Showing posts with label Kegiatan seminar dan pelatihan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan seminar dan pelatihan. Show all posts

Launching Buku Profil Anak Muda Kaltim, Rebut Peluang Jangan Jadi Penonton !

mbak Inni Berfoto bersama mbak Ellie Hasan dan Syehma

Salah satu hal yang paling saya senangi adalah menghadiri acara-acara yang terkait dunia penulisan.  Nah, kebetulan  hari Sabtu, 14 Desember 2013, saya bersama teman-teman penulis, Sari Azis, Amien Wangsitalaja, Fitriani,  berkesempatan menghadiri undangan launching buku dari seorang sahabat, Inni Indarpuri.  Acara tersebut berlangsung di Hotel MJ Samarinda .
Buku yang dilauncing merupakan buku yang berisi 12 profil generasi Muda Kalimantan Timur yang sukses dalam bidangnya masing-masing. Buku tersebut berjudul : Anak Muda Kaltim, Rebut Peluang Jangan Jadi Penonton ! Buku yang merupakan prakarsa dari Biro Sosial Sekretariat Provinsi Kaltim dan ditulis oleh Inni Indarpuri, Eko S, berserta tim.

reuni mendadak dengan Rony Cahyadi dan Ellie Hasan

tentu saja hal itu tidak saya lewatkan, mengingat banyak sekali yang saya dapatkan di sana. Bukan hanya sekedar duduk dan menikmati acara saja lho.  Ternyata di sana saya bertemu dengan para pemuda yang profilnya masuk dalam buku tersebut.  Menariknya lagi ada 2 orang dari 12 orang yang profilnya di muat di buku tersebut merupakan teman saya di SMA Negeri 1 Samarinda dulu.  Yaitu Rony Cahyadi yang sekarang sukses menjadi pengusaha jual beli mobil dan properti , dulu Rony teman seangkatan saya waktu SMA.  Serta mbak Ellie Hasan, aktifis Laras yang menangani masalah HIV AIDS dan Narkoba. Mba Ellie ini kakak kelas saya waktu SMA.  wah tentu saja, saya langsung mengadakan reuni kecil dengan mereka hehehe..
para narasumber diskusi panel 

Tentu saja yang paling menarik dari acara tersebut, adanya diskusi panel yang menghadirkan narasumber yaitu bapak Assisten III Provinsi Kalimantan Timur dan seorang pengusaha sukses Kaltim yang membagi cerita dan pengalamanan mereka kepada peserta.  cerita lebih lanjut tentang acara ini sudah saya tuliskan dan di muat di harian Tribun Kaltim, 19 Desember 2013, yang insya allah nanti saya posting disini :)

bersama rekan-rekan penulis , Sari Azis, Raudatul Jannah, Dwi Rahmawati

Tidak lupa di setiap kesempatan terkait dunia penulisan saya pasti akan bertemu dengan teman-teman yang memiliki hobby sama yaitu menulis hehehe..  Seperti biasanya, saya bertemu dengan soulmate saya, mbak Inni Indarpuri yang memang punya gawe acara hari itu.  Terus mbak Sari Azis yang tampak cantik dengan baju pink nya. Mas Amien Wangsitalaja yang selalu tampak mesra dengan sang istri mbak Fitriani.   Serta teman-teman dari Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) dan Perempuan Penulis Kaltim (PPK), yaitu mbak Dwi Rahmawati, Mbak Raudahiyatul Jannah, dan Hesty Deasy.  hehehehe.. lengkaplah acara sudah dengan di tambah acara coffe break, makan siang, buku gratis, kaos keren anti narkoba nan keren, serta berfoto-foto ria ala artis hihihi... Sssttt.. di akhir acara, saya sempat lho berdiskusi dengan nara sumber.  nah, cerita hasil diskusinya nanti akan saya tulis tersendiri ya.... :)

diakhir acara diberi kesempatan diskusi dengan nara sumber heheheh :)




Bedah Buku Belajar dari Universitas Kehidupan

Sumber : Tribun Kaltim




Cerita dari Bedah Buku Belajar dari Universitas Kehidupan *)
Oleh : Tri Wahyuni Zuhri, SP
(Koodinator IIDN KALTIM, STUDIO KATA)

