Showing posts with label sastra. Show all posts
Showing posts with label sastra. Show all posts

Diskusi Sastra Bersama Korrie Layun Rampan



Alhamdulillah, pagi ini bersama mba Sari Azis dan mba Inni Indarpuri berkesempatan bertemu dengan Bapak Korrie Layun Rampan. Pak Korrie adalah salah satu sastrawan asal Kaltim yang telah menghasilkan karya besar yang tidak saja di akui secara nasional, tetapi juga di luar negeri. Berbagai penghargaan pun di anugrahkan kepada beliau atas karya maupun dedikasinya tinggi terhadap dunia sastra.

Kepedulian beliau untuk memajukan dunia penulisan sastra dan budaya membaca pun sungguh luar biasa. Saya dan teman teman termasuk penulis yang bersyukur, karya kami masuk pada beberapa buku yang beliau editori.


Walaupun beberapa hari ini saya kurang enak badan, tetapi bertemu beliau dan teman teman penulis menambah energi positif bagi saya. Kesempatan itu pula saya memberikan buku terbaru saya yang berjudul "Pantangan dalam Bisnis", terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama.


Insha Allah dalam beberapa bulan kedepan, Bapak Korrie bersama para penulis Kaltim akan meluncurkan beberapa buku sastra yang akan menambah perkembangan geliat sastra di Indonesia . Doakan lancar ya teman-teman




Persahabatan Para Penulis Kaltim

Sebenarnya saya bukan orang yang suka di foto, tepatnya agak malu kalo disuruh bergaya di depan kamera hahaha..Namun belakangan ini, berhubung sangat intens berkumpul dengan para sobat penulis, yaitu Sari Azis, Inni Indarpuri, Amien Wangsitalaja dan Fitriani, jadilah hobi berfoto ria itu menjadi sebuah rutinitas yang wajib dilakukan bila kami bertemu.


kami berempat saat berdiskusi mengenai penulisan Kaltim
(Sari Azis berjilbab pink, Inni Indarpuri berjilbab putih dan Amien Wangsitalaja )

Dan beberapa waktu lalu kami sempat bersilaturahmi  ke rumah salah satu sastrawan senior Kaltim, Bapak Habol, di daerah Pampang Kaltim.  Pampang sendiri merupakan daerah wisata unggulan Kalimantan Timur yang sarat dengan budaya dayak.  Pada hari-hari tertentu di desa Pampang tersebut akan diadakan acara adat yang memang bisa di saksikan para wisatawan domestik maupun luar negeri.




berfoto di rumah sastrawan senior kaltim

Fitri, Sari, saya, Inni, dan kedua pasukan kecil :D


tentu saja dalam kesempatan kami berkumpul, selalu diramaikan dengan anak-anak kami. khususnya anaknya mbak Fitri dan Amien serta anak saya. hihihi.. Bisa jadi dengan sering berkumpulnya kami, akan menular jiwa dan semangat menulis ke anak-anak kami.



foto ini termasuk foto favorit kami :)

Sebenarnya persahabatan kami bermula dari seringnya kami bertemu dalam kegiatan penulisan dan sastra di Kaltim.  Keinginan kami yang sama untuk memajukan penulisan dan sastra Kaltim serta turun mengkampanyekan budaya menulis dan membaca di Kaltim, membuat kami sering bertemu dan saling berdiskusi.  Bahkan belakangan ini kami sudah mulai merancang berbagai rencana dan program terkait penulisan di Kaltim. Semoga apa yang kami rencanakan ini bisa terwujud dan membawa Kaltim semakin di kenal di dunia penulisan.. amin..


