Belajar dari Nick Vujicic : Mengubah Kekurangan Menjadi Motivasi Hidup Lebih Bermakna

7:46 PM 0 Comments A+ a-

    
Oleh : Tri Wahyuni Zuhri, SP
(Penulis, Trainner, IIDN Kaltim)

Pernahkah anda merasa menjadi orang yang tidak beruntung? Atau pernahkah merasa hidup tidak berarti dan dunia tidak adil kepada Anda? Serta merasa segala sesuatu yang tidak mengenakan yang akhirnya membuat sedih, kecewa, bahkan stress?  Sebelum terus menerus larut dalam kesedihan dan memedam perasaan negatif, mungkin ada baiknya kita mengulas kisah hidup Nick Vujicic, salah satu motivator dunia yang menginspirasi jutaan orang. Apalagi belakangan nama Nick Vujicic semakin ramai di perbincangkan sejak diundang oleh salah stasiun televisi swasta di Indonesia beberapa waktu lalu.


Apakah keistimewaan Nick Vujicic sehingga mampu menginspirasi banyak orang? Jawabannya karena Nick Vujicic memang luar biasa, ia bisa merubah pandangan orang yang kerap memandang sebelah mata terhadap kekurangan fisiknya, menjadi rasa kagum dan salut atas perjuangannya. Nick berhasil mengubah kekurangan fisik tersebut dengan menampilkan kepribadian luar biasa yang berhasil memberikan spirit dan motivasi kepada jutaan orang untuk meraih impian.
Nick dilahirkan dengan kondisi Tetra-ameliaa langka, yaitu tanpa kaki, hilang kedua lengan di tingkat bahu, dan dua kaki yang tidak sempurna. Nick menjalani awal-awal hidupnya dengan penuh kesulitan dan tekanan. Bahkan ia bercerita pernah depresi berat karena kondisi yang ia alami termasuk bagaimana pandangan dan perlakuan orang lain padanya.
Beruntung ia memiliki orang tua yang berjiwa besar. Karena perjuangan orang tua, ia pun menjadi murid cacat pertama yang berhasil masuk di sekolah utama di tempat tinggalnya. Nick Vujicic pun berhasil melanjutkan sekolahnya sampai jenjang lebih tinggi. Sejak kuliah ia aktif dalam berbagai kegiatan baik dalam kegiatan di kampus maupun di kegiatan amal. Bahkan Nick berhasil lulus universitas dengan dua jurusan Akutansi dan keuangan Perencanaan di usia 21 tahun. Nick pun berhasil dinobatkan sebagai pembicara dan motivator dunia yang menginspirasi jutaan orang. Disamping itu ia pun menjadi  Direktur organisasi  non profit yang bernama Life Without Limbs.
Pada salah satu video yang saya pernah tonton mengenai Nick, di ceritakan bagaimana Nick menjalani hidupnya sehari-hari. Dengan kondisi fisik terbatas, dia berusaha melakukan semua aktifitas sendirian. Dari aktifitas setelah bangun tidur, gosok gigi, menyisir rambut. Kemudian aktifitas menulis dengan menggunakan jari-jari kaki, mengetik komputer berenang, bahkan menggunakaan peluncur khusus untuk Nick melewati hari-harinya.
Apakah itu bisa dilakukannya dengan begitu saja? Tentu saja tidak. Tapi Nick melakukannya dengan tidak mudah. Namun ia berusaha menyakinkan dirinya, bahwa dengan keterbatasan fisik itu tidak lantas membuatnya semakin terpuruk. Walaupun ada kalanya ia merasa down dan sedih, namun ia tetap bangkit dan bersemangat maju kembali. Ia menyakini akan ada selalu harapan dan mimpi yang bisa diraih bila seseorang mau terus berusaha.
Ketika seorang Nick Vujicic yang nyata-nyata memiliki kekurangan fisik, dapat membuktikan diri dapat meraih mimpinya bahkan bisa memotivasi jutaan orang. Bagaimana dengan kita? Apakah kita yang mempunyai kelebihan secara fisik lebih dari Nick, malah tenggelam dengan berbagai persoalan yang kita ciptakan sendiri? Nick membuktikan bahwa masalah dalam hidup kita tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Saat kita bisa lebih bersyukur dan menyadari hidup ini merupakan anugrah Tuhan, maka akan terbuka jalan untuk menjalaninya. Tentu saja semua tetap butuh semangat dan kerja keras untuk meraih impian kita.