Showing posts with label Kegiatan seminar dan pelatihan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan seminar dan pelatihan. Show all posts

Launching Buku Profil Anak Muda Kaltim, Rebut Peluang Jangan Jadi Penonton !

mbak Inni Berfoto bersama mbak Ellie Hasan dan Syehma

Salah satu hal yang paling saya senangi adalah menghadiri acara-acara yang terkait dunia penulisan.  Nah, kebetulan  hari Sabtu, 14 Desember 2013, saya bersama teman-teman penulis, Sari Azis, Amien Wangsitalaja, Fitriani,  berkesempatan menghadiri undangan launching buku dari seorang sahabat, Inni Indarpuri.  Acara tersebut berlangsung di Hotel MJ Samarinda .
Buku yang dilauncing merupakan buku yang berisi 12 profil generasi Muda Kalimantan Timur yang sukses dalam bidangnya masing-masing. Buku tersebut berjudul : Anak Muda Kaltim, Rebut Peluang Jangan Jadi Penonton ! Buku yang merupakan prakarsa dari Biro Sosial Sekretariat Provinsi Kaltim dan ditulis oleh Inni Indarpuri, Eko S, berserta tim.

reuni mendadak dengan Rony Cahyadi dan Ellie Hasan

tentu saja hal itu tidak saya lewatkan, mengingat banyak sekali yang saya dapatkan di sana. Bukan hanya sekedar duduk dan menikmati acara saja lho.  Ternyata di sana saya bertemu dengan para pemuda yang profilnya masuk dalam buku tersebut.  Menariknya lagi ada 2 orang dari 12 orang yang profilnya di muat di buku tersebut merupakan teman saya di SMA Negeri 1 Samarinda dulu.  Yaitu Rony Cahyadi yang sekarang sukses menjadi pengusaha jual beli mobil dan properti , dulu Rony teman seangkatan saya waktu SMA.  Serta mbak Ellie Hasan, aktifis Laras yang menangani masalah HIV AIDS dan Narkoba. Mba Ellie ini kakak kelas saya waktu SMA.  wah tentu saja, saya langsung mengadakan reuni kecil dengan mereka hehehe..
para narasumber diskusi panel 

Tentu saja yang paling menarik dari acara tersebut, adanya diskusi panel yang menghadirkan narasumber yaitu bapak Assisten III Provinsi Kalimantan Timur dan seorang pengusaha sukses Kaltim yang membagi cerita dan pengalamanan mereka kepada peserta.  cerita lebih lanjut tentang acara ini sudah saya tuliskan dan di muat di harian Tribun Kaltim, 19 Desember 2013, yang insya allah nanti saya posting disini :)

bersama rekan-rekan penulis , Sari Azis, Raudatul Jannah, Dwi Rahmawati

Tidak lupa di setiap kesempatan terkait dunia penulisan saya pasti akan bertemu dengan teman-teman yang memiliki hobby sama yaitu menulis hehehe..  Seperti biasanya, saya bertemu dengan soulmate saya, mbak Inni Indarpuri yang memang punya gawe acara hari itu.  Terus mbak Sari Azis yang tampak cantik dengan baju pink nya. Mas Amien Wangsitalaja yang selalu tampak mesra dengan sang istri mbak Fitriani.   Serta teman-teman dari Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) dan Perempuan Penulis Kaltim (PPK), yaitu mbak Dwi Rahmawati, Mbak Raudahiyatul Jannah, dan Hesty Deasy.  hehehehe.. lengkaplah acara sudah dengan di tambah acara coffe break, makan siang, buku gratis, kaos keren anti narkoba nan keren, serta berfoto-foto ria ala artis hihihi... Sssttt.. di akhir acara, saya sempat lho berdiskusi dengan nara sumber.  nah, cerita hasil diskusinya nanti akan saya tulis tersendiri ya.... :)

diakhir acara diberi kesempatan diskusi dengan nara sumber heheheh :)




Bedah Buku Belajar dari Universitas Kehidupan

Sumber : Tribun Kaltim




Cerita dari Bedah Buku Belajar dari Universitas Kehidupan *)
Oleh : Tri Wahyuni Zuhri, SP
(Koodinator IIDN KALTIM, STUDIO KATA)

Sumber belajar tidak harus di sekolah
Sumber belajar itu ada di kehidupan
Kehidupan adalah sumber belajar yang tak pernah kering

