Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Kanker Bukan Akhir Segalanya

Kanker Bukan Akhir Segalanya
*oleh : Tri Wahyuni Zuhri
(Penulis dan Trainner)

Rani (bukan nama sebenarnya), duduk termenung di sebuah bangku di sudut ruangan rumah sakit. Perasaannya tidak karuan, syok dan terpukul. Dokter yang baru saja ditemui memberikan kabar mengagetkan. Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan medis, Rani di vonis menderita penyakit kanker. Rani merasa tidak ada harapan lagi untuk sembuh. Apalagi beberapa orang dari keluarganya pun menderita  penyakit kanker dan tidak dapat hidup lebih lama.
Apa yang dialami Rani ternyata banyak dialami oleh orang lain yang di vonis kanker. Perasaan takut, kuatir, was-was, syok adalah sebagian dari perasaan yang mereka rasakan saat pertama kali di vonis Kanker.  Kanker seakan menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Kematian dianggap harga pasti bagi penderita kanker. Belum lagi proses pengobatan yang tidak hanya memakan waktu dan biaya, tetapi bisa berdampak pada kondisi fisik serta mental penderita.
Lalu bagaimana seharusnya kita menghadapi penyakit kanker? Memang kanker bukan penyakit yang tidak mudah untuk di atasi. Namun begitu, saat di vonis kanker,  kita harus tetap bersikap positif dan yakin untuk berusaha dalam menjalaninya. Semakin cepat terdeteksi kanker, maka semakin memperbesar peluang mengobatinya dan sembuh. Atau paling tidak,  bisa menekan penyebaran kanker tersebut.  Tetapi apabila kanker baru terdeteksi telah stadium lanjut, maka jangan berputus asa. Selalu ada jalan bila kita mau berusaha dan berikhtiar. Walaupun pada saat awal menerima vonis tersebut, biasanya kita akan merasa down dan terpukul. Namun, jangan lantas menyerah. Segera bangkit dan hadapi, tentu dengan begitu kita bisa menguatkan diri untuk segera melakukan tindakan terbaik untuk pengobatan kanker tersebut.
Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika di vonis kanker :
1.      Hadapi kenyataan dan Yakinkan bisa menjalaninya.
Di vonis kanker bukanlah hal yang mudah bagi seseorang. Namun berusaha untuk tidak peduli pun bukan langkah yang tepat. Karena bagaimana pun menghadapi kanker, berarti kita berpacu dengan usaha dan waktu. Semakin cepat kita berusaha untuk mengatasinya, maka kemungkinan sembuh pun akan lebih besar. Karena itu hadapilah kenyataan dan yakinkan diri kita untuk bisa menjalani segala proses untuk sembuh. Apabila kita merasa yakin dan optimis, maka insya allah akan lebih mudah untuk menjalaninya.

2.      Konsultasikan dengan Dokter dan Lakukan Pengobatan yang sesuai
Sangat penting untuk segera berkonsultasi kepada dokter yang memeriksa. Tanyakan secara jelas mengenai jenis  kanker yang dialami dan telah mencapai stadium berapa. Dengan begitu bisa dilakukan pengobatan atau terapi yang tepat sesuai dengan kanker serta stadium yang dialami. 

3.      Gali Informasi sebanyak-banyaknya
Seandainya memang diperlukan, bisa mencari informasi mengenai kanker tersebut melalui buku, internet, atau media lainnya. Atau bisa saling sharring dengan sesama pasien kanker dan komunitas-komunitas yang peduli tentang kanker. Di Indonesia sendiri ada beberapa lembaga dan komunitas yang concern terhadap kanker, antara lain YKI dan CSIS.