Sumber belajar tidak harus di sekolah
Sumber belajar itu ada di kehidupan
Kehidupan adalah sumber belajar yang tak pernah kering

Begitulah sedikit dari paparan Syafruddin Pernyata saat Bedah Buku Belajar Dari Universitas Kehidupan. Bedah Buku yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Januari 2012 bertempat di gedung Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur, merupakan acara yang di gagas oleh Komunitas Buku Etam bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim. Dalam acara tersebut hadir lebih 100 peserta yang berasal dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, dan akademika.
Belajar dari Universitas Kehidupan merupakan buku karya Syafruddin Pernyata yang berisi 30 kisah inspiratif yang diangkat dari kisah nyata yang biasa kita temui keseharian. Namun di tangan dingin seorang Syafruddin, kisah tersebut diramu menjadi kisah hebat yang mengandung banyak pelajaran yang bisa di petik. Maka tidak salah bila Syafruddin mengatakan sumber belajar tidak hanya di dapatkan dari sekolah, tetapi bisa dari kehidupan sehari-hari. Syafruddin mengibaratkan kehidupan sebagai sebuah universitas, alamater, perguruan tinggi bagi mereka yang menyadarinya.
Sebut saja kisah seorang ibu yang rela bekerja keras demi merawat keempat anaknya. Suaminya telah meninggal dunia, dan sang ibu harus bertahan untuk menghidupi anak-anaknya. Ia memilih pekerjaan yang halal walaupun harus mengurusi seorang nenek renta yang sering membuang (maaf) kotoran sembarang dan pikun.  Semua ia lakukan untuk memberikan nafkah halal untuk anak-anaknya.  Atau ada pula kisah seorang ibu yang  memilih membesarkan anaknya  sendiri karena  sering mengalami kekerasan fisik dari suaminya.  Berkat kerja keras tanpa menyerah, akhirnya ibu tersebut berhasil mengantarkan anaknya hingga wisuda dan meraih predikat cum laude.  Bahkan pada saat wisuda dan ketika namanya di panggil, sang anak langsung bersujud mencium sang ibu karena begitu terharu  atas penghorbanan sang ibu.
Cerita lain di buku tersebut mengisahkan seorang anak yang bernama Riska yang masih duduk di bangku SMP. Bagaimana Riska tanggap dengan berbagai pertanyaan yang sedang ngetrend saat ini. Sebut saja nama artis, nama penyanyi, atau nama band yang sedang laris manis. Hal ini karena pengaruh semakin majunya informasi teknologi melalui dunia elektronik dan dunia maya. Televisi, Facebook, twitter bahkan BB bukan barang baru untuk remaja sekarang. Sehingga mereka cepat menyerap informasi terbaru. Namun sayang, ketika ditanya siapa penulis Cracking Zone? Riska kesulitan menjawabnya. Terlebih pertanyaan-pertanyaan berbobot lainnya. Syafruddin seakan menyentil kita, dengan memperlihatkan bagaimana budaya membaca telah bergeser di masyarakat kita. Padahal membaca adalah jalan untuk mengasah hati nurani.  Serta banyak kisah-kisah lain di buku ini yang tidak hanya bisa membuat kita tersenyum, tetapi pula terharu bahkan menangis membacanya.
Dalam acara yang di pandu oleh Tri Wahyuni Zuhri, penulis sekaligus koordinator IIDN Kaltim. selaku moderator tersebut. Acara semakin menarik dengan menhadirkan pembedah yaitu Abdul Hakim. Hakim selain berprofesi sebagai guru dan penulis, Ia pun kerap meraih award atau penghargaan sebagai guru berprestasi di tingkat daerah dan nasional.  Banyak hal yang disampaikan Hakim saat membedah buku tersebut. Ia pun menyebutkan buku Belajar dari Universitas Kehidupan merupakan salah satu buku referensi yang baik untuk di baca. Selain menceritakan kisah kesehariaan dalam kehidupan sehari-hari, dengan bahasa dan tutur yang mudah di pahami. Hakim pun mengungkapkan buku tersebut bisa menjadi sumber belajar kehidupan bagi pembacanya.
Disela-sela tanya jawab, ada beberapa pertanyaan peserta yang cukup menarik, salah satunya mengenai bagaimana cara. Syafruddin membagi waktu dalam menulis dan pekerjaan. Seperti yang diketahui, Syafruddin Pernyata selain sebagai penulis, beliau juga berprofesi sebagai Kepala Diklat Provinsi Kaltim yang memiliki banyak aktfitas dan kegiatan. Namun ditengah kesibukan beliau tetap mampu menghasilkan karya tulisan yang menginspirasi. Kuncinya adalah tetap menulis walau di tengah kesibukan. Tentu saja jawaban ini menambah semangat peserta yang hadir untuk mengikuti jejak beliau untuk berkarya. Semoga kegiatan bedah buku dan penulisan seperti ini akan terus di laksanakan di Kaltim, sehingga dapat terus merangsang semangat membaca dan menulis menuju Kaltim Cerdas. Amin