Begitulah sedikit dari paparan Syafruddin Pernyata saat Bedah Buku Belajar Dari Universitas Kehidupan. Bedah Buku yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Januari 2012 bertempat di gedung Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur, merupakan acara yang di gagas oleh Komunitas Buku Etam bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim. Dalam acara tersebut hadir lebih 100 peserta yang berasal dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, dan akademika.
Belajar dari Universitas Kehidupan merupakan buku karya Syafruddin Pernyata yang berisi 30 kisah inspiratif yang diangkat dari kisah nyata yang biasa kita temui keseharian. Namun di tangan dingin seorang Syafruddin, kisah tersebut diramu menjadi kisah hebat yang mengandung banyak pelajaran yang bisa di petik. Maka tidak salah bila Syafruddin mengatakan sumber belajar tidak hanya di dapatkan dari sekolah, tetapi bisa dari kehidupan sehari-hari. Syafruddin mengibaratkan kehidupan sebagai sebuah universitas, alamater, perguruan tinggi bagi mereka yang menyadarinya.
Sebut saja kisah seorang ibu yang rela bekerja keras demi merawat keempat anaknya. Suaminya telah meninggal dunia, dan sang ibu harus bertahan untuk menghidupi anak-anaknya. Ia memilih pekerjaan yang halal walaupun harus mengurusi seorang nenek renta yang sering membuang (maaf) kotoran sembarang dan pikun.  Semua ia lakukan untuk memberikan nafkah halal untuk anak-anaknya.  Atau ada pula kisah seorang ibu yang  memilih membesarkan anaknya  sendiri karena  sering mengalami kekerasan fisik dari suaminya.  Berkat kerja keras tanpa menyerah, akhirnya ibu tersebut berhasil mengantarkan anaknya hingga wisuda dan meraih predikat cum laude.  Bahkan pada saat wisuda dan ketika namanya di panggil, sang anak langsung bersujud mencium sang ibu karena begitu terharu  atas penghorbanan sang ibu.
Cerita lain di buku tersebut mengisahkan seorang anak yang bernama Riska yang masih duduk di bangku SMP. Bagaimana Riska tanggap dengan berbagai pertanyaan yang sedang ngetrend saat ini. Sebut saja nama artis, nama penyanyi, atau nama band yang sedang laris manis. Hal ini karena pengaruh semakin majunya informasi teknologi melalui dunia elektronik dan dunia maya. Televisi, Facebook, twitter bahkan BB bukan barang baru untuk remaja sekarang. Sehingga mereka cepat menyerap informasi terbaru. Namun sayang, ketika ditanya siapa penulis Cracking Zone? Riska kesulitan menjawabnya. Terlebih pertanyaan-pertanyaan berbobot lainnya. Syafruddin seakan menyentil kita, dengan memperlihatkan bagaimana budaya membaca telah bergeser di masyarakat kita. Padahal membaca adalah jalan untuk mengasah hati nurani.  Serta banyak kisah-kisah lain di buku ini yang tidak hanya bisa membuat kita tersenyum, tetapi pula terharu bahkan menangis membacanya.
Dalam acara yang di pandu oleh Tri Wahyuni Zuhri, penulis sekaligus koordinator IIDN Kaltim. selaku moderator tersebut. Acara semakin menarik dengan menhadirkan pembedah yaitu Abdul Hakim. Hakim selain berprofesi sebagai guru dan penulis, Ia pun kerap meraih award atau penghargaan sebagai guru berprestasi di tingkat daerah dan nasional.  Banyak hal yang disampaikan Hakim saat membedah buku tersebut. Ia pun menyebutkan buku Belajar dari Universitas Kehidupan merupakan salah satu buku referensi yang baik untuk di baca. Selain menceritakan kisah kesehariaan dalam kehidupan sehari-hari, dengan bahasa dan tutur yang mudah di pahami. Hakim pun mengungkapkan buku tersebut bisa menjadi sumber belajar kehidupan bagi pembacanya.
Disela-sela tanya jawab, ada beberapa pertanyaan peserta yang cukup menarik, salah satunya mengenai bagaimana cara. Syafruddin membagi waktu dalam menulis dan pekerjaan. Seperti yang diketahui, Syafruddin Pernyata selain sebagai penulis, beliau juga berprofesi sebagai Kepala Diklat Provinsi Kaltim yang memiliki banyak aktfitas dan kegiatan. Namun ditengah kesibukan beliau tetap mampu menghasilkan karya tulisan yang menginspirasi. Kuncinya adalah tetap menulis walau di tengah kesibukan. Tentu saja jawaban ini menambah semangat peserta yang hadir untuk mengikuti jejak beliau untuk berkarya. Semoga kegiatan bedah buku dan penulisan seperti ini akan terus di laksanakan di Kaltim, sehingga dapat terus merangsang semangat membaca dan menulis menuju Kaltim Cerdas. Amin

