Cinta di Jembatan Kutai Kartanegara

1:53 PM 0 Comments A+ a-


Judul : Elegi Cinta (Di Balik Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara)
Penulis : Maria Ulfah
Penerbit : Aria Mandiri Group
Tebal :  155 Halaman
Tahun : 2016

Buku Novel Elegi Cinta merupakan novel cinta yang di tulis oleh Maria Ulfah, novelis Kalimantan Timur yang saat tinggal di Sendawar Kutai Barat. Novel ini di tulis berdasarkan kisah nyata saat runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara pada tanggal 27 November 2011 lalu.

Membaca buku novel ini,  pembaca  tidak hanya di sajikan kisah perjalanan kehidupan cinta  Putri, sang tokoh utama.  Tetapi juga banyak berbagai pengetahuan dan informasi terkait mengenai Kutai Kartanegara yang di ramu dengan bahasa yang mudah di pahami.  Sebut saja saja mengenai Pesta adat Erau ataupun sejarah dari jembatan Kutai Kartanegara ini.  Tentu saja di padu dengan kisah perjalanan hidup dan cinta yang di alami Putri.

Putri sendiri di gambarkan sebagai seorang gadis asal  Tenggaromg Kutai Kartanegara yang melabuhkan cinta pertamanya pada Rafael. Mereka pertama kali bertemu tanpa sengaja di Pulau Kumala, salah satu destinasi wisata kebanggaan Tenggarong.

Pertemuan itu berlanjut dengan tumbuhnya benih-benih cinta di antara Putri dan Rafael. Bahkan mereka kerap menghabiskan waktu bersama, salah satunya ketika menyaksikan pesta adat Erau di Tenggarong. Mereka pun sepakat untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius ke jenjang pernikahan.

Namun sayang, menjelang tiga hari pernikahan mereka,  Rafael meninggal dunia akibat kecelakaan di atas Jembatan Kutai Kartanegara.  Kepergian Rafael yang tiba-tiba seakan meruntuhkan harapan hidup Putri.

Putri akhirnya memutuskan untuk bunuh diri dengan menerjunkan diri sungai Mahakam dari atas Jembatan Kutai Kartanegara. Beruntung saat itu ada Rizal yang menyelamatkan Putri, sehingga nyawa Putri bisa di selamatkan.

Seiring perjalanan waktu, Putri pun mulai menyukai Rizal yang memiliki wajah mirip seperti Rafael. Apalagi ternyata Rizal seorang penulis novel dengan karya yang best seller. Bahkan Putri pun memutuskan untuk berhijab dan lebih mendalami kehidupan beragama. Mereka berdua akhirnya memutuskan menikah dan menjalani kehidupan berumah tangga.

Namun kebahagiaan tidak berlangsung lama di kehidupan Putri. Putri dan Rizal harus menjadi korban dalam runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara pada tanggal 27 November 2011. Saat kejadian itu, Putri berhasil di selamatkan walaupun harus kehilangan suaranya atau bisu. Sedangkan Rizal tidak di ketahui di mana keberadaannya.

Putri pun harus kembali menata hati dan mencoba bangkit dari keterpurukan. Dulu, Kecelakaan  yang di alami Rafael di Jembatan Kutai Kartanegara sudah memisahkan dia dan  dengan Rafael. Kemudian runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara memisahkannya dengan Rizal.

Putri akhirnya menekuni dunia penulisan  yang juga di lakukan Rizal dulu. Walaupun sekarang ia bisu, tetapi Putri yakin tetap bisa mengerahkan segala kemauan dan pikiran untuk menulis. Putri  melakukan berbagai riset serta penelitian untuk menyelesaian tulisannya terkait juga dengan Jembatan Kutai Kartanegara.

Hingga akhirnya Allah masih memberi kesempatan kembali kepada Putri untuk bertemu dengan Rizal. Walaupun sekarang kondisi fisik Rizal yang tidak sempurna karena sempat berkelahi dengan buaya. Namun hal itu tidak mengurangi kebahagiaan mereka berdua. Apalagi Putri telah berhasil menyelesaikan tulisannya dan di persembahkan untuk suaminya.

Membaca novel elegi Cinta ini, membawa banyak hikmah bagi para pembaca. Selain itu, penulis juga sangat baik mengambil moment latar belakang runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara sebagai inti dari novel ini.  Membuat para pembaca seakan-akan bisa membayangkan sekaligus menghayati kejadian tersebut secara langsung. Sehingga membuat pembaca bisa lebih mengintropeksi diri dan lebih menjaga alam dengan lebih baik.