Perempuan Kaltim Produktif Menghasilkan Karya Buku

8:23 AM 0 Comments A+ a-


Berapa waktu yang lalu, tepatnya Minggu 25 Mei 2014, Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Kaltim menyelenggarakan acara Milad. IIDN ke - 4. Pada acara hari itu, dirangkai dengan diskusi penulisan yang menghadirkan sastrawan nasional, Amien Wangsitalaja, serta launching buku karya anggota IIDN dan PPK. Acara Milad  ini semakin berkesan karena IIDN Kaltim berkolaborasi dengan komunitas Perempuan Penulis Kaltim (PPK) mengadakan beberapa rangkaian acara. PPK sendiri merupakan salah satu  komunitas penulisan di Kaltim yang anggotanya perempuan dan memiliki hobi sama yaitu menulis.

Kehadiran IIDN dan PPK, tentu saja memberikan warna tersendiri dalam penulisan di Kaltim, apalagi anggota komunitasnya notabene perempuan. Perempuan Kaltim ternyata bisa aktif, kreatif dan produktif dalam menghasilkan karya-karya yang positif. Anggota dari komunitas ini pun beragam, ada ibu rumah tangga, pekerja, mahasiswa maupun pelajar.

Acara dibuka oleh Tri Wahyuni Zuhri, yang merupakan koordinator IIDN Kaltim.  Tri berharap kegiatan penulisan di Kaltim akan semakin berkembang. Apalagi kegiatan ini sangat membawa manfaat positif bagi kaum perempuan.  Selain dapat mengembangkan kreatifitas, kegiatan menulis bisa di lakukan dimana saja, baik di luar maupun di dalam rumah. Tentu saja tanpa perlu kuatir meninggalkan kewajiban sehari-hari sebagai perempuan ataupun ibu rumah tangga. Acara di lanjutkan dengan sambutan Haziah Ans, selaku koordinator PPK yang menyambut dengan baik acara hari tersebut. Haziah juga menyambut positif perempuan di Kaltim yang antusias menulis dan telah menghasilkan karya buku. Karya-karya mereka pun dapat di nikmati dalam bentuk buku maupun tulisan yang tersebar dalam berbagai media.

Diskusi penulisan menjadi acara yang paling ditunggu hari itu. Selain menghadirkan pembicara  nasional, Amien Wangsilaja, tema yang diangkat pun sangat menarik. Amien Wangsitalaja, sastrawan yang sudah menghasilkan banyak karya dan kerap menjadi pembicara tingkat nasional serta daerah. Amien menjelaskan mengenai kreatifitas dalam  penulisan serta perkembangan sastra di Indonesia.

Amien menggambarkan kreativitas itu berarti berpikir secara kritis dan 'menyimpang'.  Sebagai penulis kita harus bisa mencari materi ataupun ide yang akan diangkat.  Sumber ide itu bisa di dapatkan dari berbagai hal, antara lain pengalaman atau pertualangan, intensitas perenungan, ataupun kepekaan hati. Amien mencontohkan, sebenarnya banyak hal dalam kehidupan sehari-hari  yang bisa diangkat menjadi sumber ide. Karena itu dibutuhkan kepekaan untuk bisa melihat berbagai hal untuk diangkat menjadi sumber ide.  Selain itu, terkadang riset dalam membuat tulisan sangat dibutuhkan sehingga karya yang dihasilkan lebih berisi dan detiil. Peserta diskusi yang hadir tampak antusias mendengar penjelasan pembicara. Diskusi pun dilanjutkan dengan sessi tanya jawab peserta kepada pembicara.

Acara pun semakin lengkap dengan memperkenalkan sekaligus launcing  buku-buku IIDN dan PPK yang telah terbit. Ada tiga buku IIDN yang di perkenalkan pada acara tersebut. Buku Pertama, Buku Storycake of Syukur karya Ayesha El Himah , dimana salah satu kontributor buku tersebut adalah Dwi Rahmawati, yang merupakan anggota IIDN Kaltim. Sedangkan buku kedua yaitu, Puzzle Cinta (Ketika Jodoh Menghampiri) karya penulis Ida Fauziah, dan buku ketiga yaitu Womenpreneur Checklist karya penulis Dian Akbas.

Selain itu, PPK turut launcing dan  memperkenalkan buku-buku karya anggota PPK.  Antara lain buku fabel binatang khas Kaltim, Si Kembar Hera dan Hermus karya Dwi Rahmawati. Ada pula karya Haziah Ans, yaitu  Buku  Aku dan Mainanku (6 Seri), Buku  Cintai Alam (3 seri),  Orima (Origama Cerita Berima) dan Sains yang Menyenangkan (12 seri)  dan 101 ide berlibur kreatif ala balita. Acara semakin meriah di tambah dengan pembagian doorprice serta ramah tamah bersama.