Dialog Interaktif Radio RRI Mengenai Literasi dan Disabilitas

3:53 PM 4 Comments A+ a-


Saya tidak menyangka akan mendapat kesempatan sebagai narasumber dialog interaktif "Suara Disabilitas" di RRI Samarinda.  Tawaran kesempatan itu di berikan Bunda Fitri, Ketua Forum TBM Kaltim, di sela-sela acara bedah buku dan penganugerahan literasi award untuk saya

Tentu saja tawaran tersebut saya terima dengan senang hati. Apalagi bisa dilakukan melalui dialog interaktif sambungan telpon. Jadi saya tidak perlu datang ke kantor studio radio RRI.

Dialog interaktif di lakukan pada tanggal 14 September 2016, pada pukul 4 sore.  Tema Suara Disablilitas yang di angkat dalam acara RRI Samarinda saat itu, mengenai literasi dan disabilias.

Saya kebetulan mendapatkan sessi dialog tanya jawab di bagian tengah acara, sehingga saya bisa turut mendengarkan dialog interaktif antar penyiar dan nara sumber lainnya.  Penyiar radio mengawali menyapa saya dengan mengucapkan selamat atas keberhasilan saya meraih Penghargaan Penulis Perempuan Terinspiratif  Literasi Award - Gerakan Indonesia Membaca (GIM) kota Samarinda.


Kemudian di lanjutkan pertanyaan seputar buku Kanker Bukan Akhir Dunia yang saya tulis dan di terbitkan oleh Elex Media. Saya juga menjelaskan alasan saya membuat buku tersebut. 

Termasuk juga bercerita bagaimana proses menulis buku tersebut saat saya memang sedang menjalani berbagai pengobatan kanker.  Namun berbagai kendala dan halangan tersebut, tidak membuat saya berhenti untuk berkarya.

Dialog interakif berjalan dengan lancar dan kemudian di tutup dengan pertanyaan bagaimana harapan dan pesan saya kepada pemerintah untuk kegiatan literasi bagi kaum disablitas. Pertanyaan ini cukup menarik bagi saya. Mengingat saya memang sudah setahunan ini juga menjadi bagian dari disablitas karena pengaruh kanker yang menyebar ke tulang belakang.

Saya berharap agar pemerintah bisa lebih mengingkatkan fasilitas kegiatan membaca yang bisa di manfaatkan oleh teman teman di sabilitas. Dalam hal ini bukan hanya dari segi buku buku yang di berikan.

Misalnya saja ada buku buku yang bisa di olah dalam bentuk braille khusus yang turut di baca teman teman disablitas.  Kebetulan memang salah satu karya saya juga diminta penerbit untuk di buat khusus dalam bentuk braille.   Serta banyak hal hal lain yang bisa dilakukan pemerintah.

Dialog interaktif dengan menampilkan nara sumber saya pun akhirnya selesai. Sungguh pengalaman  dialog interakif yang berharga dan bermanfaat bagi saya sendiri. Saya berharap pula, agar para pendengar bisa mendapatkan manfaat dari acara tersebut. Amin

4 komentar

Write komentar
8:06 PM delete

Senangnya selalu klo mampir ke sini, kisah mba dan pengalaman mba. Dan saya setuju mba ada peranan pemerintah untuk bisa mengoptimalkan gema budaya membaca bagi kita semua, yang disabilitas pun jadi mudah dan tidak merasa berbeda.
Nice share ^^

Reply
avatar
Irawati Hamid
AUTHOR
7:05 PM delete

selalu salut sama semangat Mba Yuni *jempol*

sehat selalu yah Mba, amin..

Reply
avatar
12:19 AM delete

Terima kasih ya mba sudah berkenan berkunjung. Iya mba, pemerintah harus lebih bisa mengoptimalkan gema budaya membaca bagi masyarakat. Tidak membeda bedakan kondisi yang ada.

Reply
avatar
12:19 AM delete

Amin amin amin. Terima kasih ya mba.

Reply
avatar