Kolaborasi 3 Penulis Perempuan Kaltim




Bedah Buku & Talkshow Hari Ibu :
Kolaborasi 3 Penulis Perempuan Kaltim
*) Oleh : Tri Wahyuni Zuhri
(Trainner Penulisan, Koordinator IIDN Bontang,
Koordintor MACIBAKU Bontang, Studio Kata)

Ibu, merupakan sebutan mulia bagi seorang perempuan yang melahirkan dan membesarkan kita. Selama 9 bulan lebih, Ibu mengandung kita dalam rahimnya. Semua dilakukannya dengan penuh pengorbanan dan perjuangan hingga akhirnya melahirkan kita ke dunia ini. Tidak salah rasanya tanggal 22 Desember di abadikan sebagai hari Ibu. Hari Ibu dianggap sebagai penghargaan untuk kasih sayang dan jasa-jasa seorang ibu.
Tepat tanggal 22 Desember 2012,  bertempat di Gedung Perpustakaan Provinsi Kaltim, akan diadakan Talkshow dan Bedah Buku dengan Tema "Karya Para Ibu Untuk Kaum Ibu". Acara yang di gagas oleh Komunitas Buku Etam bekerja sama dengan Badan Perpustakaan Kalimantan Timur, memang di dedikasikan  untuk memperingati hari ibu. Diharapkan melalui acara tersebut dapat meningkatkan minat baca di kalangan kaum ibu dan membangun budaya gemar membaca bagi keluarga melalui ibu.
Hal lain yang menarik dari acara ini yaitu menghadirkan kolaborasi tiga penulis perempuan asal Kalimantan Timur yang karyanya sudah dipublikasikan secara nasional. Ketiga penulis itu adalah Inni Indarpuri dan Tri Wahyuni Zuhri sebagai pembicara, serta Sari Azis selaku moderator acara. Ketiga penulis perempuan ini memang sering bekerjasama untuk turut mendukung kampanye budaya menulis dan membaca di masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur.

Pembicara  Tri wahyuni zuhri, inni Indarpuri
dan moderator Sari Azis

Sari Azis sendiri merupakan penulis Kaltim yang produktif menghasilkan karya. Novel perdananya Ssst. I'm playgirl pernah di terbitkan Gagas Media. Begitu pula dengan karya cerpen-cerpennya yang diterbitkan di majalah nasional maupun  berupa buku. Bahkan belakangan ini, Sari menjadi editor dari beberapa buku, dan menjadi contributor tetap di sebuah majalah nasional.

Catatan dari Talkshow Sastra dan Launching Buku Simfoni Bilqis




Catatan  dari Talkshow Sastra dan Launching Buku Simfoni Bilqis

Oleh : Tri Wahyuni Zuhri, SP
( Koordinator IIDN Bontang,
Koordintor MACIBAKU Bontang, Studio Kata)

Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 29 November 2012, saya berkesempatan menghadiri acara Talkshow sastra serta launching buku Simfoni Balqis. Acara tersebut digagas oleh Buku Etam, yaitu Komunitas Pencinta Buku dan Perpustakaan bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur serta PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Yaman.
Acara yang berlangsung di gedung Provinsi Perpustakaan Kaltim, menjadi sangat menarik karena menghadirkan tiga pembicara yang berkompeten dalam bidangnya. Pembicara pertama,  Korrie Layun Rampan, sastrawan asal Kaltim yang namanya sudah dikenal secara nasional. Pembicara kedua yaitu Erni Suparti Morgan, penulis yang juga berprofesi sebagai Dosen Fakultas Ilmu Bahasa,  serta Dhenok Pratiwi, jurnalis dan cerpenis Kaltim.  Sedangkan acara dipandu oleh moderator yaitu Amien Wangsitalaja, yang juga menjabat sebagai ketua Buku Etam.

para pembicara, moderator dan penulis buku simpony bilqis


Talkshow sastra tersebut mengangkat tema mengenai Fenomena Cerita Mini dalam Sastra Indonesia. Tema tersebut terkait dengan buku Antologi Simponi Balqis yang dilauncing pada hari tersebut. Buku Simponi Balqis sendiri merupakan buku yang di gagas oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman. PPI mengadakan sayembara Cerita Mini Internasional (SCMI) PPI Yaman periode 2011-2012. SCMI  merupakan ajang pena yang digelar untuk memperebutkan Master Of Writer Internation melalui jejaringan sosial.  Dari lomba tersebut, dipilih 100 kisah mini untuk dibukukan yang di bagi menjadi dua bagian buku.


