ANUGERAH SENI DAN SASTRA KALTIM :

7:04 AM 0 Comments A+ a-



Apresiasi Positif Terhadap Sastra Kaltim
Oleh : Tri Wahyuni  Rahmat
(penulis Koordinator komunitas IIDN Bontang,
tergabung di STUDIO KATA)

Ada berita yang menarik saat saya membaca  harian Tribun Kaltim beberapa hari yang lalu.  Yaitu berita mengenai Pemerintah provinsi  Kalimantan Timur  memberikan Penghargaan Anugerah Seni dan Sastra  kepada tokoh sastrawan Kaltim yang namanya sudah di kenal nasional yaitu Korrie Layun Rampan.
Penghargaan tersebut di berikan kepada Korrie Layun Rampan sebagai bentuk penghargaan terhadap beliau sebagai tokoh seni dan budaya,  karena eksitensinya memajukan dan mengembangkan sastra Kaltim.  Beliau adalah salah satu putra daerah yang berjasa  dalam memajukan sastra Kalimantan Timur.
Berbicara mengenai sastra Kalimantan Timur, kita seperti dihadapkan dalam sebuah sejarah panjang dan menarik. Beberapa sastrawan senior Kaltim terdahulu berupaya dengan gigih memperjuangkan karya sastra Kaltim agar bisa di kenal di masyarakat.  Seiring perjalanan waktu, geliat sastra di Kaltim mulai menunjukkan arah positif. Salah satunya di awal tahun 2000,  Korrie Layun Rampan beserta teman-teman sastrawan Kaltim berupaya untuk menunjukkan karya di dunia sastra. Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan berbagai kegiatan sastra, yaitu diskusi, seminar, peluncuran buku dan penerbitan buku.  Dan menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung di Samarinda, tetapi juga di beberapa daerah di Kaltim, misalnya di Balikpapan dan Bontang.
Sehingga muncul  beberapa buku berisi  karya dari sastrawan muda Kaltim yang di editori oleh Korrie Layun Rampan. Buku-buku tersebut antara lain Bingkisan Petir, Samarinda Kota Tercinta, Balikpapan Kota Tercinta, Kalimantan Timur dalam Sastra Indonesia, Kalimantan dalam Prosa Indonesia dan Kalimantan dalam Puisi Indonesia,  Kalimantan Timur dalam Cerpen Indonesia.  Dari buku-buku itu pula bisa ditemukan nama-nama sastrawan muda Kaltim dengan karya  mereka, antara lain Herman Salam, Atik Sulistyowati, Amien Wangsitalaja, Shantined, Atik Sri Rahayu, Sari Azis, Sunaryo Broto, Unis Sagena, Arief Er Rahman, Maya Wulan, Fitriani Um Salva, dll.
Salah satu kegiatan sastra  di adakan adalah Dialog Sastra Borneo XI tahun 2011 di Samarinda. Pertemuan yang diadakan dua tahun sekali menghadirkan 3 negara serumpun dalam satu pulau Borneo yaitu Indonesia (Kaltim, Kalteng, Kalbar, Kalsel), Malaysia Timur, dan Brunei Darussalam.  Perkembangan positif sastra Kaltim tentunya disambut antusias tidak hanya oleh  masyarakat Kaltim, tetapi oleh masyarakat Indonesia.
Perkembangan sastra di Kaltim pun tidak lepas dari pertumbuhan komunitas sastra di beberapa daerah. Antara lain Jaring Penulis Kaltim (JPK), Studio Kata.  Demikian pula peran serta media cetak sangat menunjang dalam perkembangan sastra di Kaltim. Salah satunya media Tribun Kaltim yang turut  membantu mempublikasikan perkembangan sastra Kaltim.
Penghargaan Seni dan sastra Kaltim yang diberikan pemerintah Provinsi Kaltim bisa disebut sebagai wujud apresiasi positif pemerintah kepada perkembangan sastra Kaltim saat ini. Dengan begitu akan memacu gairah para sastrawan untuk terus berkarya dan menunjukkan karya terbaik dalam sastra Kaltim.  Perkembangan  sastra Kaltim menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kaltim.  Semakin berkembangnya sastra di Kaltim berarti  bertambah pula  masyarakat yang peduli dengan dunia sastra. 
Hal itu terkait pula dengan kebiasaan masyarakat Kaltim untuk menulis dan membaca buku, baik karya sastra ataupun lainnya. Tentu saja hal ini menjadi sesuatu yang positif. Karena apabila suatu bangsa  peduli dengan menulis dan membaca, maka bisa dipastikan bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang besar.  Menulis dan membaca buku adalah satu cara untuk menambah serta menebarkan ilmu pengetahuan. Bahkan segala hal positif bisa di dapatkan dari menulis dan membaca buku.
Selamat kepada Korrie Layun Rampan atas penghargaan Anugerah Seni dan Sastra Kaltim. Semoga hal ini bisa memotivasi bermunculnya para sastrawan muda Kaltim dengan karya-karya terbaik mereka.  Teruslah  berjaya  sastra Kaltim….

*) Di muat di harian Tribun Kaltim, Selasa 24 Januari 2012