Petualangan Tania, Penyu Hijau Derawan

2:58 PM 0 Comments A+ a-

Judul : Petualangan Tania
Penulis : Linda Emiyanti
Penerbit : Rainbow Andi
Tebal : 24 Halaman
Tahun : 2014
ISBN : 978-979-29-2134-2

Tania merupakan salah satu penyu hijau yang tinggal di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Tania memiliki banyak teman, antara lain pari mata, ketam kelapa, kuda laut, serta berbagai ikan hias. Mereka senang bermain di terumbu karang Derawan yang terkenal keindahannya.
Ibu Tania merupakan ibu penyu hijau yang baik dan menyayangi Tania. Ibu Tania akan menetaskan telur Tukik, sebutan untuk bayi penyu. Biasanya telur-telur itu disembunyikan di tepi pantai, tempat aman dari ancaman kepiting dan biawak.
Tentu saja Tania senang sekali karena memiliki adik bayi tukik. Ia pun segera naik ke tepi pantai dan menemukan salah satu adiknya yang barusan menetas. Tania mencoba membawa adiknya pulang ke laut untuk bertemu ibu.
Namun perjalanan Tania bersama sang adik menuju laut tidaklah mudah. Ia harus melalui petulangan yang cukup mendebarkan dan menegangkan. Tania harus menghalau kepiting yang akan mengganggu adiknya. Selain itu ia harus mengajari adiknya berenang agar bisa sampai ke rumah mereka di laut. Hingga akhirnya mereka bisa berkumpul bersama dengan sang ibu.
Penyu hijau dewasa berkembang biak dengan cara bertelur, dan termasuk pengelana samudera yang tangguh. Penyu ini sangat gesit berenang karena memiliki sepasang tungkai depan yang mirip kaki pendayung. Kepulauan Derawan Kaltim, merupakan salah satu tempat tinggal yang nyaman bagi penyu hijau ini.
Kisah Petulangan Tania memang sarat moral dan hikmah bagi pembaca. Dalam buku ini penulis mencoba menggambarkan bagaimana hubungan adik dan kakak yang harus saling menjaga dan menyayangi. Penulis pun mencoba mengenalkan penyu hijau sebagai salah satu satwa kebanggaan Kaltim yang wajib di lindungi, karena sudah mulai langka dan terancam punah keberadaannya.
Data Peresensi :
Tri Wahyuni Zuhri
(Penulis & Blogger)
Aktif di IIDN, Perempuan Penulis Kaltim (PPK), Studio Kata
Notes : Resensi ini di muat di Tribun Kaltim, 15 Februari 2015.