Catatan dari Talkshow Sastra dan Launching Buku Simfoni Bilqis




Catatan  dari Talkshow Sastra dan Launching Buku Simfoni Bilqis

Oleh : Tri Wahyuni Zuhri, SP
( Koordinator IIDN Bontang,
Koordintor MACIBAKU Bontang, Studio Kata)

Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 29 November 2012, saya berkesempatan menghadiri acara Talkshow sastra serta launching buku Simfoni Balqis. Acara tersebut digagas oleh Buku Etam, yaitu Komunitas Pencinta Buku dan Perpustakaan bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur serta PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Yaman.
Acara yang berlangsung di gedung Provinsi Perpustakaan Kaltim, menjadi sangat menarik karena menghadirkan tiga pembicara yang berkompeten dalam bidangnya. Pembicara pertama,  Korrie Layun Rampan, sastrawan asal Kaltim yang namanya sudah dikenal secara nasional. Pembicara kedua yaitu Erni Suparti Morgan, penulis yang juga berprofesi sebagai Dosen Fakultas Ilmu Bahasa,  serta Dhenok Pratiwi, jurnalis dan cerpenis Kaltim.  Sedangkan acara dipandu oleh moderator yaitu Amien Wangsitalaja, yang juga menjabat sebagai ketua Buku Etam.

para pembicara, moderator dan penulis buku simpony bilqis


Talkshow sastra tersebut mengangkat tema mengenai Fenomena Cerita Mini dalam Sastra Indonesia. Tema tersebut terkait dengan buku Antologi Simponi Balqis yang dilauncing pada hari tersebut. Buku Simponi Balqis sendiri merupakan buku yang di gagas oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman. PPI mengadakan sayembara Cerita Mini Internasional (SCMI) PPI Yaman periode 2011-2012. SCMI  merupakan ajang pena yang digelar untuk memperebutkan Master Of Writer Internation melalui jejaringan sosial.  Dari lomba tersebut, dipilih 100 kisah mini untuk dibukukan yang di bagi menjadi dua bagian buku.


ANUGERAH SENI DAN SASTRA KALTIM :



Apresiasi Positif Terhadap Sastra Kaltim
Oleh : Tri Wahyuni  Rahmat
(penulis Koordinator komunitas IIDN Bontang,
tergabung di STUDIO KATA)