4.      Dukungan support keluarga dan teman. 
Salah satu hal terpenting bagi pasienkanker adalah dukungan support keluarga dan teman. Bagaimana pun menghadapi kanker sangat menguras tenaga dan pikiran. Tentu saja hal tersebut bisa membuat pasien menjadi stress, depresi bahkan down. Disisi lain, pasien kanker diharapkan terus bisa bersikap positif dan optimis, agar berimbas pada ketahanan tubuh yang bisa menunjang kesembuhan. Sehingga dukungan support orang-orang terdekat sangat mutlak dibutuhkan. Pasien kanker tidak akan merasa sendirian menghadapi penyakitnya.  Ia pun akan lebih bersemangat dalam menjalani proses pengobatan dan kesembuhannya dengan dukungan tersebut.

5.      Menjaga pola makan dan pola hidup
Penting bagi pasien kanker untuk menjaga pola makannya. Untuk mengetahui jenis makanan dan minuman yang dianjurkan atau dipantangkan, maka bisa di konsultasikan kepada dokter atau ahli gizi. Referensi tentang hal tersebut bisa di cari melalui internet ataupun buku dan media. Disamping itu, pola hidup pun harus dijaga. Termasuk mengatur waktu istirahat dan aktifitas lainnya.

6.      Berbagilah dengan orang lain
Salah satu hal yang membuat hati merasa lega dan bermanfaat  yaitu dengan cara berbagi cerita dengan orang lain. Menceritakan pengalaman pribadi kepada orang lain yang pernah  atau pasien kanker akan sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan berbagi, kita bisa membangkitkan semangat orang lain untuk bisa survive atau bertahan untuk sembuh seperti kita.

7.      Berdoa dan Mendekatkan diri kepada Tuhan
Segala peristiwa dan pengalaman hidup yang kita jalani merupakan rencana Tuhan. Termasuk ketika kita mendapatkan ujian penyakit kanker. Bagaimana pun pula Tuhan yang mempunyai kuasa akan hidup kita. Karena itu tetap terus berdoa dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Tuhan akan menunjukkan jalan dan keputusan terbaik untuk kita.

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, kanker bukanlah akhir dari segalanya. Selagi kita punya semangat, berusaha, dan terus berdoa, maka tidak ada yang mustahil terjadi. Termasuk bisa menjadi pemenang untuk menaklukan penyakit kanker. Amin..



Refleksi Hari Buku Sedunia : Buku sebagai Sumber Inspirasi dan Informasi

oleh :  Tri Wahyuni Zuhri, SP

Mungkin tidak banyak orang yang tahu, bahwa setiap tanggal 23 April di peringati sebagai hari Buku sedunia.  Penetapan tanggal 23 April sebagai hari Buku dilakukan oleh UNESCO. UNESCO memberikan menetapkan hari buku sebagai penghargaan kepada para penulis dunia, yang lahir atau meninggal pada tanggal tersebut. Para penulis dunia tersebut antara lain William Shakespreare dan Miquel de Cervantes. Keduanya telah melahirkan karya-karya maestro yang hingga sekarang masih dikenang.
Namun sayangnya, gaung peringatan hari Buku sedunia di Indonesia kurang mendapat perhatian.  Selain masih banyak orang yang tidak mengetahuinya, disamping itu masih rendahnya apresiasi dan minat baca buku di masyarakat. Padahal buku diibaratkan sebagai jendela dunia.  Buku tidak hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai teman sekaligus sahabat. Buku akan setia menemani kita tanpa takut termakan oleh zaman dan waktu. Semakin dalam menyelami buku, maka semakin banyak informasi dan pengetahuan yang kita butuhkan.

Seiring berjalannya waktu, saat teknologi informasi sudah semakin pesat. Maka kehadiran buku pun seakan terabaikan. Sebagian besar orang lebih memilih memanfaatkan teknologi tersebut dari pada membeli ataupun membaca buku. Mereka  menonton televisi, search internet, memanfaatkan sosial media, atau membeli peralatan lain seperti komputer, VCD, gadget, handphone, ketimbang membeli buku. Orang pun akan lebih memilih berbelanja ke mall, rekreasi, supermarket, dari pada mendatangi toko buku. Sehingga jangan heran, toko buku sering sepi dari pengunjung, padahal begitu banyak buku-buku baru yang bermunculan.