Kolaborasi 3 Penulis Perempuan Kaltim




Bedah Buku & Talkshow Hari Ibu :
Kolaborasi 3 Penulis Perempuan Kaltim
*) Oleh : Tri Wahyuni Zuhri
(Trainner Penulisan, Koordinator IIDN Bontang,
Koordintor MACIBAKU Bontang, Studio Kata)

Ibu, merupakan sebutan mulia bagi seorang perempuan yang melahirkan dan membesarkan kita. Selama 9 bulan lebih, Ibu mengandung kita dalam rahimnya. Semua dilakukannya dengan penuh pengorbanan dan perjuangan hingga akhirnya melahirkan kita ke dunia ini. Tidak salah rasanya tanggal 22 Desember di abadikan sebagai hari Ibu. Hari Ibu dianggap sebagai penghargaan untuk kasih sayang dan jasa-jasa seorang ibu.
Tepat tanggal 22 Desember 2012,  bertempat di Gedung Perpustakaan Provinsi Kaltim, akan diadakan Talkshow dan Bedah Buku dengan Tema "Karya Para Ibu Untuk Kaum Ibu". Acara yang di gagas oleh Komunitas Buku Etam bekerja sama dengan Badan Perpustakaan Kalimantan Timur, memang di dedikasikan  untuk memperingati hari ibu. Diharapkan melalui acara tersebut dapat meningkatkan minat baca di kalangan kaum ibu dan membangun budaya gemar membaca bagi keluarga melalui ibu.
Hal lain yang menarik dari acara ini yaitu menghadirkan kolaborasi tiga penulis perempuan asal Kalimantan Timur yang karyanya sudah dipublikasikan secara nasional. Ketiga penulis itu adalah Inni Indarpuri dan Tri Wahyuni Zuhri sebagai pembicara, serta Sari Azis selaku moderator acara. Ketiga penulis perempuan ini memang sering bekerjasama untuk turut mendukung kampanye budaya menulis dan membaca di masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur.

Pembicara  Tri wahyuni zuhri, inni Indarpuri
dan moderator Sari Azis

Sari Azis sendiri merupakan penulis Kaltim yang produktif menghasilkan karya. Novel perdananya Ssst. I'm playgirl pernah di terbitkan Gagas Media. Begitu pula dengan karya cerpen-cerpennya yang diterbitkan di majalah nasional maupun  berupa buku. Bahkan belakangan ini, Sari menjadi editor dari beberapa buku, dan menjadi contributor tetap di sebuah majalah nasional.

