Ketika Ibu Memilih Bekerja atau Tidak

1:12 PM 6 Comments A+ a-


sumber : koleksi pribadi Indari Mastuti

Judul : Full Time Mom VS Working Mom
Penulis : Indari Mastuti dan Dian Akbas
Penerbit : Penebar Plus
Halaman : 140
Tahun : 2016

Pembahasan mengenai Full Time Mom berbanding dengan Working Mom, tidak pernah habis-habisnya. Tidak mudah memilih menjadi seorang full time mom maupun working mom. Bahkan ada pula yang membandingkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing peran.  Full time mother sendiri berarti ibu rumah tangga, sedangkan working mom merupakan wanita karier.

Padahal sejatinya full time mom dan working mom sama-sama memiliki konswensi pilihan bagi seorang ibu.  Tema inilah yang coba diangkat oleh kedua penulis yaitu Indari Mastuti dan Dian Akbas.  Buku yang di terbitkan Penebar Plus ini terdiri dari 11 bab, dimana masing-masing bab mengulas dari sudut masing-masing peran, baik dari Full Time Mom maupun dari Working Mom.

Bab pertama mengenai Bijak pada Kondisi, menjelaskan bagaimana seorang wanita memulai kehidupan berumah tangga bersama suaminya.  Sebelum menikah, bisa jadi wanita tersebut adalah seorang wanita karier.  Ketika menjalani pernikahan, bukan hanya mengenai perubahan status, tetapi juga berbicara mengenai pilihan yang akan di ambil. 

Apakah wanita itu akan terus melanjutkan kariernya, ataukah memilih sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga.  Kedua pilihan itu memiliki konsekwensi masing-masing dan ada baiknya di diskusikan bersama sang suami.  Sehingga keputusan yang nantinya di ambil, dapat di terima dengan baik oleh suami istri tersebut.

Bab kedua selanjutnya lebih berbicara mengenai Bijak pada Pilihan.  Ketika seorang wanita sudah memilih antara Full time Mom atau Working Mom, berarti ia harus siap dengan konsekwensi pilihannya.  Mungkin pada awalnya butuh penyesuaian diri dan harus banyak belajar, namun seiring waktu semua akan berjalan dengan baik.

Dalam buku ini juga di jelaskan bagaimana keadaan yang di hadapi seorang full time mom.  Baik baAda banyak hal yang bisa di lakukan seorang full time mom, tidak hanya melulu mengenai mengurus rumah dan anak saja.  Seorang full time mom bisa juga melakukan hal-hal produktif dari rumah yang bisa menghasilkan.  

Demikian pula  dengan keadaan yang di hadapi working mom.  Menjadi seorang working mom juga memiliki berbagai tantangan. Salah satunya menjalani peran ganda sebagai seorang ibu sekaligus wanita karier.  Ia harus bisa pintar-pintar membagi waktu dan bisa memberikan prioritas pada kegiatan yang di jalaninya.

Baik Full time mom maupun working mom merupakan dua peran yang tidak bisa di banding-bandingkan. Kedua peran tersebut merupakan peran yang hebat bagi seorang wanita. Sudah seharusnya kita bisa menghargai pilihan peranan yang di ambil oleh seorang ibu . Bukan lantas menimbulkan berbagai pro kontra dan bahkan bisa menimbulkan perpecahan dan ketidaknyaman. 

Bagi full time mom dan working mom sebaiknya tidak perlu menghiraukan perkataan orang yang negatif dan bisa membuat gundah.  Lebih baik fokus menjalani peran yang di pilih demi kebahagiaan diri sendiri maupun keluarga.

Kedua penulis dalam buku ini,  menuliskan pentingnya bagi seorang ibu memiliki waktu khusus sendiri atau Me Time.  Ada banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya istirahat, bersantai dengan melakukan hobbi, dan lain-lain.

Selain itu, buku ini juga mengupas bagaimana cara memanfaatkan quality time bersama keluarga, cara mengelola uang, bagaimana menciptakan kondisi menyenangkan di rumah, bagaimana mengurus anak, bahkan bagaimana menjalin hubungan dan komunikasi dengan suami.

Buku ini semakin menarik karena selain di sajikan dengan bahasa yang ringan dan mudah di mengerti, serta terdapat foto-foto dan ilustrasi gambar, sehingga pembaca akan tertarik dan tidak bosan membacanya.  Saya rekomendasikan buku Full Time Mom Vs Working Mom untuk di baca siapa saja, khususnya para ibu.   Sehingga bisa lebih mengerti dan memahami mengenai Full Time Mom vs Working Mom.


* Resensi ini di muat di Tribun Kaltim, 19 Maret 2016

6 komentar

Write komentar
2:01 AM delete

kebetulan sekali saya ibu menyususi yang masih bekerja jadi bisa membaca buku ini untuk referensi

Reply
avatar
Jamal
AUTHOR
1:42 AM delete

Izin nyimak artikelnya gan? Salam kenal, salam kenal semoga sukses AMIIIN!!!

Reply
avatar
Keke Naima
AUTHOR
7:28 AM delete

setuju, semua pasti punya alasan masing-masing. Kalau semua menyadari ini, seharusnya tida ada lagi yang namanya Mom's war :)

Reply
avatar
12:54 AM delete

Iya mba. Buku ini bisa jadi referensi cantik untuk ibu pekerja . Banyak juga tips tips nya

Reply
avatar
12:55 AM delete

Salam kenal juga. Sukses selalu

Reply
avatar
12:55 AM delete

Benar maak. Mom's war itu membuat perpecahan yang tidak berkesudahan.

Reply
avatar