Buku dan Inspirasi

Mengutip perkataan dari seorang sahabat saya, Tiffany Tsao, salah satu dosen dari University of Sydney, dalam sebuah seminar bahasa beberapa waktu lalu di Samarinda.  Tiffany mengungkapkan risetnya tentang sastra. Salah satunya mengenai hal yang baik bisa muncul karena kondisi yang tidak diinginkan. Ia menyebutkan contoh Pramudya Ananta Toer, salah seorang penulis besar Indonesia yang bukunya bahkan telah di terjemahkan dalam beberapa bahasa. Dalam kondisi terpenjara secara fisik, namun ia tetap bisa menghasilkan karya buku yang fenomenal. Bahkan buku-bukunya mampu menginspirasi bagi siapa pun yang membacanya. Kecintaan Pram pada buku, tidak lantas pudar saat ia dipenjara. Bahkan ia mampu menulis buku saat-saat sulit tersebut.
Saya pun menyaksikan sebuah tayangan televisi yang berkisah tentang seorang pemuda yang awalnya lebih banyak menghabiskan waktunya dengan hal-hal tidak berguna.  Namun, saat ia membaca buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu  luar biasa pada dirinya.  Membaca buku laskar pelangi menginspirasinya untuk segera berubah lebih baik dan meraih impiannya. Kisah Ikal dan kawan-kawannya dalam Laskar Pelangi yang bermimpi untuk bersekolah tinggi dalam keterbatasan  mampu mengugahnya untuk merubah hidup. 
Jadi tidak salah bila dikatakan buku mampu menjadi sumber inspirasi, menggerakkan kreativitas dan instuisi. Banyak orang-orang terinspirasi dan berubah menjadi lebih baik karena membaca buku.  Begitu pula dengan saya secara pribadi.  Saat saya mengalami masa-masa sulit atau down, saya akan lebih banyak meluangkan waktu membaca buku keagamaan ataupun buku motivasi diri serta kisah-kisah inspirasi. Membaca buku-buku itu membuat saya tidak hanya merasa lebih tenang, namun saya pun bisa mengambil hikmah dari nilai moral yang disampaikan oleh buku tersebut.  Terkadang saya merasa mendapat kekuatan dan passion baru untuk menjalani hidup. Hal ini pun bisa saja terjadi pada orang lain saat membaca buku.
Melihat betapa besar manfaat membaca buku, maka belakangan ini sudah sering di kampanyekan gemar membaca dan menulis. Pihak pemerintah pun sudah mulai menggalakkan program cinta buku, antara lain menyelenggarakan lomba-lomba yang merangsang minat baca dan menulis.  Selain itu, dikalangan masyarakat sudah sadar akan pentingnya membaca bagi generasi bangsa. Sekarang ini telah banyak bermunculan lembaga, komunitas, ataupun perorangan yang berkonsentasi  pada dunia membaca dan menulis.  Di Kaltim sendiri telah hadir berbagai komunitas penulisan yang lahir karena kesadaran pentingnya minat baca buku dan menulis, antara lain Jaring Penulis Kaltim (JPK) Studio Kata, Perempuan Penulis Kaltim (PPK), dan banyak lagi. Demikian pula dengan semakin banyak bermunculan penulis buku Kaltim yang telah menapakan jejak di dunia perbukuan nasional. 
Kembali mengutip kata seorang penulis, masa depan suatu bangsa tergantung tergantung berapa banyak buku yang dibaca serta berapa banyak karya yang dihasilkan dari setiap buku yang dibaca. Semoga bangsa kita termasuk bangsa yang peduli untuk terus membaca dan berkarya. Selamat hari buku sedunia..

