Apr 7, 2017

Berdamai dengan Rasa Kecewa dan Marah


Apakah kita pernah merasakan rasa kecewa yang teramat sangat? Yang terkadang juga menyelipkan rasa marah dan sedih yang datang silih berganti? Hmm .. saya rasa semua manusia pernah mengalami hal itu.

Saya pernah berfikir, bila kita mengalami hal tersebut, maka waktu juga meredakannya. Seiring berjalannya waktu, rasa kecewa, rasa marah, rasa sedih dan entah berbagai rasa yang menguras energi itu, akan bisa sembuh dengan sendirinya. Tentu saja, waktu yang akan menjawabnya.

Tapi itu pikiran saya dulu...
Namun, hingga akhirnya saya kembali mengoreksi pikiran saya. Ternyata bukan waktu yang akan menyembuhkan semua rasa itu. Tetapi kembali kepada kita sendiri. Sejauh mana dan seberapa besar usaha kita untuk kembali memulihkan diri dan perasaan kita.

Saya ambilkan sebuah contoh. Anggap saja ada 2 orang yang mengalami sakit hati, yaitu Angela dan Anita.  Rasa sakit hati memunculkan rasa marah, rasa kecewa, rasa benci dan semua rasa negatif. Angela ternyata membutuhkan waktu selama bertahun tahun untuk melupakan sang mantan sekaligus bisa move on kembali. Sedangkan Anita, hanya membutuhkan waktu tidak begitu lama untuk kembali move on.  

Dari contoh di atas, bila di suruh memilih waktu untuk move on, tentu saya akan lebih memilih Anita. Saya tidak akan membuang waktu lama-lama untuk meratapi nasib dan bisa saja menyalahkan diri sendiri serta orang lain. Masih terbuka waktu dan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat.

Mengapa Angela dan Anita berbeda dalam menghadapi semua rasa energi negatif dalam dirinya? Ya, semua berpulang pada diri kepribadian masing-masing.  Sejauh mana usaha mereka bisa menerima keadaan itu, menata kembali hati, membuang semua rasa negatif serta berdamai dengan semuanya. 

Dan itu memang tidak mudah...
Tetapi bila kita tidak pernah berusaha mencobanya, bagaimana kita tahu bahwa semua itu mudah ataupun tidak mudah? Sekeras apa pun ujian di dunia ini, saya yakin Allah sudah mengatur hidup kita dengan begitu baik. Tinggal bagaimana kita intropeksi diri dan memfokuskan langkah apa yang akan kita ambil selanjutnya.

Seandainya memang masih kesulitan dalam menghadapi semua ini, tidak ada salahnya membutuhkan orang lain membantu kita. Bisa keluarga, sahabat, ataupun tenaga profesional. Semua sah-sah saja, asalkan sesuai dengan kenyamanan kita.

Dan... tentu saja..
Jangan lupa berdoa dan menyerahkan semua hasilnya kepada Allah ^_^

4 comments:

  1. Memang untuk melupakan hal yang menyedihkan butuh waktu, tapi sebaiknya tidak berlama-lama karena itu sebuah kesia-siaan.
    Terimakasih untuk poatingan sekaligus pengingat bagi diriku ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama mba Nova sayang. Terima kasih sudah berkenan membca tulisan ini

      Delete
    2. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete

Terima Kasih sudah memberikan Komentar pada Postingan ini :)
Apabila ada ingin menghubungi saya langsung, bisa langsung kontak ke :
email : triwahyunizuhri@gmail.com
twiiter : @triwahyuni