Kiat-kiat dalam Menjalani Kemoterapi Kanker

7:33 AM 7 Comments A+ a-


Dalam beberapa postingan saya sebelumnya, saya pernah membahas pengalaman menjalani kemotrapi.  Seperti yang sudah pernah saya jelaskan juga, bahwa penyakit kanker yang saya derita yaitu kanker tiroid.  Sebenarnya, pengobatan kanker tiroid biasanya dengan cara operasi dan di lanjutkan dengan ablasi atau radiasi nuklir dengan menggunakan iodine 131.


Pengobatan radiasi nuklir iodine 131 ini hanya bisa di laksanakan di beberapa rumah sakit yang memiliki instalasi kedokteran nuklir, antara lain RS Dharmais, RS Hasan Sadikin, RS MRCCC Siloam, dan beberapa rumah sakit lainnya.  Dan tentu saja dengan catatan, pasien di utamakan yang bisa mampu atau mandiri secara fisik.  Mengingat pada saat ablasi, pasien akan di isolasi selama beberapa hari di dalam ruang isolasi khusus.


Di pertengahan tahun 2015, kondisi saya tidak memungkin untuk berpergian keluar kota untuk melanjutkan pengobatan radiasi nuklir. Hal ini di sebabkan karena metastase kanker di tulang belakang yang cukup menganggu mobilitas saya. Sehingga dengan berbagai pertimbangan, dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan kemoterapi.


Apa sih Kemoterapi Itu?

Kemoterapi adalah bagian dari terapi pengobatan yang biasanya di lakukan untuk pasien kanker.  Dalam buku saya “Kanker Bukan Akhir Dunia”, saya menjelaskan mengenai kemoterapi ini. Kemotrapi sendiri di lakukan dengan cara memasukkan obat-obatan ke dalam tubuh pasien.  Tujuan dari kemoterapi ini adalah untuk menghancurkan atau mem perlambat  pertumbuhan sel-sel kanker. Obat-obatan tersebut biasanya akan di masukkan melalui cairan infus ataupun ada pula yang di berikan dalam bentuk tablet di minum.

Sebelum menjalani kemoterapi, biasanya untuk tahap awal, pasien harus menjalani prosedur tertentu. Dokter yang menangani pasien, biasanya akan menentukan berbagai pemeriksaan yang harus di jalani pasien.  Saya sendiri sebelum menjalani kemoterapi, harus menjalani pemeriksaan cek EKG Jantung, Rontagen paru-paru, hingga pemeriksaan hasil laboratorium  yang biasanya melihat Darah rutin, lab SPOG SPGT, lab fungsi ginjal, dan lain-lain.  Karena saya sendiri merupakan pasien Ca. Tiroid, dokter meminta saya memeriksakan cek laboratorium terkait tiroid, yaitu T3 T4, TSHs, Tiroglublin dan anti tiroglubin.  (Beruntung semuanya di cover langsung oleh BPJS.  Terima kasih BPJS J ) Yang jelas, ketika akan kemoterapi, harus memastikan tubuh kita benar-benar fit dan sehat

Setelah melakukan pemeriksaan yang di butuhkan dalam prosedur kemoterapi, maka dokter akan menentukan obat kemoterapi yang di berikan serta berapa kali siklus kemoterapi.  Masing- masing pasien  tentu saja akan berbeda obat dan siklus kemoterapi yang di berikan oleh dokter.  Saya sendiri waktu itu di berikan obat kemoterapi doxorubicin dengan siklus 6 kali kemo, di mana di lakukan selama per 3 minggu sekali. 

Untuk pelaksanaan kemoterapi sendiri biasanya di lakukan di ruang kemoterapi khusus di rumah sakit. Saya sendiri melakukan kemoterapi di ruangan kemoterapi rumah sakit Umum A Wahab Syahranie Samarinda. Nah, sebelum melakukan kemoterapi, biasanya dari pihak petugas kemoterapi akan menjelaskan prosedur kemoterapi yang di lakukan.  Bahkan mereka juga akan menjelaskan kemungkinan-kemungkinan dari efek kemoterapi yang akan di laksanakan pasien.  

Tapi jangan kuatir, biasanya kita akan di berikan berbagai obat yang di butuhkan baik saat kemoterapi maupun obat untuk di bawa pulang kerumah.  Biasanya sih, obat yang di bawa pulang ke rumah itu berupa obat mual, obat anti muntah, dan vitamin hehehehe.   

Selain itu juga, perlu saya jelaskan, dalam menjalani kemoterapi memang tidak sama tiap obat yang di berikan kepada pasien kemo.  Demikian juga dengan waktu rawat inap di ruang kemoterapi rumah sakit.  Ada yang cukup satu hari kemoterapi, dan ada pula yang memerlukan waktu berhari-hari untuk kemoterapi. Ini bisa jadi dilihat dari sedikit atau banyaknya jenis obat kemoterapi yang di berikan. Hal lain yang jadi pertimbangan yaitu kondisi pasien saat menjalani kemoterapi tersebut.