Bedah Buku dan Talkshow Hari Ibu 2012

Saat Session Tanya Jawab yang di Pandu oleh mbak Sari Azis
Saat Session ini, ada seorang Ibu yang share mengenai kisah kehamilan yang di alaminya.  Kisah ini memang sangat menarik dan mengharukan.  Saat ia mengalami kehamilannya, ia sempat mengalami pendarahan dan bed rest, karena janin yang di kandungnya mengalami Plasenta Previa.  Plasenta Previa sendiri merupakan suatu kondisi dimana kondisi ari-ari atau plasenta bayi yang menutupi jalan lahir rahim.  seseorang yang selama kehamilan mengalami plasenta previa, rentan mengalami  pendarahan dan resiko cukup tinggi.  Karena itu, si ibu mengatakan anaknya tersebut merupakan anak yang di lahirkan dengan penuh perjuangan.  tidak hanya saat mengandung, ketika melahirkan pun, sang ibu sempat mengalami pendarahan hebat.  Syukur alhamdulillah, sang Ibu dan anaknya pun selamat dan tetap sehat hingga saat ini. :)


Berfoto bersama teman-teman  IIDN Kaltim

Salah satu hal yang sangat mengharukan yaitu ketika teman-teman IIDN Kaltim
menyempatkan hadir dan berkumpul pada acara Bedah buku dan talkshow hari ibu tersebut.
disela kesibukan pekerjaan maupun mengurus rumah tangga, ternyata kami masih sempat meluangkan diri berkumpul sekaligus bersilaturahmi bersama . hehehhe


Bedah Buku Belajar Dari Universitas Kehidupan 10 Januari 2013

silahkan yang mau ikut acara ini :

Buku Etam (Komunitas Pecinta Buku dan Perpustakaan)
bekerjasama dengan
Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur

Mengadakan acara Bedah Buku
“Belajar Dari Universitas Kehidupan”

Pembicara :
SYAFRUDDIN PERNYATA

Pembedah :
ABDUL HAKIM

Hari / Tanggal : Sabtu, 12 Januari 2013
Pukul : 09.00—12.00 WITA
Tempat : Ruang Serba Guna
Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Ir. Juanda No. 4, Samarinda


ACARA GRATIS DAN TERBUKA
UNTUK 150 ORANG PENDAFTAR PERTAMA
(JIKA KUOTA TERPENUHI, PENDAFTARAN PESERTA DITUTUP)

KONFIRMASI PENDAFTARAN:
MISRIANI (085211234168)

Talkshow & Bedah Buku Hari Ibu 22 Desember 2012



Buku Etam Komunitas Pencinta Buku dan Perpustakaan & Badan Perpustakaan

dan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur :



TALKSHOW DAN BEDAH BUKU
Karya Para Ibu untuk Kaum Ibu:`



1. “KEHAMILAN YANG MENAKJUBKAN” (Karya : Tri Wahyuni Zuhri dkk.)
2. “FOR THE LOVE OF MOM” (karya : Inni Indarpuri dkk.)



Plus Launching Novel “NEVER GIVE UP “ Karya Inni Indarpuri

dan Baca Puisi Perempuan


PEMBICARA:
- INNI INDARPURI
- TRI WAHYUNI ZUHRI



MODERATOR:
- SARI AZIS



PEMBACA PUISI:
- FITRIANI UM SALVA



HARI/ TANGGAL : SABTU, 22 DESEMBER 2012,
PUKUL : 09.00—12.00 WITA
TEMPAT : 
RUANG SERBA GUNA
BADAN PERPUSTAKAAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR,
JALAN IR. JUANDA NOMOR 4, SAMARINDA



ACARA GRATIS DAN TERBUKA UNTUK 150 ORANG PENDAFTAR PERTAMA 
(JIKA KUOTA TERPENUHI, PENDAFTARAN PESERTA DITUTUP)



KONFIRMASI PENDAFTARAN: MISRIANI (085211234168)

Catatan Hasil Seminar Kebahasaan dan Kesastraan 2012




Catatan Hasil Seminar Kebahasaan dan Kesastraan 2012 :

Membangun Karakter Bangsa melalui Bahasa dan Sastra *)