Bedah Buku Belajar dari Universitas Kehidupan

Sumber : Tribun Kaltim




Cerita dari Bedah Buku Belajar dari Universitas Kehidupan *)
Oleh : Tri Wahyuni Zuhri, SP
(Koodinator IIDN KALTIM, STUDIO KATA)

Sumber belajar tidak harus di sekolah
Sumber belajar itu ada di kehidupan
Kehidupan adalah sumber belajar yang tak pernah kering

Begitulah sedikit dari paparan Syafruddin Pernyata saat Bedah Buku Belajar Dari Universitas Kehidupan. Bedah Buku yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Januari 2012 bertempat di gedung Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur, merupakan acara yang di gagas oleh Komunitas Buku Etam bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim. Dalam acara tersebut hadir lebih 100 peserta yang berasal dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, dan akademika.
Belajar dari Universitas Kehidupan merupakan buku karya Syafruddin Pernyata yang berisi 30 kisah inspiratif yang diangkat dari kisah nyata yang biasa kita temui keseharian. Namun di tangan dingin seorang Syafruddin, kisah tersebut diramu menjadi kisah hebat yang mengandung banyak pelajaran yang bisa di petik. Maka tidak salah bila Syafruddin mengatakan sumber belajar tidak hanya di dapatkan dari sekolah, tetapi bisa dari kehidupan sehari-hari. Syafruddin mengibaratkan kehidupan sebagai sebuah universitas, alamater, perguruan tinggi bagi mereka yang menyadarinya.
Sebut saja kisah seorang ibu yang rela bekerja keras demi merawat keempat anaknya. Suaminya telah meninggal dunia, dan sang ibu harus bertahan untuk menghidupi anak-anaknya. Ia memilih pekerjaan yang halal walaupun harus mengurusi seorang nenek renta yang sering membuang (maaf) kotoran sembarang dan pikun.  Semua ia lakukan untuk memberikan nafkah halal untuk anak-anaknya.  Atau ada pula kisah seorang ibu yang  memilih membesarkan anaknya  sendiri karena  sering mengalami kekerasan fisik dari suaminya.  Berkat kerja keras tanpa menyerah, akhirnya ibu tersebut berhasil mengantarkan anaknya hingga wisuda dan meraih predikat cum laude.  Bahkan pada saat wisuda dan ketika namanya di panggil, sang anak langsung bersujud mencium sang ibu karena begitu terharu  atas penghorbanan sang ibu.
Cerita lain di buku tersebut mengisahkan seorang anak yang bernama Riska yang masih duduk di bangku SMP. Bagaimana Riska tanggap dengan berbagai pertanyaan yang sedang ngetrend saat ini. Sebut saja nama artis, nama penyanyi, atau nama band yang sedang laris manis. Hal ini karena pengaruh semakin majunya informasi teknologi melalui dunia elektronik dan dunia maya. Televisi, Facebook, twitter bahkan BB bukan barang baru untuk remaja sekarang. Sehingga mereka cepat menyerap informasi terbaru. Namun sayang, ketika ditanya siapa penulis Cracking Zone? Riska kesulitan menjawabnya. Terlebih pertanyaan-pertanyaan berbobot lainnya. Syafruddin seakan menyentil kita, dengan memperlihatkan bagaimana budaya membaca telah bergeser di masyarakat kita. Padahal membaca adalah jalan untuk mengasah hati nurani.  Serta banyak kisah-kisah lain di buku ini yang tidak hanya bisa membuat kita tersenyum, tetapi pula terharu bahkan menangis membacanya.
Dalam acara yang di pandu oleh Tri Wahyuni Zuhri, penulis sekaligus koordinator IIDN Kaltim. selaku moderator tersebut. Acara semakin menarik dengan menhadirkan pembedah yaitu Abdul Hakim. Hakim selain berprofesi sebagai guru dan penulis, Ia pun kerap meraih award atau penghargaan sebagai guru berprestasi di tingkat daerah dan nasional.  Banyak hal yang disampaikan Hakim saat membedah buku tersebut. Ia pun menyebutkan buku Belajar dari Universitas Kehidupan merupakan salah satu buku referensi yang baik untuk di baca. Selain menceritakan kisah kesehariaan dalam kehidupan sehari-hari, dengan bahasa dan tutur yang mudah di pahami. Hakim pun mengungkapkan buku tersebut bisa menjadi sumber belajar kehidupan bagi pembacanya.
Disela-sela tanya jawab, ada beberapa pertanyaan peserta yang cukup menarik, salah satunya mengenai bagaimana cara. Syafruddin membagi waktu dalam menulis dan pekerjaan. Seperti yang diketahui, Syafruddin Pernyata selain sebagai penulis, beliau juga berprofesi sebagai Kepala Diklat Provinsi Kaltim yang memiliki banyak aktfitas dan kegiatan. Namun ditengah kesibukan beliau tetap mampu menghasilkan karya tulisan yang menginspirasi. Kuncinya adalah tetap menulis walau di tengah kesibukan. Tentu saja jawaban ini menambah semangat peserta yang hadir untuk mengikuti jejak beliau untuk berkarya. Semoga kegiatan bedah buku dan penulisan seperti ini akan terus di laksanakan di Kaltim, sehingga dapat terus merangsang semangat membaca dan menulis menuju Kaltim Cerdas. Amin