Efek Samping Kemoterapi

Sebelum berlanjut mengenai efek samping kemoterapi, biasanya ada saja yang bertanya pada saya bagaimana sih suasana kemoterapi itu? Menyakitkan kah? Menakutkan kah? Atau bagaimana.

Dulu, waktu belum pernah tahu mengenai kemoterapi, saya sendiri sempat was-was dan kuatir dengan pengobatan kemoterapi.  Tapi beruntung saja, teman-teman survivor kanker banyak yang membagi pengalaman mereka menghadapi kemoterapi.  Tentu saja hal ini sangat membantu sekali membuka wawasan dan pengetahuan saya mengenai kemoterapi.

Dan benar saja, saat saya menjalani kemoterapi, semua rasa was-was dan kuatir itu tidak  beralasan lagi.  Di ruang kemoterapi sebenarnya sama saja dengan ruangan di rumah sakit lainnya.  Hanya saja di ruangan kemoterapi, memang di khususkan untuk pasien yang menjalankan kemoterapi hehehe. Suasananya pun tidak seseram dan menakutkan seperti yang di pikirkan.  Biasanya pasien akan di sediakan ranjang rumah sakit  saat menjalani kemoterapi. Oh ya, bahkan di rumah sakit tertentu, pasien malah di berikan tempat duduk khusus kemoterapi. Jadi tidak berupa ranjang rumah sakit yang saya alami.  Sepertinya sih memang tergantung dari rumah sakitnya masing-masing.

Selain itu juga selama kemoterapi, kita masih bisa melakukan aktifitas lainnya.  Misalnya saja main hape (ahahahhaha... ini saya banget deh), baca buku, nonton tv (kalo di ruangannya tersedia tv ya), trus bisa juga sambil ngobrol dan gosip sesama pasien  (hihihi.. ini juga saya benget).  Pokoknya ada banyak hal-hal yang menarik bisa di lakukan di rumah sakit. 

Ini juga salah satu tips saya untuk teman-teman yang menjalani kemoterapi ya. Pokoknya selama kemoterapi, usahakan hati tetap tenang dan bahagia.  Itu bermanfaat banget lho untuk menyukseskan proses kemoterapi kita hihihi.


Nah, sekarang kita bicarakan mengenai efek kemoterapi  ya. Perlu di ketahui juga, untuk efek kemoterapi masing-masing pasien itu kadang berbeda-beda lho.  Bisa jadi dari pengaruh obat kemoterapi yang diberikan, atau bisa juga dari kondisi fisik pasien kemoterapi.  Karena itu, seperti yang saya sampaikan sebelumnya, ada baiknya kita terus menjaga kondisi tubuh selama menjalani kemoterapi.
Berikut ini, ada berbagai efek kemoterapi yang mungkin di rasakan.

1.  Mual dan muntah
Biasanya memang efek kemoterapi yang sering terjadi adalah mual dan muntah.  Tapi jangan kuatir ya, karena sebelum dan sesudah pemberian obat kemoterapi akan di berikan obat mual dan obat anti muntah untuk mengurangi efek tersebut.  Seandainya saja mual dan muntahnya tetap mengganggu setelah menjalani kemoterapi, maka tidak ada salahnya langsung di konsultasikan kembali ke dokter ya.

2.Susah makan
Kalau susah makan ini ,biasanya pengaruh karena perut yang tidak nyaman karena perasaan mual atau pengen muntah, atau bisa jadi karena hilangnya selera makan.  Hal ini juga saya alami lho.  Saya merasakan sekali bagaimana susahnya untuk menelan makanan, di sebabkan perut yang tidak berkompromi.  Dalam masalah ini, kita jangan menuruti rasa susah makan ini. Bagaimanapun juga, kita butuh asupan makanan dan gizi dalam menjalani kemoterapi. Kita bisa menyiasatinya dengan makanan yang lembut seperti bubur hangat, sup dll. Selain itu juga, jangan di paksa makan langsung dengan porsi besar sekaligus. Kita bisa saja makan porsi sedikit namun sering.


Bagi pasien , sangat dianjurkan untuk makan bergizi dan biasanya di utamakan makanan yang banyak mengandung protein.  Selain itu, sangat harus di perhatikan kebutuhan cairan bagi pasien, bisa dengan banyak mengkonsumsi air putih, minum juise buah.

Oh ya, sekarang sudah ada juga lho susu khusus untuk pasien kanker yang sedang menjalani terapi.  Meminum susu khusus itu sangat membantu bagi pasien yang menjalani terapi. Sedikit cerita ya, di rs umum tempat saya menjalani kemoterapi, pihak rumah sakit menyediakan segelas susu khusus bagi pasien kanker yang sedang menjalani kemo di ruangan kemoterapi.  Terima kasih rumah sakit AWS 

3. Hasil Pemeriksaan Darah tidak signifikan
Dalam pengobatan kemoterapi, memang biasanya berpengaruh pada hasil pemeriksaan darah pasien, khususnya Hemagloblin (HB) dan Leukosit.  Perlu di ketahui juga, dalam setiap siklus kemoterapi, biasanya kita akan di evaluasi kembali terutama terkait laboratorium darah rutin terutama HB dan Leukosit. 