Oleh : Tri Wahyuni Zuhri, SP

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 11 Juli 2012, saya berkesempatan mengikuti acara seminar kebahasaan dan ksastraan di Kantor Gubernur Provinsi Kaltim. Acara seminar yang di selenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kaltim, merupakan rangkaian peringatan bulan bahasa. Seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 200 an peserta yang terdiri dari berbagai kalangan dan berasal dari berbagai kota di Kalimantan Timur.
Tema yang diusung pun sangat menarik yaitu Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Pengajaran Bahasa dan Sastra. Seminar tersebut di bagi dalam dua session. Session pertama yaitu sidang pleno menghadirkan pembicara utama yaitu Prof. Amrin Saragih, guru besar Universitas Negeri Medan. Dr. G. Simon Devun, Dosen Universitas Mulawarman, dan Drs. Imam Budi Utomo, kepala Kantor Bahasa Provinsi Kaltim.
Sedangkan untuk session kedua merupakan diskusi panel yang terbagi 2 panel diisi oleh para pemakalah pendamping. Kebetulan saya sendiri dan teman dari Studio Kata Bontang yaitu Sunaryo Broto, mendapat kesempatan menjadi pemakalah pendamping. Disamping itu, ada pula Dr. H. Mursalim, dosen FKIP Unmul, Saidah Iriani, Guru SMA N 1 Samarinda, Iswahyudi Nur, Guru SMPN 1 Balikpapan. Serta Nurul Masfufah, Yudianti Herawati, Kantor Bahasa Prov. Kaltim.   Seminar ini sendiri bertujuan untuk menumbuhkembangkan kecintaan kalangan generasi muda Indonesia terhadap bahasa dan sastra Indonesia dalam rangka membangun jati diri dan karakter bangsa yang kuat menuju masyarakat yang mandiri, bermartabat, berdaya, saing, kreatif dan inovatif.  
Prof. Amrin mengupas mengenai atribut karakter dalam pembelajaran bahasa.  Beliau menyebutkan bahwa bahasa merupakan unsur utama pembentuk jati diri suatu bangsa. Yang pertama, adanya ketergantungan antara bahasa dan konteks sosial. Misalnya nasi sebagai makanan utama bagi bangsa Indonesia. Timbul presepsi, apabila seseorang belum makan nasi, berarti dia mengganggap dirinya belum makan. Kedua, bahasa dan konteks sosial di bangun dari berbagai unsur. Bahasa di bangun dari fonologi, leksikogramar, semantik. Sedangkan konteks sosial dibangun dari situasi, budaya dan ideolagi.  Jati diri atau identitas bangsa Indonesia terbentuk dalam dan dari bahasa Indonesia.
Sedangkan Dr. G. Simon Devung membahas pemanfaatan bahasa dan sastra lokal dalam pendidikan karakter bangsa. Ia pun menjelaskan pengajaran bahasa dan sastra sebagai sumber pendidikan karakter, harus dijalankan koheren dan konsisten dengan fungsi pokok bahasa dan sastra sebagai media komunikasi, edukasi dan enkulturasi.
Materi yang dipaparkan oleh pemakalah utama memang sangat menarik untuk di cermati, terlebih pemakalah merupakan pakar di bidang bahasa maupun sastra. Seminar tersebut pun menarik banyak pertanyaan dari para peserta. Mengingat seminar berkenaan mengenai sastra dan bahasa cukup jarang di gelar di Kaltim, tentunya menarik perhatian berbagai kalangan untuk mengikutinya.
Saya pun berkesempatan memaparkan makalah saya yang berjudul Mengugah Kepedulian terhadap melalui Sastra. Sengaja saya mengambil sub tema tersebut karena melihat adanya hubungan yang erat antara sastra dan lingkungan sendiri. Unsur-unsur lingkungan dan alam sering kita jumpai dalam karya-karya sastra. Sebut saja karya M. Yamin, Ramadhan KH, Korrie Layun Rampan, dan lain sebagainya. Mereka mengangkat lingkungan atau alam sebagai bagian dalam karya mereka. Korrie, misalnya yang mengangkat latar Kalimantan (dayak) sebagai latar novelnya yang berjudul "Upacara".
Namun ada pula karya-karya sastra yang mengungkapkan kepedulian terhadap lingkungan yang rusak. Salah satu karya sastra yang saya maksudkan adalah novel "Gampiran" karya Inni Indarpuri. Gampiran merupakan novel yang mengangkat lokalitas Kalimantan Timur, serta sarat isu lingkungan yang di balut kisah percintaan.

gambar 1. Saat presentasi makalah

Tidak salah rasanya bila saya sebut Gampiran merupakan salah satu novel yang menyentil kerusakan lingkungan. Akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab membuat ketidakseimbangan dalam alam itu sendiri.  Dalam pengajaran sastra di sekolah pun, sebenarnya pihak pendidik dapat menyelipkan unsur moral peduli lingkungan kepada anak didiknya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menerapkannya di sekolah. Karena bagaimana pun juga, hal itu dapat membentuk karakter anak didik menjadi lebih kuat, mandiri serta bermartabat.
Saya secara pribadi mengucapkan rasa salut kepada pihak kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur yang menggelar acara seminar ini.  Sudah seharusnya sebagai bagian dari masyarakat, kita harus lebih mengenal bagaimana bahasa dan sastra dapat membangun karakter sebuah bangsa.  Mudah-mudahan acara seperti ini akan dapat terus di laksanakan dalam waktu mendatang, agar dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai bahasa dan sastra itu sendiri kepada masyarakat. Amin…

Seminar Kebahasaan dan Kesastraan 2012

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya 11 Juli 2012, bertempat di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, saya berkesempatan menghadiri acara seminar Kebahasaan dan Kesastraan yang di selenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur.