Ada berita yang menarik saat saya membaca  harian Tribun Kaltim beberapa hari yang lalu.  Yaitu berita mengenai Pemerintah provinsi  Kalimantan Timur  memberikan Penghargaan Anugerah Seni dan Sastra  kepada tokoh sastrawan Kaltim yang namanya sudah di kenal nasional yaitu Korrie Layun Rampan.
Penghargaan tersebut di berikan kepada Korrie Layun Rampan sebagai bentuk penghargaan terhadap beliau sebagai tokoh seni dan budaya,  karena eksitensinya memajukan dan mengembangkan sastra Kaltim.  Beliau adalah salah satu putra daerah yang berjasa  dalam memajukan sastra Kalimantan Timur.
Berbicara mengenai sastra Kalimantan Timur, kita seperti dihadapkan dalam sebuah sejarah panjang dan menarik. Beberapa sastrawan senior Kaltim terdahulu berupaya dengan gigih memperjuangkan karya sastra Kaltim agar bisa di kenal di masyarakat.  Seiring perjalanan waktu, geliat sastra di Kaltim mulai menunjukkan arah positif. Salah satunya di awal tahun 2000,  Korrie Layun Rampan beserta teman-teman sastrawan Kaltim berupaya untuk menunjukkan karya di dunia sastra. Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan berbagai kegiatan sastra, yaitu diskusi, seminar, peluncuran buku dan penerbitan buku.  Dan menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung di Samarinda, tetapi juga di beberapa daerah di Kaltim, misalnya di Balikpapan dan Bontang.
Sehingga muncul  beberapa buku berisi  karya dari sastrawan muda Kaltim yang di editori oleh Korrie Layun Rampan. Buku-buku tersebut antara lain Bingkisan Petir, Samarinda Kota Tercinta, Balikpapan Kota Tercinta, Kalimantan Timur dalam Sastra Indonesia, Kalimantan dalam Prosa Indonesia dan Kalimantan dalam Puisi Indonesia,  Kalimantan Timur dalam Cerpen Indonesia.  Dari buku-buku itu pula bisa ditemukan nama-nama sastrawan muda Kaltim dengan karya  mereka, antara lain Herman Salam, Atik Sulistyowati, Amien Wangsitalaja, Shantined, Atik Sri Rahayu, Sari Azis, Sunaryo Broto, Unis Sagena, Arief Er Rahman, Maya Wulan, Fitriani Um Salva, dll.
Salah satu kegiatan sastra  di adakan adalah Dialog Sastra Borneo XI tahun 2011 di Samarinda. Pertemuan yang diadakan dua tahun sekali menghadirkan 3 negara serumpun dalam satu pulau Borneo yaitu Indonesia (Kaltim, Kalteng, Kalbar, Kalsel), Malaysia Timur, dan Brunei Darussalam.  Perkembangan positif sastra Kaltim tentunya disambut antusias tidak hanya oleh  masyarakat Kaltim, tetapi oleh masyarakat Indonesia.
Perkembangan sastra di Kaltim pun tidak lepas dari pertumbuhan komunitas sastra di beberapa daerah. Antara lain Jaring Penulis Kaltim (JPK), Studio Kata.  Demikian pula peran serta media cetak sangat menunjang dalam perkembangan sastra di Kaltim. Salah satunya media Tribun Kaltim yang turut  membantu mempublikasikan perkembangan sastra Kaltim.
Penghargaan Seni dan sastra Kaltim yang diberikan pemerintah Provinsi Kaltim bisa disebut sebagai wujud apresiasi positif pemerintah kepada perkembangan sastra Kaltim saat ini. Dengan begitu akan memacu gairah para sastrawan untuk terus berkarya dan menunjukkan karya terbaik dalam sastra Kaltim.  Perkembangan  sastra Kaltim menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kaltim.  Semakin berkembangnya sastra di Kaltim berarti  bertambah pula  masyarakat yang peduli dengan dunia sastra. 
Hal itu terkait pula dengan kebiasaan masyarakat Kaltim untuk menulis dan membaca buku, baik karya sastra ataupun lainnya. Tentu saja hal ini menjadi sesuatu yang positif. Karena apabila suatu bangsa  peduli dengan menulis dan membaca, maka bisa dipastikan bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang besar.  Menulis dan membaca buku adalah satu cara untuk menambah serta menebarkan ilmu pengetahuan. Bahkan segala hal positif bisa di dapatkan dari menulis dan membaca buku.
Selamat kepada Korrie Layun Rampan atas penghargaan Anugerah Seni dan Sastra Kaltim. Semoga hal ini bisa memotivasi bermunculnya para sastrawan muda Kaltim dengan karya-karya terbaik mereka.  Teruslah  berjaya  sastra Kaltim….

*) Di muat di harian Tribun Kaltim, Selasa 24 Januari 2012




2 Buku Sastra Kaltim terbaru, di Editori Korrie Layun Rampan




Dua Buku ini yaitu Kalimantan Timur dalam Cerpen Indonesia dan Kalimantan Timur dalam Novel Indonesia, adalah 2 buku sastra terbaru yang di editori oleh Korrie Layun Rampan.

alhamdulillah, karya saya dan beberapa teman di Bontang yaitu Shantined, Sunaryo Broto dan M. Syaipoel masuk dalam buku ini.


Ada pula nama-nama penulis Kaltim di dalam buku ini, antara lain Sari Azis, Amien Wangsitalaja, Atik Sri Rahayu, dll.

3 Buku Sastra dari Dialog Sastra Borneo 2011 di Samarinda


Alhamdulillah, pada saat Dialog Sastra Borneo 2011 di Samarinda, kami peserta mendapat
3 buku Sastra dari panitia, dan 3 buku tersebut di editori oleh Korrie Layun Rampan.
2 karya saya masuk dalam buku Kalimantan Timur dalam sastra Indonesia dan
Kalimantan dalam Prosa Indonesia

yang membahagiakan, dalam buku tersebut juga terdapat karya dari teman-teman Studio Kata Bontang yaitu Shantined, Sunaryo Broto, dan Untung Erha.

Maju terus Sastra Kaltim...