Catatan dari Acara Bedah Buku Kanker Bukan Akhir Dunia dan Penghargaan Literasi

5:05 AM 5 Comments A+ a-


Dalam rangka Samarinda Membaca untuk  Pencanangan Gerakan Indonesia Membaca (GIM),  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda serta Forum TBM Kalimantan Timur menyelenggarakan Festival Taman Bacaan. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yaitu, tanggal 14 - 16 September 2016 bertempat di Samarinda Square.

Ada berbagai acara yang di laksanakan pada kegiatan tersebut, antara lain  Bedah Buku Kanker Bukan Akhir Dunia, pameran buku, workshop penulisan buku anak, workshop penulisan novel, lomba mewarnai, lomba menggambar, dan lain sebagainya.

Kegiatan Festival Taman Bacaan ini di hadiri oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda,  wakil dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Forum TBM Pusat, Ketua Forum TBM Kaltim,  serta para undangan lainnya.

Setelah acara pembukaan secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan literasi kepada Penulis Inspiratif. Alhamdulillah pada acara tersebut pula, saya mendapatkan penghargaan literasi sebagai Penulis Inspiratif. Penghargaan ini di berikan kepada saya sebagai penulis & blogger karena dianggap telah memacu semangat perempuan Samarinda untuk tetap berkarya dalam keadaan apapun.

Sungguh hal ini merupakan kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi saya sebagai penulis, blogger dan survivor kanker.  Penghargaan Penulis Inspiratif  tersebut di berikan langsung oleh Kepala DIKNAS Kota Samarinda, di dampingi oleh wakil dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pusat, Ketua Forum TBM Pusat, Ketua Forum TBM Kaltim, Kepala Radioterapi RS Umum AWS Dokter Samuel Kelvin  yang juga merupakan dokter yang merawat saya, serta beberapa pejabat penting lainnya.

Pada saat pemberian penghargaan tersebut, kedua orang tua saya tercinta juga maju ke panggung menemani saya menerima penghargaan. Tidak terasa air mata saya terasa hangat mengalir. Terbayang pula bagaimana kasih sayang dan dukungan orang tua yang begitu besar kepada saya, apalagi saat saya harus menjalani perjuangan melawan kanker.


Dan yang saya semakin terharu, selain keluarga,  di tengah-tengah para undangan yang datang, hadir pula staf dan perawat Radioterapi RS Umum A. Wahab Syahranie,  para sahabat dekat, serta teman-teman dari berbagai komunitas, baik komunitas penulisan, komunitas blogger, hingga komunitas support kanker dan lain-lain.

Hal ini yang membuat saya kembali bersyukur kepada Allah atas semua kebahagiaan yang sungguh tak terkira hari itu.  Ternyata banyak hikmah dan kejutan yang tidak terduga, ketika saya  memutuskan untuk berdamai dengan kanker dan terus menulis serta  berkeinginan untuk  berbagi.
Setelah acara penganugerahan, acara dilanjutkan dengan Bedah Buku Kanker Bukan Akhir Dunia.

Sebagai narasumber dalam bedah buku ini adalah saya sendiri selaku penulis buku, Dokter Samuel Kelvin, Sp.Rad.Onk yang merupakan kepala radioterapi RS Umum A. Wahab Syahranie. Kemudian Inni Indarpuri,   penulis dan novelis  Kaltim yang juga menjadi moderator pada acara bedah buku.

Pada awal acara, mba Inni Indarpuri memperkenalkan para nara sumber bedah buku kepada para undangan dan peserta bedah buku. Kemudian saya di berikan kesempatan untuk bercerita alasan dan latar belakang mengapa menulis buku Kanker Bukan Akhir Dunia. Saya pun menjelaskan awal mula memutuskan untuk menulis buku ini. Termasuk ketika saya harus menerima pertama kalinya vonis kanker tiroid yang sudah bermetastase atau menyebar ke tulang belakang serta paru-paru.


Saya sungguh sadar, menulis dan membaca merupakan bagian dalam hidup saya. Apalagi setelah saya di vonis kanker, menulis menjadi bagian terapi jiwa sekaligus terapi kesehatan bagi saya.  Saya berharap, buku ini bisa bermanfaat dan menjadi edukasi kanker bagi masyarakat. 