Alhamdulillah, saya berkesempatan menjadi salah satu pemakalah pendamping dalam acara tersebut.  Tidak hanya saya saja, ada seorang teman dari Studio Kata, Bapak Sunaryo Broto, yang turut mempresentasikan makalahnya.  Ada 3 orang pembicara utama pada hari itu, yaitu Bapak Imam Utomo, selaku kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Simon, yaitu salah satu dosen Universitas Mulawarman.


Gambar 1. Seminar Utama  yang menghadirkan 3 pembicara utama



Gambar 2. Sidang Pleno A yang menghadirkan 4 pembicara utama, 
salah satunya saya sendiri, Ibu Saidah, Ibu Nurul


Gambar 3. Sidang Pleno B yang menghadirkan 3 pembicara utama, 
yaitu Bapak Sunaryo Broto, Ibu Yudith



Gambar 4. Berfoto bersama Bapak Imam, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kaltim,
mbak Bertha, Bapak Amien Wangsitalaja, dan Mba Fitriani


Gambar 5. Berfoto bersama Mba Inni Indarpuri, Bapak Sunaryo Broto dan Mbak Sari Azis



Seminar Hypnotherapy di Samarinda 18 April 2010



Seminar Scientific EEG and Clinical Hypnotheraphy yang diadakan di Hotel Swiss Borneo Samarinda, 18 April 2010 memang luar biasa. Menghadirkan pembicara Adi W. Gunawan. Ruangan seminar pun jadi semakin hangat, dengan hadirnya peserta yang kurang lebih 700 orang. luar biasa ya...

dan yang jelas, ada banyak pelajaran yang aku dapatkan bersama suami setelah mengikuti acara seminar ini. jadi saranku, kalau ada seminar hypnoteraphy selanjutnya yaitu hypnotherapy for childer, harus ikut hadir ya....

Catatan dari Parenting Skill, 22 November 2009


Mungkin suara kita keprek-keprek ditelinga anak-anak kita,tetapi yakinlah bahwa suara kita merdu di hati mereka...

(By : Bapak Miftahul Jinan- Parenting Skill, Bontang 22 November 2009)

Kata-kata mutiara yang menarik tersebut saya dapatkan ketika mengikuti parenting skill. Tema "Mendidik Anak Cerdas dan Berkarakter" oleh Bapak Ust. Miftahul Jinan,M.Pdl.

Parenting skill yang dilaksanakan di mesjid Baiturahman Bontang ini merupakan salah satu program POMG KB dan TK IT Baiturahman yang saya sadar begitu banyak manfaatnya setelah saya ikuti

Mungkin selama ini kita merasa benar dalam mendidik anak. Namun,hasil yang kita harapkan kepada anak ternyata tidak sesuai. Bahkan kenyataannya, kita sering merasa kerepotan bila menghadapinya. Terlebih bila anak kita beranjak remaja. Yang terjadi malah sebaliknya, ketidak adaan rasa selaras dan seimbang antara apa yang menjadi keinginan anak ataupun orangtua. Sehingga terkadang terjadi pertengkaran antara orangtua dan anak yang seharusnya bisa kita hindari.

Ada beberapa hal yang bisa saya sheringkan dari hasil parenting skill yang saya ikuti.

Menurut pembicara, Bapak Ust. Miftahul Jinan,M.Pdl.ada beberapa hal yang harus kita ketahui tentang anak.

1. Bermain= Belajar
Bagi anak, proses bermain adalah sama dengan proses belajar. Jadi,lkebutuhan akan bermain bagi anak adalah hal normal. Semakin sering anak bermain, berarti anak tersebut aktif. Karena akan banyak manfaat dari bermain sendiri bagi anak baik dari segi permainan fisik,mental maupun permainan umum. Permainan fisik misalnya bermanfaat untuk keseimbangan ataupun koordinasi anak.
Namun tetap dalam proses bermain,kita sebagai orang tua harus bisa memberikan jadwal bermain untuk anak agar dia bisa melakukan kegiatan lainnya.

