Ketika Para Blogger Bercerita Kasih Ibu

12:10 AM 11 Comments A+ a-

                                           Di muat di Tribun Kaltim, 11 Januari 2015

Judul : Hati Ibu Seluas Samudera
Penulis : Susan, Abdul Cholik, dkk
Penerbit : Sixmidad, Bogor
Halaman : xii + 624 Hal
Tahun : Desember 2014
ISBN : 978-602-0997-02-5

Apa yang terjadi, apabila 125 blogger berkolaborasi dalam satu buku yang berkisah tentang kasih seorang ibu? Tentunya akan menghasilkan sebuah buku yang menarik dan penuh inspiratif. Buku Hati Ibu Seluas Samudera yang berisi kisah-kisah inspiratif tentang ibu ini, di terbitkan oleh penerbit Sixmidad.

Awal ide buku ini terbit merupakan inisiatif dari Abdul Cholik, blogger asal Surabaya yang sudah malang melintang di dunia blogger dan penulisan.  Buku dengan tebal 624 halaman ini memang menyajikan kisah yang berbeda dengan buku-buku sejenis. Para blogger ini mampu mengolah kisah yang menyentuh tentang sosok ibu yang hadir dalam kehidupan mereka.

Kisahku Bersama Ibu yang di tulis oleh Susan, menjadi cerita pembuka dalam buku Hati Ibu Seluas Samudera. Dalam tulisan ini, Susan berceritakan tentang kehidupannya sejak kecil bersama kedua orang tuannya. Suatu ketika, sang ibu melakukan sebuah kesalahan yang nyaris membuat keluarga mereka hancur, hal itu membuat Susan menjauh dari sang ibu. Namun lambat laun, Susan mulai memaafkan dan memperbaiki hubungannya dengan ibu, terlebih saat Ibunya tervonis kanker.

Cerita lain datang dari Ira Indiana, blogger asal Balikpapan. Dala m kisah Aku Rindu Mama, Ira bercerita mengenai kerinduannya kepada mama yang tinggal terpisahkan jarak. Kerinduan itu semakin menguat kala Ira mengurai satu persatu kisah saat masih kecil hingga beranjak dewasa bersama sang mama. Seiring bertambah umur dan kemudian menikah, membuat Ira semakin sadar akan arti mama dalam hidupnya selama ini.

Nanang Henanto, blogger yang sekaligus seorang praktisi dalam pelatihan dan pengembangan, turut bertutur tentang sang ibu dalam buku ini. Lewat tulisan yang berjudul Ibuku Guru, ia bercerita bagaimana sang ibu yang berprofesi seorang guru mengajarkan perilaku dan contoh teladan padanya.  Ada tiga hal yang selalu diingatnya hingga sekarang, yaitu arti kerelaan, kemandirian dan kejujuran. Tiga hal tersebut yang di ajarkan sang ibu, selalu ia coba terapkan dalam kehidupan saat ini .

Antara Mama, Aku dan Kanker, merupakan tulisan dari Tri Wahyuni Zuhri.  Blogger yang juga seorang survivor kanker ini, bercerita tentang bagaimana sang mama selalu ada menemani, baik saat bahagia maupun terberat dalam hidupnya.  Salah satunya saat ia harus melewati hari-hari sulit melawan vonis kanker. Sang Mama dengan penuh kasih terus memberikan semangat dan mendukungnya untuk terus bangkit melawan kanker.

Hal yang menarik dalam buku ini, dari 125 penulis yang juga para blogger, terdiri dari rentang usia yang beragam.  Baik dari yang masih usia muda maupun ada yang memasuki usia senja.  Sebut saja Yati Rachmat, blogger perempuan kelahiran tahun1939. Walaupun telah usia senja, namun hal itu tidak mengurangi semangat Yati untuk menulis dan berbagi kisah tentang ibu.  Yati pun menyelipkan kisahnya sendiri sebagai seorang ibu saat harus mengurus dan merawat putranya yang kala itu berjuang melawan sakit.

Abdul Cholik sang inisiator buku ini, menghadirkan tulisan berjudul Hati Emak Tetap Lapang Walau Anak Lanang Jarang Pulang. Tulisan ini berkisah pengalaman hidupnya bersama dengan emak.  Purnawirawan Jendral Bintang Satu ini pun bercerita berbagai pemogokan saat masih kecil turut mewarnai sebagai bentuk protes kepada sang emak.  Kesibukannya dalam masa tugas  dan mengharuskan berada di penempatan yang sangat jauh dari tempat tinggal emak, tidak membuat Abdul Cholik melupakan sang ibu. Komunikasi saat itu terus berjalan melalui telpon atau surat.

Kisah-kisah dalam buku ini sangat inspiratif dan membuat pembaca bisa menangis haru setelah membaca.  Cinta kasih seorang ibu memang begitu luas seperti samudera, sehingga tidak ada balasan yang sebanding dari kita untuk membalasnya.  Buku ini memcoba membuka mata pembaca, tentang pengorbanan dan perjuangan para ibu demi kebaikan anak-anaknya.

Peresensi :
Tri Wahyuni Zuhri
(Blogger & penulis Buku Kanker Bukan Akhir Dunia)
Aktif di Studio Kata, IIDN Kaltim, Perempuan Penulis Kaltim (PPK)
Email : triwahyunizuhri@yahoo.com



11 komentar

Write komentar
ira i
AUTHOR
3:51 AM delete

Mba Yuni.....terima kasih, senang dan bangga bisa satu buku dengan Mba Yuni dan para blogger lainnya *pelukkkkk*

Reply
avatar
11:09 PM delete

Makasih juga mba Ira atas informasinya. pelukkk....

Reply
avatar
damarojat
AUTHOR
12:50 AM delete

mbak, ini yang dimuat Tribun Kaltim ya? huaduh...jd pingin nyoba juga.

Reply
avatar
1:26 AM delete

Iya.. ini yg dimuat di tribun versi asli tulisan saya. Ada pergantian judulnya dari pihak redaksi tribun kaltim nya ^_^

Reply
avatar
angkisland
AUTHOR
3:11 AM delete

waaaa kerenn mbak ikutan bangga nih amntap...slm kenal ya mbak....

Reply
avatar
9:29 AM delete

Salam kenal juga angkisland ^_^

Reply
avatar
3:44 PM delete

Terimakasih sudah menulis resensi ini. Bangga bisa bersama satu buku dgn mbak Yuni dan blogger yg lain. Salam

Reply
avatar
Santi Dewi
AUTHOR
6:46 PM delete

keren mak, selamat ya tulisannya sudah dimuat di koran. resensinya bagus mak, jadi pengen bikin resensinya juga :)

Reply
avatar
11:30 PM delete

Terima kasih mba Diadjeng. Senang juga bisa berkolaborasi dalam 1 buku dgn mba :)

Reply
avatar
11:31 PM delete

Terima kasih mak.. ayo, buat resensi jug a mak :)

Reply
avatar
Bung Eko
AUTHOR
1:00 AM delete

Keren, Mbak! Bukunya malah belum habis saya baca ini. Tebaaaaal banget sih.
Btw, salam kenal dari Pemalang ya..

Reply
avatar