Say No To KKN ! Berbagi Pengalaman Mengurus E KTP


Pelaksanaan E government di Indonesia khususnya di Kaltim memang sedang giat-giatnya dilaksanakan. Salah satu aplikasi dari pelaksanaan tersebut yaitu e - KTP. Terus terang, awalnya saya sempat bingung dengan e-KTP tersebut. Apalagi KTP yang saya miliki masih baru tanggal keluarnya dan tentu saja masih lama jatuh temponya.

Penulis siap-siap mau urus E -KTP
Namun, berhubung sebagai warga masyarakat yang taat peraturan, akhirnya saya pun turut beramai-ramai warga satu RT untuk pembuatan foto e KTP. Untuk jadwal pengurusan e. KTP diatur sedemikian rupa sesuai lokasi tempat domisili. Misalnya saja untuk kelurahan A yang terdiri dari beberapa RT, dilaksanakan pada Hari Senin, dan seterusnya. Mungkin hal ini dilakukan untuk menghindari membuldaknya antusias masyarakat untuk melakukan pembuatan e KTP. Termasuk saya sendiri yang antusias dan penasaran dengan pembuatan e KTP.
Berbekal surat panggilan yang telah dibagikan ketua RT dan telah tertulis tanggal, waktu serta tempat mengurus E KTP. Saya dan suami beserta anak kami menuju Kantor kecamatan tempat tinggal kami. Saya ingat sekali, saat itu saya sudah berangkat pagi-pagi dari rumah, karena berharap tidak banyak antrian. Ternyata dugaan saya salah, sesampai disana ternyata telah banyak kerumuman masyarakat yang telah antri untuk mengurus e KTP.
mau rekam sidik jari dulu
Banyak hal yang saya dapatkan hari itu. Selain bagaimana tata cara atau mekanisme e KTP. Saya pun dapat melihat respon masyarakat terhadap e KTP tersebut. Memang sebagian dari masyarakat merasa antusias dan bersemangat mengurus e KTP tersebut. 
Hal ini di karenakan begitu besar manfaat dari e KTP itu sendiri. Sebagai warga negara Indonesia, memiliki e KTP berarti kita memiliki nomor induk kependudukan (NIK) secara nasional. Karena data kita telah di rangkum dalam data base pusat. Walaupun kelak kita berpindah-pindah tempat tingga, data kita akan tetap valid dan tetap bisa di akses dimana pun.
Namun ternyata tidak semua masyarakat yang memahami tujuan dari e KTP tersebut. Ada sebagian malah terkesan ogah-ogahan ataupun tidak antusias. Penggurusan e KTP dianggap memakan waktu dan berbelit-belit.

Bagi saya hal itu wajar dalam masyarakat terjadi pro dan kontra. Toh, bila suatu pemerintah memberikan perubahan yang lebih baik termasuk pelayanan publik, tidak serta merta akan diterima oleh masyarakat. Karena bagaimana pun kultur yang terjadi dalam masyarakat yang berbeda-beda, demikian pula pemahaman mereka terhadap perubahan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi.