2. Meniru
Anak adalah peniru yang ulung. Meniru adalah proses kreatifitas.maka biarkan mereka meniru. Hanya tetap kita sebagai orang tua mengarahkannya. Meniru hal yang positif dari idolannya.

Bahkan ust.Miftahul menyarankan kepada orang tua, bila ada kekuatiran anak akan meniru orang lain, seperti menyanyikan lagu yang dinyanyikan idolanya. Maka jadilah kita idola anak kita sendiri, dengan mencoba menyanyikan lagu yang bernilai positif di hadapannya. Sehingga muncul kata-kata mutiara beliau :
"Mungkin suara kita keprek2 ditelinga anak2 kita,tetapi yakinlah bahwa suara kita merdu di hati mereka... "

3. Rasa Ingin Tahu
Anak normal pasti memiliki rasa ingin tahu. Mereka akan mengeluarkan banyak energi melalui banyaknya pertanyaan. Dan orang tua pun harus punya jawaban akan pertanyaan tersebut karena akan mengasah kecerdasan si anak melalui dialog tanya jawab tersebut.intinya orangtua harus terus belajar ya... :)

4.Konsentrasi
Sering kali kita menyalahkan anak karena sulitnya konsentrasi ketika belajar atau mengerjakan sesuatu. Padahal kapasitas anak dalam mengerjakan sesuatu berbeda-beda. Ada cara yang paling efektif untuk mengetahui konsentrasi anak.yaitu dilihat bagaimana ketika dia sedang bermain.

5. Aturan
Dalam menjalankan aturan kita harus bersikap tegas dan konsisten. Walaupun ini tidak mudah. Adanya reward dan hukuman adalah bagian dari aturan tersebut. Namun perlu diperhatikan, pemberian reward kepada anak sebaiknya dihindari dalam bentuk hadiah.tetapi berikan pujian. Seandainya diberikan hadiah,tetap diberikan syarat agar tidak terkesan sebagai sogokan. Sebaliknya untuk hukuman, berikan secara tegas kepada anak. Namun tidak dilakukan dengan emosi, tapi nada suara yang di rendahkan. Hukuman yang paling baik adalah dengan mengurangi kenyamanan anak.

Disamping itu adalah hal menarik yang disampaikan ust Miftahul Jinan, bahwa ada dua hal yang membentuk faktor sukses anak yaitu kompetensi (15 %) dan Moral (85%).

Moral mendapatkan persentase tinggi dalam membentuk faktor sukses anak. Dimana ada beberapa tahapan moral pada anak :
A. Attachement (usia 0-2 th)
B.Percaya diri (usia 2-4 th)
C.Otoritas (usia 4-8 th)
D. Teman sebaya (8-14 thn)
E. .Moralitas sosial (14-20 thn)
F. Moralitas Objektif (20 - ..)

Sedangkan aspek-aspek pendidikan moral sendiri dibagi 3 yaitu moral knowling,moral felling dan moral action.

Untuk lebih jelas mengenai moral bisa lihat di buku karangan ust. Miftahul Jinan yang berjudul : Aku Wariskan Moral bagi Anakku". Buku ini cocok sekali buat para pembaca yang punya anak dan ingin anaknya cerdas dan berkarakter. Sukses ya para orang tua... :)

Bontang,22 November 2009

Catatan dari Seminar dan Bedah Buku Sastra Terbitan Kantor Bahasa Provinsi Kaltim (3 November 2009)

Oleh : Tri Wahyuni

Ada kisah menarik yang bisa saya sherringkan kepada rekan-rekan mengenai keikutsertaan saya dalam seminar dan bedah buku sastra terbitan kantor bahasa Provinsi Kaltim yang dilaksanakan tanggal 3 November 2009. Acara tersebut berlangsung di Aula Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur Samarinda.

Selain saya sendiri dari Bontang,sebenarnya ada beberapa rekan penulis yang di undang. Yaitu Sunaryo Broto, Untung Erha, Shantined, Parjoto, yang semuanya dari STUDIO KATA, dan terakhir Ibu Muthi dari FLP. Namun dikarenakan ada satu dan lain hal, hanya saya dan pak parjoto dari Bontang yang bisa hadir di samarinda. Saya dapat hadir di acara tersebut karena bersamaan kepulangan saya dari Surabaya karena urusan pekerjaan, sehingga sekalian mencocokan waktu mengikuti acara tersebut.

Seminar tersebut mengambil tema "Peran Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan timur dalam Pengembangan Sastra di Kalimantan Timur". Disamping itu buku yang di bedah antara lain adalah Biografi Pengarang Kaltim dan Ikhtisar Sastra Kaltim.

