Rumah Singgah Kanker

12:22 PM 0 Comments A+ a-

Beberapa hari lalu, saat saya kembali melakukan terapi pengobatan di rumah sakit, saya bertemu dengan beberapa teman baru sesama survivor kanker. Ya, saya memang sering sekali mengisi waktu dengan mengajak ngobrol sesama survivor di sela sela pengobatan saya. Bagi saya, bertemu dan berbicara dengan mereka, merupakan sesuatu hal yang menarik.

Kami tidak hanya berbicara tentang perihal penyakit masing masing, lebih dari itu. Tanpa sadar, kami pun saling menguatkan dan memberi semangat satu sama lain. Bahkan terkadang, kami berbagi tips dan trik untuk mengatasi rasa tidak nyaman atau nyeri akibat sakit tersebut.

salah satu survivor kanker yang kebetulan satu kamar dengan saya, yaitu seorang ibu dengan CA. Mammae atau kanker payudara. Ibu itu berasal dari satu daerah yang cukup jauh letaknya. Bayangkan saja, untuk sampai ke RS Umum Samarinda, ia harus menempuh perjalanan darat selama sehari semalam.

Keterbatasan fasilitas dan dokter khusus yang menangani masalah kanker di tempat tinggalnya, membuat si ibu harus di rujuk ke RS umum di ibu kota provinsi. Tentu saja hal itu cukup memberatkan sang ibu, selain biaya dan tenaga yang dikeluarkan cukup besar, ia pun harus sementara berpisah dari keluarga. Semua dilakukan demi kesembuhan dan memulihkan kondisi tubuh.

Terapi yang dilakukan si ibu yaitu kemotrapi dengan siklus 20 hari sekali selama 6 x. Jadi selama akan menjalankan terapi tersebut, si ibu memutuskan untuk mencari tempat tinggal sementara di Samarinda agar tidak perlu bolak balik ke tempat tinggalnya yang cukup jauh.

apa yang dialami ibu ini pun ternyata di alami oleh banyak pasien dari luar daerah Samarinda. Mereka akhirnya terpaksa tinggal sementara di Samarinda karena melakukan terapi yang memakan waktu cukup panjang. Pertimbangan menjaga fisik serta menghemat biaya, menjadi salah satu alasannya.

Memang, biaya pengobatan di cover sepenuhnya oleh BPJS. Tetapi tetap saja untuk biaya hidup, tempat tinggal dan akomodasi lainnya di tanggung sendiri. Lain ceritanya apabila ada keluarga atau teman yang bisa membantu menyediakan tempat tinggal. Namun bila tidak ada sanak saudara sama sekali, berarti harus siap siap menyisihkan budget khusus untuk biaya tempat tinggal.

Salah satu impian saya yang pernah saya tuliskan di blog adalah membuat rumah singgah kanker. Saya berharap, dengan keberadaan rumah singgah tersebut, banyak survivor kanker yang bisa terbantu untuk mengakomidir masalah tempat tinggal selagi dalam masa pengobatan. Selain itu, rumah singgah ini bisa dijadikan wadah atau tempat bagi para survivor untuk berkumpul dan sumber berbagi informasi serta pengetahuan tentang kanker.

mungkin keinginan ini masih jauh dari jangkauan saya, mengingat biaya membuat rumah singgah tidaklah sedikit. Namun seperti sahabat saya Sri Rahayu sering bilang pada saya, untuk selalu coba raih dan wujudkan impian tersebut.

Walaupun keinginan itu belum terwujud, saya pun tetap berdoa dan berharap, ada pihak pihak lain yang bisa mewujudkan rumah singgah kanker di daerah ini. Kalaupun memang itu mereka wujudkan, saya akan dengam senang hati membantu apa pun yang bisa saya lakukan untuk saling mendukung dan menguatkan sesama survivor. Semoga terwujud. Aminnn..

http://www.yunisukses.com/2014/08/mimpiku-wujudkan-rumah-singgah-kanker.html