E KTP, E Government dan Good Governance
Apa hubungannya antara e KTP, e government dan good governance? Tentu saja erat berhubungan. E KTP merupakan salah satu bentuk empletansi dari e goverment. 
E goverment merupakan sendiri adalah bentuk pelayanan pemerintah secara elektronik terkait berbagai aplikasi pelayanan publik berbasis internet. Di harapkan dengan pelaksanaan e goverment akan mewujudkan good governance atau tata pemerintaan yang baik di Indonesia khusus di Kaltim.
E KTP Indonesia


Good governance merupakan praktek penerapan kewenangan pengelolaan berbagai urusan. Penyelenggaraan negara secara politik, ekonomi dan administratif di semua tingkatan. Dalam konsep di atas, ada tiga pilar good governance yang penting, yaitu: Kesejahteraan rakyat (economic governance). Proses pengambilan keputusan (political governance). Tata laksana pelaksanaan kebijakan (administrative governance) .  Walaupun masih banyak pesimis mengenai penerapan good governance di Indoensia, tetapi banyak pula yang masih berkeyakinan hal itu dapat di wujudkan.  Terlebih masyarakat kita sekarang lebih pintar secara pendidikan, maju dalam pemikiran, dan lebih cepat mengupdate teknologi, informatika serta komunikasi (TIK).  Saya pun optimis semua bisa di wujudkan.

Say No to KKN !
Mungkin kita masih ingat bagaimana pengurusan KTP model lama sebelum adanya e KTP tersebut. Pengurusan KTP tersebut terkadang rentan oleh KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).
Hal ini rasanya sudah menjadi rahasia umum. Sebut saja ada seorang yang memiliki 2 KTP atau lebih dengan domisili yang berbeda. Bahkan ada pula yang memiliki beberapa KTP dengan menyamarkan identitas sesungguhnya. Tentu saja ini dilakukan dengan tujuan-tujuan tertentu. Salah satu kasus korupsi yang ramai dibicarakan belakangan yaitu kasus Melinda Dee, salah satu pejabat dari sebuah bank yang di duga melakukan pencucian uang. Hal yang menarik, ternyata suami Melinda memiliki beberapa KTP dengan nama berbeda.
Atau ada pula oknum yang memanfaatkan KTP ini untuk memalsukan identitas untuk hal-hal yang negatif, misalnya saja untuk menikah lagi. Nah, dengan KTP baru tersebut mereka dengan mudah mengganti identitas untuk menikah kembali. Atau ada pula buronan yang mempergunakan KTP palsu untuk melarikan diri dari kejaran pihak berwajib.  Serta banyak cerita tentang caruk maruk KTP ini.

Tentu saja tidak ada api bila tidak ada asap. Maksud saya tidak mungkin terjadi KTP ganda, apabila tidak ada oknum yang terlibat. Dengan praktek KKN, tentu saja hal itu bisa terjadi. Misalnya saja dengan menyuap, ataupun karena mempunyai hubungan dekat atau nepotisme. . Bahkan hal ini terjadi semacam budaya tersendiri bagi masyarakat. Sehingga rasanya tidak mungkin mewujudkan good governance atau tata pemerintahan yang baik apabila terus menerus terjadi budaya tersebut. Walaupun tidak menutup kemungkinan masih banyak orang pemerintahan yang tetap memegang janji untuk melayani masyarakat secara baik dan jujur.

kampanye anti KKN
Pelaksanaan e government khususnya penerapan e KTP merupakan saat satu cara untuk mewujudkan good governance tersebut. Karena masyarakat yang telah memiliki e KTP tidak memungkinkan memiliki KTP ganda. Sehingga meminimalisir kemungkinan proses KKN kembali. Saya tetap optimis hal itu bisa dilakukan. Asalkan ketiga aktor penting dalam menunjang good goverment, yaitu pemerintah, masyarakat, dan swasta dapat bekerja sama mewujudkannya. Ayo sebagai masyarakat, kita mulai mencegah KKN dari diri sendiri :) Semoga ... Amin..