Pembicara yang dihadirkan yaitu Drs.Pardi,M.Hum (Kepala Kantor Bahasa), Drs. Hamdani (Dewan Kesenian Daerah), dan Drs. Syaiful Arifin, M.Hum (Universitas Mulawarman)

Acara di buka oleh pementasan teater dari mahasiswa dan mahasiswi jurusan bahasa indonesia Universitas Mulawarman. Pementasan teater tersebut cukup menarik dan enak di tonton. Kemudian dilanjutkan pembacaan puisi oleh sastrawan Bontang, Bapak YB Paryoto yang meruoakan guru dari YPK Bontang.

Peserta seminar dan bedah buku sendiri terdiri dari berbagai kalangan, yaitu sastrawan, guru, pelajar, mahasiswa dan pemerhati sastra di kalimantan Timur.

Pada acara inti yaitu pemaparan materi oleh ketiga pembicara, peserta tampak serius menyimaknya. Bahkan dari sesi tanya jawab, tampak antusias dari peserta. Ini terlihat dari banyaknya peserta mengajukan pertanyaan yang menarik.

Pembicara Bapak Pardi yang juga Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kaltim banyak memaparkan tentang perkembangan sastra di Kalimantan Timur. Beliau bahkan mengungkapkan bahwa terjadi perkembangan cukup signifikan di tiap daerah di Kaltim.

Misalnya munculnya komunitas-komunitas Sastra di masing-masing daerah disertai dengan karya yang di hasilkan. Misalnya JPK (Jaring Penulis Kaltim) yang di motori Korie Layun Rampan, Herman Salam dkk yang telah menghasilkan buku Antologi Cerpen Bingkisan Petir dan Samarinda Kota Tepian.

Bapak Drs. Syaiful Arifin, M.Hum dari Universitas Mulawarman dan Bapak Hamdani dari Dewan Kesenian Daerah memaparkan topik bedah buku tentang Biografi Pengarang Kaltim.

Syaiful Arifin mengamati buku Biografi Pengarang Kaltim sebagai salah satu buku yang cukup lengkap untuk menjelaskan biografi pengarang yang ada di Kaltim dari jaman dulu sampai sekarang. Walaupun ada beberapa pengarang kaltim yang belum termasuk di dalamnya. Bahasa dalam buku Biografi pun disorot beliau karena bahasa nya yang enak di baca, tidak kaku. Hal ini mungkin tim penulis Balai Bahasa sendiri yang masuk angkatan muda.

Di dalam Biografi Pengarang Kaltim tersebut, terdapat nama-nama Penulis dari Bontang, antara lain Abdul Hakim, Sunaryo Broto, YB Paryoto, Untung Erha, Shantined dan Tri Wahyuni. Dimana nama Komunitas Studio Kata pun masuk ke dalam biografi tersebut.

Dalam Buku Ensklopedia Sastra Kaltim, menuliskan segala hal dari abjad A-Z mengenai sastra di Kalimantan Timur. Halaman Pembuka diisi Biogrfi Penulis Bontang, Abdul Hakim. Disamping itu Buku Kumpulan Puisi Aku Ingin Hidup Lebih Lapang Karya Sunaryo Broto beserta biografi beliau juga termasuk di dalamnya.

Ada pula Buku Balada Manusia Industri terbitan Etam Media Press, kemudian Biografi penulis Bontang, Untung Erha, Shantined, YB Paryoto, Tri Wahyuni. Untuk Komunitas di Bontang, terdapat Club Baca 33 dan Teater Timur Bontang.

Dari segi hasil karya penulis Bontang, terdapat buku Kumpulan Cerpen Tidak Cukup Hanya Cinta karya Tri Wahyuni. Antologi Puisi Cahaya Hati karya SDIT As Syamill terbitan FLP . Antologi Prosa Cerita dari Anglasa karya SD YPK 2 terbitan FLP dan sebagainya.

Pembicara Bapak Hamdani, menyoroti peran media lokal di Kaltim untuk sastra. Memang telah dirasakan daya dukung media lokal terutama pemberian ruang sastra di media sangatlah kurang.

Namun beliau mengatakan agar tetap optimis. Apalagi selama ini ia sendiri membuktikan bahwa kegiatannya bersastra termasuk menulis, berteater dsb, ternyata dapat menghasilkan finansial yang baik. Beliau malah mencontohkan, penulis skenario ayat-ayat cinta yang merupakan penulis dari Balikpapan, bisa menghasilkan uang yang banyak dari menulis skenario . Benar-benar luar biasa kan...

Samarinda-Bontang,
November 2009