Saya percaya, saat kita menuliskan segala hal yang positif dan bermanfaat, hal ini akan memberikan kekuatan dan semangat tidak hanya bagi penulis, tetapi juga bagi orang lain.

Pengalaman saya yang telat deteksi kanker hingga menerima vonis kanker tiroid stadium lanjut, membuat saya berharap masyarakat semakin paham dan mengerti mengenai kanker.  Hingga masyarakat bisa mendeteksi dini kanker dan cepat memeriksakan diri serta berobat bila merasakan gejala-gejala yang menjurus ke penyakit kanker.

Dokter Samuel selaku narasumber , mengawali cerita mengenai pentingnya membaca buku bagi setiap orang. Bahkan beliau mencontohkan berbagai manfaat yang di dapatkan dari membaca buku. Hal ini selaras dengan pencanangan Gerakan Indonesia Membaca (GIM)

Sebagai dokter yang berkompeten dalam bidang pengobatan kanker,  dokter Samuel menjelaskan panjang lebar mengenai penyakit kanker. Selain itu juga, dokter Samuel bercerita bahwa masih banyak kasus kanker yang di temukan, baru berobat ke medis setelah memasuki stadium lanjut.  

Beliau juga meluruskan berbagai pandangan-pandangan yang kurang jelas mengenai penyakit kanker. Termasuk maraknya pengobatan alternatif yang masih belum jelas manfaatnya, namun  menarik pasien kanker melakukan pengobatan alternatif.  Ternyata malah membuat kondisi pasien kanker semakin drop dan menurun.

Tidak lupa pula, dokter Samuel menjelaskan bagaimana dukungan dan support keluarga serta orang orang terdekat, sangat berarti bagi pasien kanker.  Beliau bahkan melihat, ada banyak pasien kanker yang mampu bertahan dan terus merasa hidup lebih berarti dengan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat.  

Beliau juga menjelaskan mengenai manfaat komunitas support kanker yang bermanfaat sebagai wadah pasien kanker untuk saling berbagi dan mendukung. Perlu di ketahui juga, bahwa saat ini telah  berdiri beberapa komunitas support kanker di Kaltim, dimana keberadaan komunitas ini saling mendukung dan menyupport satu sama lain.

Alhamdulillah, acara bedah buku tersebut berlangsung dengan lancar dan di sambut baik dari para peserta.   Antusias dari para peserta nampak dari keseriusan mereka menyimak acara bedah buku yang berlangsung, termasuk dengan banyaknya pertanyaan yang di ajukan kepada nara sumber. 

Saya juga secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada  Diknas Kota Samarinda, Ibu Jaang Istri Walikota Samarinda, Dokter Samuel Kelvin selaku narasumber Bedah buku beserta staf dan perawat Radioterapi RS Umum A Wahab Syahranie, Bunda Fitri dan teman-teman di Forum TBM Kaltim, Para Panitia Gerakan Indonesia Membaca (GIM) mba Inni Indarpuri selaku moderator acara, para sahabat dekat tercinta,  teman-teman dari berbagai komunitas yang hadir pada acara bedah buku tersebut, dan pihak-pihak lainnya.

Semoga kedepannya, kegiatan dan aktifitas Literasi di Kalimantan Timur akan semakin menggeliat dan bergelora.

Salam Literasi ..

5 komentar

Write komentar
Ira I
AUTHOR
6:51 PM delete

Masyaallah
Mbak Yuni sayang....
Bangga dan salut atas kegigihan mu
Selamat ya Mbak
Dan tentu saja saya selalu berdoa supaya Mbak Tri Wahyuni Zuhri diberikan kesehatan dan kebahagiaan....aamiin

Reply
avatar
2:38 AM delete

Terima kasih ya mba Ira sayang. Amin amin untuk doanya mba

Reply
avatar
8:04 PM delete

Selamat y Mba, saya suka dengan motivasi dan visi mba menjadi inspirasi untuk saya agar mampu berkarya seperti mba. Semoga mba selalu dilimpahkan keberkahan dan kesehatan aamiin #proud

Reply
avatar
1:01 AM delete

Terima kasih ya mba Herva untuk doa dan semangatnya

Reply
avatar