Kaltim Pasti Bisa ! Pelaksanaan E Government, Salah satu Upaya Mewujudkan Good Governance di Kaltim



Kabar menggembirakan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Pelaksanaan e Goverment atau yang biasa di singkat menjadi e gov, sedang giat-giatnya di laksanakan di Kalimantan Timur. Tentu saja hal ini diharapkan dapat membantu peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih memang tujuan dari e goverment ini untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan dan aksesibilitas pelayanan publik yang lebih baik dari sebelumnya.
e government
Diharapkan e government merupakan salah satu Upaya untuk menuju penerapan good governence di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. E goverment sendiri mengandung pengertian penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan kepada masyarakat. Informasi dan pelayanaan tersebut terkait urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Beberapa pelayanan e government yang telah dilakukan antara lain Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Lelang Pengadaan Barang Secara Elektronik (LPSE),e KTP, SIMDA online, SIMBADA, termasuk pengembangan terkini e-Healty dan lainnya.

Dengan pelaksanaan E government ini diharapkan selain dapat meningkatkan pelayanan seperti yang di sebutkan diatas, juga dapat meminimalisasi dan memfilter hal-hal yang negatif. Antara lain pemanfaatan pelayanan untuk kepentingan politik, praktek KKN, peradilan yang tidak adil, bekerja di luar kewenangan, dan kurangnya integritas dan transparansi.

Optimis Pelaksanaan E Government Menuju Good Governance Kaltim.
Sebagai warga Kaltim, saya pribadi optimis dalam pelaksanaan e goverment di Kaltim. Walaupun memang banyak hal yang harus dilakukan dan di benahi, namun saya tetap berkeyakinan pelaksanaan e government bisa berjalan dengan baik.
Walaupun dalam pelaksanaan e goverment di Kaltim menimbulkan kesan tersendiri bagi masyarakat. Ada masyarakat yang merasa terbantu dengan e goverment karena lebih mudah, efisiensi dan cepat. Tapi tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang tidak terlalu nyaman dengan keberadaan e government, karena dianggap terlalu ribet, terlalu prosuder, dan banyak alasan lainnya.
Sebenarnya hal ini wajar dalam masyarakat, tidak hanya di Kaltim tetapi di seluruh Indonesia. Penerapan sistem pemerintahan yang lebih baik terlebih dengan memanfaatkan teknologi dan informasi komunikasi (TIK) terkini, salah satu contohnya mempergunakan e government. Memang tidak lantas diterima begitu saja oleh masyarakat, swasta dan mungkin oleh pelaku dalam hal ini pemerintah. Penyesuaian dan adaptasi program ini memang membutuhkan waktu, biaya dan tenaga yang tidak sedikit. Sehingga tidak jarang masih banyak yang menyangsikan keberhasilan e government ini.
Padahal e government ini merupakan impelementasi salah satu program prioritas di Kaltim. Terutama terkait dengan program reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Hal ini yang biasa di sebut dengan good governance. Good governance sendiri mengandung tiga terminologi yang masih rancu dengan istilah dan konsep good governance, yaitu: good governance (tata pemerintahan yang baik), good government (pemerintahan yang baik), dan clean governance (pemerintahan yang bersih). Menurut UNDP (United National Development Planning).  Good governance merupakan praktek penerapan kewenangan pengelolaan berbagai urusan. Penyelenggaraan negara secara politik, ekonomi dan administratif di semua tingkatan. Dalam konsep di atas, ada tiga pilar good governance yang penting, yaitu:  a. Kesejahteraan rakyat (economic governance) b.Proses pengambilan keputusan (political governance). c. Tata laksana pelaksanaan kebijakan (administrative governance) .
Sejatinya Indonesia sedang mengarah untuk mewujudkan good governance, sehingga dalam penerapannya di harapkan seluruh daerah dapat bersatu padu dalam bekerjasama mewujudkannya.  Dalam good governance sendiri telah di sebutkan akan ada 3 stake holder yang berperan yaitu pemerintah daerah, sektor swasta dan masyarakat.

