninggal dunia di Guangzhou Modern Cancer Hospital, Tiongkok.  Ya, Ashira sebelumnya di ketahui terkena penyakit  neuroblastoma.


Perjuangan Ashira melawan penyakitnya diketahui masyarakat melalui sosial media yaitu Instagram, twitter, Facebook. Melalui akun Instagram Prayforashira itu pula, kondisi Ashira bisa diketahui. Tagar #prayforashira juga diciptakan di Twitter untuk menyebarluaskan kondisi Ashira.

Perjuangan Ashira melawan penyakit langka ini memang mengundang perhatian banyak orang.  Di usia masih kecil dan tubuh yang masih lemah, ia harus berjuang melawan sakit.  Perjuangan Ashira ini, mengingatkan saya pada seorang anak survivor kanker.

Bayu, nama seorang anak kecil berusia  hampir 4 tahun itu.   Kami bertemu beberapa kali saat sama-sama menjalani terapi pengobatan kemotrapi di salah satu rumah sakit umum di kota tempat tinggal saya.   



Sekilas bila diperhatikan, tidak ada tampak berbeda kondisi Bayu dengan anak-anak sebayanya.  Senyumnya selalu mengembang menghiasi bibir serta celoteh riang khas anak-anak kecil yang selalu membuat ruangan kemotrapi menjadi ramai.



Siapa sangka di balik tubuh mungil itu tersimpan penyakit mematikan untuk siapa pun yang mengidapnya.  Ya, Bayu terkena kanker hati atau sering di sebut hepatoblastoma.  Jenis kanker ini memang di temukan pada anak-anak.  Kanker ini bisa saja bermetase atau menyebar ke organ lainnya seperti paru-paru.


Namun Bayu, tetaplah seorang anak kecil biasa.  Walaupun tubuhnya mulai menghitam, rambutnya kian rontok, serta merasakan berbagai efek kemotrapi lainnya.  Ia tetap bermain ceria dan tegar seperti anak lainnya.  saya bertemu Bayu terakhir di ruang kemotrapi, saat ia menjalani siklus kemotrapi yang ke 18.  Rencananya, Bayu harus menjalani beberapa kali kemotrapi dan kemudian akan di observasi perkembangan selanjutnya .  Betapa berat perjuangan Bayu harus untuk melawan kanker di tubuhnya.



Ibunda Bayu , selalu menemani Bayu  menjalani pengobatan kankernya selama ini. Terkadang ia bergantian bersama suaminya menjaga Bayu.  Ia berusaha tetap tegar dan tersenyum, walaupun penyakit kanker terus menggerogoti tubuh anaknya.



"Terkadang, saya berharap agar saya saja yang kena penyakit kanker, bukan Bayu.  Kasian Bayu,"katanya saat kami bertukar cerita.  Ya, saya mengerti perasaan ibunda Bayu.  Ibu mana yang tega melihat anak sekecil itu harus berjuang melawan penyakit Seganas kanker.


Jujur, saya merasa kagum dengan keberanian dan semangat yang dimiliki Bayu.  Semua itu tidak lepas dari dukungan dan kasih sayang dari Ibunda yang selalu ada disisi Bayu.  Bayu jarang sekali rewel ataupun mengeluh karena sakit akibat cancer pain yang di deritanya.


Apa yang dialami Bayu ini, ternyata banyak pula dialami beberapa anak lainnya.   Saya sering kali bertemu dengan anak-anak survivor kanker lainnya.  Sama seperti Bayu, Mereka tidak pernah tahu dan mengerti mengapa penyakit kanker harus menjadi bagian dari hidup mereka.  Tetapi mereka berusaha tetap ceria dan semangat untuk menjalaninya.  Walaupun ada sebagian dari mereka yang harus merasakan dampak dan rasa sakit dari kanker. 


Yuk, mari kita bergandengan tangan untuk lebih care pada anak-anak penderita kanker. Berikan cinta dan hati kita untuk mendukung serta mendoakan mereka :))