Catatan dari Talkshow Sastra dan Launching Buku Simfoni Bilqis




Catatan  dari Talkshow Sastra dan Launching Buku Simfoni Bilqis

Oleh : Tri Wahyuni Zuhri, SP
( Koordinator IIDN Bontang,
Koordintor MACIBAKU Bontang, Studio Kata)

Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 29 November 2012, saya berkesempatan menghadiri acara Talkshow sastra serta launching buku Simfoni Balqis. Acara tersebut digagas oleh Buku Etam, yaitu Komunitas Pencinta Buku dan Perpustakaan bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur serta PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Yaman.
Acara yang berlangsung di gedung Provinsi Perpustakaan Kaltim, menjadi sangat menarik karena menghadirkan tiga pembicara yang berkompeten dalam bidangnya. Pembicara pertama,  Korrie Layun Rampan, sastrawan asal Kaltim yang namanya sudah dikenal secara nasional. Pembicara kedua yaitu Erni Suparti Morgan, penulis yang juga berprofesi sebagai Dosen Fakultas Ilmu Bahasa,  serta Dhenok Pratiwi, jurnalis dan cerpenis Kaltim.  Sedangkan acara dipandu oleh moderator yaitu Amien Wangsitalaja, yang juga menjabat sebagai ketua Buku Etam.

para pembicara, moderator dan penulis buku simpony bilqis


Talkshow sastra tersebut mengangkat tema mengenai Fenomena Cerita Mini dalam Sastra Indonesia. Tema tersebut terkait dengan buku Antologi Simponi Balqis yang dilauncing pada hari tersebut. Buku Simponi Balqis sendiri merupakan buku yang di gagas oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman. PPI mengadakan sayembara Cerita Mini Internasional (SCMI) PPI Yaman periode 2011-2012. SCMI  merupakan ajang pena yang digelar untuk memperebutkan Master Of Writer Internation melalui jejaringan sosial.  Dari lomba tersebut, dipilih 100 kisah mini untuk dibukukan yang di bagi menjadi dua bagian buku.


Bedah Buku dan Talkshow Hari Ibu 2012

Saat Session Tanya Jawab yang di Pandu oleh mbak Sari Azis
Saat Session ini, ada seorang Ibu yang share mengenai kisah kehamilan yang di alaminya.  Kisah ini memang sangat menarik dan mengharukan.  Saat ia mengalami kehamilannya, ia sempat mengalami pendarahan dan bed rest, karena janin yang di kandungnya mengalami Plasenta Previa.  Plasenta Previa sendiri merupakan suatu kondisi dimana kondisi ari-ari atau plasenta bayi yang menutupi jalan lahir rahim.  seseorang yang selama kehamilan mengalami plasenta previa, rentan mengalami  pendarahan dan resiko cukup tinggi.  Karena itu, si ibu mengatakan anaknya tersebut merupakan anak yang di lahirkan dengan penuh perjuangan.  tidak hanya saat mengandung, ketika melahirkan pun, sang ibu sempat mengalami pendarahan hebat.  Syukur alhamdulillah, sang Ibu dan anaknya pun selamat dan tetap sehat hingga saat ini. :)


Berfoto bersama teman-teman  IIDN Kaltim

Salah satu hal yang sangat mengharukan yaitu ketika teman-teman IIDN Kaltim
menyempatkan hadir dan berkumpul pada acara Bedah buku dan talkshow hari ibu tersebut.
disela kesibukan pekerjaan maupun mengurus rumah tangga, ternyata kami masih sempat meluangkan diri berkumpul sekaligus bersilaturahmi bersama . hehehhe


Bedah Buku Belajar Dari Universitas Kehidupan 10 Januari 2013

silahkan yang mau ikut acara ini :

Buku Etam (Komunitas Pecinta Buku dan Perpustakaan)
bekerjasama dengan
Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur

Mengadakan acara Bedah Buku
“Belajar Dari Universitas Kehidupan”

Pembicara :
SYAFRUDDIN PERNYATA

Pembedah :
ABDUL HAKIM

Hari / Tanggal : Sabtu, 12 Januari 2013
Pukul : 09.00—12.00 WITA
Tempat : Ruang Serba Guna
Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Ir. Juanda No. 4, Samarinda


ACARA GRATIS DAN TERBUKA
UNTUK 150 ORANG PENDAFTAR PERTAMA
(JIKA KUOTA TERPENUHI, PENDAFTARAN PESERTA DITUTUP)

KONFIRMASI PENDAFTARAN:
MISRIANI (085211234168)