3 Stake Holder atau Aktor dalam Good Governance
Interaksi antar ketiga stake holder dalam mewujudkan good governance harus dapat berjalan seiring sejalan.   Salah satu cara seperti yang di jelaskan sebelumnya yaitu melalui pelaksanaan e - government di Indonesia, khususnya di Kaltim.  Walaupun dalam pelaksanaan tersebut belum maksimal, tetapi saya berkeyakinan Kaltim Pasti Bisa mewujudkannya, asalkan Pelaksanaan E Government, Salah satu Upaya Mewujudkan Good Governence di Kaltim

Kaltim dan Penghargaan
Sejak dicanangkan oleh Gubernur Kaltim, Awang Farouk pada tahun 2009, penerapan e goverment, memang mengalami peningkatan. Hal ini terbukti, dengan program-program e goverment yang telah dilaksanakan dan mendapat penghargaan secara nasional. Sebut saja program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang menduduki peringkat ketiga nasional setelah Kemendagri dan Jawa Barat. Begitu pula denga program Lelang Pengadaan Barang Secara Elektronik (LPSE) , Kalimantan Timur sebagai satu daerah yang berhasil menjalaninya.
LPSE Kaltim yang Mendapat Pengakuan Nasional.
Go Kaltim !

Tentu saja keberhasilan ini menjadi tolak ukur bagaimana pelaksanaan e goverment di Kaltim. Namun tidak lantas keberhasilan ini membuat Kaltim berdiam, karena masih banyak pembenahan-pembenahan yang tetap harus dilakukan. Mengingat kemajuan tekhnologi dari waktu kewaktu yang semakin mengalami peningkatan cukup pesat, demikian pula masyarakat Kaltim yang sudah terbuka pola pikir dan menginginkan transparansi serta pelayanan terbaik untuk publik.
Untuk tetap menjaga kinerja e goverment pada setiap instansi memang perlukan terus dilakukan pengawasan, evaluasi dan penilaian setiap saat. Dengan demikian setiap instansi akan terus berlomba-lomba dan menunjukkan prestasi dalam pelaksanaan e goverment dilingkungannya. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, selaku SKPD yang memfasilitasi e goverment di Kaltim harus bertindak lebih aktif untuk memberikan pengarahan, pemahaman, wawasan serta penilaian secara bijak kepada instansi-instansi tersebut. 
Terlebih memang misi dari Diskominfo yang memang selaras untuk sama-sama mewujudkan good governance di Kaltim.  Seperti yang saya kutip di website Diskominfo, mengenai misi dari Diskominfo tersebut antara lain Meningkatkan koordinasi operasional dan adminstratif dengan instansi vertikal dan horisontal sektor komunikasi dan informatika, Meningkatkan pembinaan dan pengawasan sektor komunikasi dan informatika, Mempertahankan dan meningkatkan sarana dan prasarana Komunikasi dan Informatika, Menyiapkan aturan hukum tentang pengelolaan dan pelaksanaan Komunikasi dan Informatika di Kalimantan Timur dan Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. 
Semoga dengan bertambahannya usia Provinsi Kalimantan Timur ke 56 ini, akan menambah semangat pelaksanaan e goverment lebih maksimal dan bersih dari unsur-unsur KKN, sehinga menuju perwujudan good governance di Kaltim .  Hingga akhirnya  menjadikan Kaltim sebagai Zona Intergritas menuju Wilayah Bebas Korupsi.  Amin...



Self Publishing, Solusi Cerdas Untuk Penulis Kreatif


Sebuah sms masuk ke handphone saya malam ini.  Sms dari seorang sahabat, Irni, yang mengabarkan salah satu tulisan saya di muat di koran lokal.

Alhamdulillah, dapat kabar gembira lagi hari ini :)