Bila HB dan Leukosit kita tidak sesuai dan di bawah dengan angka rujukan, bisa di pastikan kita harus menjalani transfusi darah dulu untuk menaikan HB.  Atau di bantu dengan suntik khusus untuk menaikan Leukosit.  Ketika angka pemeriksaan darah yang di butuhkan sudah sesuai rujukan, baru akan dilaksanakan kemoterapi lanjutan  Sebenarnya, sebagai pasien kanker, kita bisa menyiasati agar kondisi pemeriksaan darah rutin bisa tetap normal.  Tentu saja dengan cara menjaga gizi dan asupan makanan selama menjalani kemoterapi.

4. Gangguan pencernaan
Salah satu efek kemoterapi yang mungkin terjadi adalah gangguan percernaan .  gangguan pencernaan ini bisa sembelit atau susah buang air besar, serta diare.  Saya sendiri selama kemoterapi beberapa kali sering mengalami sembelit.  Sebenarnya sembelit bisa di atasi dengan cara lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat dan buah buahan.  Untuk kondisi diare, kita bisa menyiasatinya dengan berusaha menghindari makanan yang memicu untuk diare, misalnya makanan pedas, asam.

Bila rasa sembelit ataupun diare sangat mengganggu sekali bagi pasien kemoterapi, maka ada baiknya segera menghubungi  dokter.  Biasanya dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gangguan pencernaan tersebut.

5. Sariawan
Biasanya, efek kemoterapi terkadang mengundang sariawan.  Cara mengatasinya bisa dengan cara menjaga kebersihan mulut, sikat gigi teratur, minum air putih yang banyak, berkumur-kumur. Bila memang mengganggu sekali, bisa di diskusikan dengan dokter yang menangani kita.

6. Rambut rontok
Rambut rontok akibat kemoterapi memang sering di alami pasien yang menjalani kemoterapi. Saya sendiri merasakan bagaimana rambut harus rontok dan akhirnya botak plontos heheheh. Tapi jangan kuatir, hal itu hanya sementara kok. Nanti rambut kita akan tumbuh kembali dan mungkin bisa jadi lebat dari sebelumnya.  Hal itu berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri lho.

dan berbagai efek kemoterapi lainnya.  Perlu saya jelaskan lagi, efek samping yang di timbulkan dari kemoterapi pada setiap pasien belum tentu sama.  Reaksi dan periode siklus kemoterapi pun berbeda-beda pada tiap pasien. Seandainya dalam masa pengobatan kemoterapi, ada efek kemoterapi atau hal-hal yang tidak bisa di atasi, maka ada baiknya segera berkonsultasi dan berdiskusi dengan dokter yang merawat kita.


Dukungan Orang-orang terdekat

Saya sengaja menggaris bawahi mengenai dukungan orang-orang terdekat dalam hal ini keluarga, kerabat dan bisa jadi sahabat dari pasien kemoterapi. Dukungan ini juga bisa berupa macam-macam bentuknya, bisa berbentuk dukungan morill maupun dukungan material.

Dukungan dan support dari orang-orang terdekat sangat di butuhkan bagi pasien.  Pasien yang menjalani kemoterapi akan merasa di dukung dan lebih semangat menjalani pengobatan kemoterapi yang bisa jadi cukup menyita tenaga dan pikirannya.


7 komentar

Write komentar
hani
AUTHOR
10:37 AM delete

Semangat selalu ya mbak Yuni. Semoga diangkat penyakitnya oleh Allah swt... :)

Reply
avatar
Santi Dewi
AUTHOR
9:10 PM delete

saya sepertinya gak bisa komen apa2 nih mba, efek kemonya itu lho... Tetap semangat ya mba Yuni... semoa kembali sehat. Aamiin.

Reply
avatar
5:47 AM delete

Terima kasih ya mba Hani untuk doanya

Reply
avatar
5:48 AM delete

Makasih ya mba Santi. Pelukkk

Reply
avatar
Ratusya
AUTHOR
4:27 PM delete

Susu nya nutrican bukan mbak?
Aku kemaren hamil minum itu karena tinggi protein

Reply
avatar
8:13 PM delete

Iya bener itu mba. Susu Nutrican..memang bagus juga bukan hanya pasien kanker. Krn komposisi susunya yang bagus banget

Reply
avatar
rita dewi
AUTHOR
8:45 PM delete

Speechless saya. ... tetap semangat ya mbak. Semoga lekas diberi kesembuhan­čśŐ

Reply
avatar